
.
" Kemarilah, kita akan berkenalan dengan anggota keluarga baru kita," ucapnya.
Semua anak-anak Naruto memiringkan kepala.
"Anggota keluarga baru?" bingung mereka.
Entah mengapa Naruko, Vivi, Menma dan Olive langsung melebarkan mata seolah-olah seolah-olah ucapan ayahnya dan langsung mengungkapkan tajam Naruto kecuali Menma.
"Teruuuuuuuuuuuuu-saaaaaaaaaaan!"
Tatapan tajam Olive, Naruko, dan Vivi dengan aura horor dari mereka yang ditunjukkan kepada ayah mereka.
Glek!
"Buah jatuh memang tak jauh dari pohonnya!" batin Naruto merinding ngeri saat di tatap oleh ketiga anaknya itu.
"Hehe, anak Tou-san yang cantik dan manis kayak ibunya, Tolong jangan membocorkan Tou-san seperti itu ya," kikuk Naruto yang masih terus-terusan ditatap oleh Olive, Naruko dan Vivi.
"Hihihihihihi!"
Dan akhirnya para wanita dewasa malah cekikikan senang karena melihat tingkah Naruto yang dibuat takut oleh anaknya sendiri.
" Nee-san mengerikan," batin adik-adiknya Olive, Naruko dan Vivi.
" Hiiiiiiiiiiiii! Apakah mereka Nee-san Nee-sanku? Kok serem banget ya?" batin Lucy berteriak.
"Hah!" Olive, Naruko dan Vivi kembali ke mode tenang.
"Jadi, kami harus memanggil tuan putri Arturia dengan sebutan apa, Tou-san?" tanya Naruto.
"Kalian bisa memanggil dengan sebutan Arturia Kaa-san mulai sekarang, dan oh ya," Naruto langsung menyentuh bahu Lucy.
Sontak Lucy langsung berdiri dari duduknya dan membalikkan badan menghadap saudara-saudaranya.
"Perkenalkan ini Lucy, saudara kalian. Atau lebih tepatnya Nee-san bagi Minato dan adik-adiknya," ucap Naruto memperkenalkan Lucy kepada anak-anaknya.
"Mohon bantuannya untuk kedepannya," ucap Lucy sambil berjalan sebentar.
Tiba-tiba Liya mendekati Lucy.
"Mohon bantuannya juga Nee-san. oh ya aku Liya, dan," sambil menunjuk Asuna yang duduk di samping kanan Yasaka.
"Dia Kaa-sanku," ucapnya,
sedangkan Asuna yang ditunjuk oleh anaknya tersenyum mengiyakan.
"Oh ya Liya, mulai sekarang kamu berbagi kamar dengan Lucy ya?" ucap Naruto memberi tau.
Liya langsung mengacungkan jempolnya.
"Siap Tou-san!" angguk Liya semangat.
Entah mengapa tiba-tiba Minato sudah berada di samping Liya.
"Ne, Nee-san. Nanti jaga jarak dengan Olive Nee-san, Naruko Nee-san, Vivi Nee-san ya?" bisik pelan Minato dan sepertinya Minato tak menyadari jika di belakang ada Olive, Naruko dan Vivi dengan mata yang sudah menyala bagaikan kobaran api sambil mengepalkan tangan.
__ADS_1
"Memangnya kenapa ya?" tanya Lucy yang bingung,
sedangkan Liya sudah menyingkir menjauh dari Minato setelah menoleh ke belakang tadi.
"Nanti Lucy Nee-san bakal ketularan bar-ba-"
Ctak! Ctak! Ctak!
Tiga jitakkan tepat mendarat di kepala Minato sebelum ucapannya selesai dan pelakunya adalah Olive, Naruko dan Vivi yang sekarang sedang mengungkapkan tajam Minato.
"Ngomong apa tadi ha! Adik kampret!" ucap Olive, Naruko dan Vivi bersamaan dengan aura horor dari tubuh mereka.
"Ampun Nee-san. Nee-san tetap paling cantik dan manis," ucap Minato bersujud dan ketiga kakaknya kembali tersenyum karena senang di puji.
Kemudian Minato berdiri.
"Tapi masih Jomblo," seketika Minato langsung berlari ke lantai 2 sebelum mendengar suara aneh setelahnya.
"MINATOOOOOOOO!"
Dan suara aneh itu adalah teriakan kekesalan Olive, Naruko dan Vivi bersamaan melangkah menuju lantai 2 untuk mengejar Minato.
Untuk anak-anak Naruto yang lainnya serta Raynare, Mitlet dan Kuroka hanya geleng-geleng kepala karena sudah menjadi kebiasaan setiap harinya jika berkumpul di rumah.
Sedangkan untuk Lucy malah bingung.
suasana saat ini adalah baru pertama kali dirasakan oleh Lucy sejak dulu, pada dasarnya dia sangat senang dengan suasana baru pertama kali ia rasakan.
Sedangkan untuk wanita dewasa serta Naruto hanya menghela nafas lalu tersenyum, karena suasana seperti ini adalah hiburan tersendiri bagi mereka.
Sedangkan untuk Arturia sama seperti putrinya yang sama-sama bingung dengan suasana baru yang ia rasakan.
"Bergabunglah dengan mereka," dia menyuruh dan menjawab anggukkan oleh Lucy.
