
.
#Flashback On
.
Kini Naruto duduk di ruangannya di Kedai, serta di hadapannya terdapat Michael yang katanya ingin berbicara penting dengannya.
"Jadi. Apa yang ingin kau bicarakan, Michael?"
Tanya Naruto, ia merasa heran. Baru kali ini bangsa Malaikat ingin berbicara penting dengannya, apalagi yang ingin berbicara penting dengannya adalah pimpinannya langsung.
Michael memasang tampang tenang, lalu menatap Naruto.
"Ini tentang Gabriel." Ucapnya.
Alis sebelah Naruto terangkat. "Gabriel? Memangnya ada apa dengannya?" tanya Naruto.
"Akan kujelaskan..." ucap Michael, lalu menarik nafas pelan dan dikeluarkan kembali.
"Kami para malaikat memiliki anugerah masing-masing dari Ayah(Tuhan Anime). Dan Gabriel memiliki anugerah perasaan Cinta kepada setiap mahkluknya,"
"Lalu apa kaitannya denganku?"
"Gabriel memang memiliki Cinta kasih terhadap mahkluk Ayah tanpa membandingkan siapa mahkluknya, tapi..."
Ucapan Michael mengantung, sontak Naruto menjadi tambah penasaran dengan kelanjutannya, sehingga ia memasang telinga lebar-lebar agar jelas pendengarannya.
"Saat ini Gabriel dalam masalah, perasaan Cinta kasihnya terhadap mahkluknya saat ini terlalu berlebihan, dan itu bisa membuatnya jatuh jika terus terjadi," sambung Michael.
"Memangnya siapa yang mendapatkan Cinta kasih Gabriel? Beruntung sekali mahkluk itu," tanya Naruto penasaran.
"Hanya 1 Mahkluk, yaitu manusia. Dan manusia itu adalah Kau,"
1 detik...
2 detik...
3 detik...
"APA! YANG BENAR SAJA KAU MICHAEL!"
Teriak Naruto, ia terkejut plus tak percaya atas ucapan Michael yang menunjuk dirinya, apa-apaan coba.
Michael menatap serius Naruto.
"Serius. Buat apa aku berbohong. aku malaikat, jika aku berbohong maka aku akan jatuh," ucap Michael meyakinkan.
Naruto tau itu, ia tau jika malaikat berbohong maka akan jatuh, itu pantangannya.
"Huh..." Naruto menghela nafas pasrah.
"Jadi apa yang bisa aku bantu agar Gabriel tak jatuh?" Tanya Naruto.
"Begini saja, bagaimana jika Gabriel masuk dalam keluargamu?"
"Apa maksudmu? Bukannya Gabriel akan jatuh jika berkeluarga?"
"Soal itu tenang saja, kami para malaikat telah merundingkan masalah itu. Kami akan mengubah Sistem Surga khusus untuk Gabriel. Jadi tak perlu khawatir jika terjatuh nantinya. setelah Sistem Surga diubah, Gabriel tak akan terjatuh jika nantinya berkeluarga ataupun sampai memiliki keturunan, kau tenang saja soal itu." Ucap Michael panjang lebar.
Naruto menyenderkan punggungnya di sofa empuknya.
"Bukan masalah aku mau atau tidaknya Michael. Kau tau sendiri bukan? Aku memiliki istri selama ini," ucap Naruto sambil menghela nafas.
Michael mengangguk, ia mengerti maksud ucapan Naruto.
__ADS_1
"Aku mengerti, nanti akan kuminta persetujuan istrimu," ucapnya.
"Hmm..."
"Tapi setidaknya kupastikan persetujuanmu terlebih dahulu,"
"Entahlah, akan kupikirkan nantinya."
Michael mengangguk kembali, ia terlihat lega setelah mendapatkan jawaban dari Naruto yang terakhir itu.
"Tapi aku tak bisa memastikan, semua keputusan bukan di tanganku." Sambung Naruto.
"Baiklah, kunanti jawaban yang bagus darimu."
Naruto mengangguk, lalu terdiam. Keheningan pun terjadi. Hingga akhirnya Michael melirik jam dinding di ruangan tersebut setelah beberapa menit keheningan.
Srek!
Michael berdiri dari duduknya.
"Mungkin Cuma itu yang ingin kusampaikan padamu, aku akan kembali ke Surga sekarang," pamit Michael.
Srek!
Naruto juga berdiri dari duduknya.
"Mari kuantarkan sampai luar," ucapnya.
Michael mengangguk, lalu mereka berdua melangkah bersama, keluar dari ruangan tersebut.
.
#Flashback Off
.
"Bisa kau lihat aku, Gabriel." Minta Naruto.
Dengan perlahan Gabriel menegakkan kepalanya, ia mencoba menatap Naruto walau perasaannya was-was apabila Naruto menatapnya aneh.
