
.
Entah kenapa semua korban penelitian berkumpul setelah sosok berarmor ungu berbicara kepada mereka, dan untungnya para korban penelitian berkumpul dekat dengan Grayfia berada, sehingga Grayfia ikut berkumpul tanpa ada yang menyadari sekaligus tak tau apa tujuan dari mengumpulnya mereka semua.
Tiba-tiba lingkaran sihir besar tercipta di lantai, mencangkup seluruh korban penelitian termasuk Grayfia juga.
.
"KEMBALIKAN ANAKKU! RIZEVIM!"
.
"Suara siapa itu?"
Batin Grayfia yang sedikit menoleh ke arah sumber teriakan seseorang dari dalam ruangan, bersamaan dengan lingkaran sihir di bawahnya perlahan naik.
*Sring!*
Dan seketika para korban penelitian serta Grayfia menghilang setelah lingkaran sihir tadi menelan mereka.
Dan ternyata mereka diteleportkan ke bagian utara wilayah Old Satan, tepatnya di pinggiran hutan. Dan seketika para korban penelitian berhamburan memasuki hutan sejauh mungkin untuk menyelamatkan diri.
Tapi Grayfia yang hendak ikut kabur ke dalam hutan, terpaksa harus berhenti karena melihat Opera yang kesusahan berjalan akibat luka parah di kakinya.
Grayfia yang kasihan akhirnya menolongnya, menyembuhkan luka Opera dengan sihir pemulihannya.
5 menit bagi Grayfia menyembuhkan luka Opera, dan setelah itu mereka masuk ke dalam hutan bersama.
Grayfia tak memperdulikan siapa pun sekarang, termasuk ayah dan adiknya, karena Grayfia sangat membenci mereka karena ikut terlibat dalam penelitian gelap Rizevim.
Dia terus melangkah memasuki hutan tanpa tau arah tujuannya, karena Grayfia belum memikirkan tujuan ke mana dia harus pergi, yang terpenting menjauh dari wilayah Old Satan dan bersembunyi untuk mencari keamanan terlebih dahulu.
.
#Flashback off
.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"
Batin Grayfia bingung untuk memikirkan jalan kedepannya setelah teringat kejadian tadi di Mansion Lucifer .
.
.
.
#Dengan Naruto
.
*Tap!*
__ADS_1
Ternyata Naruto melesat pergi dari pertarungan tadi untuk menuju Mansion Leviathan, Naruto mendarat tepat di depan Mansion.
Tapi saat Naruto hendak melangkah masuk Mansion, dia terpaksa harus menghentikan langkahnya karena bingung, dia bingung saat melihat Katerea, istrinya sedang berdiri dengan wajah datar serta tatapan tajam kepadanya.
"Ka..."
"Pergi!"
Naruto langsung terdiam saat Katerea membentaknya, dia seketika langsung memasang wajah datar.
"Apa maksudnya ini, Katerea?" tanya Naruto dengan nada dinginnya.
"Menma butuh pertolongan segera, jangan main-main denganku,"
"Pergi!" bentak Katerea sambil menunjuk luar Mansion.
"Aku tidak butuh seorang penghianat bagi Old Satan," sambungnya membuat Naruto paham alasan Katerea seperti itu,
"Souka, jadi seperti itu," gumam Naruto yang mulai mengerti kenapa istrinya berubah sifat seperti itu.
"Baik, aku akan pergi," kata Naruto santai, kemudian dia menghela nafas.
"Suatu saat kau akan menyesal mengetahui kebenaran Old Satans, dan itu sudah terlambat bagimu,"
*Sring!*
Seketika Naruto menghilang setelah mengucapkan kata terakhirnya, dan anehnya, masih tak ada respon dari Katerea, dia seperti robot yang dikendalikan seseorang, entah siapa?
Dan nampaknya kejadian di depan Mansion Leviathan ada seseorang yang melihatnya, yaitu Rizevim yang sedang tersenyum menyerigai dengan sebuah lingkaran sihir kecil di telapak tangannya, dan dia berada di balik pohon tak jauh dari Mansion Leviathan.
Batin Rizevim tertawa senang, nampaknya dia telah melakukan sesuatu dan berhasil sehingga membuatnya senang.
Tiba-tiba wajah Rizevim berubah menjadi seius.
"Katananya tadi tak hancur terkena pedangku yang kuselimuti Power of Destruction, Katana macam apa itu? Aku harus memilikinya,"
Kemudian Rizevim menciptakan kembali lingkaran sihir kecil di telapak tangannya, dan kemudian kembali tersenyum menyerigai.
