
.
"Siapa kau."
Ucapan dingin seseorang dari belakang Naruto yang mengalungkan pedang ke leher Naruto.
Harus tenang, jangan panik. Itu yang harus dilakukan oleh Naruto. Ia tak merasa takut sama sekali atas ancaman seperti itu.
"Huh..."
Hanya helaan nafas yang keluar dari mulut Naruto. Dengan tenang Naruto berkata.
"Aku hanyalah orang yang tersesat, dan ingin berteduh disini," ucapnya santai.
"Jangan bohong! Katakan. Siapa kau sebenarnya?" ucap orang tersebut membentak.
Sebuah senyuman Naruto tampilkan.
"Kau ingin mengetahui siapa diriku? lalu siapa kalian?" ucapnya kepada seseorang di belakang Naruto.
Tapi Naruto tau kalau bukan Cuma orang yang berada di belakang dirinya, tapi ada beberapa orang yang mengelilinginya.
"Kau-"
"Meliodas."
Suara lain terdengar di gelapnya ruangan gua tersebut selain orang yang berada di belakang Naruto.
Tiba-tiba bola kristal sebesar bola Takrau menyala, dan kini ruangan gua tersebut menjadi terang.
Tampak jelas sekarang, ternyata Naruto sedang dikepung oleh beberapa orang. Yaitu Merlin, Ban, Growther dan Elizabeth yang berada di belakang Meliodas yang mengalungkan pedangnya di leher Naruto.
Dan entah kenapa Meliodas melebarkan mata terkejut. Karena ada sosok Cloningan Naruto yang mengalungkan Kunai cabang tiga di masing-masing mereka yang mengepung.
*Tap! Tap! Tap! Tap!
Terdengar suara langkah kaki dari lorong gua, sontak Meliodas langsung menoleh ke arah sumber suara dan masih dengan mengalungkan pedangnya di leher Naruto.
"Aku datang dengan damai, jika kalian ingin kekerasan. Maka aku juga akan bertindak keras," ucap seseorang dari lorong gua.
*Tap!*
Dan orang tersebut akhirnya sampai pada pintu ruangan tempat mereka berada. Hal itu membuat mereka yang mengepung Naruto tambah melebarkan mata terkejut, Karena yang mereka lihat adalah wujud yang sama dengan Naruto.
*Pofh!*
Naruto di hadapan Meliodas meledak menjadi kepulan asap tebal. Sontak Meliodas langsung menatap tajam Naruto yang berada di pintu lorong gua.
"Turunkan senjatamu, kita bisa bicara baik-baik," ucap Naruto yang ditatap Meliodas.
__ADS_1
Melihat sekeliling, tak ada pilihan bagi Meliodas karena teman-temannya disandera. Ia menuruti ucapan Naruto.
Dengan perlahan pedang yang digenggam Meliodas diletakkan di atas lantai gua. Hal itu membuat Naruto tersenyum, lalu berkata.
.
"Jadi, kita mulai dari mana?"
.
.
.
# 1 bulan kemudian
.
Satu bulan berlalu, banyak hal yang terjadi. Dari Naruto yang sudah mengenal akrab mereka dan tau identitas mereka.
Seperti Meliodas. Yang Naruto tau, Meliodas adalah keturunan iblis lama sebelum era Lucifer. Dia selamat dari perang antar iblis yang pada saat itu Lucifer yang merebut kekuasaan Raja Iblis.
Akan tetapi pada saat itu Meliodas malah membantu Lucifer, karena pemikiran Meliodas sejalan dengan Lucifer. Yaitu tidak suka dengan cara berkuasa Raja Iblis, walau nyatanya Raja Iblis adalah ayahnya.
Lalu Elizabeth, Dia adalah Malaikat pertama ciptaan sang Tuhan yang memiliki banyak anugerah. Tapi sayang, Elizabeth diberi kutukan Reinkarnasi setiap dia tau identitasnya sebagai Malaikat.
Selanjutnya Merlin. Dia adalah keturunan dari penyihir terkuat di Belialuin, dan dia tersesat di tanah Underworld. Ceritanya ia sedang meneliti mantra barunya dan malah menciptakan portal yang menyedotnya sampai ke tanah Underworld.
Dan kini Merlin sedang meneliti mantra untuk bisa kembali ke tanah manusia. Merlin sangat akrab dengan Naruto, karena Merlin tertarik meneliti kekuatan milik Naruto yang bisa menciptakan segel-segel tertentu.
Kemudian Ban. Dia manusia yang memiliki masa lalu yang kelam. Yatim piatu, preman jalanan itulah dirinya. Suatu ketika Ban mendengar sebuah kisah tentang Air Abadi yang dapat membuat si peminum hidup Abadi. Ban yang waktu itu rasa ingin taunya tinggi, ia mencarinya dengan bekal sebuah hutan di suatu daerah yang konon menjadi sarang para peri.
