
.
#Mansion Phoenix
.
Kemunculan Naruto yang tak terduga pun membuat penjaga gerbang Mansion Phoenix terkejut bukan main.
Bahkan saking terkejutnya matanya sampai melotot seakan tak percaya apa yang dilihatnya.
"Na Naruto-sama," kejut penjaga tersebut.
"Hehe kau masih betah ya menjadi penjaga gerbang Mansion," cengengesan Naruto menyahuti keterkejutan penjaga gerbang. Dengan cepat sang penjaga langsung meluncur ke hadapan Naruto.
"Apa benar ini Naruto-sama?" ucap sang penjaga belum percaya dengan apa yang dilihatnya sambil terus memperhatikan sosok di depannya dengan teliti dengan jarak sedekat mungkin.
Ctak!
"Ini beneran aku bakaa!" jitakkan keras Naruto kepada penjaga tersebut sehingga sang penjaga merintih kesakitan sambil mengelus kepalanya yang benjol.
"Au au au sakit," rintih sang penjaga.
"Anda memang benar-benar Naruto-sama. Cuma Naruto-sama yang senang menjitakku," sambungnya mulai percaya bahwa sosok di hadapannya memang benar-benar Naruto.
Sedangkan Naruto hanya cengengesan menanggapi ucapan sang penjaga.
"Ruval ada?" tanya Naruto menghiraukan sang penjaga yang terus-terusan mengelus kepalanya yang benjol.
"Ada, Semuanya sedang berkumpul Naruto-sama. Silahkan langsung masuk saja," ucap sang penjaga mempersilahkan Naruto masuk dan dijawab senyuman dan anggukkan Naruto lalu melangkah masuk Mansion.
"Dari dulu Naruto-sama memang tak pernah berubah, bahkan sifat dan rupanya belum berubah sama sekali," gumam senang sang penjaga atas kehadiran Naruto setelah Naruto memasuki gerbang Mansion.
Lalu sang penjaga melanjutkan lagi tugasnya sebagai penjaga gerbang.
.
#Dengan Naruto
.
Ada yang aneh dengan semua maid dan pelayan Mansion Phoenix.
Mereka semua melebarkan mata terkejut saat melihat kehadiran Naruto di Mansion Phoenix seperti mendapatkan sebuah keajaiban yang hanya muncul 100 tahun sekali.
Dan Naruto memaklumi saja atas keterkejutan para maid dan pelayan Mansion. Dengan senyum hangat, Naruto menyapa para maid dan pelayan yang berpapasan dengan mereka semua.
Hingga langkah Naruto sampai pada ruangan utama Mansion pun pelayan yang berada di pintu ruangan utama terdiam terkejut saat melihat sosoknya sampai-sampai lupa untuk membukakan pintu untuk Naruto lewati.
Krieeeeeet!
Dan pada akhirnya Naruto sendiri yang membuka pintu tersebut dan semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut menoleh ke arah pintu dan langsung melebarkan mata terkejut, terutama Lord Phoenix, Lady Phoenix, Ruval, Riser serta istrinya Ruval.
Sedangkan Ravel serta Perege Riser hanya bingung dan bertanya-tanya siapa yang masuk ke ruangan tersebut.
Dan entah kenapa setelah beberapa menit Ravel langsung melebarkan mata terkejut yang sepertinya tau siapa sosok tersebut.
"Wow, inikah sambutan untukku? Ramai sekali," ucap Naruto tersenyum sambil melangkah pelan menuju tempat orang-orang yang berkumpul di ruangan tersebut.
.
SRING!
.
BUGH!
.
__ADS_1
"SIALAN RUVAL! INI SAKIT!"
.
Teriak Naruto yang terjungkal ke belakang setelah ditinju dengan cepat oleh Ruval di bagian perutnya dengan keras.
"Eh! Ternyata asli orangnya. Hehe kukira hantu gentayangan yang menyasar nongol disini." Dengan tampang tanpa dosa, Ruval malah cengengesan atas apa tindakkannya tadi.
.
CTAK!
.
"AKU BELUM MATI! KAMPRET!"
.
