STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 194


__ADS_3

.


"Keluarlah Ophis! Jangan terus bersembunyi di situ!" kata Naruto sedikit berteriak.


""Ophis?""


Tanda tanya muncul di atas kepala Great Red dan Khokikos, pasalnya sejak tadi ia tak merasakan kehadiran Ophis di sekitarnya. Sontak mereka berdua menoleh ke arah yang Naruto lihat.


Dan benar, jauh apa yang mereka lihat. Di situ ada Ophis, sedang melayang mendekat dengan wajah yang dipalingkan ke arah lain.


Great Red menoleh ke arah Naruto.


"Bagaimana bisa kau merasakan kehadiran Ophis, Naru-kun. Bahkan aku tak merasakannya dari tadi," bingung Great Red.


"Senjutsu."


Singkat Naruto.


"Aku bisa merasakan kehadiran siapapun berkat kekuatan Senjutsuku, dengan kata lain, aku menyatukan diriku dengan alam di sekitarku ini," jelas Naruto memberitau.


"Jadi begitu ya,"


kata Great Red mengangguk mengerti. Dan Naruto hanya mengangguk saja sebagai jawaban mengiyakan.


Hingga tak berselang lama akhirnya Ophis telah dekat dengan mereka. Memasang wajah datar, seolah-olah biar nampak seperti orang yang tidak peduli di sekitarnya.


Great Red menopang dagunya.


"Sudah berapa lama aku tak melihatmu ya Ophis?" tanyanya.


"Entahlah, ingat saja sendiri." Balas singkat Ophis.


"Huh... Kau itu ya Ophis. Kau terlihat berbeda sekali."


Kali ini Kholkikos yang berkata, ia dari tadi terus memperharikan Ophis dengan seksama. Di matanya, kini Ophis terlihat Berbeda, walau nyatanya Kholkikos sedikit tak tau perbedaanya.


"Um. Kau benar sekali, Kholki-Chan." Timpal Great Red dengan anggukannya.


"Padahal dulu kau paling semangat mengajak kami bertarung, tapi kali ini kau terlihat bosan hidup." Sambungnya.


Ophis hanya memandang langit.


"Entahlah, mungkin sesuatu telah merubahku," ucapnya.


Sontak Great Red dan Kholkikos yang mendegar jawaban dari Ophis hanya memiringkan kepalanya bingung, mereka tak maksud dari pengertian ucapan Ophis yang didengar oleh telinga mereka.


"AwLoAwLi AwOawPhisAw..."


Ucapan tak jelas Naruto sambil menguyah makanan di dalam mulutnya. sontak mereka bertiga, Great Red, Kholkikos dan Ophis menolehnya, Seketika langsung geleng-geleng kepala.


"Ditelan dulu Naru-kun," ucap Great Red.

__ADS_1


*Glek!*


Makanan yang dikunyah pun ditelan.


"Loli Ophis,"


*Twich!*


Sedikit perempatan muncul di kepala Ophis, ucapan Naruto terdengar Menyakitkan bagi dirinya, entah karena apa.


"Kau tau Trihexa tidak?" tanya Naruto.


Rasa ingin memukul kepala Naruto, tapi Ophis tahan, ia sedikit Tak Bisa melakukannya entah karena apa, dan Ophis tak tau apa penyebabnya.


"Di dimensi manusia kali," singkat Ophis khas dengan nada datarnya.


"Ooo begitu." Kata Naruto, kemudia ia menoleh ke arah kedua istri Naganya.


"Red-Chan, Kholki-Chan. Ayolah, ajak aku sesekali ke dimensi manusia," minta Naruto dengan mata blink-blink, namapak seperti mata kucing yang sedang memohon meminta jatah makanan.


Great Red dan Kholkikos bersemu merah. 


""Kawaiiiiii! Oh Naru-kunku Kawaiii banget!""


Tak tanggung-tanggung, saking terpesonanya dengan wajah imut dibuat-buat oleh Naruto. Kedua anaknya pun juga bersemu merah, sampai makanan yang hampir masuk ke mulutnya jatuh ke tanah. Sedangkan Ophis hanya bersemu merah tipis saja melihatnya.


"Ehem!" mengatur rasa terpesonanya, Great Red berdehem.


"Begini Naru-kun, bukannya kami tak mau mengajakmu ke dimensi manusia. Di sana itu mengerikan. Bukan hanya manusia, tapi ada Iblis, Malaikat jatuh, Malaikat, Siluman, Yokai, Dewa, dan lain sebagainya. Lagipula di sana saat ini sedang terjadi peperangan besar, maka dari itu lebih aman dan nyaman di sini, di dimensi para Naga yang tak mungkin terkena efek perangnya." Jelas Great Red memberi alasannya.


