STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 13


__ADS_3

# Flash back On


.


TOK! TOK! TOK!


.


"Ya! Tunggu sebentar"


.


Suara dari dalam rumah setelah Naruto mengetuk pintu rumah tersebut.


.


CKLEK!


.


"Ada perlu bantuan tuan?" tanya seseorang pria dewasa setelah membuka pintu rumahnya.


"Maaf merepotkan tuan, kami hanya ingin menyapa tetangga baru kami," balas Naruto tersenyum.


"Ah silahkan masuk, ternyata tetangga baru ya," jawab pemilik rumah mempersilahkan Naruto masuk diikuti anak anaknya dibelakangnya.


"Maaf rumahnya agak berantakan," kata pemilik rumah setelah sampai di ruang tamu bersama Naruto dan anak anaknya.


"Tidak apa-apa kok, justru kami yang meminta maaf karena merepotkan anda tuan," jawab Naruto.


"Silahkan duduk"


"terima kasih"


Lalu Naruto dan anak anaknya duduk di sofa panjang dengan 2 anak laki-lakinya duduk di sebelah kanan Naruto dan 2 anak perempuannya duduk di sebelah kiri Naruto.


"Silahkan diminum," kata sang istri pemilik rumah setelah menaruh 6 gelas di atas meja lalu duduk di samping sang suaminya.


"Terima kasih nyonya, maaf merepotkan lagi," kata Naruto.


"Tidak apa-apa tuan, ini sudah sewajarnya bagi kami apabila ada tamu yang berkunjung," kata sang istri pemilik rumah.


"Maaf, perkenalkan nama saya Uzumaki Naruto dan mereka adalah anak-anak saya," kata Naruto memperkenalkan diri sambil menundukkan kepala diikuti anak-anaknya.


"Uzumaki Menma"


"Uzumaki Minato"


"Uzumaki Naruko"


" Uzumaki Vivi"


Kata anak-anak Naruto memperkenalkan diri secara bergantian.


"Ah perkenalkan juga, Aku Hyoudou Ryu dan ini istri saya Hyoudou Lissa," kata pemilik rumah memperkenalkan diri dan istrinya.


"Kami juga memiliki seorang anak, tunggu sebentar" sambungnya laku menoleh ke arah istrinya yang berada di sampingnya.


"Tsuma, bisa kau panggil mereka" tanya Ryu kepada istrinya dan dijawab anggukan oleh istrinya.


"Tunggu sebentar," jawab Lissa beranjak dari duduknya lalu melangkah menuju lantai 2.


.

__ADS_1


#Skip Time


.


"Perkenalkan ini anak saya Uzumaki-san, Issei perkenalkan dirimu," kata Ryu setelah istrinya kembali keruang tamu bersama Issei dan Asia.


"Perkenalkan nama saya Hyoudou Issei, salam kenal" kata Issei sambil membungkuk.


"Na-Nama saya Asia Argento, salam kenal," kata Asia kikuk sambil membungkuk.


"Uzumaki Menma, salam kenal,"


"Uzumaki Minato, salam kenal,"


"Uzumaki Naruko, salam kenal,"


"Uzumaki Vivi, salam kenal,"


Kata anak-anak Naruto memperkenalkan diri lagi kepada Issei dan Asia.


"Sepertinya anakmu seumuran dengan anakku yang ini ya?" tanya Naruto sambil memegang pundak Minato tepat di sampingnya.


"Sepertinya begitu Uzu-"


"Naruto saja, aku agak kurang enak dengan keformalan," kata Naruto memotong ucapan Ryu.


"Baiklah Naruto-san" balas Ryu dan dijawab anggukan Naruto.


"Tadi aku sempat terkejut loh Naruto-san, kukira tadi mereka adalah adik-adikmu. ternyata malah Anakmu," kata Ryu menghela nafas dan entah kenapa Issei melongo karena terkejut setelah mendengar pemuturan dari ayahnya.


.


" APA! Dia sudah menikah!" batin Issei terkejut


.


"Hehe, banyak yang bilang seperti itu Ryu-san, tapi memang benar mereka adalah anak kandungku semua," balas Naruto tenang.


"Ano pemuda-san kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Minato heran dengan wajah Issei yang sedang melongo kaget.


"A-Ah, maaf tadi aku sempat terkejut kukira tuan Uzumaki masih berumur 25 tahunan, ternyata tidak," jawab Essei kikuk karena tersadar dari keterkejutanya.


