STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 89


__ADS_3

.


#TAKAMAGAHARA


.


Jauh di atas langit jepang yang tak dapat di jangkau oleh manusia terdapat sebuah Kayangan tempat bagi para Dewa-Dewi Shinto penguasa daratan Jepang.


Di situ terdapat banyak sekali Kuil-Kuil tradisional khas Jepang dan ada beberapa Kuil yang berukuran besar dan lebar yang kemungkinan adalah Kuil tempat para Dewa-Dewi utama Shinto.


Dapat dilihat disalah satu Kuil besar yang dulu ditempati oleh Izanagi, kini telah beralih menjadi milik seorang Dewi yang masih terlihat muda dan cantik serta rambut hitam panjangnya menambah pesona keanggunannya yaitu Izanami yang sedang bersenandung di dalam kamarnya yang ada dalam Kuil sambil memilih-milih sebuah baju santai di atas tempat tidurnya dengan kondisi tubuhnya terlilit oleh sebuah handuk putih menutupi bagian dada sampai paha bagian atas.


Setelah mendapatkan baju yang menurutnya cocok, tiba-tiba Izanami melepaskan handuknya sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya putih mulusnya terlihat jelas saat ini.


Kemudian Izanami mulai memakai pakaiannya dari CD warna hitam duluan yang dikenakan lalu dilanjut BH warna hitam kemudian baru memakai rok hitam panjang dan kemudian baju kaos hitam lengan panjang.


Dan kini penampilan Izanami sudah terlihat seperti wanita muda pada umumnya yang dapat membuat laki-laki mana pun terpesona saat melihatnya. (Izanami : Noragami fisik mulusnya).


"Mungkin sudah cukup. Penampilan ini bisa membaur dengan para manusia nantinya," gumam Izanami sambil melihat dirinya di depan sebuah cermin besar di dalam kamarnya.


Kemudian Izanami melangkah keluar dari dalam kamarnya melangkah melewati berbagai Karidor-karidor dalam Kuil menuju pintu keluar kuil.


" Kuharap dia memuji penampilanku ini, hihi,"


Senyum manis yang terlihat jelas di wajah Izanami sambil membayangkan sosok pria pujaannya selama ini.


"Bibi mau ke mana?"


Tiba-tiba suara perempuan saat Izanami baru keluar dari Kuil menghentikan langkahnya. Dengan wajah yang sudah berubah menjadi tampang bosan,


Izanami kemudian menoleh ke sumber suara yang ternyata adalah Bishamon dengan sebuah map coklat berada digenggaman tangannya. (Bishamon : noragami).


"Tidak bisakah untuk jangan menambah pekerjaanku, aku tinggal disini hanya sementara asal kau tau," Kata Izanami sambil menghela nafas.


"Jangan gitu lah Bi, kau telah menggantikan posisi sang Father maka kau harus memenuhi kewajibanmu walaupun hanya sementara," balas Bishamon tenang.


"Cih! Kalau bukan karena paksaan dua Dewi bau kencur, mana mungkin aku mau di sini," desis Izanami tapi masih terdengar di telinga Bishamon sehingga membuat Bishamon tersenyum kikuk atas hinaan Izanami kepada Dewi yang ada di Takamagahara.


"Sini mapnya, palingan sama saja isinya dengan dokumen yang lainnya yang selalu membahas kekuasaan Shinto yang dipinjam pihak lain," kata Izanami sambil meminta map yang berada digenggaman Bishamon.


Dan seketika Bishamon langsung menyerahkan map tersebut.


"Ini Bi, aku langsung pamit," kata Bishamon menyerahkan mapnya dan langsung diterima oleh Izanami.


Lalu Bishamon melangkah pergi entah ke mana tujuannya yang penting menjauh dari Izanami.


"Sudah kuduga, pasti membahas wilayah kekuasaan Shinto yang dipinjam pihak lain," gumam Izanami sambil membaca bosan isi mapnya.


