STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 172 Arc Crumbs Of Heart 7 : Keinginan Gabriel


__ADS_3

.


# Pagi


.


Waktu begitu cepat, tak terasa sudah pagi. Dan nampaknya Naruto masih tertidur di sofa empuknya.


"Emmmmh..." Alis Naruto berkedut, nampaknya ia akan terbangun.


Naruto mencoba membuka matanya dengan perlahan, hingga akhirnya matanya terbuka, ia langsung menoleh ke arah jam dindingnya yang menunjukkan pukul 06:21.


"Ternyata masih pagi," gumamnya.


Naruto mencoba bangun, tapi ia merasa aneh, tubuhnya terasa berat, kedua tangannya juga terasa berat, seperti ada sesuatu di balik selimut yang menyelimutinya.


Seperti tak kehabisan akal, Naruto menyibakkan selimutnya dengan kakinya, dan itu berhasil.


"Astaga, mereka ini," desah Naruto setelah mengetahui apa yang membuat tubuh dan kedua tangannya terasa berat. Itu karena ketiga anak perempuannya.


Dengan Olive yang tertidur di atasnya, Naruko memeluk tangan kirinya, serta Vivi yang memeluk tangan kanannya. Sebab dari susah bergeraknya.


"Hey. Olive, Naruko, Vivi. Bangun. Ini sudah pagi,"


Ucap Naruto mencoba membangunkan ketiga anaknya, dan nampaknya merespon dengan cepat oleh mereka bertiga.


Itu terbukti, kini ketiga anaknya Naruto sedang menggeliat akan bangun dari tidurnya.


"Emmm... Sudah pagi kah," gumam Olive yang sudah terbangun sambil mengucek-ucek matanya.


"Bisa kau menyingkir, Olive."


Olive menghentikan acara mengucek matanya, ia menoleh ke sumber suara.


"Hehe, pagi Tou-san," cengengesan Olive, kemudian turun dari tubuh Naruto.


""Pagi Tou-san,""


Sapa Naruko dan Vivi bersamaan, dan sudah melepas pelukannya di tangan Naruto.


Naruto duduk, menatap penuh pertanyaan ketiga anaknya di hadapannya.


"Bisa jelaskan, kenapa kalian tidur di sini?"


"Hehe..." ketiga anaknya Naruto cengengesan sambil menggaruk pelipisnya yang tak gatal.


"Tadi malam kami tak bisa tidur, Tou-san. Jadi kami pindah tidur di sini, eh tau-tau ada Tou-san. Ya sudah, kami jadi tidur bersama Tou-san. Lagian kami juga ingin tidur dengan Tou-san lagi," jelas Olive memberi alasan, dan didukung anggukan kepala oleh Naruko dan Vivi.


"Huh," Naruto menghela nafas.


Ia sedikit heran dengan ketiga anaknya itu yang akhir-akhir ini sangat manja dengannya. Padahal mereka sudah besar, sudah tak pantas minta di manja olehnya, pikir Naruto.


"Sudah sana mandi, jangan ulangi kebiasaan tadi, kalian sudah besar." Perintah Naruto.


"""Hai Tou-san,"""


Balas ketiga anaknya berbarengan, lalu mereka bertiga beranjak pergi dari ruangan tersebut menuju lantai 2, ke kamar mereka.


Naruto menyenderkan punggungnya, ia meraih selimut yang tadi malam digunakan untuk menyelimutinya, dan melipatnya dengan rapih.


Krieeeeeet!


Pintu kamar Serafall dan Grayfia terbuka, nampaknya Grayfia telah terbangun. Ia ingin melangkah ke kamar mandi yang terletak di sebelah dapur, hanya sekedar mencuci muka saja. tapi langkahnya terhenti saat melewati ruang keluarga karena melihat Naruto di situ.

__ADS_1


"Ah Naru-kun, kamu sudah pulang," ucap Grayfia sambil melangkah menghampiri Naruto, membatalkan niatnya yang hendak ke kamar mandi.


"Aku sudah pulang sejak tadi malam, dan kalian sudah tertidur. Jadi aku tidur di sini."


Grayfia duduk di samping Naruto.


"Kenapa tak tidur di kamar saja?" tanya Grayfia.


"Kamarnya di tempati Mereoleona dan Remia."


Grayfia menatap iba Naruto.


"Uh malang sekali, Naru-kunku tercinta tak kebagian tempat tidur," goda Grayfia.


"Heh, sudah biasa bagiku," balas Naruto.


"Dulu juga pernah, kau dan Serafall menyuruhku tidur di luar saat mengandung anak pertama kita, hanya gara-gara tanduk Unicorn yang ku bawa patah."


"Itu kan bawaan anak kita Naru-kun, jangan diingat-ingat lagi dong,"


"Iya-iya, sudah sana. Cuci mukamu yang kusut itu, jelek tau."


"Iya sayaaaaaang,"


Grayfia berdiri, ia melangkah ke kamar mandi hanya sekedar mencuci muka saja, atas perintah pria tercintanya.


