
"To Tou-san,"
Sedangkan dilain sisi tempat anak-anak Naruto sudah melebarkan mata tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
bahkan Tiger, jinbe dan anak-anaknya Raja Neptune juga melebarkan mata tak percaya atas apa yang di lihatnya.
"SIALAAAAAAAAAN!"
Teriak Gray, Mirajane, Rin dan Liya bersamaan menggeratkan gigi-giginya sangat murka melihat ayah mereka di lenyapkan oleh Raja Laut.
Set!
Gray, Mirajane, Rin dan Liya terhenti langkahnya yang hendak menerjang Raja Laut oleh tangan Olive yang menghalangi mereka berempat di hadapannya.
"Jangan halangi kami Nee-san!" bentak Gray.
"Lihatlah ke sana," ucap Olive sambil menunjuk puncak menara kerajaan.
Sontak Gray, Mirajane, Rin dan Liya menoleh ke arah yang di tunjuk Olive dan langsung bernafas lega setelah tau apa yang di tunjuk Olive.
Sedangkan di menara kerajaan nampak Naruto sedang bersila memejamkan matanya, tiba-tiba di area sekitar mata berwarna oren lalu membuka matanya dan pupil matanya berubah bentuk menjadi (-) dengan iris mata berwarna oren.
Srek!
Tiba-tiba Naruto berdiri dari bersilanya sambil menghela nafas.
"Apa rencanamu sekarang, Gaki?" tanya Kurama dari dalam tubuh Naruto.
"Huh," Naruto menghela nafas.
"Akan aku kirim dia ke gunung Nyiragongo," balas Naruto.
"Hoo, danau Lava di atas gunung itu ya?" tebak Kurama sedangkan Naruto hanya mendengus saja.
.
SRING!
.
Naruto langsung menghilang, sedangkan Raja Laut sedang tertawa angkuh setelah debu hasil ledakan menghilang dan hanya menampakkan cairan darah tepat posisi Naruto yang di tinju tadi.
"HAHAHAHAHA! AKHIRNYA AKU BISA MENGALA-"
"Jangan senang dulu,"
.
SRING!
.
Ucapan Raja Laut belum selesai dan langsung menghilang dalam sekejap mata setelah Naruto menyentuh pundaknya dari belakang bersamaan dengan Naruto yang ikut menghilang juga.
.
.
#NYIRAGONGO, REPUBLIK DEMOKRATIK KONGO
.
SRING!
.
Naruto serta Raja Laut muncul jauh di atas langit atau lebih tepatnya berada di atas gunung Nyiragongo yang terdapat danau Lava abadi di dunia.
"Sialan!"
Batin Raja Laut saat tau sekarang berada dimana dengan ekspresi yang sudah berubah menjadi saat gelisah dan ketakutan saat itu.
Wush!
Mereka berdua terus terjun ke bawah dengan posisi Naruto berada di atasnya Raja Laut berada.
"Apa kau takut, Raja Laut?" tanya Naruto menyerigai.
"SIALAN KAU!"
Teriak Raja Laut mencoba berbalik badan untuk meraih Naruto tapi tak pernah kegapai sedikit pun karena tidak bisa bergerak leluasa dalam posisi terbang mereka yang meluncur sangat cepat ke bawah.
__ADS_1
Tiba-tiba tangan kanan Naruto terangkat dan seketika terciptalah pusaran angin yang berbentuk Shuriken besar yang berputar-putar sangat cepat.
"Sesekali berenanglah di danau Lava,"
[FUUTON : RESENSHURIKEN!]
Seketika Raja Laut langsung terjun ke bawah sangat cepat karena terdorong oleh jurusnya Naruto yang di lemparkan kepadanya.
"SIALAN KAU, MONSTER RU-!"
BYAAAAAAAAAARRRRRR!
Teriakan Raja Laut tak selesai karena langsung tercebur ke dalam Lava yang mendidih di atas gunung tersebut dan langsung mati seketika.
Wush!
"HUAAAAAAAAAAAAAAA! BAGAIMANA AKU MENDARATNYA INI!"
Teriak lebay Naruto merutuki kebodohannya ketika baru sadar bahwa dirinya sedang terjun ke bawah sangat cepat di atas Lava yang mendidih tersebut.
Wush! Wush!
Bruk!
"Aduh, aduh, aduh,"
Naruto langsung merintih kesakitan karena merasa dirinya telah mendarat, tapi anehnya dirinya tak mendarat di Lava tersebut.
"Kecerobohanmu memang tak pernah hilang dari dulu, Gaki,"
Naruto langsung melebarkan mata setelah mendengar suara tak asing baginya dan seketika langsung melihat apa yang menjadi tempat mendaratnya.
"Igneel!" kejut Naruto dan ternyata memang dirinya berada di atas punggung sosok Naga berwarna merah bernama Igneel.
Igneel melirik ke belakang.
"Yo, Gaki," sapa Igneel.
"Tak kusangka kita bertemu disi-HUAAAAA! PELAN-PELAN MENDARATNYA IGNEEL SIALAN!" Naruto langsung berteriak karena tiba-tiba Igneel meluncur dengan cepat ke bawah tepatnya di pinggiran danau Lava tersebut.
Wush! Wush!
Naruto langsung membentur punggung Igneel dengan keras karena tiba-tiba Igneel mendarat seketika.
Naruto mencoba menegakkan kepalanya.
"Sialan kau Igneel! Kau membuat nyawaku melayang!" kesal Naruto.