Dengan cepat pula Naruto menjitak kepala Ruval dengan keras sehingga kepala Ruval benjol dan berasap setelah dijitak.
Sontak Ruval langsung merintih kesakitan sambil terus mengelus kepalanya yang benjol tersebut.
Dan semua pasang mata yang tadinya terkejut malah sekarang jadi Sweatdrop masal saat melihat pertengkaran konyol di depan mata mereka.
"Huh!" Naruto menghela nafas lalu melangkah ke rombongan orang-orang disitu menghiraukan rintihan kesakitan Ruval dan Sweatdropan semua pasang mata.
"Lama tidak bertemu. Otou-san, Okaa-san," sapa Naruto sambil tersenyum hangat kepada Lord Phoenix dan Lady Phoenix setelah dekat dengan mereka semua.
.
SREK!
.
GREP!
.
Dan akhirnya tangis bahagia Lady Phoenix pun pecah karena saking senangnya atas kehadiran Naruto.
"Aku tidak kemana-mana kok, Okaa-san. Aku selalu di hati kalian semua," ucap Naruto tenang dengan senyum hangat terpancar di wajahnya sehingga membuat Lady Phoenix melepaskan pelukannya.
"Duduklah Nak, Okaa-san banyak pertanyaan untukmu," ucap lembut Lady Phoenix dan dijawab anggukkan Naruto lalu duduk di samping Lord Phoenix.
"17 tahun dan tak pernah berubah ya?" ucap Lord Phoenix setelah Naruto duduk di samping kirinya dan Lady Phoenix duduk di samping kanannya.
"Hehe, masih tetap tampan kan? Walau sudah punya anak banyak tapi masih tampan tingkat dewa ha ha," ucap Naruto sambil narsis penuh percaya diri.
"Huh, dan kepedeanmu juga masih tetap sama," kata Lord Phoenix menghela nafas.
"Ehem!" tiba-tiba Lady Phoenix berdehem membuat semuanya menoleh ke arahnya.
"Mungkin sebelum Okaa-san meminta banyak pertanyaan untukmu, Okaa-san akan memperkenalkan anggota keluarga baru di sini padamu Naru-kun," kata Lady Phoenix yang tadi sempat melihat kebingungan Naruto saat melihat banyaknya orang-orang di ruangan tersebut.
"Ah ya Okaa-san, aku lupa dari tadi ingin menanyakan itu," ucap Naruto sambil mengusap belakang kepalanya dengan cengengesan khasnya.
"Baiklah," singkat Lady Phoenix lalu memperkenalkan semua anggota keluarga yang asing bagi Naruto.
Dari istrinya Ruval yang bernama Saekvaira Agares serta adiknya Riser bernama Ravel. Bahkan tak luput juga anggota perege Riser yang berdiri di belakang Riser pun diperkenalkan kepada Naruto.
Sehingga membuat Naruto terus menganggukkan kepala tanda ia mengerti.
"Selamat ya Ruval atas pernikahanmu. Maaf aku tak sempat hadir dalam acara pernikahanmu itu," ucap Naruto setelah Lady Phoenix memperkenalkan semua anggota keluarga baru kepada Naruto.
"Tak masalah," singkat Ruval.
Lalu Naruto menoleh ke sebelah Lady Phoenix yang ternyata ada Ravel.
__ADS_1
"Padahal dulu terakhir kali aku disini adiknya Riser belum ada, tapi sekarang sudah besar. Berarti kepergianku cukup lama ya?" gumam Naruto.
"Banyak yang terjadi selama 17 tahun kepergianmu asal kau tau," timpal Ruval menambahkan.
"Mana aku tau. Jangan tanya aku lah," kata Naruto. Lalu matanya melirik ke arah Riser.
"Oh Riser, disalah-satu peregemu, yang mana kekasihmu?" sambungnya bertanya kepada Riser.
.
Bruuus!
.
"Tolong Nii-sama, kalau baru datang jangan langsung bertanya seperti itu. Aku belum memiliki kekasih," air yang baru masuk ke mulut Riser langsung disemburkan keluar karena saking kagetnya atas pertanyaan Naruto.
