STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 216 Arc Skip Time End : Kekacauan


__ADS_3

.


#Dimension Dragon


.


Duduk terdiam sambil memeluk kedua lututnya dan saling memunggungi, Great Red dan Kholkikos sudah tak bisa mengingat berapa lama mereka seperti itu.


Ruangan dalam Gua yang dulu pernah menjadi sarang diri mereka bertelur dan menetaskan anak mereka terlihat hancur, banyak retakkan-retakan di dinding Gua, walau begitu Gua itu tak bisa jebol maupun runtuh sedikit pun.


Itu disebabkan oleh pertarungan mereka yang entah berapa kali hingga tak bisa terhitung jumlahnya, bahkan untuk keluar dengan sihir dimensi mereka saja tak bisa, hukuman dari Mate mereka benar Absolud.


dan sekarang mereka sudah bosan dan memilih untuk duduk saling memunggungi.


"Nee Kholki, apa kau sudah merasa bosan," Great Red memulai bersuara, itu adalah ucapan pertama dirinya setelah berpuluh-puluh tahun saling berdiam diri memunggungi.


Dan nampaknya orang yang menjadi lawan bicaranya tak merespons ucapan Great Red, Kholkikos hanya berdengus saja.


"Jujur, aku sudah bosan dengan ini semua, aku ingin sekali melihat Naru-kun, aku ingin melihat anakku, aku ingin menjalani hidupku seperti waktu dulu lagi, aku merindukan mereka semua," ucap Great Red mencurahkan segala isi hatinya sambil menerawang langit-langit ruangan, di situ Great Red melihat bayangan mantan Mate-nya dan buah hatinya, Draig.


Kholkikos akhirnya merespons, dia mendongkrakkan kepalanya seperti Great Red, lalu berkata.


"Ya, aku juga sangat merindukan mereka," ucapnya sambil terbayang sosok Mate-nya dan buah hatinya, Albion.


Great Red sedikit melirik ke belakang ke arah Kholkikos.


"Nee, apa selamanya kita akan terus seperti ini? Mungkin Naru-kun membenci kita karena kita saling bermusuhan seperti ini," katanya.


"Hmm... entahlah, mungkin ucapanmu benar Red," balas Kholkikos.


Great Red tiba-tiba berganti posisi duduknya, dia sekarang duduk menghadap Kholkikos dan menatapnya.


"Aku ingin semuanya kembali seperti semula, bagaimana jika kita berdamai mulai sekarang," ucap Great Red memberikan pendapatnya.


Hal itu membuat Kholkikos melirik ke belakang, Kholkikos ingin acuh, tapi saat melihat tatapan serius Great Red membuatnya menghela nafas dan berbalik badan menatap Great Red.


Satu perasaan yang sama, Kholkikos sebenarnya juga merasa bosan dengan permusuhan dirinya dan Great Red selama ini.


"Um, mungkin ini jalan terbaiknya Red," balas Kholkikos menyetujui.


Kemudian mereka tersenyum tulus bersamaan, sebuah senyum tulus yang pertama kali mereka tunjukan setelah beratus-ratus tahun mereka saling bermusuhan.


Perasaan batin mereka sama, mereka hanya ingin memulai lembaran kehidupan baru setelah ini, tanpa ada permusuhan kembali yang menyebabkan Mate mereka membencinya.


Di lain sisi, kanji-kanji permanen yang memenuhi dinding-dinding Gua bercahaya, dan lama-kelamaan menjadi menyilaukan mata, membuat Great Red dan Kholkikos bingung dengan situasi tiba-tiba itu dan langsung menutupi matanya dengan telapak tangannya karena tak kuat menerima silaunya cahaya tersebut.


Cukup lama cahaya itu menyala, hingga pada akhirnya cahaya itu meredup, Great Red dan Kholkikos berani

__ADS_1


membuka matanya dengan perlahan dan seketika pula mereka langsung melebarkan mata.


Di depan sana, pintu Gua yang tadinya tertutup permanen kini telah terbuka tanpa ada apa pun yang menutupinya. Mereka sangat senang melihatnya.


"Souka, jadi selama ini Naru-kun menginginkan kita berdamai," batin Great Red dan Kholkikos bersamaan sambil tersenyum.


Kemudian mereka saling menatap. Seolah mereka sudah tau arti tatapan mereka masing-masing, mereka mengangguk dan tersenyum. Kemudian mereka beranjak berdiri dan melangkah keluar Gua saling berdampingan.


"Haaaaah! Akhirnya bisa keluar! Aku merindukanmu Naru-kun! Draig! Albion!" teriak Great Red begitu semangat setelah mereka berada di luar Gua. Great Red kemudian menoleh ke arah Kholkikos.


"Kau juga merindukan mereka kan, Kholki?"


"Ya, aku sangat merindukan mereka," balas singkat Kholkikos.


"Tunggu apa lagi? ayo kita temui mereka," ucap semangat Great Red bersamaan dengan dirinya menciptakan sebuah robekan dimensi di sampingnya.


"Tunggu, Red," ucap Kholkikos mencegah tindakan Great Red, sehingga membuat Great Red menoleh ke arah Kholkikos dan menatapnya dengan pertanyaan


' Kenapa?'