Ban pun membuktikannya dan menemukannya. Tanpa curiga dia minum air tersebut dan tiba-tiba dia pingsan. Dan akhirnya setelah sadar dirinya berada di hutan Underworld.
Untuk keabadiannya memang nyata, itu telah terbukti waktu pertama Ban bertemu dengan Meliodas, sedikit pertempuran dan luka-luka Ban mampu beregenerasi.
Dan sekarang Ban memanggil Naruto Shisho, Karena Naruto yang mampu membuat luka-luka Ban tak bisa beregenerasi cepat, saat Sparring bersama Naruto melawan Ban dan Growther.
Ban di serang dengan cepat tanpa henti oleh Naruto, sehingga dirinya tak mampu untuk melawan balik dan tumbang.
Yang terakhir Growther . Dia adalah sebuah Boneka yang berjiwa ciptaan seorang iblis dari bangsanya Meliodas. Karena sang pencipta Growther memiliki masalah dengan Raja Iblis, ia berpihak pada Meliodas dan membantunya.
Dan kini penciptanya Growther telah tiada, tapi sebelum tiada, pencipta Growther telah mentransfer semua kekuatan sekaligus menciptakan sebuah perasaan di diri Growther. Sehingga kini Growther memiliki perasaan layaknya mahkluk lainnya walau dirinya boneka. Growther juga memanggil Naruto Shisho, karena waktu Sparring bersama Ban melawan Naruto. Growther mencoba untuk masuk ke dalam pikiran Naruto untuk mengendalikan Naruto.
Tapi itu gagal, karena pada saat itu Growther benar-benar di buat takut dan merinding. Pasalnya ia melihat sosok monster mengerikan di dalam tubuh Naruto.
Yaitu Kurama, Kyubi ekor sembilan yang mengintimidasi Growther dan menghalangi tindakan Growther.
*Tap! Tap! Tap! Tap!*
__ADS_1
Terdengar suara langkah kaki di dalam lorong-lorong gua. Yaitu Naruto dan Meliodas yang nampaknya sedang melangkah menuju suatu ruangan dalam gua tersebut.
"Katana itu milik Liebe-Sensei, bahkan aku tak bisa mengangkatnya," kata Meliodas, nampaknya ia telah memberitau sesuatu kepada Naruto.
Naruto yang mendengar perkataan Meliodas hanya mengusap dagunya.
"Hmm... Apa mungkin di dalam Katana itu ada penghuninya?" pikir Naruto.
Karena tak ingin memikirkan hal-hal yang repot, Naruto menoleh ke arah Meliodas.
"Tapi aku boleh mencobanya kan, Meliodas?" kata Naruto meminta.
"Boleh," balas singkat Meliodas.
"Jika kau bisa mengangkatnya dan mengendalikannya. Katana itu menjadi hak milikmu. Dengan kata lain, Katana itu telah di wariskan kepadamu dari Liebe-Sensei. " sambungnya memberitau, membuat Naruto pun mengangguk mengerti.
*Tap!*
Langkah mereka pun berhenti, dan kini mereka berada di depan sebuah pintu gua berbentuk lingkaran yang terbuat dari lempengan batu.
Dan nampak jelas jika pintu batu itu disegel, karena ada beberapa lambang aneh yang menghiasi pintu batu tersebut.
Meliodas menempelkan telapak tangannya di batu tersebut, tiba-tiba lambang aneh yang terdapat pada batu bercahaya terang dan menyilaukan.
Hingga tak lama kemudian cahaya itu meredup, kini jelas terlihat batu yang menutupi ruangan dalam gua menghilang.
Dan kemudian Meliodas melangkah masuk diikuti Naruto di belakangnya.
*Tap!*
Mereka berdua berhenti tepat di tengah ruang gua tersebut. Tampak jelas di hadapan mereka, ada sebuah Katana berkarat yang menancap di batu. Dan Naruto tau jika Katana itu beraura gelap sesuai apa yang ia rasa.
Meliodas menunjuk Katana tersebut.
"Inilah Katana milik Liebe-Sensei. Dia adalah jendral iblis yang paling ditakuti oleh seluruh iblis. Bahkan ayahku, Satan-sama mengakui kekuatan besarnya. Tapi sayang, Liebe-Sensei juga ikut tersegel waktu perang dulu, dan hanya Katana ini yang tersisa," jelas Meliodas menjelaskan.
"Hmm... Jadi begitu ya?" gumam Naruto mengerti, dan Meliodas mengangguk mengiyakan.
"Boleh aku mencobanya, Meliodas?"
"Silahkan saja, Naruto-san."
Naruto pun mendekati katana tersebut. Ia memegang ganggang Katana tersebut, lalu matanya dipejamkan untuk merasakan kekuatan yang mengalir dari katana tersebut.
.
.
T.B.C
__ADS_1