
.
17:21
.
Krieeeeet!
.
Setelah berjam-jam tertidur karena kelelahan. Kini Naruto telah keluar dari kamarnya dan nampaknya dirinya telah membersihkan badannya.
Itu terlihat saat dia keluar dari kamarnya sudah bersih dan rapih, tidak ada kesan orang baru bangun tidur
"Ah Naru-kun, kamu sudah bangun?" tiba-tiba saat Naruto melintas di ruang keluarga nampak Serafall sedang duduk santai di ruangan tersebut menyapa dirinya.
"Yang lain kemana?" tanya Naruto yang mendekati Serafall dan langsung duduk di sampingnya.
"Yang lainnya menyusul ke kedai, hanya Gray saja yang masih tertidur di kamarnya." Ucap Serafall memberitau.
"Huh, kenapa semua anak laki-lakiku memiliki kebiasaan yang sama si, Sama-sama doyan tidur," gumam Naruto menghela nafas.
"La kan ayahnya dirimu, pasti mewarisi sifatmu yang doyan tidur," ucap Serafall tersenyum.
"Itu kan dulu Sera. Sekarang sudah tidak lagi," balas Naruto hanya mendesah sedangkan Serafall malah cekikikan senang.
Srek!
Tiba-tiba Serafall beranjak dari duduknya membuat Naruto menoleh ke arahnya.
"Tunggu sebentar, aku akan membuatkan makanan untukmu," ucap Serafall setelah berdiri dari duduknya dan dijawab anggukkan kepala oleh Naruto.
Dan kemudian Serafall melangkah menuju dapur untuk membuatkan makanan yang disukai suami tercintanya.
.
#Skip Time
.
30 menit berlalu dan Naruto telah selesai dengan acara makannya yang ditemani Serafall yang selalu setia di sampingnya.
"Aku akan ke kedai. Apa kau mau ikut?" ucapnya setelah selesai dengan acara makannya.
"Um. Aku juga ingin memberitaumu sesuatu tapi di jalan saja kuberitaunya." Angguk Serafall menyetujui membuat Naruto juga mengangguk.
Lalu Naruto dan Serafall beranjak keluar rumah menuju kedai yang jaraknya lumayan jauh kira-kira 500 meter dari rumahnya.
"Na Naru-kun, boleh aku menggandeng tanganmu?" ucap pelan Serafall ketika mereka berdua baru keluar dari rumahnya.
Dengan kepala menunduk serta pipi merahnya Serafall berharap sambil memainkan jarinya.
Naruto yang melihat itu pun hanya menghela nafas pasrah lalu merenggangkan tangan kanannya.
__ADS_1
"Ayo," ucapnya.
Serafall yang mendengar itu pun langsung menoleh ke sumber suara dan langsung tersenyum senang karena Naruto memberikan ijin untuk dirinya menggandeng tangannya.
Dengan cepat Serafall langsung menggaet tangan kanan Naruto dengan wajah senang terlihat jelas saat itu.
Pada akhirnya mereka berdua melanjutkan lagi perjalanannya menuju kedai, pastinya dengan Serafall yang sekarang menggaet tangan Naruto.
"Tadi kau ingin memberitauku sesuatu, memangnya apa?" tanya Naruto disela-sela langkahnya.
"Ah begini, kau besok diundang untuk menghadiri perkumpulan para iblis muda. Ini permintaan langsung dari Sirzech." Ucap Serafall memberitau membuat Naruto menghela nafas seolah-olah sudah tau.
"Huh, baiklah aku akan menghadiri. Aku akan datang bersama anak-anak," kata Naruto santai tapi entah kenapa membuat Serafall melebarkan mata seolah-olah tak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Serius." Kejut Serafall yang tak biasanya Naruto mau menghadiri hal-hal yang merepotkan dan membosankan, pikir Serafall.
"Hm," dan hanya anggukkan kepala pelan Naruto sebagai jawaban atas keterkejutan Serafall.
Dan kini Serafall sudah percaya dan yakin atas jawaban dari Naruto.
Dan selanjutnya tak ada lagi percakapan antara Naruto dan Serafall.
Melainkan langkah santai menuju kedainya dengan Serafall yang begitu erat merangkul tangan Naruto seolah-olah Naruto hanya miliknya dan Naruto hanya pasrah saja diperlakukan seperti itu oleh Serafall.
Sambil terus melangkah menghiraukan orang-orang berlalu-lalang yang nampaknya baru pulang dari pekerjaannya atau lain sebagainya.
Hingga 10 menit berlalu langkahnya telah sampai di depan Kedai. Namun langkahnya terhenti saat mereka berdua melihat 2 sosok yang tak asing bagi mereka.
