STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 196


__ADS_3

Mereka berdua saling melesat. Dengan kepalan tinju mereka masing-masing yang siap dilancarkan.


.


*Duarrrrr!*


.


.


Terus memperhatikan, Sedetik pun tak lepas dari pengamatannya. Tapi kali ini berbeda, yang tadinya Naruto tersenyum saat melihat Albion berhasil mode Senjutsunya. Kini tak ada lagi bibir tersenyum dari Naruto. Perasaannya was-was akan sesuatu yang terjadi sekarang ini.


"Kuat juga ya, kekuatan Senjutsu."


Tiba-tiba Ophis berucap. Membuyarkan pengamatan Naruto. Seketika Naruto langsung menoleh ke arah Ophis, begitu juga Great Red dan Kholkikos yang juga menoleh ke arahnya.


"Aku setuju denganmu, Ophis."


"Aku juga,"


Timpal Great Red dan Kholkikos, membalas ucapan Ophis. Tak ada balasan dari Naruto, melainkan Naruto langsung menoleh kembali ke depan. Mengamati apa yang memang harus diamati.


Great Red, Kholkikos dan Ophis memiringkan kepalanya. Mereka bingung melihat Naruto yang terlihat agak aneh sekarang.


"Huh..." memijit pelipisnya sambil menghela nafas. "Akan tetapi ada resikonya." Ucap singkat Naruto.


""Maksudmu?""


Kejut sekaligus bingung. Great Red dan Kholkikos tak mengerti maksud ucapan Naruto.


"Ada resiko dalam mempelajari Senjutsu. Yaitu pembatuan tubuh bagi yang tak mampu mengontrolnya, dan yang paling parah adalah kematian." Jelas Naruto memberitau.


Great Red, Kholkikos dan Ophis melebarkan mata terkejut. Mereka baru mendengar sebuah fakta mengerikan dari Naruto.


"Lalu kenapa kau ajarkan itu pada an..."


"Tenang saja, Albion pasti bisa mengontrolnya,"


Ucapan Kholkikos langsung terpotong cepat oleh ucapan Naruto. Kholkikos pun terdiam, ucapan yakin Naruto membuatnya tenang. Dan kini ia lebih memilih memperhatikan kembali latih tanding Albion dan Draig kembali.


.

__ADS_1


.


.


#Skip time


.


Saling jual beli serangan antara Draig dan Albion. Ternyata latihan mereka tak terasa sudah memakan banyak waktu. 1 jam telah dilewati begitu saja.


Nampak, akibat adu serangan mereka yang dilancarkan. Kini kondisi Draig tak seperti pertama akan memulai, dengan armor yang nampak utuh hanya dibagian tangan dan kaki saja, yang lainnya sudah hancur.


Begitu juga Albion. Nampak ia juga memakai armor besi yang sama seperti Draig, Cuma bedanya armornya berwarna putih. Tapi tetap saja, armor yang utuh hanya bagian tangan dan kaki saja. Yang lain telah hancur, sama seperti Draig. Akan tetapi, Albion masih memakai mode Senjutsunya.


Akan tetapi, sejauh pengamatan Naruto. Pertandingan Draig dan Albion nampak ada yang berbeda, terutama Albion. Sejak awal menggunakan Senjutsu, Albion nampak tak berekspresi. Wajahnya datar dan serius. Seperti tak memiliki kesadaran saat menyerang.


Oleh sebab itu, Draig nampak kewalahan untuk mengimbanginya. Bahkan jika dihitung, lebanyakan yang terkena serangan itu Draig. Sehingga membuat Great Red yang menyaksikan terlihat cemas.


Bahkan saking cemasnya, Great Red malah memarahi Kholkikos, karena tak terima anaknya seperti itu. Akan tetapi, Kholkikos malah balik memarahi, sehingga adu mulut mereka pun tak bisa dihindari lagi.


Sontak adu mulut mereka berdua membuat Naruto dari tadi terus melerainya, karena adu mulut mereka bukan hanya satu kali atau dua kali, melainkan berkali-kali.


