
Saat ini Naruto sedang berjalan dikaridor sekolahan menuju kelas 12b untuk melihat kegiatan anak perempuannya di kelas.
Bayak pasang mata dari ibu-ibu wali murid yang memandangnya tanpa berkedip, seolah-olah ada artis papan atas yang melintas.
Tidak lupa juga sapaan Naruto dengan senyum khasnya kepada wali murid yang menghadiri kunjungan tersebut.
sehingga membuat ibu-ibu merona hebat terutama ibu-ibu single perent yang langsung mimisan setelah melihat senyuman Naruto.
"Permisi, apakah ini kelas 12b?" tanya Naruto di bibir pintu kelas membuat semua pasang mata siswi dan wali murid tertuju padanya, tak terkecuali guru wanita yang sedang mengajar di kelas tersebut.
KYAAA ADA BOYBAND...
KYAAA ADA PANGERANKU...
KYAAA KETAMPANANYA MELEBIHI KIBA-KUN...
Teriakan-teriakan liar dari para siswi membuat Naruto dan wali murid lainya terutama laki laki sweatdrop.
Sedangkan Naruko dan Vivi sudah menundukkan kepalanya karena malu tapi dalam hatinya senang dengan kehadiran Naruto yang tidak terkesan bapak-bapak melainkan seperti artis muda yang sedang naik daun.
"Ano pemuda-san, apakah anda ingin mengunjungi adikmu?" tanya sang guru wanita dengan sedikit rona merah di pipinya.
"Maaf sensei, aku tidak mengunjungi adikku melainkan anakku yang ada di kelas ini," balas Naruto membuat semua orang di situ terkejut.
"NARUKO-CHAN!, VIVI-CHAN!"
Teriak Naruto semangat memanggil Naruko dan Vivi sambil membawa kamera untuk merekam.
Dan kini semua pasang mata siswi dan guru wanita mengarah ke Naruko dan Vivi seolah-olah meminta penjelasan.
"Ayo Naruko! Vivi! Jangan pedulikan Tou-san disini, kamu fokus dengan kegiatan kamu saja hehe," kata Naruto sambil merekam Naruko dan Vivi dari dekat.
Sontak membuat wajah Naruko dan Vivi merah padam karena malu dengan semua mata yang tertuju padanya.
"KYAAA TOU-SAN JANGAN DIREKAM! ITU MEMALUKAN!"
Teriak Naruko sambil menutupi lensa kamera dengan telapak tangannya sedangkan Vivi sudah menutup wajahnya dengan bukunya agar tidak terlihat wajah malunya.
Dan kini di kelas 12b kegiatannya berhenti karena terlalu asyik menyaksikan tingkah kocak Naruto kepada anaknya,
bahkan semua pasang mata yang menyaksikan ikut tersenyum seolah-olah ikut bahagia melihat tingkah mereka.
" Kapan ya aku memiliki pendamping hidup sepertinya ya?"
Batin semua perempuan yang ada di ruangan tersebut sambil memperhatikan wajah Naruto yang tersenyum bahagia.
#Skip Time
Setelah selesai merekam kegiatan Naruko dan Vivi, kini Naruto sedang berjalan di karidor yang rencananya dia akan ke kelas 11b kelasnya Minato.
Tak jauh dari langkah Naruto dia melihat seseorang yang ia kenal sedang berbicara dengan pria berambut merah yang memunggungi Naruto.
"Ryu-san, kau menghadiri acara ini juga?" sapa Naruto setelah dekat dengan Ryu yang berada di depan orang yang memunggungi Naruto.
"Ah Naruto-san," balas Ryu membuat pria berambut merah tersebut menoleh ke belakang dan langsung terkejut setelah tau siapa yang dia lihat.
"Orang ini yang saya ceritakan barusan Gremory-san," sambung Ryu kepada Zeoticus, sedangkan Zeoticus masih terdiam karena terkejut.
"Memang menceritakan apa Ryu-san? Pasti kejelekan-kejelekan saya ya?" tanya Naruto menebak setelah sudah di samping Zeoticus.
"Tidak kok Naruto-san, aku menceritakan kehebatanmu dalam mengurus anak tanpa bantuan seorang istri," jawab Ryu menyangkal tebakan Naruto.
"Ah kau berlebihan Ryu-san," kata Naruto sedikit gugup atas pujian Ryu.
"Tidak Naruto-san, itu memang keyataan. Aku saja salut denganmu," kata Ryu meyakinkan sedangkan Zeoticus masih terdiam, dia gugup untuk berbicara dengan Naruto.
"Gimana sih caranya merawat anak anakmu tampa bantuan seorang istri? kau bisa jadi contoh bagi kami para pria Naruto-san" sambung Ryu bertanya karena ingin mengetahui tips Naruto merawat anak anaknya.
"Huh, anak itu adalah harta berhargaku Ryu-san, walaupun memiliki jabatan dengan gelar tertinggi atau dengan harta segunungpun takkan bisa mengantikan posisi anak bagiku," jawab santai Naruto membuat Ryu kagum dengan kata katanya.
