
.
# DENGAN NARUTO
.
#Siang (13:21)
.
Kini Naruto sedang melangkah menuju kedainya sendirian setelah tadi di bangunkan oleh Yasaka.
Awalnya tadi sudah mengajak salah satu penghuni rumahnya, tapi mereka menolak dengan Yasaka yang beralasan sedang menunggu Kunou dan Kuroka yang ikut Kalawarner, Asuna dan Grayfia berbelanja, dan belum pulang dari tadi.
Sedangkan Serafall ada tugas di Mekai. Sedangkan Hancock dan Freya katanya ingin di rumah saja, jadi Naruto hanya sendirian saja pergi ke Kedainya.
Sambil terus melangkah santai Naruto telah melewati berbagai gang-gang sempit, toko-toko di pinggiran jalan dan lain sebagainya.
Tiba-tiba langkah Naruto terhenti tepat di depan Kedai, tapi matanya tertuju ke arah depannya yang ternyata terdapat sosok dua wanita yang berbeda usia tapi memiliki rambut yang sama yang hanya berjarak 10 meter di hadapan Naruto.
Dan entah kenapa sang wanita dewasa melebarkan mata terkejut saat melihat Naruto, sedangkan sang wanita mudanya hanya bingung atas reaksi wanita dewasa yang ditampilkan saat itu.
"Arturia!/Naru-kun!"
Kejut Naruto dan Arturia bersamaan.
Tiba-tiba Arturia melangkah pelan dan lama-kelamaan langkahnya menjadi cepat.
Bruk!
Tanpa diduga Arturia langsung memeluk Naruto dan membenamkan kepalanya di dada bidang Naruto sambil terisak.
"Hiks, Akhirnya aku menemukanmu, Hiks, Hiks," isak Arturia.
Sedangkan Naruto yang diperlakukan seperti itu hanya bingung tak tau harus bagaimana.
"Tu-tuan Putri, apa yang sedang anda lakukan disini? Bukannya tuan Putri ada di Britania?" tanya Naruto yang mencoba melepaskan pelukannya Arturia.
Pelukan Arturia pun terlepas dan Arturia langsung mengelap air matanya.
"Aku mencarimu, Naru-kun," ucapnya.
"Mencariku?" ucap Naruto sambil menunjuk dirinya sendiri,
dan dijawab dengan anggukkan kepala oleh Arturia.
"Mama kenal dengan orang ini?" tiba-tiba Lucy bertanya di samping Arturia sambil menunjuk Naruto.
Arturia lalu menoleh ke arah Lucy sambil tersenyum.
"Um, dia ayahmu," angguknya.
.
Doooooooooooooooonnnnnnnnngggg!
__ADS_1
.
Naruto langsung Blank setelah mendengar ucapan dari Arturia. Di pikirannya terus terdengar ucapan Arturia yang berulang-ulang tanpa henti.
Sedangkan Lucy sudah melebarkan mata karena terkejut atas ucapan sang ibunya.
Sedangkan di dalam Mindscape Naruto, Kurama sedang tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya karena senang melihat wajah bodoh Naruto yang di tunjukkan saat itu.
"Hahahahahaha! Wajahnya absurd banget. Hahahahaha!" tawa senang Kurama di dalam Mindscape Naruto.
"Aku setuju denganmu, Rubah buluk, Hahahaha!" suara tawa selain Kurama juga terdengar jelas saat itu.
Kurama langsung menatap tajam mahkluk hitam tak berbentuk di hadapannya.
"Apa kau bilang ha! Liebe sialan!" kesal Kurama tapi di acuhkan oleh mahkluk tersebut yang bernama Liebe yang malah tertawa keras saat itu.
"BRISIK SIALAN!"
Teriakan dari dalam sel di belakang Kurama yang ternyata naga Agnologia dan Skiadrum yang kesal karena acara tidur mereka terganggu oleh suara tawa keras Kurama dan Liebe.
"HAHAHAHAHAHAHAHA!"
Sedangkan Kurama dan Liebe malah semakin kencang tertawanya menghiraukan kekesalan Agnologia dan Skiadrum yang terganggu oleh tawa mereka.
.
"Kun,"
"Ru-Kun,"
Naruto langsung tersentak karena kaget atas panggilan Arturia yang berulang-ulang kepadanya.
"Bi-bisa kau ulangi ucapan yang tadi, Tuan Putri?" tanya Naruto yang ingin memastikan lagi ucapan Arturia tadi.
