STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 168 Arc Crumbs Of Heart 6 : Ungkapan Mavis


__ADS_3

.


#Kedai Fary Tail (Roma, Italia)


.


#Skip 10 menit kemudian


.


Kriing!


.


Makarov hanya melirik sebentar untuk mengetahui siapa yang masuk ke dalam kedai. Dan langsung kembali dengan acaranya membaca sebuah kertas setelah tau siapa yang masuk.


Yaitu pria paruh baya berambut merah bernama Gildarts, dan bersama gadis remaja 17 tahunan berambut hitam panjang bernama Cana, anaknya Gildarts.


Tiba-tiba Cana dengan cepat menghampiri Makarov setelah melirik sebentar ke arah tempat Mavis dan Naruto yang sedang mengobrol.


"Master. Master. Siapa cowok keren yang sedang mengobrol dengan Mavis- sama" bisik Cana.


Gildarts menaikkan sebelah alisnya, ia mendengar bisikkannya Cana. Kemudian ia juga menoleh ke arah pojokkan karena penasaran atas apa yang dilihat oleh Cana tadi.


"Wow, Dunia akan Kiamat. Mavis mengobrol dengan seorang pria," ucap Gildarts, lalu menoleh ke arah Makarov.


"Aku tak salah lihat kan Master?"


"Huh," Makarov menghela nafas, lalu menaruh kertas yang ia baca di atas meja.


"Jangan terkejut, pria itu satu-satunya orang yang tau segalanya tentang Mavis," ucapnya.


Gildarts dan Cana menaikkan sebelah alisnya.


"Maksud Master?" bingung Gildarts dan Cana bersamaan.


"Akan kuceritakan, Tapi cerita Ini menyangkut masa lalu Mavis dan penyihir jahat Zeref sebelum terbentuknya Organisasi Fairy Tail," ucap Makarov.


Gildarts dan Cana terdiam. Makarov menarik nafas pelan lalu di keluarkan secara perlahan.


.


#Flashbach On


.


80 tahun yang lalu


.


"SUDAH CUKUP, ZEREF! HENTIKAN IMPIANMU MENGUASAI SELURUH DUNIA!"


.


Teriak Mavis, ia sekarang sedang berhadapan 10 meter dengan Zeref yang diikat rantai Magic ciptaannya di batang pohon besar.


Nampaknya mereka berdua habis bertarung, itu terbukti dengan pakaian Mavis yang sudah robek sana-sini, sedangkan Zeref hanya ternodai oleh darahnya sendiri yang mengalir dari pelipisnya dan mulutnya.


Zeref tersenyum tipis, menatap Mavis.


"Bukannya kita teman, Mavis? Kenapa kau tak mendukungku saja? Kita bisa menguasai dunia bersama-sama dengan kekuatan kegelapanku dan kekuatan cahayamu. Kita bisa menata ulang dunia yang penuh sampah ini," ucapnya.


"Tidak Zeref. Impianmu justru akan merusak dunia ini. Aku memang temanmu, tapi maaf. Aku tak sejalan denganmu." Balas Mavis.


"Jadi begitu ya," gumam Zeref menunduk.

__ADS_1


Mavis mulai waspada saat tiba-tiba keluar aura hitam menyelimuti tubuh Zeref.


Tiba-tiba Zeref menatap Mavis dengan mata yang sudah berubah menjadi merah menyala.


"AKAN KUBAWA KEBAHAGIAANMU KE ALAM KEMATIANKU, MAVIS!"


Tiba-tiba hutan tempat mereka berdua menjadi sangat gelap tanpa bulan, hanya mata menyala milik Zeref yang terlihat sangat jelas di hadapan Mavis.


Mavis menyatukan kedua tangannya. Ia mulai mengumpulkan mana sihirnya di telapak tangannya.


[FAIRY LOW!]


Sihir cahaya berbentuk bulat keluar dari telapak tangan Mavis, dengan perlahan kegelapan di hutan itu menghilang seperti di tarik oleh sihir ciptaan Mavis.


Selang beberapa menit kegelapan pun menghilang, kini diganti gelapnya malam yang hanya di terangi oleh cahaya bulan.


"Huh," Mavis menghela nafas,


dan Zerer di hadapannya telah menghilang, hanya menyisakan baju yang tadi di kenakan oleh Zeref.


Kemudian Mavis mendekati pohon tempat tadi mengikat Zeref, telapak tangannya menyentuh pohon tersebut.


[NACHURARUSHIRU!]


Tiba-tiba tali tambang besar muncul dari ketiadaan langsung mengikat pohon tersebut.


"Akan kuberi nama 'Nirvana' untuk pohon ini. Tempat terakhir satu-satunya temanku yang berharga, Zeref." Ucap Mavis sambil mengusap pelan pohon tersebut.


Kemudian Mavis berbalik badan, melangkah menjauhi pohon tersebut untuk keluar dari hutan tersebut.


"Au!"


Mavis langsung memegang dadanya dan perutnya yang terasa sakit, tapi hanya sebentar sehingga Mavis kembali melangkah keluar hutan.


Tanpa disadari oleh Mavis, dadanya memperlihatkan gambar tengkorak yang tak begitu jelas, serta perutnya juga mengeluarkan gambar rantai melingkar tanpa putus dengan sebuah tulisan sangat aneh di tengah-tengah lingkaran gambar rantai tersebut. Dan pastinya gambar tersebut berada di balik baju Mavis, sehingga ia tak menyadarinya.