"Ayo Nee-san, kita berkumpul di atas," ajak Liya di sampingnya, dan lagi-lagi Lucy mengangguk.
Kemudian mereka melangkah menuju lantai 2 dan sudah ditunggu saudara-saudaranya di tangga.
Dan akhirnya semuanya melangkah bersama ke lantai 2 dengan Lucy yang sudah bergabung dengan saudara-saudaranya.
"Sting dan Luna juga ke lantai 2 ya? Tou-san ingin berbicara dengan ibu-ibu kalian," ucap Naruto kepada Sting dan Luna yang berada di hadapannya.
"Siap Tou-san!" ucap Sting dan Luna secara bersamaan langsung berlari ke lantai dua untuk bergabung dengan kakak-kakaknya.
"Huh," Naruto menghela nafas setelah anak-anak sudah pergi ke lantai 2.
Kemudian Naruto membalikkan badan dan langsung duduk kembali sambil menghadap wanita dewasa di hadapannya.
"Jadi, bisakah kau mulai penjelasanmu sekarang tentang Izanami yang datang ke Kyoto kemarin, Yasaka?" tanya Naruto kepada Yasaka.
Yasaka menarik nafas dan keluarkan kembali. "Sebenarnya-"
.
#Lewati Waktu
.
__ADS_1
"-Seperti itulah Naru-kun, maaf ya karena aku telah mengambil keputusan tanpa memberitaumu terlebih dahulu," ucap Yasaka menjelaskan terlebih dahulu dan sekarang dia menunduk karena takut jika Naruto marah atas tindakannya.
"Huh," Naruto hanya menghela nafas setelah mendengar penjelasan dari Yasaka.
"Aku terserah kalian semua, jika begini jadinya," ucapnya.
"Kami semua mengikuti pendapat Yasaka-san, Naru-kun. Kami semua tak ada hak untuk menolak karena itu sudah keputusan dari Yasaka-san," ucap Serafall mewakili yang lainnya dan didukung oleh wanita lainnya.
Lalu Naruto menoleh ke arah Yasaka.
"Lalu pendapatmu apa Yasaka?" tanyanya
"Aku tak peduli, karena aku percaya kau bisa berlaku adil untuk kita semua," balas Yasaka masih menunduk.
"Hm, baiklah-baiklah aku akan melakukannya. Tapi ingat, aku melakukan ini bukan untuk diriku sendiri, tapi untuk bangsa kalian dan terutama keluarga ini. Jika pun ada cara lain pasti aku akan menolak keputusanmu itu, Yasaka," kata Naruto memberikan keputusannya dan dijawab oleh yang lainnya.
Srek!
Tiba-tiba Naruto berdiri dari duduknya.
"Aku akan pergi ke Underwater Kingdom besok, mungkin anak-anak ada yang mau ikut ke sana," ucapnya dan entah mengapa semua wanita memiringkan kepala tanda tak kecuali Yasaka.
"Kerajaan Bawah Air?" bingung mereka semua kecuali Yasaka.
"Kalian bisa tanya Yasaka. Aku mau ke lantai 2 untuk mengajak anak-anak," ucap Naruto langsung melangkah menuju lantai 2, dan kini Yasaka menjadi favorit semua wanita di ruangan tersebut.
"Ceritanya panjang, dan istri sah yang aku katakan dulu selain diriku juga ada disana," kikuk Yasaka karena di tatap oleh banyak pasang mata.
"Kapan-kapan akan kuceritakan," sambungnya karena merasa dicintai oleh wanita itu.
"Baiklah, aku akan tunggu cerita itu. Sungguh aku sangat penasaran tempat seperti apa Underwater Kingdom itu," ucap Freya mewakili semua wanita yang menyetujui ucapannya.
Lalu Yasaka menoleh ke arah Arturia yang berada di samping kirinya.
"Bagaimana pendapatmu tentang keluarga ini, Arturia-san?" tanyanya
"Mungkin situasi seperti tadi baru kali ini kurasakan. Sungguh, aku bingung ingin mendeskripsikannya seperti apa, tapi saat melihat anak-anak tadi membuatku sangat senang dan bahagia sekali seolah-olah tak akan ada yang akan terjadi nantinya," balas Arturia mengungkapkan pendapatnya dan semua wanita kembali tersenyum saat mendengar ekspresi dari Arturia.
"Kau akan terbiasa nantinya, di keluarga ini tak ada yang namanya saling memusuhi atau yang lainnya. Karena keluarga ini memegang teguh kerukunan dan keharmonisan, saling menjaga dan menghormati, itulah peraturan yang tegas dari Naru-kun kepada kami semua. "
" Dan kami semua sebagai wanitanya hanya perlu mematuhi semua perintahnya, tanda kita menghormati sang pemimpin keluarga ini," ucap Yasaka memberitau dan Arturia pun mengangguk mengerti.
"Um, mohon bantuannya untuk kedepannya," ucap Arturia dan menjawab anggukan dan senyuman oleh semua wanita yang ada di ruangan tersebut.
.
#Flashback End
.
"Benar-benar menyenangkan," gumam Arturia sewaktu-waktu setelah mengingat kejadian tadi malam.
Hingga akhirnya masuk lama acara menyirami tanaman pun sedangi dan kemudian terus melangkah ke rumah sambilandung senang karena perasaan Arturia hari ini.
.
.
__ADS_1
T.B.C