STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 99


__ADS_3

#Kantor Lucifer


.


Berbeda dengan Mansion Phoenix yang sekarang sedang ramai atas kehadiran Naruto. Di tempat lain atau lebih tepatnya kantor milik Sirzech sekarang sedang digunakan untuk berkumpul para Yondai Maou.


Yang pastinya sedang membahas suatu hal penting sehingga tak ada canda tawa yang terdengar disitu.


Melainkan ekspresi diam serius yang di tunjukkan oleh mereka semua.


"Jadi, keputusannya sudah beres kan?" tanya Ajuka yang dari tadi diam.


"Menurutku si iya," balas singkat Sirzech lalu menoleh kearah satu-satunya wanita disitu.


"Pastikan Naruto datang Sera," sambungnya kepada Serafall.


"Nanti akan kuusahakan," jawab singkat Serafall.


"Dan juga anak-anaknya suruh datang juga dalam perkumpulan iblis muda. Siapa tau anak-anaknya bisa ikut serta dalam rating game," timpal Ajuka menambahkan.


"Aku tak yakin Aju. Bahkan evil piece pemberianmu tak digunakan oleh Naru-kun. Tau sendiri lah gimana sifatnya Naru-kun, aku tak ingin membantahnya lagi," ucap Serafall membalas ucapan Ajuka dengan mengangkat kedua bahunya.


"Tak apa. Aku mengerti," singkat Ajuka.


"Jadi, apakah sudah selesai?" tiba-tiba Falbium bertanya yang dari tadi hanya tidur saja.


"Kau itu ya Falbi. Apa kau tak mendengarkan rapat barusan," ucap Sirzech tak habis pikir dengan kelakuan malas Falbium yang doyan tidur.


"Tenang saja. Walaupun aku tidur, aku bisa mendengar semuanya," balas Falbium dengan tenang.


"Huh, baiklah. Karena rapat telah selesai kita sudahi saja," ucap Sirzec menghela nafas tenang dan dijawab Yondai Maou lainnya.


Lalu mereka semua beranjak dari duduknya dan menyiapkan sihir teleport mereka masing-masing dan menghilang menuju kantor mereka masing-masing.


Dan kini di ruangan tersebut tersisa Sirzech dan Serafall yang sedang menyiapkan sihir teleportnya.


"Tunggu Sera!" dan acara menyiapkan sihir teleport Serafall pun terhenti karena ucapan Sirzech.


"Apalagi Sir-tan?" tanya Serafall yang sudah menghilangkan sihir teleportnya.


"Sungguh kau harus bujuk Naruto agar bisa menghadiri pertemuan para iblis muda," ucap Sirzech serius.


"Memangnya harus apa? Sampai kau serius gitu," heran Serafall dengan wajah serius Sirzech yang ditunjukkan saat ini.


"Ayolah Sera. Aku telah memberikan pengumuman kepada iblis muda bahwa akan dihadiri oleh Naruto. Otomatis nanti yang berkumpul akan banyak sekali," jelas Sirzech memberitau alasannya.


"Huh, kecerobohanmu memang tak hilang-hilang dari dulu. Seharusnya kau tanya dulu pada Naru-kun mau atau tidak atas undangannya," ucap Serafall menghela nafas pasrah.


"Aku tak yakin bisa membujuknya atau tidak. Tapi akan kuusahakan nanti." Sambungnya.


"Sip! Tolong usahakan ya," senang Sirzech.


"Sudahlah. Aku ingin cepat pulang untuk membantu pekerjaan rumahku. Aku tak ingin Naru-kun kecewa lagi padaku," ucap Serafall dan dijawab anggukkan oleh Sirzech.


Lalu Serafall dengan cepat membuat lingkaran teleport menuju rumahnya Naruto di dunia manusia.


Dan Sirzech kembali melanjutkan pekerjaannya sebagai Maou di ruangan tersebut.

__ADS_1


.


#Mansion Phoenix


.


2 jam berlalu Naruto terus mengobrol dengan keluarga angkatnya hingga lupa waktu bahwa hari sudah semakin siang karena keasikan mengobrolnya.


Mungkin melepas rindu dengan keluarganya tak apalah, pikir Naruto.


"Dari tadi aku tak melihat Opera. Kemana dia Okaa-san?" tanya Naruto disela-sela obrolannya.


"Dia selalu di Mansion pribadimu, karena semenjak kepergianmu, Mansionmu tak pernah ditinggali. Jadi dia yang merawatnya sejak saat itu." Kata Lady Phoenix memberitau dan Naruto malah tersenyum atas jawaban dari Lady Phoenix.


Srek!


Tiba-tiba Naruto beranjak dari duduknya membuat yang lainya menoleh ke arahnya.


"Mungkin aku akan menemui Opera. Lagian aku juga belum melihat Mansionku sejak datang kesini," ucap Naruto setelah berdiri.


"Yasudah. Sering-sering berkunjung kesini ya?" timpal Lady Phoenix dan dijawab anggukkan oleh Naruto lalu menoleh ke arah Riser.


"Datanglah ke dunia manusia Riser. Menma sudah sembuh dari kritisnya. Dia pasti senang kalau kau mengunjunginya," kata Naruto memberitau membuat Riser mengangguk.


"Hai Nii-sama. Kalau sempat aku akan berkunjung." Angguk Riser.


"Baiklah. Aku pamit dulu, Ja ne," ucap Naruto dan dijawab anggukan oleh mereka semua.


SRING!


tapi tidak dengan Ravel dan perege Riser yang terkejut atas cara Naruto berteleport yang tak menggunakan lingkaran sihir.


