STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 141


__ADS_3

# DARATAN


.


#Rumah Naruto (Siang)


.


Seperti hari biasa setiap hari minggu, Yasaka pasti akan berkunjung ke tempat suaminya yaitu di Kuoh,


namun hari ini adalah hari sabtu dan entah kenapa Yasaka sudah datang berkunjung ke Kuoh sejak tadi pagi, entahlah semuanya tak tau.


Tap! Tap! Tap! Tap!


Langkah Yasaka menuju halaman belakang terdengar sangat jelas, tapi langkahnya sepertinya tak sendirian melainkan bersama Katerea di sampingnya.


Tak lama kemudian langkah mereka sampai di halaman belakang dan Yasaka langsung memperhatikan sekeliling halaman belakang.


Katerea memiringkan kepalanya.


"Sebenarnya apa yang kau pikirkan, Yasaka-san?" bingung Katerea karena tiba-tiba tadi di suruh mengikuti Yasaka ke halaman belakang.


"Hmm," Yasaka memegang dagunya.


"Kurasa cocok untuk membuat kolam renang disini," ucapnya sambil mengangguk yakin.


"Kolam renang? Memang untuk apa Yasaka-san?" bingung Katerea tak tau maksud rencana dari Yasaka.


Yasaka menoleh ke arah Katerea di sampingnya.


"Sebenarnya ini untuk menyambut kedatangan Shirahoshi-san, aku yakin Naru-kun akan membawanya kemari," ucapnya memberitau.


"Oooo, kukira untuk apa," angguk Katerea mengerti.


"Ya begitulah, Shirahoshi-san itu ras duyung dan otomatis tak akan jauh dari air, maka dari itu kita buatkan kolam renang untuk dirinya," ucap Yasaka memberikan alasannya.


"Hmmm, baiklah aku akan membuatkannya," ucap Katerea.


Kemudian kedua tangan Katerea di bentangkan ke depan dan tiba-tiba terciptalah lingkaran sihir super besar menutupi seluruh halaman belakang.


Tiba-tiba lingkaran sihir tersebut menyala terang.


Sambil terus memejamkan matanya, Katerea terus berkonsentrasi menciptakan sebuah bentuk yang tergambar di pikirannya saat ini.


Hingga tak lama kemudian lingkaran sihir yang di ciptakan oleh Katerea cahayanya meredup dan nampaknya apa yang di lakukan oleh Katerea akan di sudahi.


"Sudah selesai," ucap Katerea menyudahi acara pembuatan kolam renangnya.


Dan benar, lingkaran sihir yang diciptakan oleh Katerea menghilang dan halaman belakang sudah berubah.


Disitu terdapat kolam renang dengan lebar 10mx5m dengan kedalaman mencapai 2 meter.


"Sempurna, tinggal kasih air ni kolam renang," ucap Yasaka lalu melangkah ke sudut kolam renang yang terdapat kran air.


Set! Set! Set!


Shoor!

__ADS_1


Dengan deras air keluar dari kran tersebut setelah Yasaka memutar aliran krannya.


"Huh," Yasaka menghela nafas lalu berbalik badan.


"Tinggal nunggu penuh saja, ayo masuk lagi," ajak Yasaka kepada Katerea dan dijawab anggukan kepala oleh Katerea.


Lalu mereka berdua melangkah menuju ke dalam rumah lagi, dan membiarkan kran air menyala memenuhi kolam tersebut.


Sedangkan untuk wanita yang lainnya nampak Hancock, Freya dan Kalawarner sedang membereskan salah satu kamar yang akan di gunakan untuk Shirahoshi bila ternyata benar Naruto akan membawanya.


Begitu pula dengan Asuna, Arturia dan Grayfia juga sedang membereskan salah satu kamar yang akan di tempati oleh Izanami atas perintah dari Yasaka tadi.


Sedangkan untuk Serafall sekarang dia berada di Kedai membantu pekerjaan anak-anaknya Naruto sesuai jadwal yang sudah di tentukan oleh wanita-wanita dewasa di rumah Naruto sejak kemarin.


Seperti hari Senin Jadwalnya Kalawarner, Selasa jadwalnya Freya, Rabu Jadwalnya Hancock, Kamis jadwalnya Asuna dan sudah di tambah Arturia mulai minggu depan, Jum'at jadwalnya Katerea dan Sabtu Jadwalnya Serafall yang sebenarnya bersama Grayfia, tapi Grayfia-nya sedang membantu pekerjaan rumah untuk sekarang ini.


Sedangkan untuk Yasaka tak ada jadwal untuknya karena datangnya hari minggu dan itu pun Kedai tutup.


"Rumah ini semakin ramai saja ya," gumam Asuna dengan kemoceng di tangannya kanannya sambil membersihkan jendela kamar tersebut.


