
#Malam.
.
Dapat dilihat disebuah kamar yang cukup lebar, dan tempat tidur king size diisi oleh dua orang berbeda gender dengan sang wanita yang lagi memeluk tangan kanan sang pria dan kepalanya di sandarkan di bahu sang pria.
"Ne Hime, sampai kapan kau akan memelukku?" kata Naruto tenang.
"Sampai aku puas Anata," balas Yasaka tenang juga.
"Kalo begini kapan kita tidurnya?" kata Naruto sambil mengelus pucuk kepala Yasaka.
"Maaf Anata, tapi malam ini kau harus menemaniku sampai pagi," kata Yasaka langsung mendorong Naruto hingga terjatuh di atas kasur dengan posisi Yasaka menduduki Naruto.
*Glek!*
Naruto yang mendengar itu pun langsung menelan ludah kasar membayangkan betapa mengerikannya Yasaka ketika bermain di ranjang.
"Kau tau Anata, aku sudah menahan ini selama 10 tahun karena dirimu," kata Yasaka yang sudah mengeluarkan ekor dan telinga rubahnya sambil melepas satu per satu pakaiannya.
" Kurama, bantu aku!" batin Naruto kepada Kurama di dalam tubuhnya.
"Itu urusanmu Gaki! Nikmati saja," balas Kurama cuek.
" Dasar bola bulu kampret!" batin kesal Naruto.
"Apa kau bilang duren kam—Woy! Jangan asal putus pembicaraan duren kampret!" kesal Kurama di dalam mindscape karena link-nya diputus langsung oleh Naruto.
Setelah Naruto memutuskan link dengan Kurama, kini Naruto sudah disuguhi pemandangan yang sangat menggoda dengan Yasaka yang sudah tidak memakai sehelai benang apa pun.
*Glek*
Seketika Naruto langsung mengeluarkan darah dari hidungnya setelah melihat dua buah bukit kembar yang menggantung di dada Yasaka.
"Ternyata kamu masih mesum juga ya, Naru-kun " kata Yasaka menggoda sambil melepas kancing baju Naruto.
"Ini juga karena dirimu Ya-Chan," balas Naruto pasrah atas perlakuan Yasaka sekarang.
Dan akhirnyan hanya tersisa celana bokser Naruto saja yang belum terlepas.
Dengan perlahan Yasaka merogoh isi dalam bokser tersebut dan mengeluarkan apa isinya membuat Yasaka tambah merona setelah melihat milik Naruto yang belum mengeras secara total kini terlihat di hadapannya.
Tanpa pikir panjang Yasaka langsung mengelus ***** Naruto secara perlahan dan lama-kelamaan menjadi cepat elusannya.
"Uhh,"
Dan malam itu di kamar itu terus diisi suara *******-******* kenikmatan oleh sepasang suami-istri disepanjang malam itu
.
.
.
#Pagi.
.
Di pagi yang cerah dengan kicauan burung membangunkan seseorang di sebuah kamar yang terdapat sepasang suami istri sedang terlelap tanpa pakaian dan hanya ditutupi oleh selimut.
Dan kini tampak sang pria sudah mulai terbangun dari tidurnya.
"Hoammmmh..." Naruto menguap setelah terbangun dari tidurnya, kemudian Naruto menoleh ke samping tidurnya.
" Aduh, badanku sakit semua, tadi malam ya-Chan sangat bersemangat sekali," batin Naruto sambil melihat wajah tidur bahagia Yasaka sambil tersenyum.
__ADS_1
Dan Setelah itu Naruto beranjak dari termpat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi.
#Skip time.
Terlihat Naruto keluar dari kamar mandi hanya di balut handuk putih yang menutupi area bawah perutnya saja.
"Kenapa kau tidak membangunkanku Naru-kun?" tanya Yasaka yang baru terbangun dari tidurnya.
"Karena aku tidak tega melihat wajah cantikmu pas tidur, hime," balas Naruto sambil memakai pakaian, dan Yasaka langsung merona setelah mendengar pujian dari Naruto.
"Ah kamu ini, Naru-kun," ucap Yasaka tersipu.
"Sebaiknya kamu segera mandi, hime, mungkin sebentar lagi anak-anak akan bangun," kata Naruto tanpa menoleh.
"Baiklah," balas Yasaka yang kemudian turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.
.
.
.
#Ruang makan.
.
"Ohayo kaa-sama," sapa Menma kepada Yasaka yang sedang menata sajian makanan di atas meja.
"Ohayo Menma-kun," sapa balik Yasaka sambil tersenyum.
"Oh ya kaa-sama, di mana yang lainya?" tanya Menma.
