STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 84


__ADS_3

.


#KLUB PENELITIAN ILMU GAIB


.


KRIEEEEET!


.


Tiba-tiba pintu ruangan klub terbuka, menampakkan sosok Sona yang diikuti peregenya di belakangnya.


"Hmm, jadi kita mau membahas apa, Rias?" tanya Sona kepada Rias yang sedang duduk di sofa kebanggaannya serta Akeno, Kiba, Koneko dan Xenovia yang terlihat di dalam ruangan tersebut.


"Jangan buru-buru Sona, tunggulah yang lain datang," balas Rias tenang dan Sona hanya menghela nafas saja.


"Huh baiklah, lagian aku juga sedang menunggu Gray untuk datang ke sini," kata Sona langsung duduk di sofa yang sudah tersedia di dalam klub sedangkan peregenya tetap berdiri di belakang Sona.


"Silakan diminum, Kaicho," kata Akeno setelah keluar dari dapur langsung menaruh gelas berisi teh di meja tepat di hadapan Sona.


"Terima kasih," balas singkat Sona.


.


KRIEEEEET!


.


Pintu ruangan kembali terbuka dan membuat semua yang ada di ruangan tersebut menoleh ke arah pintu yang kini menampakkan sosok Gray dan Asia yang memasuki ruangan tersebut dengan langkah tenang.


.


"DASAR MESUM! JANGAN MENATAP ADIKKU SEPERTI ITU KAMPRET!"


"KAU SALAH PAHAM! MINATO SIALAN!"


.


Perdebatan Minato dan Issei yang tak jauh dari ruangan tersebut membuat Gray dan Asia menghela nafas bebarengan.


"Sepertinya kau membawa saudaramu ya Gray?" tanya Rias yang dari tadi terus mendengar perdebatan Minato dan Issei.


"Ya begitulah," balas Singkat Gray langsung mencari tempat duduk yang dekat dengan Sona.


Hingga tak berselang lama Minato dan Issei sampai di ruangan tersebut sedang saling tatap dan diikuti Kunou serta Kuroka di belakangnya.


Sontak Rias dan Sona melebarkan mata terkejut setelah melihat kehadira Kuroka saat ini.


dan yang paling terlihat jelas wajah terkejutnya adalah Koneko yang seakan-akan takut dengan sosok Kuroka saat ini.


"Lama tidak bertemu, Shirone, nyaa!" sapa Kuruko kepada Koneko dengan senyum manisnya.


"Mau apa kau kesini!," balas Kuroka sedikit mundur kebelakang.


"Aku ing-"


Uncapan Kuroka tak diteruskan karena Koneko tiba-tiba berlari keluar ruangan dengan cepat entah ke mana tujuannya sehingga membuat Kuroka menunduk sedih saat melihat adik tercintannya seperti itu.


"Huh, wanita memang sulit dimengerti," tiba-tiba Minato melangkah ke arah pintu ruangan.


"Kau mau kemana Minato?" tanya Gray bingung ketika melihat Minato akan ke luar ruangan.


"Kau tau Nii-san, gadis itu sangat pandai menyembunyikan perasaannya," balas Minato tanpa menoleh kebelakang dan ucapan Minato membuat seisi ruangan memiringkan kepalanya karena bingung dengan maksud perkataan Minato.


"Huh, gadis itu hanya perlu sedikit pemahaman saja, tenang saja. Aku akan bawa dia kembali kok," sambung Minato tanpa pikir panjang langsung melangkah santai ke luar ruangan untuk menyusul Koneko dan meninggalkan orang-orang yang semakin bingung di ruangan tersebut.


"Jadi, apa yang ingin kau katakan, Sona?," tanya Gray membuyarkan lamunan orang-orang yang berada di dalam ruangan yang sedang bingung tadi.


"Dan tolong, jangan menatap Kuroka seperti itu, Kuroka bukan lagi buronan Stray Devil," sambung Gray ketika melihat tatapan Rias dan Sona penuh selidik kepada Kuroka.


"Bagaimana bisa?" tanya Rias yang tak percaya.

__ADS_1


"Tanya saja sama Yasaka kaa-san, kalau tak percaya, Rias," balas Gray tenang dan entah kenapa membuat Rias menghela nafas.


(Kenapa Gray tau kalau Kuroka sudah di bersihkan namanya oleh Yasaka? Itu karena di perjalanan Kuroka menceritakan perihal dirinya, dari dulu yang pernah menjadi bidak iblis hingga sekarang kepada Gray dan Minato dengan detail sehingga Gray dan Minato tau inti permasalahannya yang dialami Kuroka saat ini.


