STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 162


__ADS_3

.


Sedangkan di sisi seberang danau, atau lebih tepatnya di hutan tak jauh dari pinggiran danau nampak sosok perempuan berambut putih perak dengan armor hitam melekat di kaki dan tangannya serta sepasang sayap mekanik berbertuk seperti turbin pesawat terpasang di atas kedua bahunya.


dan jangan lupa mata sebelah kirinya di tutupi sesuatu berwarna hitam yang nampak seperti penutup mata model bajak laut ala-ala Film.


Perempuan itu sedang membidik suatu sasaran, itu terbukti dengan adanya alat tembak laser cukup besar yang di arahkan ke seberang Danau.


"Bagaimana Laura, apakah target sudah terkunci,"


Dan perempuan yang di panggil Laura, lebih tepatnya Laura Bodewig tak sendirian. Melainkan ada rekannya di sampingnya.


Yaitu seorang remaja pria yang memiliki warna rambut hitam dengan kaki serta tangan yang di balut armor putih serta sepasang sayap mekanik berada di atas pundak armornya.


Remaja pria tersebut bertanya kepada Laura di sampingnya.


"Sedikit lagi Ichika," balas Laura yang sedang mengarahkan bidikan targetnya menyahuti remaja di sampingnya yang ternyata bernama Ichika, atau lebih tepatnya Ichika Orimura.


"Target terkunci," sambung Laura.


Ichika mengangguk lalu tangannya kananya terangkat dan menyentuh earphone headset di telinga kanannya.


"Target terkunci, siap menunggu peintah selanjutnya,"


[Laksanakan!]


"Baik."


Ichika langsung menoleh ke arah Laura setelah mendapat perintah suara dari earphone headset kecil di telinganya.


"Lakukan." Perintah Ichika kepada Laura.


Tiba-tiba ujung alat tembak Laura bercahaya seperti mengumpulkan sebuah energi yang akan di tembakkan ke target sasarannya.


.


SHOOOOOT!


.


Tembakan laser langsung di tembakan dengan sekala cukup besar menembak lurus ke arah targer sasarannya.


.


Deg!


.


Sedangkan Naruto di seberang danau tiba-tiba tersentak karena merasakan suatu energi yang mengarah ke arah wanita yanng tak jauh di hadapannya.


.


SRING!


.


BOOOOOMMM!


.


Ledakan lumayan besar pun terjadi tepat di tempat duduk oleh wanita di hadapan Naruto tadi, dan hasil tembakan laser tadi membakar sebagian pinggiran danau tempat sasaran tembakan laser tersebut.


"Untung masih sempat,"


Gunam Naruto yang berada di sisi lain yang tak jauh dari sumber ledakan, Dengan wanita serta anak kecil yang sama-sama memiliki rambut biru muda berada di gendongan tangannya masing-masing.


Entah kenapa wanita dewasa yang berada di gendongan Naruto tersentak langsung melebarkan mata setelah mendengar gumaman Naruto.


Dan seketika langsung mendongkrakkan kepala untuk melihat rupa pemilik suara.

__ADS_1


Dan wanita dewasa tersebut langsung terkejut.


"Na Naru-kun," kejut wanita tersebut.


Naruto menoleh dan menatap wanita itu.


"Terimakasih telah merawat anakku, Remia," ucap Naruto tersenyum.


Entah kenapa wanita yang bernama Remia matanya berkaca-kaca seperti akan menangis.


Grep!


Dan langsung merangkul Naruto sangat erat dengan perasaan penuh kerinduan dengan sosok yang di rangkulnya.


"Hiks, hiks, aku merindukanmu," isak Remia.


"Mama, sesak,"


Sontak Remia langsung melepaskan rangkulannya terhadap Naruto dan baru menyadari bahwa sosok anak kecil yang memiliki warna rambut yang sama sepertinya ikut terkena rangkulannya.


"Maaf sayang, Mama sedang senang," ucap Remia sambil mengusap air mata senang dan sudah turun dari gendongan Naruto.


Begitu juga anak kecil tersebut akhirnya bisa turun dari gendongan Naruto.


Naruto menoleh ke arah Remia.


"Bersembunyilah di tempat yang aman, aku akan membereskan masalah yang barusan terjadi," perintah Naruto.


"Ta-tapi—"


"Kita bisa saling menjelaskan setelah ini selesai." Potong Naruto sambil tersenyum dan Remia hanya mengangguk mengerti.


Lalu Naruto menoleh ke arah anak kecil di samping Remia, kemudian tangan kanannya terangakat dan mendarat di atas kepala anak kecil tersebut.


"Berlindunglah dengan Mamamu, ini tak akan lama," ucap lembut Naruto sambil mengelus sebentar rambut anak kecil tersebut.


