
.
#SKIP ASGARD
.
Beberapa jam telah berlalu, Naruto serta rombongannya masih mengobrol santai di ruangan tersebut. Tapi sekarang hanya mengobrol dengan Thor, Sif dan Rossweisse saja.
Sedangkan Odin dan Frigg sudah pergi entah ke mana ke sisi ruangan lainnya. kalau untuk Freya sudah pasti setia di samping Naruto.
Tap! Tap! Tap! Tap!
Hingga suara langkah kaki tak jauh dari mereka membuat Naruto dan yang lainya menoleh ke sumber suara langkah kaki, yang ternyata adalah Azazel dan Hel yang berjalan berdampingan mendekat kearahnya.
"Wah, wah, ada pasangan baru ni," tiba-tiba Sif berucap dengan nada menggoda kepada Azazel dan Hel.
Sontak membuat Azazel dan Hel memalingkan wajahnya kesisi tempat lain dengan wajah Hel yang bersemu merah sedangkan Azazel hanya kikuk saja.
"Jangan digoda Sif, tidak ada tempat aman untuk bersembunyi disini hehe," timpal Naruto diakhiri dengan cengengesan,
sontak membuat yang lainnya cekikikan sedangkan wajah Hel sudah ditambah dengan berasap dan Azazel ada reaksi semu merah di wajahnya.
"Sudahlah Naru-kun, jangan menambah godaannya. Mereka jadi tambah malu kan," ucap Freya di samping Naruto dan akhirnya mereka pun menyudahi cekikikannya.
Lalu Naruto menoleh kearah Azazel dan Hel.
"Jadi, apa keputusan kalian?" tanyanya.
"Huh," Azazel menghela nafas dan sudah kembali tenang.
"Kami berdua sudah memutuskan akan secepatnya mengadakan pernikahannya," ucapnya.
"Baguslah, akhirnya kau bisa melepaskan nasib jonesmu itu," ucap Naruto santai,
tapi entah kenapa membuat urat kekesalan di kepala Azazel muncul karena ucapan Naruto pasti diselipi dengan ejekan.
"Sialan kau kuning kampret!" kesal Azazel.
"Hahahahahaha!"
"Hihihihihihi!"
Dan hanya dibalas tertawaan oleh Naruto dan Thor. Sedangkan Freya, Sif dan Rossweisse hanya cekikikan senang, bahkan Hel yang pendiam saja juga ikut cekikikan karena terhibur oleh suasana saat ini.
.
.
#SKIP TEMPAT LAIN
.
Jauh di dasar lautan yang terletak di Samudra Pasifik, kedalaman laut yang belum pernah di telusuri oleh manusia sekalipun.
Tak dapat disangka-sangka oleh mahkluk daratan bahwa di dalam lautan paling dalam terdapat sebuah kerajaan tersembunyi.
Kerajaan tersebut dilindungi oleh kekkai yang berbentuk seperti gelembung raksasa yang mencangkup seluruh kerajaannya tanpa sisa, sehingga air laut tak bisa masuk ke dalam gelembung tersebut.
Dan mahkluk yang menghuni kerajaan itu juga berbeda dengan mahkluk daratan. Mahkluk ini memiliki kelebihan sendiri, jika mahkluk darat hanya bisa bernafas di permukaan, maka mahkluk ini bisa bernafas di darat maupun di dalam air. Dan bentuk fisiknya juga ada berbedaannya dengan mahkluk darat.
Jika dilihat memang bagian tubuh mahkluk ini memiliki fisik seperti manusia, tapi Cuma bagian atasnya saja. Karena bagian bawahnya atau kakinya berbentuk seperti ikan.
__ADS_1
Tapi tenang saja, mereka bisa ke bentuk manusia kok jika mereka menginginkannya.
Seperti itu deskripsi mahkluk penghuni kerajaannya. Beralihlah ke sebuah bangunan paling besar di antara banyaknya bangunan.
Itu adalah kediaman sang penguasa kerajaan tersebut atau Istana sang Raja kerajaan tersebut.
Dapat dilihat disalah satu kamar istana tersebut, kamar yang mewah bagaikan kamar milik tuan putri kerajaan.
Di kamar tersebut terdapat sosok wanita dewasa berambut merah muda yang sedang memangku seorang gadis puluhan tahun yang sama-sama berambut merah muda sedang memandang luar istana dari jendela kamarnya.
Dengan sang wanita dewasa sambil mengelus-elus lembut rambut gadis kecil di pangkuannya.
"Ma, kenapa ayah tak mengunjungi kita lagi? Shuna kangen sama ayah," ucap sang gadis kecil tersebut yang ternyata bernama Shuna (Meroune Lorelei Monster Musume no Iru Nichijou ver 10 tahun),
Yang sekarang mendokrakkan kepalanya menatap wajah sang wanita dewasa.
Sang wanita dewasa menghentikan acara mengelus rambut Shuna lalu menatap wajah Shuna sambil tersenyum.
"Ayahmu mungkin banyak kesibukan di daratan, Shuna jangan sedih ya, Ayahmu pasti akan mengunjungimu lagi kok," ucap lembut sang wanita dewasa.
"Tapi ini sudah 5 tahun ma, apakah ayah sudah tak sayang lagi dengan Shuna?" ucap Shuna.
