STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 146


__ADS_3

"Oh God Harem- sama kha kha kha," ucap Liebe sambil cengengesan.


"DIAM IBLIS JELEK!"


Bentak Naruto sangat kesal karena tak suka dengan julukan yang di berikan oleh Liebe.


"HAHAHAHAHAHAHAHAHA!"


Dan akhirnya Kurama dan Liebe tertawa sangat keras bahkan Skiadrum juga ikut tertawa karena tak tahan melihat wajah konyol Naruto saat kesal.


Dan Naruto pun semakin kesal dan terus berteriak-teriak ngak jelas, hingga acara tawa Kurama, Liebe dan Skiadrum pun di akhiri dan Naruto sudah tak kuat lagi untuk berteriak lagi.


"Jadi, kau maksud dengan penjelasanku tadi atau tidak, Gaki?" tanya Kurama.


Naruto kembali tenang.


"Dengan kata lain, tenagaku sudah terpotong 15 persen dan di tambah jumlah anakku yang jika benar mencapai 24, maka tenagaku sudah terpotong 39 persen. Begitu maksudmu, Kurama?" tanya Naruto memastikan.


"Yap betul sekali, dan kemarin kau telah mencapai 80 persen tenagamu sehingga kau tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri karena kau mengeluarkan batas tenagamu yang hanya tinggal 61 persen saja. dan itu juga bisa melemahkan segel-segel pengekang di bawah ini," ucap Kurama sambil menunjuk ke bawah.


Naruto mengangguk mengerti.


"Jadi begitu, hmm aku paham sekarang," ucap Naruto mengerti.


"Mungkin kau harus melatih fisikmu lagi, Gaki," ucap Kurama berpendapat.


"Mungkin kau benar, Kurama," balas Naruto.


Lalu Naruto berbalik badan.


"Mungkin Cuma itu Kurama, aku akan keluar sekarang," pamit Naruto.


"Ya," singkat Kurama membalas ucapan Naruto.


Kemudian Naruto memejamkan mata dan berkonsentrasi untuk kembali sadar.


Dan tak berselang lama Naruto pun menghilang dari alam bawah sadarnya.


Tiba-tiba Kirama menoleh ke arah Liebe.


"Ngomong-ngomong julukanmu tadi bagus juga," ucap Kurama.


"Kha kha kha, karena aku yakin, masih akan banyak wanita-wanita yang akan datang kepadanya karena suatu alasan," ucap Liebe sambil melirik ke arah Kurama.


"Jadi kau sudah tau ya?" ucap Kurama sepertinya tau maksud dari lirikan Liebe.

__ADS_1


Liebe menoleh ke arah depan.


"Ya, aku sudah melihat masa lalunya dan melihat bocah itu pernah membuat perjanjian dengan beberapa wanita dari ras mana pun yang tak sengaja bertemu dengannya. Bahkan salah satunya membuat perjanjian dengan wanita Naga selain 2 istri Naganya, dan masih ada beberapa wanita lainnya selain wanita Naga tersebut." Jelas Liebe.


"Woy. Woy. Woy. Bisa jelaskan lebih detail lagi, mungkin aku mulai sedikit tertarik dengan kehidupan host kalian itu," minta Skiadrum.


Kurama dan Liebe melirik ke belakang dengan ekor matanya sambil menyerigai.


"Akan lama jika di jelaskan, yang pasti beberapa wanita yang tak sengaja bertemu dengannya semuanya menaruh perasaan terhadapnya dan pernah mengungkapkannya, tapi cara menolak bocah itu yang paling aneh. Aku yakin kata-kata yang menurut bocah itu sebuah penolakan halus tapi di salah artikan oleh wanita yang di tolaknya," ucap Liebe memberitau.


"Dengan kata lain hanya sebuah kesalahpahaman saja, Begitu maksudmu?" tanya Skiadrum yang nampaknya sedikit mengerti maksud ucapan Liebe.


"Ya, bisa dibilang seperti itu," singkat Liebe.


