STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 116


__ADS_3

" Sialan kau Merlin! Akan kucincang-cincang dirimu!" Batin Naruto kesal terhadap seseorang yang bernama Merlin.


.


Sedangkan di tempat lain nampak seseorang wanita berambut hitam panjang sedang mengotak-atik suatu barang di hadapannya tiba-tiba saja tubuhnya merinding entah karena apa.


" Ada apa ya? Kenapa perasaanku tak enak ya hari ini?" batin wanita itu yang ternyata adalah Merlin yang sedang melakukan penelitian di ruangan pribadinya.


.


Kembali ke tempat Naruto berada, nampak Yasaka masih memasang wajah terkejut dan Naruto masih mengepalkan tangannya karena kesal.


"Maafkan aku, kau boleh tak menerimaku, tapi tolong terimalah Lucy. Dia sangat membutuhkan sosok seorang ayah," ucap Arturia yang masih menunduk.


"Huh," Naruto menghela nafas dan kembali tenang,


begitu juga Yasaka yang mulai reda rasa terkejutnya. Tiba-tiba Naruto memejamkan mata.


.


#Mindscape On


.


Tiba-tiba Naruto sudah berada di dalam Mindscape-nya dan disitu nampak ada mahkluk-mahkluk yang ada di dalam tubuhnya.


"Ternyata kau sudah bangun ya, Liebe," ucap Naruto dan hanya dijawab cengengesan oleh sosok yang bernama Liebe.


(Iblis yang mendiami Grimoire milik Asta : Black Clover).


"Karena terganggu oleh Kadal buluk di belakang itu, kha kha kha," ucap Liebe sambil cengengesan tapi dihiraukan oleh Naruto yang langsung menatap Kurama seperti meminta penjelasan.


Seolah sudah tau tatapan Naruto. Kurama hanya menghela nafas saja.


"Apa yang diucapkan wanita itu benar apa adanya," ucapnya.


"Lalu, kenapa kau tak menghilangkan pengaruh sihir hipnotisnya dulu ha!" kesal Naruto.


"Karena aku suka melihat wajah bodohmu ketika terkejut Hahahahaha!" balas Kurama di akhiri dengan tawa senang.


"SIALAN KAU KURAMA!"


"HAHAHAHAHAHA!"


Teriak kesal Naruto tapi hanya di balas tawa keras oleh Kurama dan Liebe.


Tiba-tiba Naruto menghela nafas dan tak mau meladeni ejekan Kurama. Kemudian Naruto memejamkan mata kembali.


"Woy Gaki. Bisa kau jelaskan padaku? Kenapa kau bisa mengenal Great Red dan Kholkikos?" konsentrasi Naruto buyar oleh suara Agnologia yang berada di dalam sel.


Sontak Naruto membuka mata kembali.


"Lain kali saja," ucapnya lalu kembali memejamkan mata dan berkonsentrasi.


"Cih!" desis Agnologia kesal karena dihiraukan oleh Naruto.


.


.


#Mindscape Off


.


"Huh," Naruto kembali sadar langsung menghela nafas pasrah.


"Kau tinggal dimana selama disini?" tanyanya.


"Aku tinggal di penginapan dekat dengan sekolahan," balas Arturia yang masih menunduk.


Dan lagi-lagi Naruto menghela nafas.


"Kemasi barangmu dan bawa kemari," ucap Naruto.

__ADS_1


Sontak Arturia langsung menegakkan kepala menatap Naruto seolah-olah tak percaya dengan apa yang di dengar oleh telinganya. Lalu Naruto menoleh ke arah sampingnya.


"Tak apa-apa kan," ucapnya kepada Yasaka yang berada di sampingnya.


"Huh," Yasaka langsung kembali ke mode tenang.


"Jika aku tak menerima seharusnya dari dulu saat Freya, Hancock dan Asuna yang datang tiba-tiba dengan penjelasan yang tak beda jauh dari Arturia-san. Jadi aku tak ada alasan lain, anaknya Arturia-san juga anakmu dan pastinya dia membutuhkan sosok ayah selama ini," ucap Yasaka tenang.


Entah kenapa Arturia malah memiringkan kepalanya.


"Penjelasan yang tak beda jauh dariku?" bingung Arturia.


Tiba-tiba Yasaka menoleh ke arah Naruto.


"Bisa kau beritau Naru-kun," minta Yasaka.


"Kau saja, bukannya semua keputusan sudah kuserahkan padamu?" ucap Naruto menolak,


dan Yasaka kembali menoleh ke arah Arturia.


