
"Jadi begitulah Naruto-san, alasanku kenapa tidak memberitahumu dari awal karena aku tidak ingin dianggap pembohong oleh dirimu bila memberitahumu tanpa bukti," kata Meliodas setelah menjelaskan semuanya dengan detail kepada Naruto.
Tak ada jawaban dari Naruto melainkan wajah datar sangat dingin yang di perlihatkan karena sangat marah setelah tau kebenaran dari Meliodas.
Dan tiba-tiba Naruto berdiri.
"Merlin! kau bawa anakku ke kamar yang ada di tempat ini dan pulihkan! Dan kau Meliodas! kau cari Menma dan bawa dia kemari! Ini akan menjadi keputusan terakhirku," kata Naruto datar memerintah Merlin serta Meliodas dan langsung dijawab anggukan oleh mereka.
"Akan kubuat perhitungan dengan mereka, karena berani menyakiti anak Monster di dunia ini," sambung Naruto sangat dingin penuh penekanan sehingga membuat orang-orang yang ada di ruangan tersebut merinding ngeri.
Kecuali meliodas yang sudah langsung menghilang ke Underword mencari Menma dan Marlin membawa Vivi ke kamar di ikuti Elizabeth dan Elaine yang juga ikut membantu Merlin untuk menyembuhkan luka mental milik Vivi.
.
SRING!
.
Dan Naruto langsung menghilang pergi ke Underword mencari Grayfia dan Serafall berada.
Meninggalkan 5 orang yang tersisa di ruangan tersebut.
"Di-dia lebih menyeramkan dari pada Dancho," gagap remaja berambut coklat yang melayang-layang di ruangan tersebut sambil memeluk bantal bernama Harlequin.
"Ka-kau benar sekali King," timpal wanita berambut coklat yang di ikat 2 di sisi orang yang bernama Harlequin.
"Kalian bertiga itu baru saja mengetahui sebagian kecil Shishoku, karena kalian baru saja menjadi anggota kami," kata Ban kepada Harlequin, Diane dan Escanor.
Sontak mereka bertiga langsung menoleh kearah Ban.
"KI yang sangat pekat tadi kau bilang baru sebagian kecil Ban? Bagaimana dengan semuanya?" kejut Harlequin tidak percaya diikuti anggukan Diane dan Escanor bersamaan.
"Huh, kau tanya saja sama Growther, dia jauh lebih tau daripada diriku," balas Ban menunjuk pria berambut ungu kemerahan dengan kacamata bertengger di hidungnya sedang membaca buku di sudut ruangan.
"Jangan buat aku mengingat hal mengerikan Ban?" sahut Growther menutup bukunya.
"Ceritakan sedikit saja dengan jurusmu itu Growther, simpel kan," ucap Ban santai.
"Baiklah akan aku perlihatkan sedikit ingatan mengerikan dan bersiaplah untuk mati berdiri," ucap Growther menyiapkan jurusnya di jarinya dan di arahkan ke kepala Harlequin, Diane dam Escanor.
.
GLEK!
.
Sontak mereka bertiga menelan ludah kasar setelah mendengar ucapan terakhir Growther.
.
[SESSHU TENSO!]
.
Seketika sebuah jurus Growther yang seperti jarum menancap di kepala Harlequin, Diane dan Escanor.
Dan tak berselang lama Harlequin dan Diane menunduk ketakutan sambil memegang kepalanya sedangkan Escanor masih tetap berdiri tapi diam mematung alias pingsan sambil berdiri.
__ADS_1
"Kubilang juga apa," kata Growther setelah melihat reaksi Harlequen dan Diane meringkuk di pojokkan seperti ketakutan sedangkan Escanor pingsan berdiri.
.
.
#SKIP MANSION NAMIKAZE
.
BRAK!
.
"GRAYFIA! DI MANA KAU!"
.
Teriak Naruto menendang pintu Mansionnya dengan kasar sambil berteriak memanggil Grayfia dengan ekspresi sangat marah yang di perlihatkan.
.
TAP! TAP! TAP! TAP! TAP!
.
Langkah Naruto begitu cepat langsung keruang tengah mencari Grayfia.
Alangkah terkejutnya Naruto bahwa pintu masuk keruang tengah seperti diberi kekkai dan peredam suara dari dalam.
.
.
Naruto yang marah langsung menendang pintu yang dilapisi kekkai tersebut dan seketika langsung hancur memperlihatkan Serafall sedang berdiri angkuh di depan Naruko yang sedang menangis takut.
Sontak karena hancurnya kekkai, Serafall langsung menoleh ke belakang.
.
DEG!
.
Dapat dilihat Naruto menatap tajam, lebih tajam dari tatapan sebelum-sebelumnya sambil melangkah mendekatinya.