Hingga seketika Izanami tiba-tiba melebarkan mata menatap dengan teliti tulisan di dalam map karena menangkap sebuah tulisan yang sangat menarik menurutnya.


"Kyoto kah, bukankah itu wilayah Yokai yang dipimpin oleh istrinya," gumam Izanami tiba-tiba tersenyum menyerigai.


"Hehe, akan kumanfaatkan ini sebaik mungkin," serigai Izanami tambah terlihat jelas, tiba-tiba saja mapnya melayang dan terbang ke dalam Kuil karena sihir pengendali milik Izanami.


Setelah merasa map yang terbang sudah masuk ke dalam Kuil,


tiba-tiba Izanami tersenyum manis sambil melangkah meninggalkan Kuil tersebut.


.


"Penjual ramen tampan, aku datang hihihi,"

__ADS_1


.


Batin Izanami sangat senang hingga langkahnya sampai di gerbang wilayah Takamagahara dan seketika menghilang menggunakan sihir teleportnya dan muncul di kota Kuoh di sudut kota tertentu yang sepi akan adanya orang-orang berlalu-lalang.


.


.


#Skip Sisi lain Takamagahara


.


Di Kuil yang berbeda dan masih di wilayah Takamagahara dan Kuilnya hampir sebesar yang tadi di singgahi oleh Izanami.


Di dalam Kuil tersebut, atau lebih tepatnya di ruang tengah Kuil terdapat 2 Dewi berbeda warna rambut yaitu rambut hitam milik Amaterasu dan rambut putih milik Tsukoyomi. Mereka kini sedang duduk santai menikmati teh hangat sebagai teman paginya.


"Onee-sama, bosan. Kita pergi ke daratan manusia yuk," ajak Tsukoyomi yang dari tadi memutar-mutar jarinya di atas permukaan gelas berisi teh.


"Tujuannya mau ke mana?" tanya Amaterasu yang bingung saat ini.


"Bagaimana kalau kita ke rumahnya, siapa tau kita bisa lebih dekat lagi mengenalnya," balas Tsukoyomi memberi usulan.


"Ah, kau benar Tsu-chan. Kenapa aku sampai lupa ya," kata Amaterasu semangat.


"Itu karena Onee-sama selalu berdebat dengan nenek lampir, jadi lupa tujuan pendekatan kita padanya," balas Tsukoyomi memberi tau.


"Kau benar, kalau bukan gara-gara diriku yang belum mampu menanggung tugas berat milik Otou-sama, mana aku mau memaksa nenek lampir untuk menggantikan tugas Otou-sama sementara waktu," kata Amaterasu penuh rasa benci di setiap kalimat yang diucapkannya.


Dan Tsukoyomi hanya mengangguk mengiyakan.


"Jadi bagaimana? Mau ke sana sekarang?" tanya Tsukoyomi.


"Ini masih terlalu pagi, mungkin nanti siang atau sore saja kita kesananya," balas Amaterasu memberi saran.


Dan selanjutnya di ruangan itu terjadi keheningan sesaat dan di akhiri dengan beranjaknya mereka berdua untuk keluar Kuil entah ke mana tujuannya tapi yang pasti masih di wilayah Takamagahara.


.


.


#SKIP DI RUMAH NARUTO


.


# 10:13


.


Emmmmmmmmhhh!


.


Mata Naruto mulai terbuka tanda akan dirinya terbangun dari tidurnya.


Dengan sedikit menggeliat, dia terbangun dari tidurnya dan langsung duduk di sofa yang nyatanya dirinya memang tidur di sofa.


"Jam berapa ya?"


gumam Naruto setelah bangun sambil melirik jam dinding yang menempel di tembok ruangan tersebut.


Dan Naruto langsung menghela nafas setelah melihat jam yang menunjukkan pukul 10:15 tepat.

__ADS_1


"Ke mana mereka semua? Sepi amat ini rumah,"


Gumam Naruto ketika melihat sekeliling ruangan yang ternyata tak ada seorang pun. Bahkan suaranya pun tak terdengar di telinga Naruto.