"Huh," helaan nafas kembali tercipta dari mulut Yasaka.


"Kuharap kau tak terkejut setelah mendengarkannya," ucapnya membuat Arturia menjadi penasaran dan langsung memasang telinga lebar-lebar karena ingin mendengar ucapan kelanjutan dari mulut Yasaka.


"Asal kau tau, disini aku sebagai istri sahnya Naru-kun, bukan Cuma aku saja sebenarnya istri sahnya, Melainkan masih ada lagi selain diriku, tapi berada di tempat yang jauh dari sini. Dan kau tau dua wanita tadi?" ucap Yasaka dan Arturia menganggukkan kepala.


"Mereka berdua dan ditambah satu lagi wanita yang sedang keluar rumah juga memiliki alasan yang sama denganmu. Dengan kata lain kalian berempat sama-sama melakukan atas keinginan kalian dan ternyata membuahkan hasil," sambungnya panjang lebar memberitau dan Arturia malah melebarkan mata terkejut.


"Ja-jadi aku yang ke-4 datang kesini dengan alasan yang sama dengan mereka." Kejut Arturia dan dijawab anggukan oleh Yasaka.


"Dan satu lagi," ucap Yasaka dan seketika Arturia kembali tenang dan memfokuskan lagi pendengarannya.


"Di rumah ini bukan hanya wanita tadi yang kusebutkan, melainkan masih ada wanita lainya, di antaranya ada 3 mantan istrinya Naru-kun yang ingin kembali dengan Naru-kun dan masih ada 2 wanita lainnya adalah calon istrinya Naru-kun. Jadi bagaimana? Apakah kau masih menginginkan untuk menjadi bagian keluarga ini setelah mendengar penjelasan dariku barusan," sambung Yasaka memberitau.


Dan lagi-lagi penjelasan panjang lebar Yasaka membuat Arturia melebarkan mata terkejut sedangkan Naruto malah bingung dengan kata-kata Yasaka yang menyebutkan 2 calon istrinya. Sontak Naruto langsung menatap Yasaka.


"Dua calon Istri? Bukannya Cuma Kalawarner saja?" tanya Naruto yang bingung.


Yasaka langsung terdiam.


Sontak Naruto langsung memalingkan wajahnya karena tak kuat melihat wajah Yasaka yang seperti itu.


" Kampret! Imutnya ngak pernah hilang-hilang," batin Naruto menjerit.


"Baiklah-baiklah, tapi setelah ini kuharap kau mau menjelaskan padaku," ucap Naruto yang masih memalingkan wajahnya.


"Yey, kau memang suamiku yang pengertian," girang Yasaka yang tak memperdulikan ada Arturia disitu.


Sedangkan Arturia sekarang malah Sweatdrop saat melihat tingkah Yasaka di hadapannya.


Hingga beberapa menit kegirangan Yasaka disudahi dan kembali menatap Arturia, sedangkan Naruto sudah tak memalingkan wajahnya lagi.


"Jadi apa keputusanmu? Apakah kau masih bersedia menjadi bagian keluarga ini?" tanya Yasaka kembali kepada Arturia.


"Ya! Aku tidak peduli Naru-kun punya istri berapa yang penting aku bisa selalu bersama Naru-kun, karena aku mencintainya," ucap Arturia penuh keyakinan dan kemantapan dan Yasaka langsung tersenyum sambil mengangguk.


Tiba-tiba Naruto memalingkan wajahnya kembali.


" Oh keberuntungan sialan! Kenapa banyak wanita yang mencintaiku?" batin Naruto terharu.


"Selamat datang di keluarga Uzumaki, dan jangan lupa nanti memperkenalkan diri dengan yang lainnya," senyum hangat Yasaka.


"Um!" dan dibalas anggukkan cepat oleh Arturia dengan senyum senangnya.


Tiba-tiba Yasaka menjentikkan jarinya dan seketika kekkai tipis di ruangan tersebut pun menghilang.


"Kurasa sudah cukup mendengar penjelasan darimu, iyakan Naru-kun?" ucap Yasaka lalu bertanya kepada Naruto.


Dan Naruto hanya mengangguk sebagai jawabannya.


Srek!


Tiba-tiba Naruto beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Biar kubantu kau membereskan barang-barangmu," ucapnya kepada Arturia dan dijawab anggukkan Arturia.


Srek!


Dan Arturia juga beranjak dari duduknya. Lalu Naruto menoleh ke arah Yasaka.


"Tunggu aku kembali, kau harus menjelaskan yang tadi kepadaku," ucapnya.