"Tumben sekali Michael, Gabriel," ucap Naruto menyapa mereka berdua membuat Michael tersenyum sedangkan Gabriel malah menunduk seolah-olah tak berani memandang Naruto.
"Sebenarnya aku ingin berbicara penting denganmu. Jadi aku langsung mengunjungi kedaimu," ucap Michael memberikan alasannya.
"Lebih baik bicara di dalam saja, aku punya ruangan sendiri di dalam," ajak Naruto membuat Michael mengangguk mengerti.
Lalu mereka berempat melangkah memasuki kedai. Dengan serafall yang sudah melepaskan gandengannya serta di belakangnya Michael dan Gabriel yang mengikuti Naruto masuk.
"Woy Naruto!" tiba-tiba setelah Naruto masuk ada warga yang telah menjadi pelanggan tetap memanggilnya.
"Ya Paman! Ada apa?" tanya Naruto tanpa menghampirinya.
"Kau gaji berapa para pelayan kedaimu?" ucap warga tersebut sambil cengengesan diikuti temannya yang juga cengengesan.
Sontak ucapan warga tersebut membuat para wanita dewasa yang sekarang sedang membantu pekerjaan kedainya langsung menatap tajam warga tersebut.
.
" Sialan! Aku bukan pelayan kedai, kampret! Aku istri pemilik kedai woy!" batin Katerea, Grayfia, Freya, Hancock, Asuna dan Kalawarner secara bersamaan menatap kesal warga tadi yang berucap.
.
"Terserah diriku lah!" ucap Naruto acuh dan para pelanggan tadi pun tertawa.
Bukan tertawa mengejek atau apa, melainkan pelanggan tersebut memang suka bercanda dengan Naruto, dan Naruto tak mempermasalahkannya karena sudah biasa.
__ADS_1
"Oh ya Michael, kita bicara di ruanganku," ajak Naruto dan Michael mengangguk mengerti.
Lalu Naruto melangkah menuju ruangan pribadi di kedainya dan diikuti Michael di belakangnya.
Dan setelah mereka masuk ruangan Naruto langsung menciptakan fuinjutsu peredam suara agar pembicaraan mereka tak terdengar sampai keluar ruangan.
"Gabriel-san, sepertinya Michael ada pembicaraan penting dengan Naru-kun ya?" ucap Grayfia mendekati Gabriel yang sudah duduk di kursi pelanggan paling depan lalu Grayfia duduk di hadapannya.
"Sepertinya," jawab singkat Gabriel dengan lembut.
Lalu tak berselang lama Serafall juga ikut bergabung dengan dirinya duduk di samping Grayfia.
Dan selanjutnya mereka mengobrol santai seputar kehidupan mereka dan pastinya telah di tanamkan sihir pengalihan suara agar pembicaraan mereka terdengar berbeda oleh orang-orang yang menjadi pelanggan kedai.
.
" Ayah, berikan kemudahan untuk Michael-nii saat ini. Amen," batin Gabriel berharap dan sepertinya tau apa yang dibahas Michael kepada Naruto saat ini.
.
#Skip Time
.
1 jam berlalu dan Akhirnya pembicaraan penting Michael kepada Naruto telah usai. Dan kini mereka keluar dari ruangan tersebut bersamaan langsung menuju ruang utama Kedai.
"Aku sangat berterima kasih atas keputusanmu itu," ucap Michael ketika melangkah keluar ruangan bersamaan dengan Naruto.
"Huh, jika apa yang kau bicarakan tadi benar, apa boleh buat." Balas Naruto menghela nafas. Dan Michael hanya mengangguk mengerti.
Lalu langkah mereka sampai di ruangan utama kedai dan ternyata dudah sepi pelanggan, mungkin karena sudah mulai malam, pikir Naruto.
Lalu Michael berpamitan untuk kembali ke Heaven diikuti Gabriel yang belum berani menatap ke arah Naruto.
.
" Apa yang harus kukatakan nanti kepada istri-istriku ya?" batin Naruto setelah Michael dan Gabriel keluar dari kedainya.
.
"Bagaimana Michael-nii, apakah dia setuju?" tanya Gabriel setelah keluar dari kedai.
Dan hanya dibalas senyuman oleh Michael membuat Gabriel memiringkan kepala tanda tak mengerti maksud dari senyumannya.
"Kau tenang saja, lebih baik kita cepat kembali ke Heaven," ucap tenang Michael lalu berbelok ke gang yang sepi diikuti oleh Gabriel.
Lalu mereka berdua membentangkan 6 pasang sayap putih bercahayanya lalu terbang dan dalam sekejap langsung menghilang di telan gelapnya malam.
.
.
T.B.C
__ADS_1