"Bilang saja, kalau takut nanti ada wanita lain yang mendekatiku," gumam Naruto, tapi masih terdengar jelas oleh mereka di situ.


"Hehehe..."


Great Red dan Kholkikos langsung cengengesan kikuk, karena gumaman Naruto ternyata benar seperti apa yang pertahankan oleh Great Red dan Kholkikos agar Naruto tak pergi dari dimensi Naga itu.


Jauh di lubuk hati terdalam, sedikit senyum tercetak jelas di wajah Ophis. Rasa guyar berubah menjadi yakin, yang tadinya tak Berani untuk mendekat, kini terbuka caranya untuk mendekat.


Sedikit lebih lama tak masalah, ia masih sabar sebelum ia mengatakan Sesuatu. Dan pastinya untuk Naruto yang selalu dipandang terus oleh Ophis saat ini.


Tapi perhatian mata Ophis ditangkap oleh kedua istri Naga Naruto itu, akan tetapi tak ada perasangka buruk dari mereka. Karena mereka berpikir, tatapan Ophis terhadap Mate mereka hanyalah sebuah tatapan Biasa, tanpa tau arti sesungguhnya .


Karena mau bagaimana pun, Great Red dan Kholkikos masihlah belum Sempurna untuk memahami makna perasaan. Mereka masih perlu Belajar banyak tentang unkapan perasaan dengan sang ahlinya, siapa lagi kalau bukan Mate mereka, si Naruto itu sendiri.


Akhirnya pun mereka memulai. Memulai makan bersama ala kadarnya, dan Ophis juga ikut menikmati makanan yang dibuat oleh Great Red dan Kholkikos itu.


Hening, tanpa suara, mereka menikmati setiap makanan yang dimakan itu. Hingga seketika Naruto meminum minumanya karena kehausan, dan.


"Hmm..."


Sedikit berdehem, membuat siapa saja yang disitu menoleh ke arahnya, dan memiringkan kepalanya, karena mereka sedikit bingung dengan tampang Naruto yang terlihat sedang berpikir sambil memegang dagunya.

__ADS_1


"Kau kenapa, Naru-kun?" tanya Great Red.


"Huh..." sedikit helaan nafas pun tercipta dari mulut Naruto.


"Aku sedang memikirkan seseorang," ucapnya.


""Siapa?""


Tanya Great Red dan Khokkikos penasaran. Seketika Naruto langsung memandang awan, seketika itu pula, awan yang dipandang Naruto menampilkan bayangan seseorang.


Naruto tersenyum.


"Siapa lagi kalau bukan saudara Draig dan Albion di dimensi Elemental,"


Seketika Great Red dan Kholkikos hanya ber-O-ria saja. Mereka sudah tau siapa yang dimaksud oleh Mate mereka.


Siapa lagi kalau bukan Yuu, anak Naruto di Elemental yang pernah diceritakan kepada mereka dulu, bahkan Great Red dan Kholkikos juga pernah melihat fotonya yang selalu disimpan di gulungan aneh milik Naruto.


"Saudara?"


Tapi beda dengan kedua anak Naganya dan Ophis. Mereka seakan tak tau karena mereka baru tau akan fakta yang didengar oleh merela sekarang ini.


Naruto pun menoleh ke arah Draig dan Albion. Ia tersenyum.


"Yap. Kalian memiliki saudara, namanya Yuu." Ucap Naruto memberitau.


"Lalu, dimana dia sekarang?" tanya Albion.


"Dia ada di dimensi lain. Jauh dari dimensi ini, karena Tou-san juga berasal dari dimensi itu," balas Naruto.


""Membingungkan.""


Kata Draig dan Albion bersamaan. Sedangkan Ophis yang mendengar percakapan tadi hanya mangut-mangut mengerti saja.


Tapi tidak bagi Great Red dan Kholkikos, mereka cengengesan kikuk atas jawaban Draig dan Albion yang terbilang Tak mau tau.


"Huh..." helaan nafas pun tercipta dari mulut Naruto.


"Sudah, cepat habiskan makananmu itu, Draig, Albion. Habis ini kita latihan lagi,"


"Yaaaaaaah... Otou-san. Kenapa harus latihan lagi?" ucap Draig mengelus.


Naruto bersedekap dada.


"Masih ada waktu sampai sore. Gunakan itu untuk latihan,"


Seketika tubuh Draig langsung melemas. Ia terlihat malas untuk melakukan apa yang diinginkan ayahnya itu.


Sedangkan Albion, ia terlihat tenang-tenang saja. Seperti tak masalah melakukan apa yang diperintah ayahnya itu.


.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2