
.
# 1 minggu kemudian
.
*Wush! Tap! Wush! Tap! Wush! Tap! Wush!*
.
Terus melompat, batang pohon sebagai pijakan untuk Naruto serta anak didiknya melompat.
"Hahaha, kau lihat tadi Erza. Itachi. Aku tadi membantai 70 Goblin, hahaha," tawa bangga Shishui.
"Tapi hanya Goblin-Goblin kecil saja, hebatan aku lah, mengalahkan 21 Hob-Goblin." Ejek Erza.
"Hmmm... Aku yang mengalahkan 12 Goblin Champions saja, biasa-biasa saja." Ucap Itachi santai.
""DIAM KAU ITACHI-TEME!""
Berbagai teriakan dan perdebatan konyol murid-murid didikan Naruto, suatu hiburan tersendiri bagi Naruto untuk menghilangkan lelah saat perjalanan pulang mereka dari misi yang mereka jalani kemarin-kemarinnya.
"Misi yang lancar ya,"
*Tap!*
Lompatan Naruto terhenti, begitu juga dengan murid-muridnya. Mereka langsung bersiaga, menatap keanehan di depan mereka yang tiba-tiba ada portal dimensi yang mengeluarkan seseorang dengan wajah yang ditutupi oleh topeng, dan mahkluk seperti tumbuhan yang muncuk dari batang pohon.
Naruto menatap tajam sosok itu.
"Akatsuki." Desisnya, Naruto tau itu,
Organisasi dengan atribut awan merah di baju mereka, seluruh penjuru pun sudah tau kalau itu adalah Organisasi ******* bernama Akatsuki.
*Prok! Prok! Prok!*
Pria bertopeng itu bertepuk tangan.
"Namikaze Naruto, Ninja hebat yang dijuluki Kiroi Senko Junior,"
"Erza! Itachi! Shisui! Kalian kembali ke Kohona duluan, Sensei akan menangani mereka," perintah Naruto.
Ia tau, orang di depannya adalah lawan yang tak dapat di remehkan.
"Tapi Sen..."
"Jangan membantah, cepat laksanakan."
Erza ingin membantah, tapi langsung dopotong cepat oleh Naruto.
Berat bagi murid-muridnya Naruto. Walau begitu, itu sudah perintah tegas Senseinya, mereka tau, perintah Senseinya ada baiknya untuk mereka.
"""Baik Sensei."""
*Wush! Wush! Wush!*
Erza, Itachi dan Shisui langsung melesat jauh, Menuju Konoha. meninggalkan Naruto yang kini berhadapan dengan anggota Akatsuki di hadapannya.
Naruto menatap pria bertopeng.
"Dan kau masih hidup, Obito."
"Kheh..." anggota Akatsuki bernama Obito, menyerigai di balik topengnya. Obito membuka topengnya dengan perlahan, Sharingan mata kirinya menyala merah.
"Kau memang sangat teliti memgamati sekitarmu ya,"
"Heh... Tidak ada pola Mangekyou Sharingan yang sama seperti Kakashi-teme selain pemilik mata sesungguhnya,"
*Sring!*
Obito tersenyum. "Baka..." gumam Obito.
Naruto melebarkan mata, serangannya menembus tubuh Obito, dan ia tak menyadari bahwa mahkluk aneh yang bersama Obito berada di dekatnya, mengarahkan tangannya ke arah Naruto.
__ADS_1
*Sring!*
Belum sempat akar yang keluar dari tangan mahkluk itu menyerang. Naruto telah menghilang dan muncul di atas batang pohon.
"Sudah kukatakan kan, Zetsu. Jika menyerangnya harus lebih cepat lagi," kata Obito.
"Benar-benar keturunan Kiroi Senko," ujar Mahkluk aneh bernama Zetsu itu.
Naruto masih terus mengamati, mencari sisi tepat penyerangan yang akan di lakukannya. Naruto berdiri, kunai cabang 3 digenggam sangat erat.
*Pofh!*
Kunai cabang 3 nya menjadi 2 di genggaman Naruto.
*Shot! Shot!*
Kunai cabang 3 dilemparkan secara bergantian ke arah Obito. Kunai pertama menembus tubuh Obito, tapi kunai kedua dihindari oleh Obito.
Naruto tersenyum melihat hal itu.
"Jadi begitu," gumamnya sambil merogoh kunai di kantong tasnya.
*Shot!*
Naruto kembali melempar kunai itu kembali. Dan Obito tersenyum melihatnya.
"Kau Baka ya Naruto? Serangan yang sama dilakukan untuk kedua kalinya itu tak akan mempan terhadapku," ucap Obito, bersamaan dengan Kunai cabang 3 yang menembus kepalanya.