"Diamlah, Gaki!" singkat Igneel dan Naruto hanya menghela nafas saja.
Wush!
Tap!
Naruto mendarat tepat di samping Igneel sambil mengusap-usap pakaiannya yang kotor di bagian belakang.
Naruto menoleh ke arah Igneel.
"Tak kusangka kau berada di sini, Igneel," kata Naruto setelah kembali tenang.
"Huh," Igneel mendengus.
"Aku memang berada disini sejak keluar dari Negeri Alfteim untuk melatih anak-anakku, tu," balas Igneel sambil menunjuk ke arah depan.
Sontak Naruto langsung menoleh ke arah depan.
"Dua? Setauku Cuma Natsu saja anakmu," bingung Naruto saat melihat ke depan ternyata ada 2 remaja berbeda gender yang sedang berlari ke arahnya,
"Memangnya Cuma manusia saja yang bisa memiliki anak lebih dari satu? Naga juga bisa kali," balas Igneel santai.
"Ya ya aku tau," singkat Naruto.
""Ayah!""
Dan 2 remaja tersebut akhirnya sampai di hadapan Igneel dan Naruto. Dengan remaja laki-laki 18 tahunan berambut salmon serta gadis remaja 14 tahunan berambut biru panjang.
"Yo Natsu," sapa Naruto kepada Natsu dengan senyum lima jarinya.
Sontak remaja yang bernama Natsu menoleh ke arah Naruto dan langsung melebarkan mata.
"Kak Naruto!" kejut Natsu.
__ADS_1
Igneel menoleh ke arah Natsu.
"Woy nak, jangan panggil dia kakak, umur dia sama dengan ayahmu ini," ucap Igneel memberitau.
"Tidak. Tidak. Tidak. Dilihat dari mana pun penampilan Kak Naruto hanya lebih tuaan sedikit dariku. Sedangkan ayah memang sudah tua dari dulu,"
Twich!
"Hahahahahaha! Bagus Natsu," senang Naruto sambil mengacungkan jembol kepada Naruto.
"Terima kasih ka-"
Ctak!
"Anak sialan! Tidak tau sopan santun," kesal Igneel sambil menjitak kepala Natsu.
"Au, au, apaan si ay-"
Tiba-tiba Natsu menoleh ke belakang karena merasa bajunya ada yang menariknya dari belakang, dan ternyata itu gadis remaja yang tadi bersama Natsu sebagai pelaku penarikan pelan baju Natsu.
"Ada apa, Wendy?" tanya Natsu kepada gadis remaja tersebut yang ternyata bernama Wendy.
"Kakak kenal dengan orang itu?" tanya Wendy sambil menunjuk Naruto.
"Oh, dia kak Naruto. Ibu dan ayah kenal kok dengan dia," balas Natsu memberitau sedangkan Wendy hanya mengangguk saja.
Naruto menoleh ke arah Wendy.
"Hey gadis manis, apakah kau adiknya Natsu?" tanya Naruto tersenyum.
"Um!" angguk Wendy.
Lalu Naruto menekuk lututnya dan menyamakan tingginya dengan Wendy, serta tangan kanannya terangkat dan mendarat tepat di kepala Wendy.
"Kau memang gadis yang manis dan kuat, sama seperti kakakmu yang kuat. Terus semangat oke," ucap Naruto memuji sambil mengelus lembut kepala Wendy dengan pelan.
Entah kenapa Wendy menunduk karena merasakan perasaan yang aneh dan baru pertama kali ia rasakan.
Perasaan hangat dan nyaman serta kasih sayang dan terlindungi yang ia rasakan saat ini. Sehingga ia terus menunduk dan menikmati elusan tangan Naruto pada kepalanya.
Kemudian Naruto menegakkan kembali badannya dan menghentikan acara mengelus kepala Wendy, kemudian menoleh ke arah Igneel.
"Aku akan pergi sekarang, urusanku di sana belum selesai," ucap Naruto berpamitan.
Igneel mengangguk.
"Ya, dan kau sudah tau tempatku berada bukan jika kau membutuhkan bantuanku," ucap Igneel yang hanya melirik Naruto dari ekor matanya.
Naruto langsung berbalik badan.
"Ya, tenang saja," ucapnya dan Igneel hanya menganggukkan kepala saja.
.
SRING!
.
Naruto langsung menghilang dalam sekejap mata dan Igneel yang melihat itu hanya tersenyum saja.
"Tak pernah berubah sama sekali," gumam Igneel.
"Ayah! Wendy berubah,"
Igneel langsung menoleh ke arah Wendy dan langsung melebarkan mata terkejut karena penampilan Wendy telah berubah menjadi lebih dewasa ketimbang sebelumnya.
" Sialan! Kenapa harus bereaksi dengan si kuning kampret Sialan itu!"
Batin Igneel sepertinya tau apa yang terjadi dengan Wendy, tiba-tiba wujud Wendy bercahaya terang.
Hingga tak berselang cahaya yang menyelimuti Wendy pun menghilang dan wujud Wendy sudah kembali normal ke sedia kala dan langsung ambruk alias pingsan.
"Natsu, bawa Wendy ke goa," perintah Igneel kepada Natsu.
"Baik ayah," singkat Natsu lalu menggendong Wendy menuju goa yang ada di sekitar gunung tersebut dan diikuti Igneel di belakangnya.
.
.
T.B.C
__ADS_1