.


.


10 tahun berlalu, banyak hal yang terjadi di kehidupan Mavis. Dari terbentuknya Organisasi yang dipimpin oleh Mavis sejak 8 tahun yang lalu dan diberi Nama Fairy Tail. 


Organisasi para penyihir dengan tujuan untuk melindungi umat manusia dari gangguan mahkluk Supranatural yang sering mengganggu Manusia.


Harus di akui, awal terbentuknya organisasi tersebut memang tak begitu banyak anggota, seperti Yuri Dreyar, Warrod dan Precht.


dan pastinya anggotanya memiliki kemampuan sihir yang bermacam-macam, sekaligus orang-orang pendiri Organisasi Fairy Tail yang di ketuai oleh Mavis.


Banyak hal yang terjadi menghiasi kehidupan Mavis sebagai Master pertama Fairy Tail. Walau kadang berat menjadi ketua yang mengatur dan mengurus semua anggotanya, tapi Mavis tetap semangat menjalaninya. Baginya, anggota Fairy Tail adalah keluarganya.


Tanpa disadari oleh Mavis, tanda kutukan yang terdapat di dada dan perutnya semakin lama semakin terlihat jelas.


Dan Mavis belum menyadarinya sama sekali tanda itu, hingga saat ini.


"Nananana..."


Nampaknya Mavis sedang senang, ia sedang melangkah ke kamar mandi dengan handuk yang melingkar di tubuhnya.


"Tak sabar rasanya ingin melihat anaknya Yuri -san,"


Gumamnya, ia telah berada di dalam kamar mandi sedang melepas handuknya.


Tiba-tiba Mavis terdiam mematung saat akan menyalakan Showernya dan matanya membulat menatap tampilan dirinya yang berada di cermin kamar mandi tersebut.


"Se-sejak kapan aku memiliki kutukan ini?"

__ADS_1


Mavis merasa bingung, ia mencoba mengingat-ingat sesuatu, hingga tak berselang lama matanya terbuka lebar karena terkejut.


"Sial Zeref! Dia benar-benar mengutukku,"


Batinnya terkejut, ia telah mengingat kejadian yang menimpa dirinya 10 tahun yang lalu saat melawan Zeref.


Tangan kanan Mavis terangkat, mengusap tanda tengkorak yang berada di dadanya.


"Semoga tak berdampak untuk orang-orang di sekitarku," gumamnya.


Kemudian Mavis melanjutkan lagi acara membersihkan tubuhnya, pikirannya was-was setelah mengetahui gambar pada perut dan dadanya, tapi ia lebih Khawatir dengan tanda yang berada di dadanya.


.


1 Tahun kemudian


.


Waktu cepat berlalu, tak terasa sudah 1 tahun berlalu. Kini Organisasi Fairy Tail sedang berbahagia. Mavis dan anggota lainnya sedang di rumah sakit karena tak sabar ingin melihat anggota baru Organisasi tersebut. Itu karena salah satu anggotanya ada yang sedang berjuang melahirkan seorang anak.


Kini Mavis dan anggota yang lainnya berada di depan ruang tunggu persalinan, dan ada 1 pria yang dari tadi terus kesana-kemari, yaitu Yuri Dreyar yang sedang panik karena Istrinya sedang melahirkan.


Sedangkan Mavis dan lainnya memakluminya, mereka tau bagaimana cemasnya Yuri saat istrinya sedang melahirkan buah hati mereka.


"Oek! Oek! Oek! Oek!"


Yuri yang dari tadi panik kini terdiam, ia langsung menghadap ke arah pintu ruang persalinan setelah mendengar suara bayi dari dalam ruangan tersebut.


Begitu juga Mavis dan yang lainnya, mereka juga melakukan hal yang sama seperti pria tadi, dan pastinya senyum mengembang mereka tercetak jelas di wajah mereka.


Krieeeet!


Pintu terbuka, seorang dokter wanita keluar dari ruangan tersebut. Dan seketika pula Yuri langsung bertanya.


"Bagaimana dok? Apa istri dan anakku baik-baik saja?" ucapnya tak sabar.


"Istri dan anak anda baik-baik saja,"


Senyuman Yuri semakin lebar.


"Apa aku boleh melihatnya Dok?"


"Boleh, tapi kusarankan jangan terlalu berisik. Karena kondisi istri anda masih dalam proses pemulihan dan butuh istirahat total," balas sang Dokter.


Yuri mengangguk, kemudian memasuki ruangan tersebut diikuti Mavis serta yang lainnya. Dan sang Dokter langsung melangkah menuju ruangannya.


Kini nampak di dalam ruangan tersebut terdapat sosok wanita yang terbaring lemas di ranjang pasien, dan sosok bayi samping wanita tersebut.


Yuri langsung mendekati wanita tersebut.


"A-apa aku boleh menggendongnya, Sayang?"


Istrinya Yuri tersenyum.


"Itu kan anakmu, masa aku harus melarangnya," ucapnya.


"Hehehe," cengengesan Yuri.


Dengan perlahan Yuri mulai menggendong bayi tersebut yang berjenis kelamin laki-laki dengan hati-hati.


"Wah Kawai..."


.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2