STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 193 Arc Skip Time 3 : Two Dragon Children


__ADS_3

.


# 4 bulan kemudian


.


Waktu berlalu, 4 bulan telah tiba. Dan hari ini adalah hari yang paling dinanti-nanti oleh Naruto serta istri Naganya, terutama Great Red.


Bukan karena apa, hari ini adalah hari dimana saatnya telur yang dikengkrami oleh Great Red akan menetas. Dan Naruto sudah tak sabar menantinya.


Dan Naruto telah menguatkan mentalnya, apa pun rupa anaknya nanti, Naruto sudah siap mengakuinya.


Karena bagaimanapun perkawinan silang dirinya dan bangsa Naga itu baru pertama kali terjadi, jadi ada kemungkinan terjadi kecacatan nantinya. walau Naruto sudah berharap semoga tak terjadi apa-apa, tapi tetap saja, perasaan was-wasnya terus melekat sampai saat ini.


*Krak! Krak!*


Naruto langsung melebarkan mata, ia mendengar suara telur retak yang tertutup oleh tubuh Naga Great Red.


Great Red pun sedikit membuka sayapnya, memperlihatkan telurnya yang akan menetas. Sedikit memberi celah untuk Naruto melihat proses penetasannya, dan Naruto pun langsung memperhatikan telur Great Red dengan seksama.


*Krak! Krak! Krak! Krak!*


Retakan yang tadinya sedikit, kini menjalar ke seluruh bagian telur itu. Naruto menahan nafas, ia sudah tak sabar ingin melihat keturunannya dari bangsa Naga itu.


*Pyarrrrrr!*


Narurto melebarkan mata, tapi tidak bagi Great Red yang malah tersenyum, dan Kholkikos yang berada di samping Naruto juga tersenyum senang melihat kejadian telur pecah milik Great Red itu.


Ternyata isi telur itu terdapat sosok perempuan dewasa, berambut merah yang telanjang, dan posisinya meringkuk, memeluk kedua lututnya. (Bayangin Rindo Kobayashi : Shokugeki no Souma).


Great Red tersenyum, ia menoleh ke arah Naruto yang terdiam mematung karena saking senangnya. 


"Apa kau tak mau melihat anakmu lebih dekat, Naru-kun?" kata Great Red.


Naruto tersentak.


"Ah, i-ya," ucapnya kikuk.


Kemudian ia melangkah mendekati anaknya yang baru menetas, seketika pula Great Red merubah wujudnya menjadi wujud manusianya.


"Hmmm... Berbeda dari mahkluk hidup lainnya ya? Entah kenapa tadi aku memikirkan sosok bayi imut, tapi sekarang yang kulihat malah gadis remaja," kata Naruto yang telah memperhatikan anaknya dari Great Red dengan dekat.


"Ya begitulah," bukan Great Red yang menjawab, melainkan Kholkikos yang berada di samping Naruto.


"Tapi tetap saja, sifatnya akan seperti bayi pada umumnya," sambung Kholkikos menjelaskan.


"Jadi begitu ya," gumam Naruto nampak sedikit paham atas penjelasan Kholkikos.


"Jadi, mau kau beri nama siapa anak kita ini, Naru-kun?" tanya Great Red membuyarkan lamunan Naruto.


Naruto menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, ia menoleh ke arah Great Red sambil cengengesan.


"Saat ini aku tak punya ide nama yang bagus, mungkin dirimu saja yang memberi namanya, Red-Chan."

__ADS_1


Great Red pun memegang dagunya, ia sedang berpikir.


"Bagaimana kalau Draig. Kurasa itu bagus."


"Bukannya itu terdengar seperti nama anak laki-laki. Mungkin nama yang lain lebih ba..."


"HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"


Ucapan Naruto tak diteruskan, terpotong oleh anak Naganya yang menangis keras itu.


"Tuhkan, Naru-kun. Dia maunya namanya Draig,"


Dan benar, setelah ucapan Great Red barusan, anak Naga itu langsung terdiam, ia tersenyum dengan menunjukkan 2 taring gigi kecilnya. Seperti senang akan nama pemberian dari Great Red tadi.


Naruto Sweatdrop. 


"Benar-benar filing yang luar biasa," batinnya cengo atas reaksi anak Naga itu yang sangat cepat berubah.


"Baiklah-baiklah, namanya Draig saja."


"Khi. Khi. Khi. Khi."


Naruto, Great Red dan Kholkikos langsung menoleh ke arah anak Naga yang diberi nama Draig itu yang sedang cekikikan senang. seketika pula Great Red dan Khokikos ikut cekikikan senang melihatnya.


Dan Naruto hanya menghela nafas saja melihat itu, tapi tak dipungkiri jika dirinya juga ikut senang melihatnya, itu terbukti dengan senyuman yang ditampilkannya.