.


SREK!


.


Tiba-tiba Naruto beranjak dari duduknya dan melangkah menuju kamar yang tadi malam ditiduri oleh Yasaka dan Asuna dengan selimut yang menyelimutinya tadi di genggaman tangannya.


Hingga tak berselang lama Naruto masuk ke dalam kamar dan melipat selimutnya langsung di taruh di atas tempat tidurnya.


Dan kemudian Naruto melangkah menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut.


"Kamu sudah bangun, Naru-kun?"


Tiba-tiba setelah Naruto memasuki kamar mandi terdengar suara yang sangat di kenalinya. Sontak Naruto langsung menoleh ke sumber suara dan langsung menghela nafas.


Dapat dilihat di mata Naruto lihat sekarang ini. Di kamar mandi tersebut terdapat Yasaka sedang duduk menyabuni tubuhnya yang tak tertutup oleh apa pun, hanya busa sabun yang menutupi sebagian tubuh mulusnya.


"Hmm," hanya deheman Naruto sebagai jawaban karena Naruto sedang melepaskan semua pakaiannya dan langsung berdiri di bawah Shower.


Seketika Naruto langsung menyalakan Shower dan air pun jatuh menyiram tubuh Naruto.


Cukup lama air menyirami tubuh Naruto sehingga tubuhnya benar-benar basah. Lalu Naruto mematikan Showernya dan mengambil sabun di hadapannya.


Tapi tindakan Naruto di dahului oleh Yasaka yang telah mengambil sabunnya.


"Biar aku yang menggosok punggungmu," ucap Yasaka di samping Naruto menawarkan diri.


"Jangan minta yang aneh-aneh hari ini, aku pusing dan sangat lelah hari ini," kata Naruto tanpa menoleh.


"Um, aku akan menahannya untuk hari ini," balas Yasaka dan di jawab anggukan pelan oleh Naruto.


Kemudian Yasaka berdiri di belakang Naruto dan secara lembut menggosok punggung Naruto dengan sabun di genggamannya.


Hingga selang beberapa menit kemudian acara Yasaka menggosok punggung Naruto telah dilakukan dan sudah banyak busa menempel di tubuh Naruto dan seketika itu pula Naruto menyalakan Showernya sehingga air jatuh mengguyur Naruto serta Yasaka juga ikut terguyur.


Dan kini tubuh mereka benar-benar tak tertutupi apa pun karena busa yang menempel pada tubuh mereka menghilang terbawa oleh air, jadi tubuh mulus Yasaka serta tubuh atletis Naruto sekarang terlihat jelas.


Lama Naruto menyalakan Showernya, hingga merasa busa yang menempel pada tubuhnya benar-benar hilang,


Naruto langsung mematikan showernya kemudian melangkah ke bak air untuk berendam diikuti Yasaka yang juga ikut berendam di samping Naruto.


"Naru-kun, menurutmu dadaku tambah besar atau tidak?" tiba-tiba Yasaka bertanya sambil menggoyang-goyangkan dadanya yang di perlihatkan kepada Naruto.


"Jangan tanya aku. Aku tidak pandai dalam hal mengukur seperti itu," balas Naruto biasa saja.


"Yah, kukira kamu tau Naru," desah Yasaka sedikit kecewa atas jawaban dari Naruto. Dan Naruto hanya diam saja tak ada niatan untuk membalas ucapan Yasaka.


"Oh ya Naru-kun, minggu depan menginap di Kyoto ya?" sambung Yasaka membuat Naruto menoleh ke arahnya.


"Untuk apa?" tanya Naruto yang penasaran.


"Ada suatu hal penting yang ingin aku tunjukkan padamu," balas Yasaka memberitau membuat Naruto mengangguk mengerti.


"Hai hai, akan kuusahakan minggu depan," balas Naruto tenang.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2