STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 15


__ADS_3

"Semuanya sudah beres," kata Naruto langsug bersila.


"Bagaimana bisa!" kejut Azazel menganga lebar melihat hasil tebasan Naruto yang tepat sasaran dengan jarak 2 km.


"Untung saja muridmu itu tidak kena, bakalan langsung mati kalau terkena tebasan tadi," kata Naruto menghiraukan keterkejutan Azazel.


"APA! Kau tidak bercanda kan Naruto!" bentaj Azazel.


"Aku serius! siapapun yang terkena tebasan tersebut tidak akan beregenerasi lagi walaupun itu sihir tingkat tinggi sekalipun tak akan bisa menyembuhkan hasil tebasannya," jawab Naruto.


"Hiii, lain kali jangan gunakan itu lagi! Kalau salah sasaran kediriku bisa mampus aku," kata Azazel merinding ngeri.


"He he tenang saja, hmm apa tidak masalah muridmu masih di sana Azazel?" tanya Naruto.


"Palingan sebentar lagi Vali akan menantang anakmu Naruto," jawab Azazel.


"Aku si tak apa, aku percaya anakku lebih kuat dibanding Hakuryuukou muridmu itu," kata Naruto sambil menyenderkan tubuhnya di tembok lalu terlelap sambil memeluk Katana berkaratnya.


"BAGAIMANA TIDAK PERCAYA! KAU SAJA MONSTER PASTI KETURUNANYA JUGA MONSTER," teriak Azazel tapi dihiraukan Naruto karena sudah terlelap.


.


" Semoga tidak terjadi apa-apa denganmu Vali" Batin Azazel lalu memperhatikan kearah kekkai yang sudah diperbaiki lagi.


.


#Kembali Ke Dalam Kekkai


.


KRAK!


.


PYAR!


.


Kekkai yang sudah diperbaiki kini hancur lagi setelah hantaman Vali yang menerobos masuk ke dalam kekkai dengan paksa dari atas.


Sontak semuanya terkejut lagi kecuali Menma atas apa yang terjadi saat ini.


Kekkai dengan susah payah diperbaiki oleh Sona dan peregenya dihancurkan oleh seseorang berarmor putih yang seenak jidatnya menerobos masuk kekkai.


"Hakuryoukou," desis Menma tapi masih terdengar oleh Vali.


"Kau mengenalku?" tanya Vali dibalik armornya.


"Siapa lagi kalau bukan Hakuryoukou si Rival Sekieryoutei itu!" jawab Menma sambil menunjuk Issei, sontak Issei langsung terkejut bahwa orang yang baru datang adalah Rivalnya dari pengguna Naga Surgawi.


"Dia masih terlalu lemah untuk menjadi Rivalku," ucap Vali.


"Mungkin aku lebih tertarik denganmu," sambung Vali membuat sebelah alis Menma berkedut.


.


" Aku punya firasat buruk tentang ini," batin Menma karena Vali sudah bersiap siap untuk menerjangnya.


.


.


SRING!


.


Belum sempat tinju Vali mengenai Menma, Menma sudah terlebih dahulu menghilang dan muncul di atas batang pohon di belakang Vali.


"Aku lagi malas untuk bertarung, jadi jangan menantangku sekarang," kata Menma tanpa menoleh ke arah Vali.


"Beginikah orang yang mengatakan orang lain pengecut tapi dirinya kabur dari tantangan. Pengecut diantara pengecut" kata Vali menyerigai menekankan kata terakhirnya membuat Menma terdiam lalu memasang wajah datar langsung menatap Vali.


"Wah wah, mulutmu cukup oke juga ya, mungkin dengan mencium pukulanku kau akan tahu situasinya," kata Menma yang sedikit terpancing ejekan Vali dan serigai Vali bertambah lebar.


"Coba saja kalau kau bi-"


.


SRING!


.


DUGH!


.


.


BOOM!


.


Ucapan Vali terpotong karena sebuah kepalan tangan mendarat di wajahnya sehingga dia terpental kebelakang menabrak bangunan yang cukup jauh di belakangnya.


.


" Ce-cepat sekali!" batin kiba dan Xenovia terkejut dengan gerakan Menma yang tak bisa ditangkap mata telanjang mereka.


.


KRAK! KRAK!