Arturia langsung menunduk sambil memainkan jarinya.
"Be-begini, yang berada di sampingku adalah Lucy, anakku dan anakmu," ucap Arturia gagap.
"Ayo ikut aku!"
Singkat Naruto langsung berbalik badan dan melangkah pergi.
Bukan pergi ke kedainya, melainkan melangkah menuju rumahnya kembali.
"Ehhhhhhhhh!"
Bingung Arturia. Tanpa pikir panjang Arturia langsung mengikuti Naruto bersama Lucy yang dari tadi memang sudah bingung ditambah terkejut dengan situasinya di tempat itu.
Mereka bertiga terus melangkah tanpa ada yang bersuara sedikit pun. dengan Naruto yang berada di depan serta Arturia dan Lucy yang berjarak 2 meter di belakang Naruto.
Hingga selang beberapa menit langkah Naruto sampai di depan rumahnya dan langsung memasukinya, tapi langkahnya terhenti tepat di depan pintu rumahnya sambil menoleh ke belakang.
"Masuklah," ucap Naruto yang ternyata Arturia dan Lucy masih berdiri di depan pagar rumahnya.
"Permisi," Akhirnya Arturia dan Lucy pun melangkah memasuki rumah Naruto dengan rasa gugup mereka rasakan saat itu.
__ADS_1
Kriiiieeeeeeet!
Tap! Tap! Tap! Tap!
"Ah Sayang, tidak jadi ke ked-wah ada tamu," ucap Yasaka saat melihat Naruto dan di belakangnya ada sosok yang tak di kenalinya.
Sontak ucapan Yasaka membuat Hancock dan Freya menoleh ke arah yang di panggil tamu,
sedangkan Arturia hanya bingung dengan adanya wanita-wanita yang ada di rumah Naruto.
Tanpa menjawab Naruto langsung melangkah ke arah sofa dan duduk.
"Freya, buatkan minuman dan Hancock, temani gadis itu ke ruangan sebelah," ucap Naruto memerintah dan dijawab anggukkan oleh kedua wanita yang di perintah.
"Duduklah tuan Putri Arturia," sambungnya kepada Arturia.
Sontak Arturia langsung duduk di hadapan Naruto yang hanya di halangi oleh sebuah meja kecil sambil menundukkan kepala.
sedangkan Yasaka sudah duduk di samping Naruto yang bingung dengan sifat Naruto yang terbilang aneh saat ini. Sedangkan Lucy sudah berada di sisi ruangan lainya ditemani Hancock.
Tap!
Tak berselang lama Freya kembali dengan nampan berisi 3 gelas teh dan langsung di letakkan di atas meja.
"Ikutlah Hancock di ruangan sebelah," ucap Naruto setelah Freya menaruh semua gelas berisi minuman di atas meja dan dijawab anggukkan oleh Freya,
kemudian melangkah ke ruangan sebelah yang terdapat Hancock dan Lucy sekarang ini.
Lalu Naruto menoleh ke arah Yasaka dan memberikan sebuah kode tertentu setelah Freya sudah di ruangan sebelah.
Seakan sudah tau, Yasaka langsung menjentikkan jatinya dan seketika ruangan tersebut diselimuti kekkai tipis yang nampaknya di tambah sihir peredam suara.
Kemudian Naruto menoleh ke arah Arturia yang berada di hadapannya.
"Bisa kau mulai menjelaskan apa yang tadi kau ucapkan?" tanya Naruto.
Sedangkan Yasaka hanya diam saja walaupun sebenarnya ia ingin tau apa yang sebenarnya terjadi dari tadi.
Arturia menarik nafas dan dikeluarkan kembali. "Se-sebenarnya-"
.
#Skip Time
.
"—Seperti itulah sebenarnya," ucap Arturia mengakhiri ceritanya yang menjelaskan bahwa Lucy benar-benar anaknya Naruto.
Dan penjelasan Arturia membuat reaksi yang berbeda oleh orang di depannya. Dengan Yasaka yang melebarkan mata terkejut sambil menutup mulutnya dengan tangan kananya,
sedangkan Naruto malah mengepalkan tangan dengan wajah kesal yang di tunjukkan kepada seseorang.
" Sialan kau Merlin! Akan kucincang-cincang dirimu!" Batin Naruto kesal terhadap seseorang yang bernama Merlin.
.
__ADS_1
T.B.C