__ADS_1
Sedangkan Zeoticus merasa kata-kata Naruto itu menyindir seseorang walaupun bukan untuknya tapi Zeoticus merasakannya.
"Walaupun anakku dari dulu tidak pernah mendapatkan perhatian dari seorang ibu, aku akan memberikan semua kasih sayangku ke anakku untuk menggantikan kasih sayang seorang ibu untuk mereka. "
" Bagiku melihat anak-anakku tumbuh dewasa aku sudah senang, apalagi saat mereka tersenyum dan tertawa bahagia, aku sudah sangat bahagia melihatnya," sambung Naruto membuat Ryu terharu dengan kata-kata bijak Naruto walaupun cara mengucapkannya terlalu santai.
Tepat apa yang dipikirkan Zeoticus, kata-kata Naruto memang untuk seseorang yang mendapat gelar tertinggi di dunia bawah. bahkan dia tau siapa yang sindir oleh Naruto.
"Ah sepertinya aku berbicara terlalu banyak ya?" kata Naruto sambil tersenyum kikuk saat melihat Ryu menangis lebay saat ini.
"Hu hu hu Naruto-san, kata-katamu sungguh membuatku terharu. Kau telah menyadarkan hati terdalamku bagaimana pentingnya seorang anak bagi orang tua," kata Ryu dengan tangis lebaynya membuat Naruto sweatdrop dengan kelakuan Ryu yang terlalu mendalami.
"Mungkin sudah dulu ngobrolnya, aku mau melihat kegiatan anakku sebelum istirahat," kata Naruto tiba-tiba setelah sembuh dari sweatdropnya.
"kita bisa bersama-sama ke kelasnya Naruto-san," balas Ryu.
"Boleh, anakmu juga sekelas dengan anakku," kata Naruto mengangguk.
"Apa tidak apa apa Gremory-san kami tinggal?" tanya Ryu kepada Zeoticus yang dari tadi terdiam.
"Tidak apa-apa Hyoudou-san, aku juga akan ke kekas anakku," balas Zeoticus lalu Naruto dan Ryu meninggalkan Zeoticus sendirian untuk pergi ke kelas 11b.
" Mereka harus tau ini," Batin Zeoticus lalu melangkah pergi ke kelas 12a.
#skip (kelas Minato sama saja hebohnya dengan kelas Naruko dan Vivi.
Bedanya dikelas Minato ada sumpah serapah dipara murid laki laki dan Minato memasang wajah biasa saja.)
#SKIP OLYMPIANS
Karena suatu alasan penting, kini kedai Hephaestus ditutup untuk sementara waktu karena Hephaestus beserta istri dan anaknya akan mengunjungi tempat kelahiranya.
Bukan berarti Hephaestus sangat rindu dengan Olympians, melainkan dia ingin memastikan iblis yang mengaku anaknya Naruto.
"Kau sudah siap sayang?" tanya Hephaestus kepada istrinya yang sedang mengendong Levi dan dibalas anggukan Reiya.
Dengan keyakinan dan mental yang sudah disiapkan dari kemarin, kini Hephaestus mulai membuat lingkaran Teleport menuju gerbang Olympians.
SRING!
Hephaestus beserta istri dan anaknya menghilang lalu muncul di depan gerbang Olympians membuat Prajurit yang menjaga gerbang diam mematung karena terkejut.
pasalnya orang yang muncul sangat dikenalinya di seluruh Olympians adalah Dewa yang cacat.
Tapi apa yang mereka lihat, Hephaestus berjalan normal menghampiri mereka para prajurit yang diam mematung.
"Cepat bukakan, Aku ada urusan di dalam," kata Hephaestus setelah dekat dengan para prajurit sehingga membuat prajurit tersebut tersadar dari terkejutnya.
"Maaf Lord Hephaestus, anda sudah tidak diperbolehkan masuk lagi ke wilayah Olympians karena anda sudah tidak dianggap Dewa lagi di sini," jawab salah satu prajurit yang menurut Hephaestus adalah ketua dari penjaga gerbang.
"Suruh ayahku datang kesini, aku ada urusan penting denganya," kata Hephaestus merasa percuma jika memaksa masuk karena Olympians dilarang untuknya.
"Baik! Tunggu sebentar," Jawab sang ketua prajurit menyuruh salah satu bawahanya untuk menyampaikan pesan kepada pemimpin utama yang sekarang sedang berkumpul dengan dewa dewi lainya di Aula utama.
SRING!
Tiba tiba lingkaran teleport muncul di ruangan utama tepatnya di dekat pintu masuk Aula mengeluarkan prajurit suruhan tadi langsung bersujud hormat.
"My lord, ada seseorang yang ingin menemui anda di gerbang," ucap sang prajurit dengan hormat.
"Siapa?" tanya Zeus membuat Dewa-Dewi di ruangan tersebut ingin mendengar jawaban dari prajurit tersebut.
"Lord Hephaestus bersama seorang wanita dan anak kecil, My lord," jawab sang prajurit membuat Dewa-Dewi di ruangan tersebut terkejut.
Bahkan Hera sangat terkejut tidak percaya bahwa anak yang selama ini dia rindukan datang ketempat kelahiranya.
