STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 120


__ADS_3

.


"Seharusnya dia tak mementingkan pekerjaan dulu jika akan terjadi pada Kaa-sanku yang meninggal oleh orang yang tak dikenal. Setidaknya dia bisa melindungi kami," ucapnya.


"Takdir," singkat Menma dan Akeno memastikan kepala mengungkapkan Menma dengan bingung.


"Maksudmu?"


"Jika pun Tou-sanmu ada disaat Kaa-sanmu tewas, apabila takdir berkehendak lain maka Tou-sanmu tak bisa berbuat apa-apa, dan Kaa-sanmu akan tetap mati waktu itu." Jelas Menma memberitau dan Akeno hanya terdiam mencerna kata-kata Menma barusan.


Tiba-tiba Menma mendekati Akeno dan menoleh langsung terangkat ke pucuk kepala Akeno.


"Dengan kata lain, kau tak bisa menyalahkan Tou-sanmu atas meninggalnya Kaa-sanmu. Jalan kehidupan kita semua sudah lahir sejak kita lahir, kita tak tahu esok atau seterusnya akan seperti apa, cukup kita jalani ini dengan sepenuh hati," ucap Menma sambil tersenyum.


Sontak Akeno menoleh ke arah Menma dan membuka kembali wajah Menma.


pentah kenapa perasaan Akeno menjadi tenang saat melihat senyuman hangat Menma yang ditunjukkan kepadanya.


Lalu Akeno kembali menunduk dan tangan Menma masih bersarang di kepala Akeno. "Apakah aku bisa memulainya?" gumam pelan Akeno.


"Kau hanya perlu mencoba menerima, bukan menghindari. Aku yakin kau pasti bisa, percayalah." Ucap Menma Harapan Kembali.


"Um, aku sudah bersejarah," angguk Akeno dan tangan Menma tak bersarang di kepala Akeno.


"Na seperti itu dong, gadis cantik sepertimu tak pantas jika murung terus. Harus semangat oke," ucap Menma menyemangati.


Bukannya membalas ucapan Menma. Akeno malah tambah menunduk dengan wajah yang tersipu.


Entah mengapa ucapan Menma membuat Gear-Gear jantungnya mulai bergerak setelah sekian lama tak kau, kini mulai kau kembali.


Ucapan Menma begitu berbeda didengar oleh Akeno. Sangat berbeda dengan laki-laki lain yang sering memujinya cantik atau sebagainya, yang memujinya dengan pandangannya kepada Anda.


Ucapan Menma jauh berbeda karena hanya ucapan tulus yang didengar oleh Akeno.


Walaupun hanya sekedar ucapan penyemangat, tapi menurut Akeno ucapan itu bagaikan pujian nyata untuknya sehingga Akeno bersemu saat itu.


"San!"


"Keno-san!"


"Akeno-san!"


Akeno langsung tersentak karena panggilan Menma yang menyadarkannya dari lamunannya.


"Kau tak apa? Dari tadi kau menunduk terus. Maaf jika ucapanku tadi bertanya," bingung Menma atas reaksi Akeno yang menunduk dari tadi.


Akeno langsung gerak cepat.


"Tidak, tidak, tidak. Ucapanmu tak mempengaruhiku kok," ucap Akeno cepat.


"Huh, baguslah kalau begitu," lega Menma.

__ADS_1


"Bisa lanjut jalan sekarang?" tanyanya


"Um," dan angguk Akeno sebagai jawabannya.


Kemudian mereka berdua melanjutkan lagi sebuah, dan tak melanjutkan langkahnya sampai pada tangga yang menuju ke atas bukit.


Dan ternyata di atas bukit tersebut ada sebuah Kuil yang memang ditinggali oleh Akeno.


Dan mereka berdua pun menaiki tangga tersebut dengan Akeno masih di belakang Menma sambil terus menunduk.


Hingga tak lama langkah mereka sudah mencapai puncak tangga tersebut dan Menma langsung menyusul langkahnya.


"Kurasa sampai disini saja aku mengantarkanmu," ucapnya.


Akeno menoleh ke arah Menma dan menganggukkan kepala sambil tersenyum.