Krieeeeeeet!


Kamar Naruto yang ditempati Mereoleona dan Remia terbuka, menampakkan 2 sosok wanita yang sepertinya baru bangun tidur. Mereoleona menguap, sedangkan Remia sayup-sayup menahan kantuknya.


"Leona!"


Panggil Naruto, sontak mereka berdua menghentikan langkahnya.


"Bisa kau bangunkan anak-anak?" minta Naruto.


"Baiklah," balas Mereoleona, kemudian ia melangkah ke lantai 2, dan Remia langsung duduk di samping Naruto.


Duk! Duk! Duk!


Langkah Mereoleona menaiki tangga, dan kamar yang dituju terlebih dahulu adalah kamar yang di tempati Gray dan Leo.


Brak! Brak! Brak!


"LEO! BANGUN!"


Teriak Mereoleona, tak ada jawaban sama sekali. Tiba-tiba tangan Mereoleona mengepal, dan muncul api di kepalan tangannya.


Duaaaaar!


Pintu kamar tersebut jebol dan terbakar setelah Mereoleona menghancurkannya.


Mereoleona bersedekap dada, tatapannya tajam menatap dua sosok remaja yang sedang mencoba bangun dari tidurnya.


Bukan mereka berdua saja yang terbangun, melainkan seisi rumah tersebut akhirnya terbangun, karena terganggu oleh suara ledakan tadi.


"Ada apa si? Berisik bang..."


Ucapan Gray tak diteruskan, ia menatap terkejut ke arah pintu. Bukan menatap Mereoleona, melainkan ke arah pintu kamar yang terbakar.


"Pintu kamarku, Oh tidaaaaaaaaak!" terak lebay Gray.


"Mereoleona Kaa-san, kenapa pintu kamarku dibakar?"

__ADS_1


"Salah sendiri tak mau bangun dari tadi," balas Mereoleona santai, ia tak merasa bersalah sama sekali atas hancurnya pintu kamar tersebut.


"Huhuhu... Pintu kamarku," tangis lebay Gray.


"Okaa-san berlebihan," ucap Leo.


"Biarin, biar kalian bangun," balas cepat Mereoleona, kemudian berbalik badan.


"Cepat turun, kalian sudah di tunggu Tou-san kalian," sambungnya.


"Hai..."


Balas Leo, sedangkan Gray masih menangis lebay.


Setelah itu Mereoleona melangkah turun ke lantai 1, dan ternyata semua wanita dewasa, kecuali Yasaka yang sekarang berada di Kyoto. dan sebagian anak-anak sudah berkumpul di ruang tersebut.


"Cara membangunkanmu mengerikan, Leona," ucap Naruto saat melihat Mereoleona melangkah mendekatinya.


Mereoleona langsung duduk di hadapan Naruto, tepat di samping Robin yang sedang menggendong Luffy.


"Leo itu susah di bangunkan dengan cara biasa, kemalasanmu menular padanya kali," balas Mereoleona.


"Are, kenapa harus disamakan denganku?"


"Kau itu Tou-sanya, Naru-kun,"


Ucap semua wanita dewasa di situ bersamaan dan kompak.


"Hehe..." Dan Naruto hanya cengengesan saja saat mendengar ucapan kompak para wanitanya.


.


#Skip tempat lain


.


Gelap, sejauh Rizevin melangkah di lorong tersebut hanya kegelapan saja, hanya setitik penerang di ujung lorong tersebut.


Tak butuh waktu lama bagi Rizevim untuk sampai di ujung lorong tersebut, ia langsung membuka pintu yang tersedia di situ.


Pintu terbuka, kini nampak sosok Izanagi aka Fraudurin yang sedang mengamati tabung cairan di hadapannya.


"Sesuai kesepakatan, aku telah memberitahu keberadaan Mailaikat pertama ciptaan Tuhan, kepadamu. Dan aku akan mengambil kesepakatan itu sekarang," ucap Rizevim.


Izanagi merogoh kantong celananya, mengambil sebuah botol yang berisi cairan hitam, lalu dilemparkan ke arah Rizevim tanpa menoleh, dan botol tersebut di tangkap dengan satu tangan oleh Rizevim.


"Gunakan itu pada Cloning buatanmu, jika kau ingin memiliki pasukan yang kuat." Ucap Izanagi tanpa menoleh.


Tak ingin bertanya lagi, Rizevim berbalik badan dan keluar dari ruangan tersebut tanpa permisi, meninggalkan Izanagi aka Fraudurin yang sedang tersenyum aneh.


"Sebentat lagi, sebentar lagi. Kebangkitan kalian akan terjadi, kha kha kha..." tawa senang Izanagi.


Tiba-tiba wajahnya datar, tatapannya tajam.


"Apapun yang terjadi, aku harus mendapatkan darahmu, Elizabeth,"


.


.


T.B.C


.

__ADS_1


Yo Minna author balik lagi nih setelah sekian lama gak update ya mungkin kedepannya bakal rajin up nya ...


__ADS_2