Naruto tersenyum. "Lihat saja,"
*Sring!*
Tepat kunai cabang 3 melewati kepala Obito, Naruto berteleport kilat dengan cepat, membuat Obito dan Zetsu terkejut.
*Duagh!*
*Brugh!*
*Braak!*
*Wush!*
Naruto lamgsung melompat, ia merasa ada bahaya menghampirinya dari bawah kakinya. Dan benar, Zetsu muncul di bawah kakinya Naruto.
*Wush!*
*Tap!*
Obito melompat, ia berdiri di samping Zetsu. Dan topengnya telah melekat di wajahnya kembali.
"Naruto!" panggil Obito.
Ia mengulurkan tangannya.
"Ikulah bersamaku. Dengan bantuanmu kita akan menciptakan sebuah impian tanpa batas. Tidak akan ada sosok seperti Kurenai dan Asuma lagi jika semua impian itu terwujud," kata Obito.
Naruto terdiam, wajahnya datar. Luka yang hampir Tertutup, kini terbuka kembali.
Ingatan-ingatan kejadian 9 hari yang lalu kembali terbayang, tapi bayangan terakhirnya menampilkan bayangan Yuu yang sedang tersenyum senang.
Naruto tersenyum.
"Tidak Obito. Aku masih memiliki tujuan hidupku." Senyuman Naruto berubah menjadi senyuman mengejek.
"Tidak sepertimu yang terperangkap di dalam jurang Keputusasaan, dan tak pernah bisa pergi dari Kenangan,"
Kini Obito lah yang wajahnya berubah menjadi datar di balik topengnya. Ia tau kata-kata Naruto menyindir dirinya yang tak bisa melupakan sosok Rin dikehidupannya.
Mata Sharingan Obito berubah menjadi Mangekyou Sharingan.
"Pikirkan perkataanku kembali, aku akan menjemputmu kembali."
[KAMUI!]
__ADS_1
Sebuah portal tercipta di hadapan Obito, menghisap Obito dengan perlahan.
"Sial. Harus cepat sebelum dia kabur lagi."
*Shot!*
Naruto melempar Kunai ke arah portal Kamui Obito ketika porta tersebut semakin mengecil dan Obito telah terhisap ke dalam.
[HIRAISHIN!]
Naruto menghilang, ia menembus portal ciptaan Obito. Tiba-tiba portal yang tadinya mengecil secara perlahan, menjadi lebih cepat mengecilnya, dan hilang seketika.
*Bruk!*
Satu kunai cabang 3 jatuh dari portal tadi yang mehilang. Dan kini hanya kesunyian yang ada di tempat itu, karena tak ada siapa-siapa di situ.
.
# 4 jam kemudian (Kantor Hokage)
.
*Tap! Tap! Tap! Tap!*
*BRAK!*
"TOU-SAN!"
Sontak Minato dan Irene yang berada di dalam ruangan menoleh ke arah pintu ruangan itu.
"Aduh Erza. Jangan teriak-teriak dong." Ucap Irene di samping Minato sedang membantunya menata banyak dokumen di meja.
Sedangkan Minato sendiri sudah menutup telinganya sendiri.
Erza dengan cepat langsung melangkah ke hadapan ayahnya, diikuti Itachi dan Shisui di belakangnya.
"Tou-san," mata Erza tiba-tiba berkaca-kaca.
"Nii-san. Nii-san,"
Benar, Minato dan Irene baru menyadari bahwa Erza, Itachi dan Shisui masuk ke ruangan itu tak bersama Naruto. Sontak Minato bertanya.
"Ada apa dengan Nii-sanmu, Erza?"
"Tou-san cepat bantu Nii-san, dia sedang melawan seseorang,"
*Srek!*
Minato langsung berdiri dari duduknya.
"Seperti apa ciri-ciri orang yang dilawan Nii-sanmu?"
"Awan merah, lambang awan merah di baju yang mereka pakai," jawab cepat Itachi.
Minato dan Irene melebarkan mata terkejut, mereka tau ciri-ciri yang disebutkan Oleh Itachi.
"Neko!" teriak Minato.
*Sring!*
Muncul seorang Ambu khusus dengan topeng kucing di hadapan Minato. Langsung membungkuk hormat.
"Panggil Kakashi dan unit pencarian. Sekarang." Perintah Minato.
"Hai. Yondaime-sama."
*Sring!*
Ambu itu langsung menghilang kembali, melaksanakan perintah dari Minato.
.
T.B.C
__ADS_1
.
Yo Minna maaf nih author baru balik lagi gomenasai..✌️