.


PYAR!


.


Armor yang melindungi wajah Vali tiba-tiba pecah dan memperlihatkan wajah wali yang sudah berdarah di sudut bibirnya.


.


SRING!


.


"Hehe ternyata kau kuat juga ya," kata Vali setelah armor yang rusak diperbaiki oleh Albion.


"Tapi kau telah membuat kesalahan vatal karena telah menyentuhku" sambung Vali tiba-tiba tangan kanannya dibentangkan ke arah depan.

__ADS_1


.


[DIVIDE!] [DIVIDE!]


.


DEG!


.


" Apa! Kekuatanya hanya bisa kubagi 2 kali!" batin Vali terkejut.


" Uhh, sepertinya kekuatanku menghilang setengah," batin Menma yang tiba-tiba berlutut.


" Berhati-hatilah Vali, dia orang kuat," kata Albion kepada hostnya.


"Aku tahu" jawab Vali.


.


WUSH...


.


BOOM...


.


" Hampir saja," batin Menma di atas batang pohon setelah menghindar dari tinju keras Vali,


sampai-sampai tempat yang jadi sasaran tinjunya menghasilkan cekungan 50 cm Dalamnya.


"Ternyata kau masih bisa menghindar ya," kata Vali yang merasa pukulannya tidak mengenai sasaran.


.


" Tidak ada cara lain, akan kugunakan metode bertarung Tou-san, serang tanpa memberi kesempatan musuh untuk melawan," batin Menma sambil memandang Vali dari atas batang pohon.


.


SRING!


.


DUAGH!


.


.


Pukulan Menma tepat mengenai perut Vali cukup keras hingga Vali terpental ke belakang cukup jauh.


.


SRING!


.


Tiba tiba Menma sudah berada di belakang Vali dan siap menendang punggungnya.


.


BUGH!


.


.


Vali melayang ke udara cukup tinggi karena hasil tendangan Menma yang di arahkan ke udara.


.


SRING!


.


" Serangan terakhir," batin Menma yang sudah berada di atas Vali dengan tangan siap meninju perut Vali.


.


BUGH!


.


.


BOOMM!


.


Suara ledakkan besar setelah Vali meluncur ke bawah menghantam permukaan tanah, dan kini Vali sudah tergeletak tak berdaya alias pingsan di tengah-tengah hasil ledakkan dengan Armor yang sudah hilang dari tubuhnya.


.


" Ce cepat"


"Ku kuat"


.


Batin semua orang yang menyaksikan Menma seperkian detik menghajar Vali tanpa memberi ampun.


"Untung saja aku sudah memberi tanda hiraishin di tubuhnya, jadi aku bisa menggunakan metode Tou-san" gumam Menma yang sudah mendarat di permukaan sambil memandang Vali yang tergeletak di tengah-tengah cekungan.


.


SRING!


.


Tiba-tiba 2 lingkaran teleport muncul tidak jauh dari pertarungan Menma dan mengeluarkan 2 orang berbeda gender yang terburu-buru langsung menghampiri Rias yang tersimpuh.


"Kau tidak apa apakan Rias!" panik Sirzech.


"Aku tidak apa-apa Onii-sama," balas Rias membuat Sirzech bernafas lega sedangkan Seraffal diam mematung memandang punggung Menma.


"Me-menma,"


Gumam Seraffal membuat Sirzech melebarkan mata lalu menoleh ke arah pandangan Seraffal.

__ADS_1


Betapa terkejutnya Sirzech kini dipandanganya ada seseorang yang selama ini mereka cari sedang berdiri di depan pemuda yang tergeletak pingsan.


"Sepertinya tugasku sudah selesai," ucap Menma setelah mengangkat Vali dan menaruhnya di pundaknya.


.


"TUNGGU DULU MEN..."


.


SRING!


.


Teriakan Seraffal belum selesai saat ingin mengejar Menma tapi Menma dengan cepat sudah menghilang.


"Hiks, padahal sedikit lagi hiks, hiks," tangis Seraffal langsung duduk tersimpuh dengan linangan air mata yang terus menetes ke tanah.


Sedangakan Sirzech sudah memalingkan wajahnya sedih tidak kuat melihat Seraffal yang begitu rapuh dibalik gelarnya Maou Leviathan.