"Tak akan kubiarkan kau lolos sebelum Katana itu menjadi milikku, The Sun,"
.
Sedangkan Naruto, dia sekarang berada di sebuah hutan entah dimana. Dia terus melesat dengan cepat sambil terus memeluk putranya dengan erat.
Perasaan Naruto sedang marah, sudah anaknya dijadikan bahan uji coba Rizevim yang dia benci, ditambah perlakuan istrinya tadi benar-benar membuat sangat marah.
Dia benar-benar mengutuk takdirnya sendiri, kenapa? Karena sudah 3 kalinya dia berumah tangga dan pada akhirnya hancur berantakkan, memikirkan itu semua membuat hatinya teriris, sangat sakit.
Tapi sesaat kemudian dia tersadar, bukan saatnya untuk memikirkan rasa sakitnya karena yang perlu dia pikirkan sekarang adalah ke mana dia harus pergi? Mencari perlindungan setidaknya untuk anaknya yang berada di pelukannya, itu sudah cukup, tanpa tau bahwa hutan berkabut adalah tempat yang aman, dia tak ke pikiran sampai ke situ karena perasaan marah dan panik sedang menyelimutinya sehingga melupakan sesuatu yang mungkin berguna untuknya.
"Cih,"
Naruto mendesis ketika merasakan sesuatu sedang mengejarnya, ternyata jauh di belakang Naruto banyak makhluk-makhluk aneh mengejarnya dan semakin lama semakin mendekat.
__ADS_1
*Tring!*
Dengan sigap Naruto menahan cakaran kaki dari makhluk aneh dengan tangan adalah sayap burung serta kaki burung dan kepalanya adalah kerbau.
Naruto terseret ke belakang, dan disaat dia menegakkan badannya, dia tersadar bahwa dirinya telah terkepung oleh banyak makhluk-makhluk aneh, sehingga membuat Naruto berasumsi bahwa itu adalah makhluk uji coba Rizevim.
"Cih! Dia benar-benar tak ingin aku lolos,"
Desis Naruto kepada seseorang ketika melihat sekelilingnya, tiba-tiba tubuh Naruto diselimuti Chakra orennya (Mode Chakra Kyuubi) yang sepertinya dia sudah menemukan rencana untuk menangani masalah yang menghadangnya.
Naruto memegang erat Katananya, dan kemudian.
*Sring!*
.
Singkat waktu, setelah melalui pertarungan panjang dengan para makhluk aneh di sekelingnya yang menghabiskan waktu 1 jam, kini tinggal tersisa 1 makhluk aneh yang dipenuhi dengan sisik ular di seluruh tubuhnya.
Aneh?
Makhluk-makhluk yang telah dilawan oleh Naruto tak memudar menjadi abu, tapi malah terlihat seperti mayat pada umumnya dengan darah yang mengiasi tubuh mereka semua.
Kini Naruto sedang mengangkat tangannya, di tangannya telah tercipta Rasenshuriken yang siap dilesatkan ke arah makhluk aneh yang sedang tersimpuh untuk mencoba berdiri.
*Shooot!*
*Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing!*
*Duaaaaaaaar!*
Ledakan yang cukup keras pun terdengar setelah Rasenshuriken yang Naruto lemparkan mengenai sasaran, kini di pandangan Naruto hanya terlihat asap tebal menutupi pandangannya.
Hingga tak berselang lama, asap tebal itu perlahan menghilang tertiup angin, dan akhirnya memperlihatkan cekungan yang cukup besar serta pohon-pohon yang luluh lantah di tempat makhluk aneh tadi yang terkena Rasenshuriken.
*Bruk!*
Naruto langsung ambruk berlutut, dia memeluk putranya sangat erat sembari mengelus rambut putranya.
"Tenang saja, sekarang kau aman Nak, Tou-san akan selalu melindungimu,"
Ucap Naruto sembari memberikan sebuah perlindungan tiada batas untuk Menma, dan berharap bahwa semuanya akan berakhir sekarang.
Tapi semenit kemudian Naruto merasakan kehadiran seseorang di sekitarnya, dia langsung memungut Katananya yang tergeletak di sampingnya, lalu berdiri dan menatap tajam sambil mengacungkan Katananya kepada sosok pria dewasa berambut kuning tak jauh dari hadapannya.
.
.
"JANGAN MENDEKAT! Apa kau pasukan Rizevim? Kalau iya, matilah!"
.
.
__ADS_1
T.B.C