"Hmm... Naruko-Chan dan Vivi-Chan sedang mandi, Kunou-Chan sedang membangunkan Minato-kun, kalo Tou-Chanmu dia ada di depan," balas Yasaka memberitau panjang lebar dan Menma hanya mangut-mangut saja.
.
.
.
.
"Kau yakin Anata, untuk tinggal di sana?" tanya Yasaka memulai berbicara setelah beberapa menit keheningan.
"Hmm... itu sudah menjadi keputusanku," balas Naruto sambil menganggukkan kepalanya.
.
.
#Flashback On
.
"Hah... Hah... bisakah kita istirahat sebentar ya-Chan?" kata Naruto yang sekarang sedang di peluk Yasaka.
"Baiklah, tapi kita lanjutkan lagi sampai pagi," jawab Yasaka dan terjadilah keheningan beberapa saat.
"Ne Tsuma,"
"Hmm... Nani?"
"Aku akan tinggal di kota Kuoh," ucap Naruto membuat Yasaka menaikkan sebelah alisnya yang tandanya bingung dengan maksud perkataan Naruto.
"Aku akan tinggal bersama anak-anak," sambungnya membuat Yasaka tambah bingung.
__ADS_1
"Kenapa kau harus pindah ke sana, Naru-kun? apakah di sini kau kurang nyaman? atau kau sudah tak lagi mencintaiku?" tanya Yasaka yang bingung.
"Tidak kok ya-Chan, aku masih mencintaimu kok," balas Naruto meyakinkan.
"Terus kenapa kamu mau pergi lagi dari sini?" tanya Yasaka meminta penjelasan.
"Kau tau kan, kalau aku dan anak-anak bukan bangsa Yokai, apa lagi ketiga anakku yang lahir dari perempuan bangsa iblis, pasti nanti akan menimbulkan perselisihan bangsa Yokai dan bangsa iblis nantinya," balas Naruto menjelaskan.
"Maksudmu, ketiga anakmu akan menjadi alasan bangsa iblis untuk memulai perselisihan?" tanya Yasaka yang mulai mengerti maksud dari perkataan Naruto.
"Tepat sekali,"
"Tapi mana mungkin mereka yang akan di jadikan alasannya kan?" kata Yasaka menolak pendapat Naruto.
"Kau tau sendiri kan sifat alami bangsa iblis, terutama iblis-iblis lama," kata Naruto.
"Serakah kah?" kata Yasaka dan hanya di balas anggukan Naruto.
"Bangsa iblis akan menggunakan segala cara untuk menguasai daerah bangsa lainnya, apalagi mereka memiliki darah iblis, maka akan menjadikan alasan kuat bangsa iblis menyerang bangsa Yokai," balas Naruto memberitau.
"Baiklah, tapi dengan syarat," ucap Yasaka.
"Syarat?" bingung Naruto.
"Syaratnya bila nanti ada wanita yang mencintaimu tulus apa adanya selain diriku, jangan kau tolak," kata Yasaka memberitau alasannya.
"Kenapa?" tanya Naruto penasaran dengan alasannya.
"Karena aku seorang wanita, aku tau rasanya di tolak sama orang yang sangat di cintainya," bakas Yasaka menjelaskan.
"Baiklah kalau itu keinginanmu," kata Naruto pasrah.
"Tapi!"
"Tapi apa lagi?" bingung Naruto.
"Kalau wanita itu meminta kau nikahi, maka harus mendapat ijin dariku," kata Yasaka.
"Aduh ya-Chan, aku tidak berpikiran sejauh itu tau," balas Naruto.
"Hmm... lihat saja nanti kedepannya," kata Yasaka.
"Baiklah-baiklah, aku mengerti," balas Naruto pasrah lagi. Dan tiba-tiba Yasaka beranjak dari berbaringnya.
.
#Flasback Off.
.
.
"Baiklah bila itu keputusanmu aku hanya bisa mendukungmu, aku tau keputusanmu pasti demi bangsa Yokai juga," kata Yasaka setelah mengingat percakapannya tadi malam dan sekarang sedang duduk di samping Naruto.
"Terima kasih Tsuma, kau memang selalu mengerti diriku," balas Naruto lalu mengecup kening Yasaka, dan Yasaka yang di perlakukan seperti itu langsung merona dan seketika langsung memeluk Naruto.
"Aku akan melindungi bangsa Yokai dari luar," sambung Naruto yang sedang dipeluk oleh Yasaka.
"Dan aku akan berkunjung setiap minggunya," balas Yasaka dan dijawab anggukan oleh Naruto kemudian terjadi keheningan beberapa menit.
"Lalu kapan kau akan berangkat ke Kuoh," tanya Yasaka setelah beberapa menit terdiam.
"Nanti sore," singkat Naruto.
.
__ADS_1
T.B.C