.


GREP


.


"Hiks, Nee-sama, mereka pasti ada di sekitar sini, jadi Nee-sama jangan sedih, aku akan berusaha mencarinya," kata Sona juga ikut meneteskan air matanya sambil memeluk Seraffal yang terus menangis.


Semua orang yang melihat kejadian itu terdiam mereka, tidak tahu masalahnya kecuali Sirzech dan Rias yang juga ikut sedih.


"Sona! Kau bawa Sera ke Klub milik Rias, biar semua kekacauan ini aku dan Rias yang membereskannya," ucap Sirzech kepada Sona lalu Sona menciptakan sihir teleport dan berpindah di kamar Klub milik Rias.


Setelah itu Sirzech dan Rias beserta peregenya dan perege Sona memperbaiki gedung sekolahan yang sudah hancur kembali ke bentuk semula dengan sihirnya, karena besok adalah hari kunjungan wali murid maka perbaikan harus dengan cepat.


SRING!


.


"Huh, tadi itu cukup mengejutkan," kata Menma yang tiba-tiba muncul di puncak gedung tempat Naruto dan Azazel berada sambil membawa Vali yang pingsan di pundaknya.


"Ini! Kukembalikan muridmu paman Azazel," sambung Menma sambil meletakkan Vali di hadapan Azazel yang melongo lebar dengan kondisi Vali yang mengenaskan saat ini.


"Aduh, kau berlebihan sekali Menma," kata Azazel sambil memijit kepalanya.


"Salahkan saja muridmu, suruh dia untuk jangan mengejek seseorang, jadi begitulah akibatnya," balas Menma.


"Tou-san ayo pulang, aku sudah ngantuk ingin tidur," sambung Menma menghadap Naruto yang sudah bangun dari tidurnya dengan menenteng Katana berkaratnya di tangan kanannya.


"Hmn, jangan lupa Azazel! Hutangmu banyak denganku," kata Naruto sambil menghampiri Menma.


"Ya Ya aku tahu," balas Azazel.


.


SRING!


.


Naruto dan Menma langsung menghilang dan menyisakan Azazel yang sedang mengangkat Vali lalu membentangkan 12 sayap hitamnya.


.


" Benar-benar keturunan Monster,"


.


Batin Azazel langsung terbang menuju markas pusat sambil membawa Vali.


.


.


#TEMPAT YANG TIDAK DIKETAHUI


.


Disebuah pulau yang tak berpenghuni masih di wilayah Jepang, pulau tersebut tidak begitu luas, hanya 100 M persegi bila diukur totalnya dan ditumbuhi banyak pepohonan yang cukup banyak sehingga terkesan misterius.


Di tengah-tengah pulau tersebut terdapat sebuat rumah sederhana yang pagar-pagarnya terbuat dari kayu dan atapnya dari dedaunan kering. Di dalam rumah tersebut ada seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjangnya tinggal sendirian di rumah tersebut sedang tersenyum di depan pintu rumah menghadap langit di luar rumah.


.


"Akhirnya, semua luka-luka di tubuhku pulih semua,"


.


Gumam wanita tersebut sambil menenteng perlengkapan seakan-akan mau pergi jauh meninggalkan rumah tersebut.


.


" Aku datang tujuan hidupku, Naruto-kun,"


.


Batinya lalu membuat lingkaran teleport dan muncul di daerah Tokyo Jepang.


.


.


T.B.C


.


.


#sedikit bocoran


.


Sebenarnya anak Naruto itu banyak, Cuma Narutonya saja yang gak tahu bahwa setiap wanita yang pernah mengajak atau yang sebenarnya memaksa Naruto untuk berhubungan.


(istilah SETELAH MABUK LALU DIPERKOSA) tapi bedanya disini adalah Naruto yang mabuk lalu diperkosa Wanita. Hmm cukup aneh ya masa pria yang diperkosa oleh wanita.


Anak-anak Naruto yang lainya akan muncul dichapter-chapter berikutnya seiring perkembangan fic ini.


.


Sekian sedikit bocoran dari saya.

__ADS_1


.


Mohon saranya untuk siapa anak Naruto yang lainya asalkan jangan tokoh dicanon anime Narutonya beserta siapa ibu dari anaknya.


__ADS_2