STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 78


__ADS_3

#tempat Naruto


.


"Serius! Kau juga akan mengikuti lomba memanjat Pohon Kehidupan?" tanya Klein setelah mendengar penuturan Naruto yang katanya ikut serta dalam lomba dan di jawab anggukan oleh Naruto.


"Bagaimana kalau kita berempat bersaing untuk menguji siapa yang lebih tinggi memanjatnya," sambung Klein memberi tantangan kepada yang lainnya.


"Palingan kau akan kalah lagi denganku Klein, kau tak ingat 5 tahun lalu kau hanya bisa mencapai ketinggian 1010 meter saja sedangkan diriku 1025 meter," sahut Benimaru mengejek membuat Klein kesal.


"Kali ini aku akan kalahkan dirimu! Benimaru!" kesal Klein.


"Ngomong-ngomong, memangnya belum pernah ada yang mencapai puncak apa? Kalian tadi bilang mencapai tertinggi saja," kata Naruto sedikit tak mengerti.


"Kalau untuk generasi kami sekarang memang belum ada yang bisa mencapai puncak, akan tetapi para kakek moyang kami yang pernah mencapai puncak," balas Licht yang dari tadi diam.


"Dan yang tertinggi pernah dicapai saat ini baru 1600 meter, itu pun diperkirakan baru sepertiga tinggi Pohon Kehidupan, dan yang pernah mencapai ketinggian itu baru Lord Light Elf dan Lord Undine dengan sihir kecepatan cahaya milik Lord Light Elf dan sihir pertumbuhan alam milik Lord Undine," timpal Benimaru menambahkan.


"Dengan kata lain, hanya ayahnya Licht dan mertuamu yang baru mencatat rekor tertinggi," sahut Klein membuat Naruto mengangguk mengerti.


.


" Hmm, jika yang dikatakan mereka benar, itu berarti orang-orang di Negeri ini belum tau siapa penunggu Puncak Pohon Kehidupan adalah seekor Naga," batin Naruto setelah mendengar penjelasan dari mereka bertiga.


.


"Oke, akan aku terima tantangan kalian, jika aku bisa lebih tinggi dari kalian, apa yang akan kalian beri padaku?" kata Naruto tersenyum percaya diri membuat ketiga orang di hadapannya saling pandang.


"Pfffffftt, sungguh? Jika kau bisa melebihi kami bertiga, aku akan memberimu salah satu pelayan wanita di Istana untukmu," kata Klein sambil menahan tawa tak percaya dengan ucapan Naruto.


"Ya kalau memang besok terbukti kau bisa melebihi kami, ini sedikit tak ikhlas sebenarnya, kau boleh memperistri Adiku," kata Benimaru sedikit mengejek membuat Naruto mengangkat sebelah alisnya tak mengerti.


"Kalau aku benar-benar tak ikhlas jika adikku menjadi bahan taruhan, aku akan memberikan satu peti emas untukmu," kata Licht bersuara.


"Woy! Woy! apa kalian serius dengan taruhannya, kalau untuk Licht-san masuk akal tapi untuk kalian berdua tak masuk akal, memangnya aku ini gila wanita apa?" kata Naruto kepada Benimaru dan Klein.


"Ow, jangan seperti itulah Naruto-san, di Negeri ini seorang pria memiliki lebih dari 1 istri itu wajar," kata Klein memberitau.


"Yang dikatakan Klein itu benar, tapi yang harus kau pikirkan itu jika dirimu kalah, kau akan memberikan apa untuk kami?" timpal Benimaru bertanya.


"Terserah kalian ingin meminta apa, asal jangan berkaitan dengan anak dan istriku," balas Naruto santai.


"Begini saja Naruro-san, Ehem! Ehem! jika kami bertiga lebih tinggi darimu, kami hanya meminta kenalkan kami dengan wanita ras manusia saja" kata Klein dengan gelagat anehnya dan didukung anggukan oleh Benimaru dan Licht.


"Hoo, apa wanita di Negeri ini tak bisa memuaskan kalian, sehingga kalian memintaku untuk memperkenalkan dengan wanita ras manusia," kata Naruto sedikit menyerigai.

__ADS_1


"Bukan begitu, kami hanya penasaran saja, kami belum pernah melihat perempuan dari ras manusia karena kami tak pernah berani keluar gerbang menuju Negeri manusia," kata Klein memberi alasan membuat Naruto menghela nafas.


"Huh, Negeri manusia dan Negeri ini tak ada bedanya kok, kenapa kalian harus takut untuk datang ke sana," balas Naruto tenang.


