STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 191


__ADS_3

.


# 40 tahun kemudian


.


Waktu berlalu, 140 tahun telah belalu. Banyak fakta tak terduga diketahui oleh Naruto.


Ia tahu, darahnya mengalir darah Uzumaki yang katanya memiliki umur panjang sampai 100 tahun.


Tapi nyatanya ia telah hidup lebih dari itu. Dan akhirnya ia tau, berkat umur panjang atau bisa dikatakan Abadi, itu berkat penjelasan Kurama yang mengatakan bahwa ia bisa hidup Abadi berkat dirinya sebagai wadah bijuu, alias Jinchuriki.


Tapi Cuma hampir Abadi, Kurama telah menjelaskan bahwa Naruto bisa mati apabila ada yang bisa membunuhnya, atau Kurama itu sendiri yang keluar dari tubuh Naruto.


Selain itu, Naruto juga sudah tau. Tempat yang ia tempati adalah sarang Naga, bersebelahan dengan dimensi mahkluk lainnya.


Tapi aneh, saat Naruto meminta Naga lain yang Naruto kenal untuk meminta mereka mengantarkan Naruto keluar dari sarang Naga itu, mereka semua tak mau melakukannya, seperti telah diancam seseorang atau mahkluk lain jika berani mengantarkan Naruto keluar dari sarang Naga itu.


Ya sudahlah, Naruto hanya pasrah saja. Ia tau hanya Naga saja yang bebas keluar masuk tempat itu, dan dirinya telah terjebak di situ. Tapi Naruto sadar, ia hanya bisa berharap suatu saat bisa keluar dari sarang Naga itu.


Seperti saat ini, Naruto sudah beberapa kali menghela nafas. Ia duduk di batang kayu besar tepat di pinggiran rawa yang tak jauh dari rumah sederhana buatannya.


Ia sedang memancing ikan yang akan menjadi santapannya untuk hari ini, dan pastinya menggunakan pancing ala kadarnya.


Tiba-tiba kailnya ada sedikit pergerakan, Naruto langsung fokus ke pancingannya dan berdiri.


*Sreeeeeeet!*


Kail itu bergerak cepat, seperti ikan besar menyambarnya. Dan Naruto langsung menariknya.


"Ayo ikan sialan! Jangan main-main denganku!" ucapnya sambil menarik kail tersebut sekuat tenaganya.


*BYUUUUR!*


*PLAK! PLAK! PLAK! PLAK!*


Ikan dengan bobot 5 kiloan akhirnya terangkat dan langsung bergerak melompat-lompat tak karuan di pinggiran rawa itu.


#Skip Time


Kini Naruto duduk menghadap api unggun, di situ terdapat 5 ikan hasil pancingannya yang sedang di bakar.


Tiba-tiba Naruto mendongkrakan kepalanya, matanya sedikit melirik ke belakang.


"Keluarlah! Tidak usah terus bersembunyi disitu!" teriaknya entah kepada siapa.


*Srek! Srek!*


Tiba-tiba dari balik 2 pohon besar tak jauh dari belakang Naruto muncul seseorang, yaitu Great Red dan Kholkikos dengan wujud manusianya.


Mereka menunduk entah karena apa, dan Naruto hanya menghela nafas saja saat melihat mereka seperti itu.


"Kemarilah. Ikan yang kudapat juga banyak hari ini," ucap Naruto tanpa menoleh.


Dengan langkah perlahan, akhirnya Great Red dan Kholkikos melangkah mendekat ke arah Naruto, mereka langsung duduk di hadapan Naruto yang hanya di batasai api unggun itu. Dan mereka masihlah menunduk.


"Bersabarlah, ikannya sebentar lagi akan matang," ucap Naruto tanpa menoleh ke arah mereka, karena Naruto sedang membalik ikan yang dibakar itu.


"Bukan itu," ucap Great Red.


Sontak Naruto langsung menoleh ke arah Mereka berdua, dan langsung menaikkan alisnya saat melihat gelagat malu mereka sambil memainkan jarinya.

__ADS_1


"A-aku ingin mengatakan se-sesuatu kepadamu,"


"Apa?"


Tiba-tiba Great Red dan Kholkikos sedikit membuka bajunya di bagian perutnya. Dan Naruto bingung melihat kelakuan mereka, tapi Naruto sedikit penasaran dengan tatto kepala Naga berwarna merah di perut Great Red dan tatto kepala Naga berwarna putih susu di perut Kholkikos.


"Tanda apa itu?" tanya Naruto sambil menunjuk tanda di perut putih mulus mereka.


"Setauku, kalian dulu tak memiliki tanda itu."


"Ta-tanda ini, tanda bagi kami bangsa Naga yang telah menemukan Mate-nya," ucap gagap Kholkikos dan didukung anggukan Great Red.


"Mate?" bingung Naruto.


"Um." Angguk Kholkikos.


"Tanda ini akan muncul apabila kami bangsa Naga telah menemukan pasangan abadi mereka," ucapnya memberitau.


Tiba-tiba Great Red dan Kholkikos kembali menunduk, tanda di perutnya telah ditutup kembali oleh bajunya.


"Huh..." Helaan nafas pun tercipta dari mulut Naruto.


"Baguslah kalau kalian telah memiliki pasangan abadi kalian, jadi hidupku akan jauh lebih tenang dan damai." Ucapnya sambil mengangkat ikan yang dibakar.