"Oh, kukira sedang memikirkan hal mesum terhadap Nee-sanku"


.


OHOK!


.


Kejut Issei lagi bahwa Minato mengetahui pemikiranya yang sebelumnya yang membayangkan dada milik Naruko dan Vivi.


"Maaf atas kelakuan anakku Naruto-san, dia memang sedikit mesum," ucap Ryu memohon Maaf atas kelakuan Issei di hadapan Naruto.


"Ah tidak apa- apa kok, aku tahu remaja seumurannya pasti hormonnya lagi naik-naiknya " balas Naruto malah kikuk atas tingkah Issei yang aneh.


"Minato, bertemanlah dengannya. mungkin besok kau akan bersekolah di sekolahan yang sama dengannya," kata Naruto kepada Minato.


"Baiklah, tapi belum tentukan bersekolah yang sama, benarkan Hyou-"


"Issei saja," potong Essei cepat ucapan Minato.


"Em, benarkan Issei-san" tanya Minato.

__ADS_1


"Tenang saja Minato-san, satu-satunya sekolahan yang dekat di daerah sini hanyalah Kuoh Gakuen. Aku yakin kau akan bersekolah di sana," jawab Issei meyakinkan.


"Mungkin saja, tapi lihat saja besok lah," balas Minato pasrah padahal yang diinginkan adalah tidak ada sekolahan di sekitarnya.


.


"Kurasa sudah terlalu lama kami berkunjung, kami pamit sekarang," tiba-tiba Naruto berdiri dari duduknya diikuti anak anaknya.


"Tidak makan dulu Naruto-san?" tawar Ryu.


"Ah kami sudah sarapan tadi pagi, terima kasih Ryu-san," tolak Naruto.


"Yasudah, mari kuantarkan," balas Ryu lalu mengantarkan Naruto dan anak-anaknya sampai di depan rumah.


"Terima kasih Ryu-san, datanglah besok ke kedaiku, aku membuka kedai di dekat sekolahan," kata Naruto mempromosikan kedainya.


"Ya! Kami akan mengunjunginya," jawab Ryu lalu Naruto dan anak-anaknya membungkuk setelah itu melangkah pergi meninggalkan rumah keluarga Hyoudou kesuatu tempat beserta anak-anaknya.


.


#Flash back Off


.


" Naruko dan Vivi, sepertinya aku pernah mendengarnya," batin Akeno dan Tsubaki bersamaan.


"Tapi kuakui, ayahnya memang tidak pantas disebut ayah," kata Issei setelah selesai menceritakan tentang keluarga Uzumaki.


"Memang ada apa dengan ayahnya?" Tanya Akeno penasaran.


"Hmm walaupun mereka tetangga baru 2 hari yang lalu tapi ayahnya sudah terkenal di kalangan ibu-ibu" jawab Issei.


"Um, ayahnya dijuluki STRONG FATHER oleh ibu-ibu di sekitar wilayah rumah kami," tambah Asia.


"Memangnya aneh dengan julukan itu Asia?" tanya Tsubaki juga penasaran.


"Tidak juga si, tapi memang di pandangan ibu-ibu, ayahnya sungguh luar biasa, sudah tampan, ramah, penyayang lagi. Ah rasanya aku ingin sekali jadi anaknya," kata Asia dan langsung mendapatkan tatapan aneh dari mereka semua yang terheran-heran dengan Asia yang begitu lancar berbicara.


"Asia! kau tidak serius kan?" tanya Issei yang terkejut oleh ucapan Asia.


"Ano, tadi aku bilang apa ya?" tanya Asia bingung karena bayak tatapan pasang mata tertuju padanya.


.


GUBRAK!


.


" Ternyata dia Cuma kagum," batin semua orang yang ada di ruangan tersebut.


.


"Jadi kedai baru yang dekat dengan sekolah ini milik mereka?" tanya Akeno.


"ya, itu milik mereka," jawab Essei.


"Mungkin kita harus mencoba ke kedai itu," kata Akeno.


"Siap! Aku dan Asia juga belum berkunjung ke kedainya, mungkin bisa bersama-sama ke sananya," jawab Issei bersemangat.


"Em, kau ada benarnya juga Issei-kun," balas Akeno mengangguk.


"Untuk masalah ini kita tunggu keadaan Rias tenang dulu," sambungnya lalu semua orang di ruangan tersebut kembali dengan ke kegiatan masing-masing sambil menunggu Rias dan Sona keluar dari kamar.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2