STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 93


__ADS_3

.


#ANTARTIKA


.


Putih dan dingin. Mungkin itu yang bisa di gambarkan sesuai tempat tersebut. Sejauh mata memandang hanya hamparan putih salju yang terlihat, tak ada warna lain selain itu.


Dingin disebabkan oleh angin yang terus tertiup kencang setiap detiknya tanpa berhenti dan sepi karena tak ada satu pun penghuni apapun yang tinggal di situ.


Walaupun hanya ditutupi oleh salju saja. Tempat itu memiliki 4 gunung yang pastinya berwarna putih karena tertutup oleh salju.


Yaitu Gunung Vinson Massif (5.140 m), Gunung Kirkpatrick (4.528 m), Gunung Markham (4.350 m), dan Gunung Jackson (4.189 m) yang terdapat di tempat itu.


Lihatlah lebih jauh ke dalam tempat itu, atau lebih tepatnya di kaki gunung tertinggi yaitu gunung Vinson Massif.


Di situ terdapat sebuah gua yang hanya selebar pintu rumah saja, tapi tidak dengan apa yang ada di dalamnya.


Di dalam gua tersebut sungguh sangat luas dan lebar dengan dinding-dinding gua yang dihiasi es beku seutuhnya.


Jangan lihat karakteristik gua-nya, tapi lihatlah apa yang ada di dalam gua tersebut.


Di tengah-tengah ruangan gua tersebut terdapat sosok Naga berwarna putih yang hampir sama dengan Naga penunggu Puncak Pohon Kehidupan di Negeri Alfteim yang nampaknya Naga tersebut sedang tertidur.


Cuma bedanya Naga ini jauh lebih besar dan memiliki sepasang tanduk di kepalanya, tidak seperti Naga penunggu Puncak Pohon Kehidupan yang tak memiliki tanduk sama sekali.


Tiba-tiba Naga tersebut menggerakkan sayapnya yang sepertinya akan terbangun dari tidur panjangnya.


Dan benar, Naga itu terbangun dari tidurnya, itu terbukti dengan mata Naga itu terbuka dan kemudian menguap sangat lebar sambil membentangkan sayap-sayap besarnya yang memenuhi ruangan tersebut.


"Sudah berapa lama aku tertidur ya?"


Naga tersebut menggumam sendiri, tapi tak ada jawaban dari siapa pun sehingga sang Naga tiba-tiba berdiri dari rebahannya sambil mengibas-ngibaskan bulu putih tebalnya di tubuhnya.


Sambil menarik nafas panjang. Tiba-tiba Naga tersebut bercahaya dan lama-kelamaan cahaya tersebut menyelimuti dirinya.


Dan anehnya, cahaya yang menyelimuti Naga tersebut tiba-tiba mengecil secara perlahan dan menghilang setelah ukurannya hanya sebesar manusia dewasa saja.


Dan kini menampakkan sosok wanita cantik yang memiliki ciri rambut putih panjang serta mata kuning predator yang tak memakai sehelai benang apapun sehingga menampilkan tubuh ramping putih mulusnya serta dada besarnya yang terlihat jelas.


Tapi untungnya hanya dirinya saja yang ada di situ, jadi tak perlu waspada bila ada seseorang mengintipnya.

__ADS_1


"Hmm, apakah Red-chan sudah menemukannya apa belum ya?"


Gumam wanita itu sambil menyentuh dagunya tandanya ia sedang berpikir entah apa, yang pasti Cuma wanita itu yang tau apa yang dipikirkannya.


"Ah, lebih baik temui Red-chan saja."


Tiba-tiba tangan kanan wanita itu dibentangkan ke arah depan dan seketika tercipta robekan dimensi ruang di hadapannya.


Dengan langkah pelan wanita itu memasuki robekan tersebut.


" Semoga Al-chan sudah menemukannya. Hihi aku tak sabar ingin menemui sayangku kembali,"


Batinya saat memasuki robekan dimensi tersebut. Dan akhirnya dirinya benar-benar menghilang setelah memasuki robekan tersebut dan seketika robekan tersebut mengecil setelah wanita itu memasukinya dan menghilang tak menyisakan apa-apa, hanya ruang kosong nan sunyi di dalam gua tersebut sekarang ini.


.


.


# RUMAH NARUTO


.