Tapi ada saja, disaat Naruto sibuk melerai kedua istrinya. Ophis malah diam santai seperti tak terganggu oleh hal itu. Ia lebih memilih memperhatikan pertarungan Draig dan Albion yang nampak akan menuju tahap akhir.


*Sring!* *Sring!*


Draig dan Albion menghilang.


"BOOOOOOOM!*


Ledakan keras pun terjadi setelah benturan tinju mereka berdua. Membuat Naruto dan kedua istrinya menoleh ke sumber ledakan, memfokuskan penglihatannya karena pandangannya tertutup oleh debu tebal yang beterbangan di sumber ledakan itu.


Hingga tak lama kemudian debu pun menghilang. Naruto dan kedua istri Naganya langsung melebarkan mata. Mereka terkejut melihat apa yang mereka lihat sekarang.


Jauh dipenglihatan mereka. Disana nampak Draig dan Albion sama-sama terbaring tak sadarkan diri, plus dengan luka-luka di sekujur tubuh mereka.


Naruto serta yang lainnya pun langsung menghampiri mereka. Great Red dan Kholkikos dengan cepat langsung memapah anak mereka masing-masing dengan perasaan yang teramat-amat cemasnya.


"Biar aku cek dulu kondisinya," ucap Naruto sambil mendekat ke arah Albion terlebih dahulu.


"Huh..." Naruto pun menghela nafas lega. Nampaknya kondisi Albion terbilang baik-baik saja, tak ada masalah.

__ADS_1


Naruto pun berdiri, ingin mengecek Draig. "Naru. Apa Albion baik-baik saja?" tanya Kholkikos.


"Dia hanya kelelahan karena terlalu memaksa mempertahankan Senjutsunya, sebentar lagi dia akan pulih, tenang saja." Balas Naruto tersenyum meyakinkan, membuat Kholkikos mengangguk mengerti.


Sekarang giliran Draig yang harus di cek. Naruto pun mengeceknya. "Huh..." helaan nafas tercipta kembali dari mulut Naruto. Bukan helaan nafas lega, melainkan helaan nafas beratnya seakan mengetahui kondisi Draig yang terbilang parah.


Sontak membuat Great Red menatapnya penuh harap. "Draig baik-baik saja kan, Naru?" tanyanya.


Tak ada jawaban, melainkan reaksi tangan Naruto yang tiba-tiba keluar chakra. "Struktur tubuh bagian dalamnya ada yang hancur. Tapi masih bisa kusembuhkan, walau membutuhkan waktu seharian." Ucap Naruto.


Seketika Great Red melebarkan mata terkejut, langsung menatap tajam Kholkikos. "Kholki! Ini gara-gara anakmu!" bentaknya.


Seakan tak terima anaknya disalahkan, Kholkikos balik menatap tajam Great Red. "Apa kau bilang, Red!" bentak balik Kholkikos.


"Anakmu salah. Gara-gara anakmu, anakku jadi seperti ini."


"jangan asal tuduh kau, Red."


"Ak..."


"Diam!"


Bentak Naruto, membuat Great Red dan Kholkikos yang berdebat langsung terdiam. "Aku sedang fokus menyembuhkan, tolong mengerti."


Diam, mereka pun diam. Tapi masih saling menatap tajam, tanpa diketahui oleh Naruto.


Perasaan aneh pun muncul di hati mereka. Dengan Great Red yang menaruh perasaan benci terhadap Kholkikos, karena gara-gara anaknya membuat Draig terluka parah. Sedangkan Kholkikos menaruh perasaan iri saat melihat Naruto dengan sungguh-sungguh menyembuhkan anaknya Great Red, sedangkan tadi saja Albion hanya di cek sebentar.


Dan perasaan aneh itulah yang akan merubah segalannya untuk kedepannya. Kapan tau pasti nantinya.


.


.


.


""Aku tidak terima.""


.


.

__ADS_1


T.B.C


Yo sorry Minna untuk chapter ini agak pendek ya..🙏


__ADS_2