Lain halnya dengan Ares dan Aphrodite, Ares sudah mengeratkan gigi-giginya sangat benci dengan Hephaestus,
Karena ulah teman Hephaestus 4 tahun yang lalu kini tangan kiri Ares terputus menjadi cacat permanen.
__ADS_1
Sedangkan Aphrodite menunduk entah apa yang dia rasakan.
"Bawa dia masuk cepat!" perintah Zeus sangat senang karena Hephaestus datang membawa cucunya.
"Baik My lord"
Lalu prajurit tersebut menghilang untuk menjemput Hephaestus digerbang.
"Ta-tadi aku tidak salah dengar kan Zeus? Prajurit tadi bilang Hephaestus anakku?" gagap Hera karena masih tidak percaya.
"Ya! Dan kau akan bertambah terkejut saat melihatnya," jawab Zeus membuat hera tambah gelagapan memikirkan apa yang harus diucapkan untuk Hephaestus karena dirinya takut jika Hephaestus membencinya.
SRING!
Tib- tiba lingkaran teleport muncul lagi di Aula dan menampakkan Hephaestus bersama istri dan anaknya yang masih digendongan Reiya serta prajurit yang menjemput tadi.
Lalu prajurit tersebut menghilang lagi setelah mendapat kode dari Zeus untuk meninggalkan Aula tersebut.
"Wah wah ramai sekali ya, kelihatannya sedang ada acara penting," kata Hephaestus setelah melihat sekeliling.
Sontak suara Hephaestus menyadarkan keterkejutan Dewa-Dewi kecuali Zeus yang tersenyum senang.
"MAU APA KAU KESINI CACAT!"
Teriak Ares sangat benci kepada Hephaestus yang memasang wajah biasa-biasa saja di hadapan para Dewa Dewi Olympians.
"Kau bilang sesuatu Ares?" balas Hephaestus pura-pura tidak dengar membuat Ares murka lalu menerjang Hephaestus yang santai-santai saja.
DUARRR!
Ledakan hasil terjangan Ares membuat seisi ruangan tertutupi oleh debu yang beterbangan.
Lalu Para Dewa-Dewi bersiaga apa bila terjadi hal buruk selanjutnya, sedangkan Zeus santai-santai saja di tempat duduknya.
dia percaya tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi.
"Sebenarnya aku ingin membunuhmu Ares, tapi aku akan dimarahi seseorang bila membunuhmu," kata Hephaestus dibalik tebalnya debu beterbangan dan lama-kelamaan debu menghilang memperlihatkan Hephaestus yang berdiri tegak di depan Ares yang tergeletak di lantai yang retak hasil benturan keras.
Terkejut. Ya, semua Dewa-Dewi terkejut kecuali Zeus.
pasalnya Ares yang gila bertarung dan selalu menang kini dikalahkan dengan sekali pukul oleh Hephaestus.
Itu berarti Hephaestus telah melampaui Dewa-Dewi di Olympians.
"Kau tidak membunuhnya kan Nak?" tanya Zeus tenang.
"Tenang saja, aku menggunakan 50 persen kekuatanku. Jadi dia masih hidup" jawab Hephaestus tenang juga.
" APA! Dia baru menggunakan 50 persen kekuatannya, bagaimana dengan 100 persennya!" batin para Dewa-Dewi yang terkejut.
Lalu Hephaestus dan istrinya yang menggendong anaknya melangkah menghampiri Zeus dan Hera yang memang duduknya bersebelahan.
"Lama tidak bertemu ibu," ucap Hephaestus membungkuk di hadapan Hera membuat Hera gemetar dan perlahan berdiri dari duduknya dan tanganya terangkat mengelus pipi Hephaestus dengan hati-hati.
"I-ini benar dirimu nak?" tanya Hera tidak percaya dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan dibalas anggukan pelan Hephaestus.
Lalu Hera memeluk Hephaestus sambil menangis.
"Kamu ke mana saja Nak? Ibu sangat merindukanmu," tangis Hera mempererat pelukannya seolah-olah tidak ingin Hephaestus telepas dari dirinya.
"I-ibu se-sesak, tolong lepaskan bu. Aku ada kejutan buat ibu," kata Hephaestus merasa pelukan ibunya sangat erat.
Hera yang mendengat ucapan Hephaestus langsung melepaskan pelukanya, dia merasa terlalu berlebihan saat memeluk Hephaestus.
"Kejutan apa nak?" tanya Hera setelah melepas pelukannya.
"Mungkin ayah sudah tau, tapi biarkan aku yang menyampaikannya," kata Hephaestus membuat Hera menoleh ke arah Zeus yang lagi tersenyum.
"Perkenalkan ini istriku bu dan ini anakku, cucu ibu,'' sambung Hephaestus langsung membuat Hera menoleh kearah Reiya tapi matanya tertuju pada anak yang digendong oleh Reiya.
__ADS_1
"I-ini cucuku," kata Hera gagap sambil menunjuk Levi di gendongan Reiya dan dijawab anggukan Hephaestus dan Reiya.
T.B.C