"Di-dia tak menggunakan lingkaran teleport." Kejut Ravel dan perege Riser bersamaan membuat yang tak terkejut menoleh ke arah mereka.


"Dialah Nii-sanmu Ravel-chan. Namikaze Naruto sang pahlawan Underword," ucap Lady Phoenix membanggakan sosok Naruto membuat Ravel dan Perege Riser menjadi kagum mendengarnya.


.


#Flashback Off


.


2 jam telah berlalu dan sepertinya para remaja yang disuruh berlari mengelilingi lapangan sudah selesai.


Dapat dilihat di hadapan Naruto saat ini, para remaja yang tadi berlari semuanya tergeletak dengan nafas putus-putus karena kelelahan yang terbukti dengan keringat yang membasahi tubuh mereka.


"Oke kita istirahat 1 jam. Dan Nanti akan dilanjutkan lagi dengan latihan mengontrol sihir," ucap Naruto yang berdiri di hadapan banyaknya remaja yang tergeletak.


"Hah, Bukannya kami semua sudah bisa mengontrol sihir. Hah, kenapa harus latihan mengontrol sihir si?" tanya Vali yang nampaknya juga kelelahan.


Tak sebanding dengan awal berlarinya yang sangat semangat.


"Walaupun kalian bilang bisa. Belum tentu kontrol sihirnya sempurna bukan, jadi akan aku tes seberapa sempurnanya kalian mengontrol sihir kalian," ucap santai Naruto menjawab keluhan Vali.


Dan semuanya tak ada yang bisa menjawab atas ucapan Naruto.


.

__ADS_1


# 1 Jam Kemudian


.


"Oke, kurasa sudah cukup Istirahatnya. Kita lanjutkan lagi latihannya sampai tengah hari dan di lanjutkan besok." Ucap Naruto ketika melihat para remaja nampaknya rasa lelahnya sudah mereda.


Sontak membuat para remaja langsung menoleh ke arahnya dan memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Naruto.


POFH! POFH! POFH! POFH! POFH!


Tiba-tiba Naruto menyilangkan jarinya dan muncul cloning dirinya yang berjumlah 5 muncul di sampingnya dengan diiringi kepulan asap putih.


Sontak aksi Naruto yang bisa membuat cloning dirinya dengan mudah membuat para remaja kagum, terutama anak-anaknya.


"Tou-san! Apa aku bisa melakukan seperti Tou-san barusan?" kagum Gray.


"Semua bisa melakukan seperti apa yang kulakukan. Cuma berbeda-beda caranya," balas Naruto santai membuat para remaja mengangguk semangat ingin cepat mempelajari apa yang dilalukan oleh Naruto, pikir mereka.


"Tolong ajarkan ya Tou-san," minta Gray tak sabar.


"Tenang saja, semuanya akan aku ajarkan," angguk Naruto.


"Untuk latihan selanjutnya akan dibagi beberapa kelompok dan akan diajarkan oleh Bunshinku." Sambung Naruto dan lagi-lagi membuat para remaja mengangguk mengerti.


"Untuk perege Rias bisa ikut aku. kecuali Rias, Kiba, Xenovia dan Issei," ucap Bunshin Naruto 1 lalu perege Rias mengikuti Bunshin Naruto 1 kesisi tempat berbeda dan pastinya yang disebutkan namanya tak mengikutinya.


"Untuk Perege Sona bisa ikut aku, Kecuali Sona dan Saji," ucap Bunshin Naruto 2,


lalu perege Sona pun mengikuti Bunshin Naruto 2 kesisi lain tempat. Dan pastinya Sona serta Saji tak mengikutinya.


"Untuk anak-anaknya si bos, kalian bisa ikut diriku," ucap Bunshin Naruto 3, lalu anak-anaknya Naruto mengikuti Bunshin Naruto 3 kesisi tempat lain juga dan semuanya mengikutinya.


"Untuk Vali, Issei dan Saji. Kalian bisa ikut diriku," ucap Bunshin Naruto 4 dan remaja yang dipanggil pun mengikuti Bunshin Naruto 4 kesisi lain tempat.


"Untuk Xenovia dan Kiba kalian bisa ikut aku," ucap Bunshin Naruto 5 dan remaja yang disebutkan pun mengikuti Bunshin Naruto 5 kesisi tempat berbeda.


Dan kini yang tersisa hanya Naruto asli serta Rias dan Sona saja yang masih disitu yang belum beranjak kemana pun.


"Jadi, aku dan Rias akan berlatih apa, Nii-sama?" tanya Sona yang bingung maksud pembagian tim latihan ala Naruto.


"Kalian tak berlatih kontrol sihir. Melainkan latihan materi dariku," balas Naruto memberitau.


"Kenapa bisa begitu, Oni-sama? Bukannya kita juga butuh latihan untuk meningkatkan kemampuan sihir," ucap Rias yang kini bingung atas maksud dari Naruto.


"Begini, kalian kan king dari perege kalian. Dengan kata lain, seorang pemimpin itu tak hanya harus kuat dari yang lain. Melainkan kecepatan berpikir di segala situasi juga harus memilikinya," jelas Naruto memberitau membuat Sona dan Rias mengangguk mengerti.


"Lebih baik ke Mansion saja kalian belajarnya," sambungnya mengajak. Lalu Naruto melangkah menuju Mansion diikuti Rias dan Sona di belakangnya.


Dan mulai hari itu pula pelatihan untuk para remaja yang meminta Naruto untuk melatihnya pun dimulai.


Dan pastinya setiap pembagian tadi di latih dengan cara Bunshin Naruto masing-masing. Dan akan berlanjut hingga 3 hari ke depan pelatihan tersebut.


.


.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2