"Hooo, berarti kau kalah dengan Menma. Dia sudah memiliki kekasih lo," ucap Naruto sambil tersenyum mengejek kepada Riser.
Dan entah kenapa Riser langsung diam mematung setelah mendengar ucapan dari Naruto.
"A-apa? Dia sudah memiliki ke-kekasih," gagap Riser dan langsung mendapatkan anggukkan dari Naruto.
"Sial! Aku kalah lagi," dan entah kenapa Riser langsung menundukkan kepala dengan aura suram menyelimuti dirinya saat itu.
Dan perege Riser serta adiknya pun Sweatdrop atas apa yang terjadi dengan Riser karena baru pertama kali melihat Riser semurung itu.
"Oh ya, Okaa-san mau bertanya apa?" tanya Naruto menghiraukan tingkah aneh Riser saat ini.
"Begini, bisa kau jelaskan siapa semua wanita di rumahmu itu? Okaa-san akan lebih yakin jika langsung dijawab olehmu," ucap Lady Phoenix memberikan pertanyaannya membuat Naruto menghela nafas.
"Huh, ceritanya panjang. Begini," singkat Naruto mulai bercerita dari dirinya yang pergi dari Underword 17 tahun lalu hingga sampai sekarang diceritakan dengan detail kepada Lady Phoenix.
Dan entah kenapa Lady Phoenix mengangguk paham bila penjelasannya dari Naruto ketimbang 2 hari lalu penjelasan Serafall di rumah Naruto.
Hingga 30 menit pun berlalu dan Naruto sepertinya akan mengakhiri ceritanya.
"Jadi begitu Okaa-san, mereka semua adalah wanita yang pernah kutemui dalam petualanganku. Walaupun bukan keinginanku, tapi saat melihat mereka memiliki anak dariku, mau bagaimana lagi."
"Hmm aku mengerti. Dengan kata lain kau ingin bertanggung jawab karena tak tega melihat seorang wanita merawat anak sendirian tanpa bantuan seorang suami. Dan nyatanya mereka semua adalah anakmu, gitu?" ucap Lady Phoenix yang mengerti maksud cerita Naruto.
"Ya seperti itulah," angguk Naruto mengiyakan. Lalu Naruto menoleh ke arah Ruval.
"Ruval. Boleh aku pinjam Mansion pribadimu yang berada di ujung barat Underword." Sambungnya.
"Untuk apa?" tanya Ruval.
"Sona dan Rias serta peregenya memintaku untuk melatihnya. Dan hanya tempatmu itu yang paling cocok untuk berlatih," jelas Naruto memberitau.
"Silahkan saja. Yang penting kalau ada yang rusak dikit maka rambutmu akan kubakar habis," balas Ruval santai.
"Cih! Kalau bisa saja kau Ruval," ejek Naruto tapi di acuhkan oleh Ruval yang memalingkan wajah.
"Kau juga mau ikut berlatih Riser?" sambungnya bertanya kepada Riser.
"Tidak! Tidak! Tidak! Terima kasih atas tawarannya Nii-sama. Aku dan peregeku lagi tak ingin berlatih," balas cepat Riser yang sedikit gemetar karena tadi terlintas cara pengajaran Naruto dulu padanya dan mendapat cekikikan dari Lady Phoenix serta istrinya Ruval yang tau apa yang ditakuti oleh Riser.
Sedangkan Ravel dan perege Riser hanya memiringkan kepala tanda tak mengerti.
"Hehe kukira kau mau. Yasudahlah kalau tak mau. Aku juga tak memaksamu si," ucap Naruto setelah mendapat jawaban penolakan dari Riser.
Dan selanjutnya diganti dengan obrolan santai mereka yang pastinya sedikit canda tawa dari Naruto membuat semua yang ada di ruangan tersebut jadi terhibur.
Itu terbukti dengan Ravel dan Perege Riser yang berkali-kali cekikikan karena senang mendengar cerita dari Naruto.
Sedangkan Riser dari tadi dibuat kesal berkali-kali karena apa yang diceritakan adalah masa lalu Riser yang memalukan menurutnya.
.
__ADS_1
...
T.B.C