STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 87


__ADS_3

.


#Kamar Menma


.


CKLEK!


.


Pintu kamar Menma kembali terbuka. Kini menampakkan sosok Katerea yang memasuki kamar Menma lagi dengan segelas susu hangat di tangannya.


Dan dirinya langsung melangkah ke tempat ranjang Menma yang sekarang Menma sedang menyenderkan punggungnya di tembok yang menyatu dengan ranjang tempat tidurnya.


"Ini Nak, pelan-pelan minumnya," kata Katerea sambil menyerahkan segelas susu hangat kepada Menma dan langsung di terima oleh Menma kemudian diminumnya.


"Aah," suara Menma setelah meminum susu hangatnya


dan Katerea hanya tersenyum saja melihatnya yang sekarang sedang duduk di pinggiran ranjang Menma tepatnya di samping Menma.


"Oh ya Kaa-san. Tou-san ada di mana?" tanya Menma sambil menggenggam gelas minumannya di pangkuannya.


"Tou-sanmu lagi tidur di ruang keluarga, sepertinya Tou-sanmu sangat mengantuk sekali karena tidurnya sangat nyenyak," balas Katerea memberitau tapi anehnya Menma malah menaikkan sebelah alisnya tanda heran saja.


"Tidak biasanya Tou-san tidur sampai kesiangan, biasanya bangun tidurnya lebih pagi sendiri di antara yang lainya," heran Menma saat mendengar tidur ayahnya tak seperti biasanya.


"Ahh, mungkin karena tadi malam hehe," kata Katerea dan membuat Menma menaikkan sebelah alisnya lebih tinggi lagi tanda tak mengerti.


"Wah, aku sudah kelewatan banyak kejadian. Memangnya tadi malam ada apa Kaa-san?" tanya Menma yang penasaran.


.


.


#Flashback On


.


#Ruang Keluarga


.


"AYAH PULANG!"


.


CKLEK! CKLEK! CKLEK! CKLEK! CKLEK! CKLEK!


DUK! DUK! DUK! DUK! DUK! DUK! DUK!


.

__ADS_1


"KENAPA RUMAHKU RAMAI SEKALI!"


"BISA KAU JELASKAN SIAPA YANG KAU BAWA? NA-RU-TO-KUN!"


.


GLEK!


.


" HIIIIIIIIIIIIIII! SEREEEEEEEEEEEM!"


.


Kejut semua orang di ruangan tersebut. Khususnya Naruto yang terkejut ketika melihat penghuni rumahnya ada sosok Hancock dan Kuroka.


sedangkan wanita dewasa yang ada di ruangan tersebut terkejut karena sosok Asuna dan Liya di belakang Naruto.


Sontak para wanita dewasa langsung menatap tajam Naruto dengan aura horor menyelimuti tubuhnya sehingga membuat Naruto merinding ngeri melihatnya.


.


"Na-nanti bisa aku jelaskan, tolong jangan menatapku seperti itu," kikuk Naruto dengan tatapan mata para wanita dewasa di hadapannya sedangkan Asuna dan Liya yang berada di belakang Naruto hanya bingung entah mau berbicara apa,


pokoknya serba bingung yang mereka berdua rasakan dalam situasi seperti ini.


"Jelaskan semuanya Naru-kun," kali ini Yasaka yang bersuara membuat Naruto mengangguk mengerti.


Sekarang hanya para orang dewasa yang ada di ruangan itu.


karena anak-anak Naruto yang tadi terbangun sudah di suruh untuk kembali ke kamar mereka masing-masing, serta Liya yang sudah disuruh untuk tidur dengan Naruko. Karena Naruko juga anak-anak Naruto yang tadi terbangun.


Dapat dilihat kini Naruto duduk bersebelahan dengan Asuna yang duduk sambil menunduk.


Sedangkan di hadapannya terdapat Yasaka yang duduknya paling tengah, Serafall dan Grayfia berada di sebelah kiri dan kanan Yasaka, kemudian Katerea dan Freya duduk di sebelah Serafall dan Grayfia, serta Hancock dan Kalawarner duduk di sebelah Katerea dan Freya.


Mereka semua sedang menatap 2 orang di hadapannya seperti sedang menginterogasi sipir tahanan yang penuh akan intimidasi.