Tapi pikiran itu dibuang jauh-jauh oleh Gabriel, Naruto tak menatapnya aneh, tapi tatapan yang meminta kepastian tanpa keraguan dari Gabriel.
"Apa kau benar-benar ingin menjadi keluarga ini, Gabriel?" tanya Naruto.
Gabriel mengangguk.
"Um. Jika kau tak keberatan," ucapnya.
"Mintalah kepada Yasaka, dia yang lebih berhak memutuskan hal seperti ini. Jika Yasaka tak masalah, aku juga tak masalah sama sekali," ucap Naruto memberi saran.
"Baik. Nanti akan kutemui istrimu setelah acara Rating Game bangsa iblis usai," balas Gabriel.
Naruto mengangguk mengerti, ia kembali duduk tenang.
"Kita berangkat bareng saja, aku juga di undang dalam acara itu." Ucap Naruto.
Michael dan Gabriel mengangguk. Mereka tau, Naruto itu Pahlawan bangsa iblis, dengan kata lain Naruto adalah orang penting bagi bangsa iblis, jadi acara apapun bangsa iblis lakukan, pasti Naruto akan diundang.
Dan akhirnya acara menunggu jam keberangkatan mereka ke Mekai untuk menghadiri acara Rating Game, mereka isi dengan obrolan santai mereka saja.
.
#Skip Siang
.
__ADS_1
SRING!
.
Acara mengobrol santai Naruto bersama Michael dan Gabriel terhenti, di dekat mereka nampak lingkaran sihir teleport yang tak asing bagi mereka. Yaitu Grayfia yang muncul dari lingkaran sihir tersebut.
Grayfia langsung menaikkan alisnya, ia sedikit terkejut saat mengetahui ada Michael dan Gabriel di situ, tapi tatapannya tertuju pada Gabriel.
Gabriel yang ditatap curiga oleh Grayfia hanya tersenyum lembut saja, sehingga membuat Grayfia mengakhiri tatapannya, lalu menoleh ke arah Naruto.
"Naru-kun, kau disuruh cepat. Acaranya akan dimulai." Ucap Grayfia memberitau.
Srek!
"Aku sudah siap, Fia." Balas Naruto setelah berdiri dari duduknya.
Srek!
Srek!
Michael dan Gabriel juga ikut berdiri.
"Sepertinya kami juga akan berangkat," ucap Michael dan didukung anggukan kepala Gabriel.
Naruto mengangguk, sedangkan Grayfia masih menatap Naruto dengan tatapan aneh, sehingga membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya bingung.
"Apa ada yang aneh denganku, Fia?" tanya Naruto.
"Kau mau berangkat dengan pakaian seperti itu?"
Tanya Grayfia balik bertanya. Bayangkan saja, mau menghadiri acara penting, tapi pria tercintanya hanya memakai pakaian yang terdiri dari celana hitam pendek selutut dan kaos hitam bergambar pusaran di perutnya, serta alas kaki hanya memakai sandal jepit saja.
Hey! Mana ada mau menghadiri acara penting hanya memakai pakaian seperti itu? Pikir Grayfia.
Sontak Naruto langsung menoleh ke bawah untuk melihat baju yang dipakainya, kemudian Naruto langsung cengengesan setelah mengetahui pakaian yang dipakainya sekarang.
"Hehe... Aku lupa, Fia." Cengengesan Naruto.
"Tunggu sebentar, aku ganti pakaian dulu." Ucap Naruto sambil melangkah ke kamarnya.
Grayfia hanya geleng-geleng kepala, sedangkan Gabriel hanya tersenyum saja.
"Hihihi... Sepertinya menyenangkan bila melihat sisi konyolnya Naru-kun setiap saat." Batin Gabriel. Ia sedikit terhibur saat melihat sedikit kekonyolan Naruto tadi.
.
#Skip Time
.
Krieeeeeet!
Pintu kamar terbuka, kini penampilan Naruto terlihat rapih dan Keren di mata Grayfia dan Gabriel pastinya.
Dengan kemeja putih serta celana bahan hitam panjang serta dasi hitam melekat di bajunya, jadi terlihat sangat pas dan cocok, siapa pun pasti akan meliriknya.
"Aku sudah siap, Fia. Ayo berangkat sekarang,"
Lamunan Grayfia dan Gabriel pun pecah oleh suara Naruto, sambil tersenyum kikuk, Grayfia mulai menyiapkan sihir teleportnya, begitu juga Gabriel, ia menyiapkan sihir teleportnya, untuk memindahkan dirinya dan Michael yang masih berada di situ.
2 lingkaran teleport tercipta di bawah lantai. Dengan perlahan bergerak naik, memindahkan sosok mereka berempat ke suatu tempat dengan sekejap.
.
.
__ADS_1
.
T.B.C