"Um, aku akan kembali ke Kyoto nanti malam saja," balas Yasaka mengangguk.


Naruto mengangguk dan kemudian menoleh ke arah Arturia.


"Ayo," ajaknya dan Arturia mengangguk lagi.


Lalu Naruto dan Arturia beranjak pergi dari ruangan itu meninggalkan Yasaka yang masih di ruangan tersebut.


Tap! Tap! Tap! Tap! Set!


Langkah Naruto dan Arturia langsung terhenti tepat di ruang tamu yang terdapat Freya dan Hancock yang sedang mengobrol dengan Lucy. Sontak orang-orang yang ada di ruangan tersebut menoleh ke arah Naruto dan Arturia.


"Lucy mau ikut Mama dan Ayahmu keluar," ajak Arturia dan seketika Lucy langsung mengangguk.


Srek!


"Ikut Ma." Ucapnya sambil beranjak dari tempat duduknya.


Dan entah kenapa Freya dan Hancock memiringkan kepala tanda mereka bingung.


"Ayah?" Bingung Freya dan Hancock.


"Huh," dan Naruto hanya menghela nafas saat melihat keterbingungan Freya dan Hancock.


"Kalian bisa meminta penjelasan dari Yasaka," ucapnya dan dijawab anggukan mengerti Freya dan Hancock bersamaan.


"Ayo," ajak kembali Naruto kepada Arturia dan Lucy


. Kemudian mereka bertiga melangkah keluar rumah dan seketika pula Freya dan Hancock langsung ke ruang keluarga untuk meminta penjelasan dari Yasaka.


Sedangkan Naruto kini sudah di luar rumahnya bersama Arturia di sebelah kirinya dan Lucy di sebelah kananya.


Tiba-tiba Naruto menoleh ke arah Lucy yang dari tadi menunduk. Seketika langkah mereka bertiga terhenti, kemudian tangan Naruto terangkat dan mendarat di kepala Lucy lalu mengelusnya secara lembut.


"Maafkan ayahmu yang tak pernah ada di sampingmu Nak," ucap lembut Naruto.


Sontak Lucy langsung menoleh ke arah sosok yang disebut Ayahnya.


Betapa senangnya Lucy saat melihat wajah sosok yang di anggap ayah selama ini ia rindukan.


Disitu Naruto memasang senyum tulus kepada Lucy, senyum yang selalu dinanti dan dirindukan oleh Lucy dari sosok seorang ayah selama ini.


Tiba-tiba mata Lucy berkaca-kaca dan seketika membuat Naruto bingung dan panik saat melihat Lucy yang sepertinya akan menangis.


"Aduh, apa Ayah berbuat salah kepadamu? Maafkan Ayah jika memang ayah salah," ucap Naruto yang tak tau harus berbuat apa saat itu,


tapi Lucy malah menggelengkan kepala dan lagi-lagi membuat Naruto bingung.


"Ayah tidak salah kok, aku sangat bahagia saat ini karena bisa bertemu dengan sosok ayah yang selama ini kurindukan dan kunanti-nanti kehadirannya di kehidupanku. Sungguh aku sangat bahagia." Ucap Lucy sambil tersenyum bahagia saat itu.


Entah kenapa Naruto tersenyum senang melihatnya kemudian membentangkan tangannya seperti memberikan ijin untuk Lucy memeluknya.


Grep!


Seakan sudah tau Lucy langsung memeluk Naruto dengan erat seakan-akan tak ingin lagi terlepas dari sosok ayah.


"Hiks, Hiks, Hiks, aku merindukan ayah, Hiks, sungguh aku sangat merindukan ayah, kumohon jangan pergi kemana-mana hiks," tangis Lucy dipelukkan Naruto.


Dan tangan Naruto kembali terangkak untuk mengelus rambut Lucy dengan lembut.


"Ayah tak akan pergi kemana-mana, ayah akan selalu ada untuk anak ayah entah dimana pun berada. Jadi Lucy jangan sedih lagi," ucap lembut Naruto meyakinkan Lucy agar tangis kerinduannya mereda.


Sedangkan Arturia yang melihat itu sangat Bahagia. Itu terlihat jelas di wajah cantiknya yang tergambar senyum bahagia dan terharu menjadi satu atas penantian selama 16 tahun lamanya terbayar di hari ini.


Untung saja mereka berada di gang sepi yang tak ada orang melintas, jadi apa yang sedang mereka lalukan tak akan menjadi pandangan aneh orang, karena memang tak ada orang yang melihatnya.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2