"Itu karena cerita dari nenek moyang kami, di Negeri manusia katanya sangat mengerikan sehingga membuat kami takut untuk keluar dari Negeri ini," kata Klein memberitau.


"Ha! itu cerita basi, semua yang diceritakan oleh nenek moyang kalian itu salah," balas Naruto menyangkal.


"Ya itu kan cerita, tapi kalau ucapanmu benar maka deal untuk taruhannya," kata Klen yakin.


"Aku juga deal,"


"Sama, aku juga deal,"


Timpal Licht dan Benimaru menambahkan membuat Naruto sedikit cengo.


.


" Segitu inginnya kah mereka memiliki wanita ras Manusia," batin Naruto tak habis pikir dengan ucapan Yakin ketiga pria di hadapannya.


.


"Tunggu dulu! aku tak akan menerima hadiah yang dipertaruhkan oleh kalian berdua, Benimaru-san, Klein-san," kata Naruto yang sepintas mengingat apa yang dipertaruhkan oleh Klen dan Benimaru.


"Keputusan sudah disepakati dan tak bisa diubah," kata Benimaru dan didukung anggukan Klein.


.


.


.


#Skip Kamar (Malam hari)


.


Hari pun semakin larut, kini Naruto sudah di dalam salah satu kamar yang tersedia di penginapan.


Tapi entah kenapa malam ini Naruto merasakan suasana aneh di dalam kamar dan tak tau harus berbuat apa.


"Jadi, kenapa kau tak tidur dengan Liya?" kata Naruto yang merasa aneh dengan gelagat Asuna yang main masuk kamarnya.


"Kita sudah dikenal di seluruh kerajaan adalah suami istri, jadi tak ada salahnya apa bila aku tidur denganmu bukan?" kata Asuna dengan pakaian tipis melangkah mendekati Naruto yang sedang duduk di pinggiran tempat tidurnya langsung duduk disebelah Naruto.


"Terserah dirimu lah," kata Naruto acuh membuat Asuna merangkul tangan kanan Naruto.

__ADS_1


"Aku telah memutuskan apa yang akan aku ambil dari pembicaraan tadi pagi," kata Asuna sambil menyenderkan kepalanya dipundak Naruto.


"Apa?" tanya Naruto ingin tau tapi entah kenapa malah membuat Asuna tersenyum menyerigai.


"Akan kuberitahu setelah kau mau melakukan sesuatu kepadaku," kata Asuna membuat Naruto langsung menolehnya.


"Maks-Emmhhh,"


Dengan cepat Asuna langsung menghentikan ucapan Naruto dengan membekap mulut Naruto menggunakan mulutnya dan lidah Asuna menerobos masuk mulut Naruto seperti mencari sesuatu,


hingga tak berselang lama akhirnya Naruto membalas permainan lidah Asuna dan terjadilah ciuman panas mereka.


"Emm, jadi ini kemauanmu ya?" kata Naruto setelah cumbuan panas dengan Asuna di lepaskan dan di jawab anggukan pelan oleh Asuna.


"Dengan begini aku akan membalas perbuatanmu waktu di Hutan terlarang, kau akan merasakannya Asuna," kata Naruto menyerigai membuat Asuna melebarkan mata.


"Dulu aku tak ber-Emmmh,"


.


.


# 5 jam kemudian


.


"Hah! Hah! Hah!" nafas kelelahan Asuna yang posisinya sekarang sedang berbaring di samping Naruto dengan tangan kirinya melingkar didada bidang Naruto.


"Jadi, apa keputusanmu sekarang?" tanya Naruto setelah merasa tenang dari rasa lelahnya setelah berhubungan intim cukup lama dengan Asuna.


"Emm, karena aku tak ingin berpisah dengan Liya, maka aku akan ikut denganmu ke dunia manusia," balas Asuna yakin sambil tersenyum menatap wajah Naruto.


"Baiklah jika itu keputusanmu, dan sekarang kita tidur saja atau ingin melakukan lagi," kata Naruto diakhiri dengan ucapan menggoda.


"Ah tidak lah, aku sudah lelah dan kemungkinan besok aku tak bisa jalan karena ulahmu tadi," balas Asuna menolak.


"Hehe," dan hanya dibalas cengengesan Naruto lalu mengecup singkat kening Asuna dan mereka mulai terlelap dengan posisi Asuna yang masih merangkul tubuh Naruto dan senyum bahagianya tercetak jelas diwajahnya menunggu hari esoknya.


.


#Flash back off


.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2