Great Red dan Kholkikos menggigit bibir bawahnya, tangannya meremas bajunya. Mereka nampak seperti sedang mengumpulkan keberanian untuk berkata.


""Mate kami itu dirimu,"" ucap mereka bebarengan.


*Krek!*


Ranting untuk menusuk ikan pun patah, seketika


Sedangkan untuk Great Red dan Kholkikos, mereka semakin kuat menggigit bibir bawahnya, begitu juga remasan di bajunya juga terlihat kuat. Perasaannya takut entah karena apa, mereka juga tak tau.


"APA! PASANGAN KALIAN ITU DIRIKU!"


Kejut Naruto sambil menunjuk diri sendiri. Dan hanya anggukan pelan dari merekalah sebagai balasannya.


*Doooooong!*


Naruto langsung menerawang langit-langit, pikirannya entah kemana perginya.


"Sudah. Terima saja, Gaki." Tiba-tiba suara Kurama terdengar di kepala Naruto.


"Apa-apaan kau Kurama. Mereka itu Naga, dan aku manusia ya, aku masih normal." Balas Naruto menggunakan batinnya.


"Jangan lihat dari Ras mereka, tapi lihatlah fisik merela sekarang. Tidak kalah saing dengan mantan istrimu, walau tanduk mereka sangat mengganggu pemandangan,"


"Ah sialan! Jangan menghasutku Kurama!"


"Kheh. Buat apa aku menghasutmu? Ah atau senjatamu itu sudah tak berfungsi lagi, sehingga otakmu harus mikir-mikir lagi,"


*Twict!*


Perempatan muncul di kepala Naruto. 


"Sialan! Sampai kapanpun senjataku akan terus berfungsi. Sialan!"


Kurama menyerigai dalam Mindscape Naruto.


 "Khe.. Khe.. Khe.. Aku hanya menebak saja. Khe.. Khe.."

__ADS_1


"SIALAN! BOLA BULU SIALAN!"


Teriak batin Naruto sangat kesal. Ia tau, ucapan Kurama tadi memang mengejeknya, sehingga ia sangat kesal.


Dan untungnya Great Red dan Kholkikos tak mengetahuinya, karena mereka masih menunduk, plus teriak kesal Naruto itu di dalam batinnya.


Terdiam sejenak, menenangkan kekesalannya. Kini wajah Naruto terlihat serius, ia menatap Great Red dan Kholkikos.


"Apa resikonya jika aku menolaknya?" tanyanya. Ia hanya sekedar ingin memastikan saja, karena nyatanya tadi ia tak kepikiran untuk bertanya seperti itu.


Tiba-tiba wajah Great Red dan Kholkikos nampak terlihat sendu, sontak membuat Naruto menaikkan alisnya.


"Kami akan Gila. Dan akhirnya akan musnah." Kata Great Red.


Naruto tersentak, ia terkejut atas pengakuan Great Red itu.


 "Aku tak menyangka akan seresiko seperti itu bangsa Naga memilih pasanganya, Malang sekali." Batin Naruto iba, ia merasa kasihan terhadap mereka berdua dan semua bangsa Naga atas resiko memilih pasangannya.


Naruto berpikir sejenak, ia menimbang-nimbang apa yang akan dikatakan selanjutnya.


Hingga tak lama kemudian, pikirannya tenang. ia kini tersenyum tipis sambil menatap Great Red dan Kholkikos yang masih menunduk sendu itu.


"Hey. Jangan bersedih seperti itu." Ucap Naruto. Tapi Great Red dan Kholkikos masih tetap menunduk.


"Bagaimana jika aku menerimanya."


Seketika Great Red dan Kholkikos langsung melebarkan mata, mereka menegakkan kepalanya dan langsung menatap penuh kepastian terhadap Naruto.


""Sungguh?"" ucap Mereka memastikan.


"Em." Dan Naruto hanya mengangguk saja sebagai jawabanya.


Betapa senangnya perasaan Great Red dan Kholkikos. Senyuman bahagianya melebar saat itu juga. Dan Naruto hanya tersenyum senang melihat reaksi mereka yang kelewat senang itu.


*Wush! Wush!*


*Dubrak!*


Tanpa diduga, Great Red dan Kholkikos menerjang Naruto, tak memperdulikan api unggun yang besar di hadapannya, yang penting bagi mereka dapat merangkul sosok Naruto karena saking senangnya.


Sehingga membuat Naruto terjungkal ke belakang karena tak kuat menahan beban terjangan mereka berdua.


""Terima kasih, Terima kasih, Aku sangat senang sekali,"" ucap Mereka dengan nada bahagianya.


"Baiklah, Baiklah, Menyingkirlah sebentar, aku ingin duduk," ucap Naruto terlihat kesusahan saat diterjang Great Red dan Kholkikos.


Seketika Great Red dan Kholkikos langsung duduk manis. Dengan Great Red di sebelah kanan, serta Kholkikos di sebelah kiri.


Kemudian Naruto bangkit dari terjungkalnya dan langsung duduk di tengah, di antara mereka berdua.


"Huh..." Naruto menghela nafas.


"Ya ampun," pasrah Naruto.


""Hihihi,"" dan cekikikan senang Great Red dan Kholkikos sebagai jawabannya.


.


.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2