
#UNDERWATER KINGDOM
.
#Sore
.
SRING!
.
Tiba-tiba Bunshin Naruto muncul tepat di lorong-lorong kerajaan dan disitu ada Naruto asli bersama Tiger dan Jinbe sedang melangkah di lorong Istana terdebut.
"Ini orang terakhir yang saya temukan bos," ucap Bunshin Naruto sambil menunjukkan seorang kakek tua yang sudah tak bisa berjalan lagi.
"Cepat bawa ke ruang bawah tanah," perintah Nuruto dan langsung dijawab anggukan kepala oleh Bunshin Naruto kemudian melangkah cepat menuju arah yang di tunjuk oleh Naruto asli.
"Tidak kusangka ucapanmu terbukti," ucap Tiger yang berada di samping kanan Naruto.
"Huh," Naruto menghela nafas.
"Semua bisa terbukti asal di diri kita ada niatan untuk melakukan tindakan, aku benci mengatakannya. Aku tidak suka dengan orang yang banyak omong tapi tindakannya nol besar," ucap Naruto.
"Wehe, prinsip mutlak ya," ucap Tiger.
"Ya. Bisa dibilang begitu," singkat Naruto.
"Lebih baik kita kembali melangkah dari pada berdiri disini terus tak ada gunanya," sambungnya dan dijawab anggukan kepala oleh Tiger dan Jinbe.
Lalu mereka bertiga kembali melangkah dan tujuannya adalah ruangan sang Raja Neptune yang sudah ditunggu olehnya beserta ketiga anaknya.
Hingga tak berselang lama langkah mereka bertiga sudah sampai di pintu ruangan yang di tuju, dan seketika Naruto langsung membukanya.
Krieeeeeeeeeet!
Pintu besar terbuka dan Naruto langsung memasuki ruangan tersebut diikuti Tiger dan Jinbe di belakangnya.
Tap! Tap! Tap! Tap! Tap!
Set!
"Jadi. apa rencanamu, Naruto?"
Langkah Naruto, Tiger dan Jinbe terhenti setelah dekat dengan orang-orang di dalam ruangan tersebut.
Naruto menoleh ke arah Jinbe.
"Oh ya Jinbe, apakah kau tau kemunkinan mereka akan menerobos masuk lewat mana?" tanyanya.
"Hanya ada satu jalan yang bisa di terobos oleh siapapun," balas Jinbe dan semuanya menoleh ke arah Jonbe karena ingin mendengar ucapan kelanjutan dari Jinbe.
"Dari dasar Danau di tengah-tengah kerajaan ini," sambungnya memberitau.
Naruto mengangguk mengerti.
"Kita pantau terus danau itu, aku yakin yang akan muncul adalah Raja Laut terlebih dahulu dan aku akan langsung menyerangnya," Lalu Naruto menoleh ke arah Tiger dan Jinbe.
"Kalian berdua urus Monster sisanya," kemudian Naruto menoleh ke arah Fukaboshi, Ryuboshi dan Mamboshi.
"Kalian urus Hody dan antek-anteknya, nanti akan dibantu oleh anak-anakku,"
Tidak ada yang mengangguk mengiyakan, melainkan mereka semua menatap Naruto bingung atas rencananya.
"Kau serius Naruto?" tanya Tiger dan dijawab anggukkan kepala oleh Naruto.
__ADS_1
"Bukan masalah kami melawan Monster sisanya, tapi apakah anak-anakmu bisa bertarung sehingga kau menawarkan anakmu untuk ikut serta,"
Entah kenapa Naruto malah tersenyun.
"Anak-anakku itu kuat, sama sepertiku. Dan kalian tak usah cemas, yang aku suruh juga anak-anak yang sudah besar. Mungkin Olive, Gray, Mirajane dan Rin saja yang akan ikut membantu," ucapnya memberitau.
"Huh," entah kenapa yang lainnya bernafas lega.
"Syukurlah, kukira kau akan menyuruh Shuna juga," kata Raja Neptune.
Naruto menoleh ke arah Raja Neptune.
"Mana mungkin lah!" ucapnya.
"Baiklah jika keputusanmu seperti itu, kami akan mengurus sisanya dan yang terpenting adalah kau sendiri yang akan melawan Raja Laut." Ucap Tiger.
"Tenang saja, Raja Laut itu urusanku," balas Naruto tanpa menoleh. Kemudian Naruto berbalik badan.
"Kurasa kalian sudah paham, aku akan pamit keluar sekarang karena ada sedikit keperluan,"
"Ya, kami sudah paham," balas Tiger mewakili yang lainnya.
Naruto mengangguk lalu bersiap untuk berteleport.