"Dan kita saksikan saja apa yang akan terjadi pada bocah itu di masa depan mendatang," sambungnya tenang. Dan Kurama serta Skiadrum pun kembali tenang juga.


.


.


#Mindscape Off


.


Sedangkan Naruto yang sudah sadar masih menikmati suasana malam dari balkon istana tersebut.


"Akan kupikirkan besok saja lah. fokusku sekarang harus memastikan wanita-wanita yang telah kutiduri itu, aku harus bertanggung jawab, ya minimal setidaknya meminta maaf kepada mereka itu harus, agar beban pikiranku tenang," gumam Naruto.


Lalu mengambil gelas berisi teh hangatnya dan langsung meminumnya hingga habis, kemudian melangkah menuju ke dalam istana dan kembali istirahat alias tidur kembali.


.


.


#Skip Keesokan hari


.


# 09:37


.


Hari telah berganti dan semuanya telah kembali normal. Para warga yang berevakuasi sudah kembali ke tempat mereka, walaupun para warga yang tempat tinggalnya telah hancur terlihat kecewa, tapi dengan sigap Raja Neptune memberikan bantuan kepada seluruh warga yaitu bantuan pembangunan kembali rumah-rumah warga yang rusak secara gratis tanpa biaya apapun,


karena biaya pembangunan kembali akan di tanggung oleh sang raja sendiri dan di tambah bantuan biaya oleh Naruto yang di keluarkan dari gulungan penyimpanannya.

__ADS_1


Kini nampak ruang tengah Istana sekarang sedang ramai oleh orang-orang penghuni Istana.


Mereka berkumpul karena Naruto akan kembali ke daratan dan akan membawa Shirahoshi serta Shuna juga setelah tadi berbicara dengan Raja Neptune dan diperbolehkan karena Shirahoshi dan Shuna juga menginginkan ikut dengan Naruto.


"Semuanya berpegangan,"


Perintah Naruto dan semua anak-anaknya Naruto saling berpegangan tangan dengan Shirahoshi yang merangkul lengan kiri Naruto dan Shuna di memegang tangan kanan Naruto.


Dan anak-anak Naruto yang lain juga sudah saling berpegangan dengan Olive sebagai pusatnya yang perpegangan tangan dengan Shirahoshi.


Naruto menoleh ke arah depan atau lebih tepatnya ke arah Raja Neptune serta ketiga anaknya.


"Kami pamit sekarang, Ayah," ucap Naruto berpamitan.


"Ya, jangan lupa berkunjung lagi," balas Raja Neptune dan dibalas anggukan kepala oleh Naruto.


Raja Neptune menoleh ke arah Shirahoshi.


"Jaga diri disana, Shirahoshi," ucapnya kepada Shirahoshi.


"Um, Ayah tak perlu khawatir," angguk Shirahoshi dan Raja Neptune hanya tersenyum saja sebagai jawabannya.


Naruto menoleh ke arah anak-anaknya.


"Kalian sudah siap?" tanya Naruto kepada anak-anaknya dan dijawab anggukkan kepala oleh mereka semua.


Naruto kembali menoleh ke arah Raja Neptune dan entah kenapa Raja Neptune mengangguk, begitu juga Naruto membalas dengan anggukkan juga.


"Baiklah bersiap, kita akan berpindah dengan instan ke rumah," ucap Naruto dan semuanya mempererat genggaman tangannya tanpa ada yang terlepas.


.


SRING!


.


Dalam sekejap mata, Naruto berserta anak-anaknya serta Shirahoshi langsung menghilang.


Dan kini di ruang tengah hanya menyisakan Raja Neptune beserta ketiga anaknya saja.


Tiba-tiba Raja Neptune menoleh ke atas menerawang langit-langit ruangan Istananya. Entah kenapa Raja Neptune tersenyum saat melihat bayangan wanita berambut kuning tersenyum kepadanya.


"Putri kita telah tumbuh dewasa, Hime," gumamnya.


.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2