Tiba-tiba jari sang wanita dewasa menyentuh bibir Shuna.
"Sssssh! Jangan ngomong seperti itu, Ayahmu pasti menyayangi Shuna," ucap sang wanita dewasa meyakinkan Shuna.
Dan Shuna hanya terdiam lalu kembali menoleh ke arah luar jendela. Begitu juga sang wanita dewasa ikut memandang luar jendela yang arah matanya mengarah ke atas.
.
" Kumohon datanglah Naru-kun, kami semua merindukanmu," batin sang wanita dewasa berharap.
.
Dan dari banyaknya monster tersebut ada satu monster yang memiliki ciri tubuh berwarna hijau keseluruhan serta mahkota emas dikepalanya sedang berdiri angkuh di depan banyaknya monster tersebut.
"Hahahaha! Dengan begini sudah saatnya untuk menyerang para mahkluk daratan sialan!"
Tawa serigai monster tersebut penuh dengan kepercayaan diri.
Tiba-tiba monster tersebut terdiam dengan tatapan serius yang diperlihatkan saat itu.
"Datanglah moster rubah, apakah kau bisa menyelamatkan Underwater Kingdom tercintamu hahaha!"
Batin Moster tersebut penuh penekanan sambil menyerigai mengerikan yang terlihat jelas di wajahnya.
.
.
#SKIP ASGARD
.
#Malam
.
Waktu telah berlalu, bangunan yang tadinya ramai kini sudah sepi orang-orangnya. Dan Azazel telah kembali ke Grigori, tapi tidak dengan Naruto yang masih di Asgard.
Dapat dilihat kini Naruto sedang duduk santai di pinggiran jembatan besar yang bercahaya sehingga nampak terlihat indah dilihat mata.
__ADS_1
Jembatan Bifrost namanya, jembatan yang menghubungkan antara Asgard dan Midgard.
Tapi Naruto tak sendirian, melainkan ditemani oleh dewa Nordik yang memakai zirah emas yaitu Heimdall.
Mereka berdua sepertinya sedang menikmati pemandangan bintang di malam hari yang nampak begitu dekat jika dilihat mata.
"Kau tau Heimdall, alasan aku dulu menyusup kesini hanya ingin melihat bintang malam dari jembatan ini," ucap Naruto yang masih menandang bintang.
"Dan pada akhirnya kau jadi menetap disini selama 1 tahun atas permintaan Thor yang telah kau kalahkan dulu," balas Heimdall sambil melakukan hal sama persis seperti Naruto lakukan.
Tiba-tiba Naruto menyudahi acara memandang langit malamnya.
"Tak kusangka sekali waktu itu," ucapnya.
"Dan 1 tahun pula telingaku panas karena selalu mendengar gumaman Freya dan Rossweisse setiap malamnya yang selalu menyebut namamu," ucap Haimdall sambil menoleh ke arah Naruto.
"Haha, pendengaranmu dan penglihatanmu memang mengerikan. Pantas saja kau disebut White As," ucap kikuk Naruto tanpa menoleh.
Heimdall menoleh ke depan.
"Julukan tak berarti bagiku," ucapnya dan selanjutnya menjadi hening karena tak ada yang bersuara lagi.
Tap! Tap! Tap! Tap! Tap!
Dan hanya suara langkah kaki yang nampak semakin mendekat kearah mereka sebagai pemecah melodi keheningan malam tersebut.
"Sudah kuduga kau ada disini, Naru-kun," dan ternyata suara langkah kaki tersebut adalah milik Freya yang menghampiri mereka berdua.
Srek!
Tiba-tiba Heimdall beranjak dari duduknya.
"Aku duluan," ucapnya dan dijawab anggukkan oleh Naruto. Lalu Heimdall melangkah menuju Aulanya yang bernama Himinbjörg(Cliff of the Hills atau Heavenly Fall) yang terletak di ujung Asgard.
Tanpa diperintah, tiba-tiba Freya duduk di samping Naruto setelah Heimdall sudah tak terlihat lagi.
"Apakah kau sangat suka melihat pemandangan seperti ini?" tanyanya.
"Entahlah, aku juga tidak tau," balas Naruto.
Dan entah kenapa Freya tiba-tiba menyenderkan kepalanya di bahu kiri Naruto.
"Tolong jangan tinggalkan aku," ucap pelan Freya sambil ikut memandang bintang-bintang di atas langit.
"Ya," singkat Naruto.
Tiba-tiba tangan Naruto terangkat dan menyentuh bahu kiri Freya dari belakang.
"Kau dan orang-orang di rumah adalah keluarga tercintaku, apapun akan kulakukan untuk melindungi kalian semua," sambungnya membuat Freya tersenyum senang mendengarnya.
Dan sekarang Freya membenamkan kepalanya di dada bidang Naruto dengan Naruto sekarang mengusap lembut rambut Freya sambil menikmati pemandangan gemerlap bintang di malam itu.
Pada akhirnya malam itu hanya gemerlap bintang sebagai teman untuk sepasang pria wanita yang sedang bahagia, seolah-olah tak ada yang bisa menggantikan kebahagiaan mereka.
.
"Termasuk mereka juga,"
.
.
__ADS_1
T.B.C