Maklum anak-anak Naruto bisa cepat tanggap karena warisan sifat dari ibunya bukan sikap warisan dari ayahnya,)


.


" Terima kasih Gray-kun, terima kasih telah membelaku," batin Kuroka tersenyum senang di belakang Gray pas di samping Kunou.


.


"Nii-chan! Bisa Kunou minta tolong?" tiba-tiba Kunou langsung duduk di sebelah Gray tanpa permisi.


"Tolong apa Kunou-chan?" bingung Gray.


"Tolong singkirkan 2 cowok itu, tatapannya aneh," kata Kunou sambil menunjuk Issei dan Saji di pojok ruangan yang sedang menatap aneh Kunou dan Kuroka saat ini.


Sontak semua pasang mata di ruangan itu langsung menoleh ke arah Issei dan Saji yang sekarang sedang gelagapan karena menjadi bahan tatapan banyak orang.


"Ka-kami tidak melalukan apa-apa," kata Issei dan Saji bersamaan dengan keringat dingin mengalir di dahinya.


"Sudahlah Kunou-chan, mungkin mereka cuma kagum denganmu karena kau imut," kata Gray sambil mengelus rambut Kunou dan entah kenapa Kunou dengan cepat langsung tersenyum sangat senang.


"Iya dong! Kunou yang paling imut di antara anak-anak Tou-chan," kata Kunou percaya diri sambil memukul pelan dadanya bangga.


"Hai Hai, kunou-chan paling imut," balas Gray tersenyum membuat Kunou cengengesan karena senang dipuji.


"Bisa kumulai pembicaraannya?" tiba-tiba Sona bertanya setelah dari tadi ingin bersuara tapi di potong oleh Kunou dan di jawab anggukkan kepala oleh Gray.


"Bisa kuminta tolong padamu Gray?" sambung Sona bertanya.


"Apa?"


"Saat liburan besok, tolong bujuk ayahmu untuk datang ke Mansion Sitri ya?"


"La memangnya ada apa?"


"Okaa-sama dan Otou-sama menyuruhku, tadinya si mau menyuruh Onee-sama, tapi karena Onee-sama jarang pulang ya jadinya menyuruhku,"


"Tak masalah, yang penting kau beritau saja,"


Tiba-tiba acara mengobrol Sona dan Gray terhenti karena Akeno tiba-tiba menaruh gelas berisi minuman untuk Gray, Kunou dan Kuroka yang sebagai tamu di Klub saat ini.


Dan akhirnya Sona dan Gray saling menyenderkan bahunya di sofa tempat duduknya sambil menghela nafas.


"Lalu? Untuk acara liburan musim panasmu dan Peregemu apa, Rias?" tanya Sona kepada Rias setelah membenarkan kacamatanya yang sedikit melorot.


"Nanti akan kuberitau setelah Koneko kembali," balas Rias tenang.


"La kau dan Peregemu gimana?" sambung Rias bertanya.


"Yang jelas, saat liburan musim panas akan kumanfaatkan untuk berlatih bersama peregeku, yang pastinya aku akan meminta Naruto Onii-sama untuk melatihnya," balas Sona memberitau dan entah kenapa Rias langsung menatapnya.


"Jangan mendahului rencanaku Sona! aku juga ingin meminta Naruto Nii-sama untuk melatih peregeku," kata Rias sedikit terkejut.


"Maaf, aku tidak tau rencanamu," balas Sona tenang.


"Memangnya ada apa si? Sampai-sampai meminta Otou-sanku untuk melatih kalian?" tanya Gray yang bingung dengan perdebatan Sona dan Rias saat ini.


"Huh begini Gray, kau tau kan sebentar lagi acara rating game untuk para iblis muda," kata Rias memberitau membuat Gray mengangguk mengerti.


"Makanya, acara musim panas kami akan di manfaatkan untuk berlatih," sambungnya.


"Huh begini saja, bagaimana kalau kalian berlatih bersama? Bukannya lebih menyenangkan kalau berlatih bersama-sama," kata Gray memberi usulan membuat Rias dan Sona berpikir.


"Hmm, kau ada benarnya juga Gray. Bagaimana Rias?" balas Sona lalu bertanya kepada Rias.


"Kurasa itu ide bagus, bagaimana dengan kalian?" balas Rias lalu bertanya kepada para peregenya dan perege Sona, dan langsung mendapat anggukan persetujuan dari mereka.


"Oke! Jadi sudah di putuskan. Acara liburan musim panas kita digunakan untuk berlatih bersama!" sambung Rias memberikan keputusannya.

__ADS_1


"Ini kesempatan kita Issei?" bisik Saji pelan kepada Issei.