Bruk!


Grayfiya duduk di pinggiran ranjang tempat tidur.


"Bukannya itu lebih bagus, dari pada sepi tak ada warna sama sekali," ucap Grayfia membalas gumaman Asuna.


"Hmm, iya si," balas Asuna menyetujui.


"Anooo,"


Grayfia dan Asuna menoleh ke arah sumber suara yang ternyata adalah Arturia yang sedang gugup untuk mengucapkan sesuatu.


"Benar Arturia-san, kita semua kan keluarga," timpal Asuna.


"Be-begini, semenjak aku bergabung menjadi keluarga ini kan aku belum pernah keluar rumah," ucap Arturia memberitau.


"Terus?" angguk Grayfia dan Asuna bersamaan.


"Hari ini aku lagi dapat, ada yang bisa menemani aku keluar untuk beli itu ngak?" kata Arturia menjelaskan.


Grayfia dan Asuna mengangguk dan sepertinya tau maksud dari perkataan Arturia.


"Baiklah Arturia-san, nanti aku temani," kata Asuna menawarkan diri.


"Terima kasih Asuna-san," ucap Arturia.


"Hmm," Grayfia memegang dagunya.


"Kebetulan jadwalku di kedai kan hari ini, jadi keluar bersama tak masalah," timpal Grayfia.


"Wah iya itu, sekarang kan jadwalmu di kedai, baiklah kita keluar bersama saja," ucap Asuna lalu menoleh ke arah Arturia.


"Sekalian nanti kita mampir ke Kedai, Arturia-san," sambungnya kepada Arturia.


"Um," angguk Arturia.


"Yuk kita selesaikan ini lagi," ajak Grayfia dan dijawab anggukkan kepala Asuna dan Arturia bersamaan.

__ADS_1


Lalu mereka pun melanjutkan lagi kegiatannya yaitu membereskan dan membersihkan kamar tersebut biar terlihat rapih dan layak untuk ditempati.


Sedangkan di kamar sebelah juga sama. Kalawarner, Freya dan Hancock juga sedang membereskan kamar dan nampaknya acara mereka akan selesai.


.


#Kedai


.


Bruk!


Kuroka langsung menjatuhkan tubuhnya di atas sofa empuk di ruangan istirahat.


Dan entah kenapa sekarang dia memakai baju maid khas pelayan Kedai, itu karena tadi pagi dia mengikuti Kunou, Sting dan Luna yang ingin ke Kedai dan pada akhirnya dia di suruh oleh Serafall untuk ikut membantu pekerjaan Kedai.


"Ini sangat melelahkan, Nyaa," eluhnya sambil membuka sedikit kerah baju maidnya.


"Yah, untuk pertama melakukan ini memang melelahkan dan membingungkan, tapi lama-lama juga bisa," ucap Vivi.


Dan ternyata di ruang khusus istirahat Kuroka tak sendirian, melainkan ada Vivi yang duduk di hadapannya yang hanya dibatasi oleh meja saja serta Kunou, Sting dan Luna yang berada di pojokkan ruangan sedang bermain entah apa Vivi dan Kuroka tak tau.


Kuroka menoleh ke arah Vivi.


"Kesusahan si tidak Vivi-chan, melainkan pelanggannya yang mesum-mesum suka menggoda diriku," ucapnya memberitau keluhannya.


"Tenang saja, pelanggan kedai memang seperti itu, tapi tidak akan macam-macam kok," tenang Vivi.


"Seperti pemegang Kaisar Naga Merah," timpal Kuroka berpendapat.


Vivi mengibas-ibaskan tangan kanannya.


"Tidak, tidak, tidak, mesumnya dia masih kalah dengan seseorang," ucapnya lalu menghentikan acara mengibas-ibaskan tangannya.


Kuroka menaikkan sebelah alisnya.


"Siapa?" tanyanya penasaran.


"Siapa lagi kalau bukan paman Azazel, paman Ban dan pastinya ditambah dengan Menma Nii-san, mereka bertiga itu dijuluki Trio Mesum akut oleh banyak dewa-dewi berbagai mitologi," balas santai Vivi memberitau.


.


"""Hoachim!"""


Sedangkan Menma yang berada di dapur kedai, Azazel di ruangan kantornya, Ban berada di di suatu bukit sedang mencari sesuatu. Mereka bertiga tiba-tiba bersin bersamaan.


"Sepertinya ada yang membicarakan ketampananku," batin Menma narsis.


"Sepertinya Hel sayangku tak sabar ingin bertemu denganku," batin Azazel percaya diri.


"Pasti Elaine sedang merindukanku," batin Ban senang.


Batin mereka bertiga sambil mengusap hidungnya karena bersin tadi.


.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2