"Terima kasih atas nasihat tadi," ucapnya dan dibalas anggukkan kepala oleh Menma, Lalu Menma membalik badan dan melangkah menuruni tangga lagi.


"Menma-kun,"


Langkah Menma terhenti tepat baru 1 langkah dan langsung menoleh ke arah Akeno lagi.


Cup


Tanpa disangka-sangka, Akeno mencium singkat pipi Menma lalu melangkah mundur lagi.


"Hadiah atas pertolonganmu atas pertolonganmu di pertemuan muda," ucap Akeno sambil melangkah mundur dengan senyum yang ditunjukkan kepada siapa pun,


Sedangkan Menma diam mematung saat diperlakukan seperti itu oleh Akeno.


di situ pula Akeno langsung berbalik badan dan melangkah menuju kuil dengan senyum senang terlihat jelas di wajahnya.


" Apa-apaan barusan?" batin Menma tersadar dari terkejut kemudian berbalik badan dan kembali melangkahi tangga.


.


Sedangkan tak jauh dari kuil tersebut memunculkan seseorang pria yang memakai jubah hitam sedari tadi memperhatikan Menma dan Akeno tanpa lengah sedikit pun.


" Kampret Naruto! Kita benar-benar akan besanan, hehehe,"


Batin orang tersebut yang ternyata Baraqiel yang sedang tersenyum senang atas apa yang tadi dilihatnya.


.


#Lewati Malam


.


#19:17


.

__ADS_1


"TADAIMA!"


"Okaeri!"


Teriakan anak-anak Naruto yang baru pulang dari Kedai dan disambut oleh banyak suara wanita dari dalam rumah.


Mengetuk! Mengetuk! Mengetuk! Mengetuk!


"TOU-SAN!"


Tiba-tiba Sting dan Luna berteriak kembali saat melihat Naruto di ruangan tersebut dan langsung berlari menghampirinya dengan semangat.


Bruk! Bruk!


Sting dan Luna langsung memeluk sosok yang dipanggil ayah dari belakang, yang terhalang oleh sofa tempat duduk ayah mereka. 


Itu karena posisi mereka membentuk persegi dengan meja di bagian tengah. Dengan Naruto yang duduk dengan Lucy. 


Di sebelah kiri meja ada Serafall, Grayfia dan Katerea. Sedangkan di sebelah kanan Meja ada Arturia, Yasaka dan Asuna. Lalu yang duduknya di hadapan Naruto yang hanya dibatasi meja ada Freya, Hancock dan Kalawarner. 


Dan posisi duduk Naruto membelakangi kehadiran anak-anak karena paling dekat dengan mereka.


"Wow, wow, wow, Tou-san tidak pergi kemana-mana," senang Naruto saat diperlakukan seperti itu oleh anak-anaknya.


Dan semua orang yang melihat itu tersenyum senang melihatnya. 


Bahkan Arturia dan Lucy yang nyatanya anggota keluarga baru juga merasakan kebahagiaan saat melihat tingkah mereka sekarang.


"Lo, tuan putri Arthuria?" tiba-tiba Menma berucap karena melihat sosok yang dikenalnya berada di ruangan tersebut. 


Sontak saudara-saudaranya juga ikut menoleh ke arah yang dilihat Menma.


"Hey Menma-kun, Naruko-chan, Vivi-chan. Kalian sudah tumbuh besar ya," sapa Arturia sambil tersenyum.


"Tu-tuan putri!" kejut Naruko dan Vivi bersamaan dengan saudara-saudaranya yang lainnya bingung karena mengenal sosok Arturia.


"Ehem!" deheman keras Naruto setelah berdiri dari duduknya sambil menghadap ke arah anak-anak. sontak anak-anak langsung menoleh kepadanya.


 "Kemarilah, kita akan berkenalan dengan anggota keluarga baru kita," ucapnya.


Semua anak-anak Naruto memiringkan kepala. 


"Anggota keluarga baru?" bingung mereka.


Entah mengapa Naruko, Vivi, Menma dan Olive langsung melebarkan mata seolah-olah seolah-olah ucapan ayahnya dan langsung mengungkapkan tajam Naruto kecuali Menma.


"Toouuuuuuuuuu-saaaaaaaaaaan!"


.


..

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2