"Yap! Semangat pejuang Oppai," bisik Issei pelan juga.


"Hey! Kalian sedang berbisik apa ha! Dasar mesum!" bentak Tsubaki yang mendengar interaksi aneh Issei dan Saji.


Sontak semua pasang mata langsung tertuju pada Issei dan Saji dengan tatapan aneh dan pastinya Issei dan Saji langsung gelagapan karena ditatap seperti itu.


.


.


#SKIP TAMAN BELAKANG SEKOLAH


.


" Huh! Ketemu juga," batin Minato ketika melihat Koneko sedang duduk di kursi taman belakang sekolah sedang memeluk lututnya seperti sedang termenung.


Dengan langkah santai Minato menghampiri Koneko dari arah belakang sambil merogoh kantong celananya seperti mengambil sesuatu.


"Mau," dan ternyata apa yang di ambil dari kantong celananya Minato adalah sebungkus batangan coklat dan langsung diberikan kepada Koneko dari arah samping Koneko.


"Kau tau, semua orang melakukan tindakkannya pasti memiliki alasannya sendiri," kata Minato karena tak mendapatkan respon sedikit pun dari Koneko dan langsung duduk di sebelah Koneko.


"Jangan menghiburku. Sudah jelas Nee-san membunuh karena kekuatan Senjutsunya," respon datar Koneko tanpa menoleh ke arah Minato.


"Jadi, kau menghindar dari Nee-sanmu karena Senjutsu? Bukan karena yang lain?" tanya Minato menyimpulkan dan entah kenapa Koneko malah terdiam.


"I-itu—"


"Jangan bohongi perasanmu, kau tau? Senjutsu Yokai tak semengerikan Senjutsu milik Tou-sanku," potong cepat Minato dan akhirnya mendapat respon Koneko yang menoleh ke arahnya dengan tatapan bingung.


"Senjutsu Yokai jika tak bisa mengontrol maka akan menjadi gila, tapi beda dengan punya Tou-sanku. Senjutsu milik Tou-sanku jauh lebih mengerikan, apabila tak bisa mengontrol. Maka akan menjadi batu untuk selamanya," sambung Minato menjawab tatapan bingung Koneko.


"Tapi aku takut. Takut apabila tak bisa mengontrolnya," kata Koneko kembali menatap depan.


Tiba-tiba saja Minato beranjak dari duduknya dan berdiri di depan Koneko sambil mengeluarkan telingan dan ekor 9 rubahnya yang berwarna kuning kemerahan.


Sontak perubahan Minato membuat Koneko terkejut.


"Kau hanya perlu berlatih mengontrolnya, dan nantinya kau bisa seperti diriku yang bebas ke bentuk Yokai kapan pun sesuka hatiku," kata Minato sambil menunjukkan bentuk perubahanya.


"Su-sungguh, apakah aku bisa melakukan seperti itu?" tanya Koneko sedikit antusias.


"Ya!" jawab singkat Minato lalu menghilangkan telinga dan ekor rubahnya dan kembali ke penampilan seperti biasanya.


"Tanyakanlah semuanya pada Nee-sanmu tentang perasaan yang mengganjal di hatimu," sambung Minato dan dijawab dengan anggukan oleh Koneko.


.


SREK!


.


Tiba-tiba Koneko beranjak dari duduknya. seakan sudah tau, Minato dengan pelan melangkah menuju Klub lagi, tapi baru satu langkah Minato terhenti karena sebuah tarikan pelan di ujung bajunya dan pelakunya adalah Koneko.


Sontak Minato langsung menoleh ke belakang dan melihat Koneko yang saat ini sedang menyerahkan telapak tangannya seperti meminta sesuatu sambil memalingkan wajahnya ke arah samping serta seburat merah tipis di pipinya.


"Hai hai, Neko-chan bin jutek. Ini coklatnya sayang," dengan cepat Koneko langsung menyambar coklat yang ada di tangan Minato dan langsung menatap tajam Minato dengan wajah merahnya yang diperlihatkan.


.


"KITSUNE NO BAKA!"


.


Kesal Koneko karena di bilang jutek oleh Minato serta malu karena di panggil sayang oleh Minato dan seketika Koneko langsung memukul Minato tapi pukulannya tak mengenai sasaran karena sasaranya telah berlari ke arah gedung klub, dengan cepat pula Koneko langsung mengejar Minato dengan wajah merah kesal dan malunya yang terlihat jelas di wajahnya.


" Hehe, ternyata Koneko-chan punya sisi manisnya juga," batin Minato senang karena berhasil menjahili Koneko sambil terus berlari untuk menghindari kejaran Koneko yang tak jauh di belakangnya.


.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2