"Kita mungkin tak tau keberadaan Naru selama ini, mungkin sedikit mengenang masa lalu tidak buruk juga, walau aku tak tau rumah kita masih utuh atau tidak sekarang, setidaknya aku ingin mengenang masa indah dulu," ujar Kholkikos berpendapat.


"Aku pikir itu bagus juga," kata Great Red menyetujui pendapat Kholkikos, dan robekan dimensi ciptaannya dihilangkan seketika.


Kemudian mereka pun melangkah ke suatu tempat, di mana tempat itu adalah sejarah yang sangat berarti bagi mereka walau mereka sudah tak tau kondisi tempatnya seperti apa, mereka hanya menginginkan ke tempat itu untuk sekarang.


.


Great Red dan Kholkikos ingin melihat lebih jauh lagi kondisi rumah tersebut, mereka akhirnya memasuki rumah tersebut.


Lagi-lagi mereka harus dibuat terkejut karena keseluruhan kondisi rumah di dalam masih utuh seperti terakhir mereka keluar dari rumah tersebut.


Tapi yang pasti, mereka memiliki satu pemikiran saat ini. Indra penciuman Naga memang tajam, mereka mencium bau yang sangat familiar bagi mereka, itu bukan bau Mate mereka ataupun anak-anak mereka, melainkan bau orang lain dan mereka cukup tau siapa pemilik bau itu.


"Nee Kholki, apa kau sepemikiran denganku?" ucap Great Red sambil mengendus-endus aroma di dalam ruangan.


"Ya," balas singkat Kholkikos yang sama-sama sedang mengendus aroma dalam ruangan. Kemudian mereka saling tatap dan berucap bersama.


""Jika Ophis sering datang ke sini?""


*Krieeeeeeet!*


Tiba-tiba suara pintu terbuka terdengar di telinga Great Red dan Kholkikos, mereka langsung menoleh ke arah sumber suara.


Hingga tak butuh lama apa yang sedang di tunggu mereka muncul juga, dan tebakan mereka benar bahwa yang datang yaitu Ophis yang melayang-layang menuju ruangan tempat mereka berada. Di sisi Ophis, dia terkejut saat melihat Great Red dan Kholkikos berada di rumah itu, karena yang Ophis Tau mereka tersegel selamanya di dalam gua itu.


"Red! Kholki!" kejut Ophis.

__ADS_1


Great Red dan Kholkikos langsung menatap Ophis penuh tanya.


"Bisa kau jelaskan Ophis, kenapa seluruh rumah ini tercium baumu?" tanya Great Red.


"Huh..." Ophis seketika menghela nafas.


"Seharusnya kalian berterima kasih kepadaku. kalau bukan karena aku, mungkin rumah ini sudah hancur dan busuk tanpa sisa lagi," jelas Ophis memberitau,


Dan ucapan Ophis mampu ditangkap otak nalar Great Red dan Kholkikos, dengan kata lain Ophis yang selama ini merawat rumah mereka, itu yang ada di pikiran Great Red dan Kholkikos.


Kini Ophis balik menatap mereka penuh tanda tanya.


"Lalu, kenapa kalian bisa berada disini? Bukannya kalian tersegel di Gua untuk selamanya?"


"Yah... bisa dikatakan kami sudah berdamai, dan itu mungkin keinginan Naru-kun selama ini," balas Kholkikos yang kemudian duduk di kursi yang tersedia diikuti Great Red. Ophis pun ikut duduk di kursi yang tersedia.


"Jadi, kau tau sekarang Naru-kun kami berada dimana Ophis?" Great Red langsung bertanya setelah Ophis duduk.


"Entahlah, aku tidak tau Naruto berada dimana setelah Great War dulu," balas Ophis berbohong, karena sebenarnya Ophis tau dimana Mate Great Red dan Kholkikos, karena dia selalu memperhatikan dari jauh Mate mereka setiap hari.


"Souka... jadi kau tidak tau dimana Naru-kun ya?" pasrah Great Red, sedangkan Kholkikos langsung menunduk sedih, dan nampaknya mereka percaya dengan ucapan Ophis.


"Tapi tenang saja, aku tau dimana anak-anak kalian," lanjut Ophis.


Dan mereka berdua langsung menatap kembali Ophis.


"Dimana?" tanya mereka.


"Mereka tersegel menjadi Sacred Gear dan berada di dunia manusia," balas Ophis memberitau.


"Tolong antar kami ke sana Ophis," minta Great Red.


"Ya, tolong antarkan kami ke sana," timpal Kholkikos.


"Baiklah-baiklah, nanti akan kuantarkan kalian ke sana," balas Ophis tenang.


""Terima kasih Ophis,""


"Ya,"


Selanjutnya mereka hanya mengobrol santai, Ophis menceritakan perubahan seluruh alam semesta sesuai yang Great Red dan Kholkikos minta.


Tapi ada sesuatu yang tak Ophis sadari, baju bagian perutnya sedikit terbuka dan memperlihatkan sebuah tanda Mate. Great Red dan Kholkikos tau itu adalah tanda Mate yang mirip dengan tanda Mate di perut mereka, tapi hal itu hanya disimpan dalam pikiran mereka karena mereka belum tau siapa Mate Ophis, tapi yang pasti mereka satu pemikiran jika Mate Ophis berkaitan dengan Mate mereka berdua.


.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2