17:18


.


.


Muncul lingkaran teleport di ruang tamu rumah Naruto mengeluarkan sosok Serafall dan Grayfia serta anak-anaknya yaitu Rin dan Mirajane saja.


Tak ada yang menyambut kedatangannya. Semua penghuni rumah sedang berada disisi ruangan lain yaitu ruang makan yang sedang sibuk menata berbagai sajian makanan di atas meja tersebut.


Kecuali anak-anaknya Naruto yang sebagian ada di halaman belakang rumah sedang bercengkerama ria.


"Huh," helaan nafas keluar dari mulut Serafall dan Grayfia lalu mereka melangkah ke ruangan yang terdapat para penghuni rumahnya.


"Jadi, kita jadi merayakan kedatangan anggota keluarga baru?" tanya Serafall membuat semua pasang mata tertuju padanya kecuali Freya, Hancock dan Asuna yang berada di dapur.


"Bukan Cuma itu. Perayaan kesembuhan Menma juga harus dihitung," balas Yasaka yang sedang duduk di ujung meja,


sedangkan Serafall dan Grayfia hanya ber-O-ria saja sambil mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Mungkin aku dan Grayfia hanya bisa membantu sedikit. Maaf ya Yasaka-san, banyak pekerjaan tadi di Underword." Kata Serafall sedangkan Grayfia sudah ikut bergabung dengan para wanita yang ada di dapur. Sedangkan Rin dan Mirajane sudah menyusul saudara-saudaranya di halaman belakang.


"Tak apa. Aku tau, pekerjaan Maou pasti sangat berat untukmu," angguk Yasaka memaklumi.


"Ya seperti itu lah." Balas singkat Serafall lalu melangkah ke tempat dimana sebagian wanita dewasa berada yaitu di dapur untuk ikut membatu pekerjaan rumah tangganya.


Sunggu kebahagiaan yang luar biasa. Jika Naruto melihat para istri dan calonnya serukun itu di rumahnya, mungkin dia tak akan henti-hentinya tersenyum senang melihatnya.


Saling membantu, tidak saling menyinggung, semuanya saling menghormati satu sama lain. Bahkan Asuna yang nyatanya anggota baru dalam keluarga tersebut bisa diterima dengan baik oleh mereka,


itu terbukti dengan senyum hangat Asuna yang tak henti-henti lepas dari wajahnya saat saling mengobrol dengan wanita lain di rumah tersebut.


Dan itu semua tak lepas dari pemimpin keluarga yang hebat pastinya.


Pemimpin keluarga yang bisa menyatukan keluarganya agar bisa saling rukun dan menghargai satu sama lain.


Hingga tak terasa sudah 30 menit sudah berlalu dan sepertinya acara mereka sudah selesai. Itu terbukti di atas meja tersebut sudah penuh berbagai macam sajian yang ada.


"Sepertinya tinggal menunggu pemimpin kita pulang ya?" ucap Freya yang berdiri di samping Hancock saat ini.


"Dan sebagian anak-anak juga tadi keluar," sambungnya.


"Sebentar lagi juga pulang, tak perlu khawatir," kata Yasaka menyahuti ucapan Freya di ujung ruangan yang sedang melihat arah luar dari jendela ruangan tersebut.


"Aku jadi tidak enak, kalian semua repot karena kedatanganku di sini," tiba-tiba Asuna bersuara tepat di sebelah Katerea.


"Jangan seperti itu Asuna-san, kami semua senang kok atas kehadiranmu. Iyakan Yasaka-san?" kata Katerea lalu menoleh ke belakang meminta jawaban dari Yasaka.


"Huh," hanya helaan nafas yang keluar dari mulut Yasaka dan kemudian berbalik badan.


"Itu semua sudah keputusan Naru-kun, aku hanya bisa menyetujui segala sesuatu tindakkannya itu. Karena aku yakin, keputusannya itu demi kita semua. Bukan untuk dirinya sendiri." Kata Yasaka memberi jawaban dan semua wanita disitu mengangguk mengerti.


"Jadi, mulai sekarang mohon bantuannya ya, Asuna-san," senyum Katerea kepada Asuna.


"Um! Mohon bantuannya juga. Semuanya," senang Asuna dan semua wanita juga ikut tersenyum senang seperti Asuna.


.


.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2