
.
Pagi hari di rumah sederhana 2 lantai yang memiliki 4 kamar di lantai 2 dan 2 kamar serta ruang tamu di lantai 1.
dengan fasilitas dapur yang sudah memiliki perlengkapan yang lengkap serta kamar mandi di setiap kamar masing-masing.
Dapat dilihat disalah satu kamar rumah tersebut kini terlihat seorang pria dewasa yang baru saja bangun dari mimpinya untuk memulai hari barunya.
.
"HOAMMM!"
.
Pria tersebut menguap sambil beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi yang ada di kamarnya.
.
#Skip time
.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian. kini pria itu berada di dapur dan sedang memasak sesuatu.
"Pagi Tou-San," ucap Menma menghampiri Naruto dengan pakaian yang sudah rapih (alias sudah mandi).
"Pagi," jawab singkat Naruto.
"Yang lain belum turun Tou-San?" tanya Menma.
"Belum, kau bangunkan mereka sana," jawab dan perintah Naruto.
"hai hai," kata Menma sambil melangkah ke lantai 2.
.
#skip time
.
Dapat dilihat kini terlihat di ruang makan keluarga terdapat 5 orang sedang makan dengan hikmat tanpa bersuara sampai selesai makan.
Dan setelah acara sarapan selesai kini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga yang sepertinya sedang membahas sesuatu.
"Kalian kemarilah, Tou-san ingin membicarakan sesuatu kepada kalian," kata Naruto mengawali pembicaraan.
"Ingin membicarakan apa? Tou-san," tanya Menma duduk di sofa diikuti Naruko, Vivi dan Minato.
"Tou-san hanya ingin memberitau bahwa mulai besok kalian akan sekolah kecuali Menma karena dia sudah kuliah," jawab Naruto memberitau.
"OOOO, Cuma itu," kata mereka bersamaan.
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik
.
"APAAAAAA!"
__ADS_1
.
Suara teriakan Minato memenuhi ruangan tersebut karena baru sadar apa yang di ucapkan oleh ayahnya.
"JANGAN TERIAK-TERIAK RUBAH KAMPRET!" bentak Naruko keras sedangkan Menma dan Vivi hanya menutupi telinga mereka.
"Mungkin aku salah dengar Tou-san? apa tadi? Sekolah?" ucap Minato tidak percaya.
"kau tidak salah dengar Minato," jawab Naruto santai.
"OH TIDAK! huruf-huruf aneh (rumus), angka yang tidak ada ujungnya dan tulisan panjang yang membosankan, aduh ini mimpi buruk. otakku tidak bisa menampung semua itu!" kata Minato bermonolog sendiri sambil terus memegang kepalanya frustasi.
"Makanya sekolah biar otakmu tidak sebesar bijimu itu," ucap Menma mengejek.
"Apa yang kau bilang Menma-Nii! kau meremehkan biji punyaku ya, dasar Siscon!" balas Minato tidak terima.
.
"APA KAU BILANG MANIAK RAMEN!"
"OTAK PAKAIAN DALAM!"
"RUBAH PEMALAS!"
"JOMBLO ABADI!"
.
"OHOK!"
.
Kata-kata Minato mengalahkan secara telak ejekan Menma sedangkan Naruto hanya tersenyum karena perdebatan mereka sudah menjadi hiburan tersendiri.
Lain halnya dengan Naruko yang sudah keluar urat-urat kekesalan di kepalanya.
.
"KAU YANG DIAM NONA PEMARAH!" bentak balik Menma dan Minato bersamaan.
.
"DUAK! DUAK!"
.
Sebuah pukulan keras mendarat mendarat tepat di kepala Menma dan Minato dan pelaku pemukulannya adalah Naruko yangan kepalan tangan serta aura horor yang keluar dari tubuhnya.
"Aduh! kenapa aku juga kena Ruko-Chan," ucap Menma sambil mengelus kepalanya yang berasap.
"Karena kalian berisik!" bentak Naruko.
"Sudah-sudah," kata Naruto melerai perdebatan anak-anaknya.
.
#SKIP DI TEMPAT LAIN
.
Di suatu ruangan luas yang bernuansa putih yang di dalamnya kini berkumpul banyak orang, ralat Dewa-Dewi penting yang sedang membicarakan sesuatu hal penting hingga 2 jam akhirnya selesai dan dewa-dewi tersebut membubarkan diri masing-masing hingga menyisakan 5 Dewa Dewi yang masih duduk di singgasananya.
"Tadi itu keputusan yang tepat, Zeus!" ujar Poseidon
"Hmm, aku juga tidak menyangka kau bisa sebijak itu," timpal Hades.
__ADS_1
"Aku hanya ingin yang terbaik untuk kaumku saja," balas Zeus.
"Aku juga tidak menyangka, kau mau mengundangku kesini lagi," sambung Hades menambahkan ucapannya.