"APA YANG KAU LAKUKAN HA!" bentak Naruto sangat Marah sambil merangkul Naruko yang menangis tersedu-sedu.
"Kau bilang apa yang kulakukan? SUDAH JELAS AKU MENGAJARINYA BIAR DIA CEPAT BERKEMBANG!" kata Serafall juga tidak mau kalah dengan Naruto sambil menatap tajam balik Naruto.
"APA KAU TIDAK MALU! APA KAU TIDAK MALU MEMILIKI ANAK LEMAH NARU! KAU ITU PAHLAWAN DAN TIDAK SEPANTASNYA MEMILIKI ANAK LEMAH DIKELUARGA INI!" sambung Serafall membentak sangat keras.
"Malu katamu! SEHARUSNYA AKU YANG MALU DENGAN KELAKUAN KAU DAN GRAYFIA! KALIAN TIDAK MENCERMINKAN SEORANG IBU YANG PATUT DI CONTOH UNTUK ANAKNYA! DAN GELAR PAHLAWAN HANYALAH SAMPAH BAGIKU! AKU TIDAK BUTUH SEBUTAN ITU SIALAN!" bentak Naruto tidak kalah sengit membuat Serafall tambah geram.
"AKU SUDAH MUAK DENGAN INI SEMUA! LEBIH BAIK KAU PERGI DAN BAWA ANAK LEMAHMU ITU! AKU TIDAK BUTUH KALIAN!" bentak Serafall.
.
__ADS_1
SRING!
.
Tiba-tiba Grayfia muncul dengan lingkaran teleportnya dan langsung terkejut.
Pasalnya Grayfia melihat ada kehadiran Naruto yang sedang memasang wajah marah menatap tajam Serafall.
"Baik! Aku akan pergi menjauh dari kehidupan kalian!" balas Naruto langsung menggendong Naruko dan melangkah keluar,
tapi Naruto terhenti pas di pintu yang tadi di hancurkan tanpa menoleh ke belakang.
"Jangan pernah sesali ucapan kalian! Kalian adalah wanita paling brengsek dari pada manusia dan jangan pernah menganggap diriku suamimu lagi!" sambung Naruto dingin.
"YA! DAN JANGAN PERNAH MENAMPAKKAN DIRI LAGI DISINI! KAU DAN ANAK BODOHMU BUKAN LAGI KELUARGA SITRI LAGI!" balas Serafall membentak sedangkan Grayfia hanya diam memasang wajah datar tak peduli.
"Kau pikir juga aku sudi menjadi bagian Sitri? Sorry ya, aku malah jijik dianggap keluarga Sitri! Apalagi ayahmu yang sok-sokan bijak, di mataku dia hannyalah curut sampah yang sok tau arti kehormatan!" ucap Naruto datar menekankan kata curut sampah tanpa menoleh.
Sontak ucapan Naruto Membuat Serafall mengepalkan tangannya sangat erat karena tidak terima dengan hinaan Naruto yang menghina ayahnya.
.
"MATI KAU!"
.
DUARRRR!
.
tiba-tiba Serafall menembakkan sihirnya ke arah Naruto tapi Naruto sudah menghilang dan muncul di luar Mansion menghiraukan Serafall yang emosi karena tidak terima ayahnya dihina.
"OPERA!" panggil Naruto dan tiba-tiba Opera muncul di samping Naruto langsung membungkuk hormat.
"Kau kembali ke Mansion Phoenix dan mulai sekarang kau tidak lagi menjadi pengawal pribadiku," sambung Naruto membuat Opera melebarkan mata terkejut langsung menatap Naruto.
"Ke-kenapa Naruto-sama? Apa aku berbuat kesalahan?" kata Opera takut tapi di jawab gelengan kepala Naruto.
"Aku akan pergi, tolong nanti bilang kepada keluarga Phoenix kalau aku pergi untuk melatih anakku di dunia manusia jika mereka bertanya," kata Naruto membuat Opera mengangguk sedih karena sebenarnya dia tadi mendengar perdebatan di dalam Mansion tapi karena perintah Naruto maka tidak ada pilihan lain selain melaksanakan perintahnya.
"Hai Naruto-sama hiks," sedih Opera.
"Aku pergi dulu, dan kau jangan sedih. Aku tidak akan melupakanmu kok," balas Naruto tersenyum menenangkan kesedihan Opera yang akan di tinggal pergi.
.
SRING!
.
DUAR! DUAR!
.
Tiba-tiba Naruto menghilang dan di ikuti fenomena aneh di seluruh Underword dengan langit yang selalu cerah dari dulu tiba-tiba menjadi mendung di susul suara petir di sana-sini tanpa henti membuat seluruh iblis di Underword bingung dengan fenomena yang baru pertama kali muncul di Underword.
.
__ADS_1
T.B C