.


"Bakal jadi anak tomboy ni jadinya,"


.


.


Singkat waktu, tak terasa kehidupan keluarga Naruto dengan istri Nagannya cepat berlalu, Kini keluarga mereka telah bertambah. Sosok Draig yang lahir dari Great Red, dan Albion yang lahir dari Kholkikos.


Tak lama jarak kelahiran dari telur yang menetas, hanya berjarak 2 bulan saja, lebih tuaan Draig ketimbang Albion (Brynhildr : FGO). Dan gender mereka semuanya perempuan.


Walau nyatanya, saat pertama Naruto merawat kedua anaknya, ia dibuat Bingung. Bayangkan saja, baru menetas atau lahir saja sudah berfisik seperti gadis remaja, tapi tetap saja, tingkahnya seperti bayi pada umumnya.


Singkat waktu, singkat tahun. Hari-hari sulit Naruto merawat bayi besarnya telah terlewat. Kini sudah 25 tahun, Draig dan Albion tak ada pertumbuhan fisik sama sekali, tapi pertumbuhnya itu pada sifatnya, mereka telah berkembang menjadi sosok dewasa di mata Naruto sekarang.


Dan kini Naruto berdiri, bersedekap dada, terus memperhatikan kedua putrinya yang nampaknya sedang berkonsentrasi dengan menyatukan kedua tangannya.


Yap! Saat ini Naruto sedang melatih kedua putrinya kontrol Senjutsu. Tepat tak jauh di belakang rumah sederhananya, di padang rumput yang tak begitu luas, tapi nyaman untuk melatih kekuatan atau olahraga lainnya.


"Konsentrasi. Rasakan kekuatan alam di sekitar kalian, dan resaplah,"


""Hai. Otou-san,""


Terus berkonsentrasi, bahkan saking konsentrasinya, Draig sampai mengerang karena sudah tak tahan terus diam berdiri berkonsentrasi atas suruhan ayahnya.


"Hah... Aku menyerah, Otou-san,"

__ADS_1


Helaan nafas panjang Draig, ia langsung angkat tangan, tanda ia sudah tak sanggup lagi melakukan perintah ayahnya.


Naruto menatap Draig.


"Jangan menyerah, ini baru 1 jam berlatih, masa sudah menyerah beegitu saja,"


Draig memayunkan bibirnya sambil menoleh ke arah lain.


"Ayolah Otou-san, aku ini sudah bisa mode Naga, masa harus berlatih lagi,"


*Ctak!*


"Au...!"


Jitakan keras Naruto di kepala Draig, sontak Draig langsung merintih kesakitan, mengelus kepala merahnya.


"Mode Naga bukan berarti sudah bisa segalanya ya, bahkan kau belum mampu mengontrol 50 persen sihirmu itu," ucap Naruto.


"Apa tidak ada cara lain, Otou-san?"


"Maka dari itu, berlatih kekuatan Senjutsu warisan dari Otou-sanmu ini, maka kau dapat menggandakan kekuatan sihirmu itu,"


"Yah..."


Lagi-lagi Draig menghela pasrah, sebenarnya ia cukup Bosan dengan cara pelatihan ayahnya itu yang terbilang itu-itu saja.


Tapi berbeda dengan Albion, ia malah terlihat senang cara berlatih ayahnya, karena mau bagaimanapun sifatnya yang menyukai Ketenangan sangat melekat pada dirinya.


Bahkan yang dari tadi Draig terus di nasehati oleh ayahnya saja, Albion masih tetap mode konsentrasinya, seperti tak terganggu oleh suasana sekitarnya.


*Srek! Srek!*


"Draig! Albion! Okaa-san datang!"


Teriak Great Red jauh dari belakang Naruto dan anaknya berada.


Sontak Naruto yang dalam mode menasehatinya kini terhenti, ia menoleh ke belakang dan langsung menghela nafas. Beda dengan Draig yang namapak Begitu Senang saat melihat ibunya dan ibunya Albion yang datang, apalagi di tambah dengan keranjang bawaannya yang sudah pasti berisi makanan.


Seketika itu pula, Albion menyudahi acara berkonsentrasinya, matanya yang tadinya tertutup, kini terbuka. Ia juga nampak terlihat Senang saat melihat ibunya datang.


"Waktunya istirahat," kata Great Red setelah dekat dengan Naruto.


"Huh... Kau ini ya," Naruto menghela nafas dan langsung duduk, diikuti Great Red dan Kholkikos yang duduk di sampingnya.


Tiba-tiba Naruto mendongkrakkan kepalanya, matanya melirik ke belakang, atas Sesuatu yang dirasakan jauh di belakangnya.


"Keluarlah Ophis! Jangan terus bersembunyi di situ!" kata Naruto sedikit berteriak.


""Ophis?""


.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2