"Ah satu lagi, mungkin anakku yang bernama Liya juga bisa membantu. Dia ahli dalam serangan jarak jauh," ucapnya dan dijawab anggukan oleh yang lainnya.
.
SRING!
.
Naruto menghilang dalam sekejap mata meninggalkan orang-orang yang masih di dalam ruangan tersebut.
Semua pasang mata menoleh ke arah Raja Neptune.
"Memang ada apa yang Mulia?" tanya Jinbe yang bingung.
"Ini akan menjadi pertarungan antar Monster kelas atas dan efeknya tak main-main. Mungkin setengah kerajaan ini akan hancur," kata Raja Neptune serius.
"Baik, kami mengerti," angguk mereka semua dan Raja Neptune kembali menyenderkan punggungnya di kursi kebanggaannya sambil menerawang langit-langit ruangan tersebut.
.
#Dengan Naruto
.
Dan kini Naruto sedang berada di puncak menara Kerajaan, dirinya sedang duduk bersila sambil memejamkan matanya, begitu tenang seperti tak terganggu oleh suasana sekitarnya.
#Mindscape On
.
Dan ternyata kesadaran Naruto sudah berada di alam bawah sadarnya sedang menghadap Kurama yang sedang bersila sambil menopang dagunya serta di sampingnya ada sosok Liebe yang sama-sama bersila tapi tak menopang dagunya, dan di belakang mereka berdua ada 2 sosok Naga yang tertidur di dalam sel yaitu Agnologia dan Skiadrum.
"Jadi, apa rencanamu Gaki, untuk melawan mahkluk air itu? Apa kau akan bertarung seperti dulu atau mau pakai cara lain?" tanya Kurama.
"Huh," Naruto menghela nafas.
"Yang jelas akan kugunakan cara dulu. Hajar langsung secara terang-terangan, karena serangan jarak jauh tak mungkin mempan terhadapnya," balas Naruto memberi tau.
"Kenapa kau tak gunakan kekuatanku saja Gaki? Jauh lebih mudah bukan, sekali tebas langsung mati," ucap Liebe berpendapat.
Naruto menghela nafas sambil memegang pelipisnya.
__ADS_1
"Yang ada malah membelah Kekkai kerajaan ini jika aku menggunakan kekuatanmu, Liebe," ucapnya dan Liebe hanya mendengus saja.
"Kekuatanmu itu tidak cocok di lingkup yang sempit di kerajaan ini, mungkin kalau di daratan aku bisa dengan leluasa menggunakannya," jelas Naruto menjelaskan.
"Terserah kau saja Gaki," singkat Liebe.
"Setengah Chakraku sudah cukup bukan?" tanya Kurama.
Sontak Naruto langsung menoleh ke arah Kurama.
"Lebih dari cukup, akan kuperkuat dengan mode Senjutsuku," kata Naruto.
"Baguslah, jadi aku tak perlu repot-repot menyalurkan Chakra berlebih kepadamu, Gaki,"
"Huh," Naruto menghela nafas kembali.
"Sebenarnya yang paling merepotkan itu cairan asamnya yang bisa melelehkan apa saja jika terkena cairan tersebut." Ucapnya sedikit mengeluh.
"Soal itu bisa kau urus dengan kekuatanku Gaki, cairan itu tak akan mempan terhadap sihir milikku," ucap Liebe memberitau.
"Kemungkin aku juga akan menggunakan kekuatanmu Liebe, tapi hanya sekedar untuk pertahanan saja,"
"Gunakan sesuka hatimu saja," kata Liebe dan dijawab anggukan kepala oleh Naruto.
"Mungkin sudah cukup aku datang kesini, aku akan kembali," pamit Naruto.
"Ya," singkat Kurama dan Liebe bersamaan.
Lalu Naruto memejamkan matanya dan berkonsentrasi untuk kembali sadar.
Tiba-tiba mata Naruto kembali terbuka seperti telah mengingat sesuatu dan langsung menatap Kurama.
"Aku ingat, ini sudah lama ingin kutanyakan padamu, Kurama," ucap Naruto kepada Kurama.
"Apa?" singkat Kurama.
Naruto menarik nafas pelan dan dikeluarkan kembali.
"Berapa banyak wanita yang telah berhubungan intim denganku selain wanita-wanita di rumahku?" tanyanya.
Entah kenapa Kurama tersenyum menyerigai dan Naruto menjadi bingung atas serigai Kurama yang terbilang aneh di mata Naruto.
"Enam. Ada enam wanita yang belum kau ketahui dan dua di antaranya justru kau yang memperkosanya,"
.
Doooooooooooooooong!
.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!"
.
"BERISIK SIALAN!"
.
"APAAAAAAAAAAAAAAAA!"
.
.
T.B.C
__ADS_1