Kemudia Naruto melangkah pergi meninggalkan Remia yang sedang tersenyum senang melihat Naruto dan anak kecil tersebut yang sedang menyentuh rambutnya bekas elusan Naruto.


Anak kecil tersebut membalas uluran tangan Remia. Lalu mereka berdua melangkah ke tempat yang menurut mereka aman.


"Orang itu siapa Ma?" tanya anak kecil tersebut di sela-sela langkahnya.


Remia menoleh ke arah anak kecil tersebut.


"Dia adalah ayahmu," balas Remia sambil terseyum.


"A-ayahku?" kejut anak kecil tersebut.


"Um," angguk Remia.


"Lebih baik kita sembunyi di tempat aman, nanti ayahmu akan datang menemui kita lagi kok," ucap Remia dan dijawab anggukan kepala anak kecil tersebut.


Dan mereka masih terus melangkah ke tempat yang menurut mereka aman untuk berlindung.


.


Sedangkan di seberang danau sang pelaku penembakan laser masih mengamati target sasaran untuk memastikan targetnya benar-benar sudah terkena sasaran atau tidak.


"LAURA, AWAS!"


Grep!


SHOOOT!


DUARRRRR!


Sebuah gelonggongan kayu dari pohon yang roboh tiba-tiba melesat ke arah Laura.


Tapi dengan sigap Ichika meraih Laura dan melesat menghindari lesatan gelonggongan kayu tersebut, alhasil gelonggongan kayu tersebut mengenai 2 pohon di belakang Laura tadi.

__ADS_1


Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing!


Tiba-tiba Ichika dan Laura langsung terbang karena merasakan sesuatu yang berbahaya mengarah kepada mereka.


Booooooommmm!


Dan benar, sesuatu yang berbahaya adalah senbuah RasenShuriken milik Naruto yang di arahkan ke tempat mereka.


Dan hasil dari tembakan jurus Naruto membuat Ichika dan Laura melebarkan mata terkejut.


"Apa-apaan serangan tadi?"


Kejut Ichika dan Laura saat tau hasil jurus milik Naruto terbilang serangan berbahaya karena dapat meratakan banyak pepohonan di pinggiran danau tersebut.


"Hey anak muda! Bisa kalian turun kesini agar aku bisa memberi pelajaran untuk kalian!"


Sontak Ichika dan Laura lansung menoleh ke tengah-tengah danau. Di situ terdapat Naruto yang berdiri tegak di atas permukaan air sambil menatap tajam Ichika dan Laura yang terbang tinggi di atasnya.


Tiba-tiba di depan Ichika muncul layar transparan dan sepertinya sedang mengecek sesuatu terhadap Naruto.


"Ini bohong kan? Dia manusia biasa tapi bisa melangkah di atas air?" bingung Ichika.


"Sihir. Apapun bisa terjadi dengan sihir," balas Laura berpendapat.


Layar di depan Ichika menghilang.


"Jadi begitu, berarti tak masalah bila dia menjadi target yang harus di musnahkan oleh Organisasi kita," ucap Ichika membuat Laura mengangguk mengiyakan.


"Biar aku yang melawan, kau bantu dari kejauhan," sambung Ichika tiba-tiba muncul pedang besar di tangan armornya.


"Siap!" balas singkat Laura lalu mundur menjauh.


Wush!


Tring!


Ichika langsung menerjang Naruto dengan pedang besarnya, tapi bisa di tahan dengan mudah oleh sebuah Kunai cabang 3 milik Naruto.


Bugh!


Ichika terpental beberapa meter setelah Naruto meninju baju armornya lumayan keras.


Krak!


Ichika langsung melebarkan mata terkejut saat melihat armor besi yang di tinju Naruto sedikit retak.


"Pukulan macam apa ini?" kejut Ichika.


"Keras juga tu armornya, 10 persen Chakra belum bisa menghancurkan armornya," batin Naruto.


Wush!


Shooot!


Naruto langsung melompat ke samping untuk menghindari tembakkan laser dari kejauhan oleh Laura.


Sring!


Naruto langsung melakukan gerakan mengayang untuk menghindari tebasan pedang Ichika yang secara horizontal yang di arahkan ke Naruto.


Wush!


Naruto langsung salto ke belakang setelah ayunan pedang Ichika melewati tubuhnya dan langsung menatap Ichika.


"Kuberi 1 kesempatan untukmu anak muda. Pergi dari sini dan pulanglah ke markasmu. Anggap saja ini tak pernah teejadi, dari pada di lanjutkan akan menyebabkan banyak kehancuran di sini," kata Naruto.


.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2