"Aku merasa heran, kau terlihat berubah selama 4 tahun belakangan ini. bisakah kau beritahu aku wahai adikku" ucap Hestia yang dari tadi diam dan diikuti anggukan oleh yang lain kecuali Zeus.
"Apa maksud kalian?" jawab Zeus pura-pura tidak tau.
"jangan pura-pura tidak tau Zeus! aku merasakannya, bahwa kau telah berubah dari dulu yang sangat arogan, egois, dan selalu menang sendiri, tapi kini kau sebaliknya bahkan kau sangat perhatian kepada Hera dan kudengar akhir-akhir ini kau sering mengunjungi Hephaestus, selaku anak yang kau usir dari sini di dunia manusia," sahut Hestia membuat Hera kaget,
pasalnya Hera tidak tau bahwa Zeus sering mengunjungi anak pertamanya.
"Kau selalu tau saja ya Hestia," ucap Zeus sambil menerawang langit-langit ruangan.
"karena aku selalu memperhatikan saudara-saudaraku, jadi aku tau apa pun itu," kata Hestia tenang.
"Apa benar begitu Zeus?" ucap Hera penasaran.
"Ya! semua yang dikatakan Hestia benar" jawab Zeus tenang.
"Lalu kenapa kau mengunjunginya? dan kenapa kau tidak mengajakku juga?" tanya Hera ingin tau.
"Mau bagaimanapun dia tetaplah anakku, mungkin kau akan senang setelah melihatnya" balas Zeus menghela nafas.
"Memang apa yang terjadi dengannya?" tanya Poseidon juga tertarik dengan pembicaraan saat ini.
"Hmm, sepertinya menarik. Bisa kau beri tau Zeus," timpal hades yang penasaran dengan anak pertama Zeus dan Hera.
"Sekarang dia sudah sembuh dari pincangnya, dan kalian tau sekarang dia sudah menikah lagi dan memiliki anak yang lucu, Hmm aku tidak sabar ingin melihat cucuku yang cantik bin imut itu lagi" kata Zeus bersemangat dengan saat menyebutkan kata cucu.
Sontak ucapan Zeus membuat semuanya terkejut dan syok untuk Hera, karena Hera merasa dirinya tidak tau apa-apa dengan anak pertamanya.
.
"APAAA!"
.
teriak Hestia, Poseidon dan Hades karena terkejut sedangkan Hera masih syok tak tau harus mengucapkan apa.
"Yang benar saja Zeus! Bukannya kaki Hephaestus dinyatakan tidak bakal sembuh seumur hidup oleh dokter terbaik di sini?" sahut Hestia tidak percaya diikuti anggukan Poseidon dan Hades bersamaan.
"Mungkin ini sebuah keajaiban dari seseorang," balas Zeus tenang menghiraukan reaksi yang ditunjukkan mereka saat ini.
"SESEORANG?" kata yang lainya bingung.
"Ya, akan kuceritakan nanti, dan sekarang aku malah jadi kasihan terhadap Aphrodite saat ini," kata Zeus mengalihkan topik.
"Ya, aku juga merasa kasihan dengannya, setelah dia bercerai dengan hephaestus, sekarang dia seperti wanita murahan yang selalu berganti ganti pria" sahut Poseidon mengingat kelakuan Aphrodite.
"YA, kau benar adikku, dia memiliki anak tanpa dasar cinta tulus, itu membuat diriku sebagai perempuan tersakiti," kata Hestia menambahkan.
"Dia itu salah satu wanita yang paling dibenci oleh orang yang menyembuhkan Hephaestus," kata Zeus sambil mengingat seseorang.
"Apakah dia seorang Dewa dari Mitologi lain?" tanya Hades bingung.
"Bukan, dia hanya seorang manusia biasa," balas Zeus membuat yang lain kaget, pasalnya Zeus sangat benci dengan manusia.
"Tidak mungkin! Seorang manusia tidak terpengaruh oleh pesona Aphrodite yang katanya bisa membuat Dewa lain tergila-gila dengannya, contohnya saja Ares anakmu Zeus, sampai-sampai memiliki keturunan darinya tanpa pernikahan" ucap Poseidon membuat Zeus dan Hera termenung atas perbuatan anaknya.
"Aku pikir Aphrodite itu hanya tidak bisa memanfaatkan pesonanya saja sehingga dia dimanfaatkan menjadi budak sexs oleh orang lain," kata Hades
"Tapi aku heran dengan manusia yang kau sebut tadi itu Zeus, kenapa dia bisa mengatakan benci kepada Aphrodite, pasalnya manusia yang mendengarkan nama Aphrodite saja langsung memuji-mujinya," sambung Hades kepada Zeus.
"Kau hanya belum tau Hades, dia itu bukan manusia biasa bahkan malaikat tercantik di surga saja dia tolak" jawab Zeus memuji.
__ADS_1
"TIDAK MUNGKIN!" teriak Hades dan Poseidon bersamaan.
T.B.C