"Jadi, bisa kau mulai menjelaskannya, Naru-kun?" tanya Yasaka sambil menatap Naruto.


"Hai hai, akan aku jelaskan oke," balas Naruto kemudian menarik nafas dalam-dalam dan dikeluarkan secara perlahan,


lalu Naruto menggerakkan bibirnya dan mulai bersuara untuk bercerita.


.


#Skip Time


.


"Jadi, dengan kata lain. Wanita ini juga melakukan hal yang sama terhadapmu seperti Freya dan Hancock lakukan?" tanya Yasaka sambil menunjuk Asuna yang sedang menunduk di samping Naruto setelah 1 jam diberi penjelasan oleh Naruto.

__ADS_1


"Tunggu dulu! Hancock-san, kau juga?" tanya Naruto kepada Hancock karena terkejut setelah mendengar nama Hancock disebutkan oleh Yasaka.


Dan Hancock hanya mengangguk malu-malu sebagai jawabannya.


Seketika Naruto langsung memegang kepalanya seperti orang frustasi entah karena apa, yang pasti di pikiran Naruto penuh pemikiran yang membuat Naruto pusing tingkat dewa.


"Sial! Berapa banyak wanita yang telah melakukan itu kepadaku!" frustasi Naruto sangat pusing memikirkan hal-hal yang membuatnya terus terkejut.


"Tenanglah Naru-kun, semua wanita melakukan itu karena keinginan mereka sendiri, itu tandanya kita semua sangat mencintaimu," kata Yasaka mencoba menenangkan rasa stres pada Naruto,


tapi malah langsung di tatap tajam oleh Naruto sehingga membuat Yasaka terdiam.


"Bukan masalah kalian mencintaiku semua yang aku permasalahkan. Tapi yang aku pikirkan adalah hasilnya, Yasaka!" ucap Naruto sedikit membentak.


"Yang kupermasalahkan itu kenapa tak memberitauku lebih awal, kalian seolah-olah menganggapku pria brengsek yang tak bisa bertanggung jawab, apa kalian berpikiran seperti itu ha! Kau juga Asuna, apa kau berpikiran seperti itu!" bentak Naruto kepada semua wanita yang ada di ruangan tersebut.


Dan seketika semua wanita di ruangan tersebut menunduk tak bisa menjawab apa-apa, bahkan tak tanggung-tanggug Asuna yang berada di samping Naruto juga kena bentakannya sehingga membuatnya menunduk tak tau harus menjawab apa.


Tiba-tiba Naruto membungkukkan badannya tapi masih duduk sambil memegang kepalanya sehingga wajahnya tak terlihat oleh siapa pun karena tertutup oleh rambutnya.


"Setidaknya biarkan aku tau perkembangan anakku dari kecil. Aku takut, sungguh aku sangat takut apabila di benci oleh anakku yang tak mendapatkan kasih sayangku."


" Aku tidak peduli jika suatu saat kalian membenciku, asalkan aku jangan di benci oleh anakku sendiri. Ini sangat sulit kubayangkan apabila terjadi," gumaman Naruto penuh dengan nada ketakutan di setiap ucapannya dengan posisi yang masih menunduk.


.


SREK!


.


GREEEP!


.


Tiba-tiba Yasaka beranjak dari duduknya langsung berpindah ke samping Naruto dan merangkul Naruto dengan membenamkan kepala Naruto di belahan dadanya sebagai sandaran kepala Naruto seolah-olah memberikan perlindungan agar rasa takutnya Naruto bisa menghilang.


"Kami semua tidak berpikiran seperti itu, Naru-kun. justru kami sangat bahagia memiliki seorang suami yang hebat sepertimu yang tak punya lelah memberikan kasih sayang kepada anak-anak kami," kata Yasaka mengelus rambut Naruto dengan lembut.


Sedangkan Naruto yang diperlakukan seperti itu hanya diam saja tak ada niatan untuk bersuara lagi.


Lain halnya dengan para wanita di ruangan tersebut yang melihat perlakuan Yasaka terhadap Naruto, mereka semua menatap iri atas apa yang sedang dilakukan oleh Yasaka saat ini.


.


" Istri sah memang berkuasa! Njiiiir!"


.


.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2