STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 113 Arc Underwater Kingdom 1 : Penantian


__ADS_3

.


#ASGARD


.


Seperti biasa di pagi hari setiap mahkluk hidup lakukan, yaitu menggeliat untuk bangun dari tidurnya dan menjalani aktivitas barunya dengan suasana baru pastinya.


Seperti mahkluk yang ada di kamar ini. Dapat dilihat di kamar salah satu aula di Asgard yang bernama Valhalla.


Di kamar tersebut terdapat dua sosok berbeda gender masih tertidur dengan ditutupi oleh selimut tebal yang hanya menyisakan kepala saja, yaitu Naruto dan Freya.


Tiba-tiba mata Naruto yang tertutup mulai terlihat ada gerakannya dan lama-kelamaan pria tersebut membuka matanya dengan perlahan.


"Sudah pagi kah?" gumam Naruto setelah melirik sekeliling ruangan yang nampaknya sudah terlihat terang benderang.


Lalu Naruto menoleh ke samping kirinya dan langsung tersenyum saat melihat Freya yang tertidur sambil merangkul erat tangan kirinya.


"Dia terlihat bahagia sekali," ucapnya.


Kemudian Naruto menyudahi acara melihat ke arah Freya, kini tangan kanan Naruto mencoba menyibakkan selimut yang menutupi dirinya dan Freya tidur.


Hingga tak butuh lama selimut yang menutupi mereka pun telah disingkirkan oleh Naruto.


Dapat dilihat sekarang kondisi mereka yang tak tertutup oleh selimut. Mereka berdua tak memakai sehelai benang pun alias telanjang bulat.


Dengan gerakan hati-hati, Naruto mencoba melepaskan rangkulan erat Freya.


Dan akhirnya Naruto bisa melepaskan rangkulan erat Freya dan langsung beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi yang ada di kamar tersebut.


"Emmmmhhh,"


Dan nampaknya Freya juga ada tanda-tanda terbangun karena merasa hawa dingin yang menyentuh kulit tubuh telanjangnya setelah 10 menit Naruto masuk kamar mandi.


Sambil menggeliat Freya terbangun dari tidurnya dan langsung talah-toleh seperti mencari sesuatu di ruangan itu.


"Naru-kun dimana ya?" Gumamnya.


"Mungkin dia sudah bangun dari tadi," sambungnya.


Lalu Freya beranjak dari tempat tidurnya.


"Au,"


Tapi anehnya saat mau melangkah ke kamar mandi, langkahnya seperti robot dan dia merintih sakit saat menggerakan kakinya.


"Ternyata Naru-kun jauh lebih liar jika dalam keadaan sadar. Bahkan tadi malam aku tak bisa mengimbangi permainannya," ucapnya sambil mengelus area selangkangannya yang terasa sakit entah karena apa.


Sambil menahan rasa sakitnya, dengan langkah pelan Freya melangkah ke kamar mandinya. Hingga tak berselang lama dirinya benar-benar sudah sampai kamar mandi dan memasukinya,


dan ternyata di dalam kamar mandinya ada Naruto yang nampaknya sudah selesai acara membersihkan tubuhnya dengan handuk putih yang sudah melingkar di pinggangnya.


"Kenapa kau berjalan seperti itu?" tanya Naruto saat melihat Freya yang berjalan patah-patah memasuki kamar mandinya.

__ADS_1


Freya langsung menatap tajam Naruto.


"Bukannya ini ulahmu tadi malam," ucapnya.


Dan entah kenapa Naruto malah tersenyum setelah mendengar jawaban dari Frrya, kemudian Naruto mendekati Freya dan mendekatkan mulutnya ke telinga kiri Freya.


"Anggaplah sebagai pembalasanku, hehe," bisiknya sambil cengengesan.


Freya langsung diam mematung setelah mendengar bisikan dari Naruto.


Dan seketika pula Naruto langsung beranjak keluar kamar mandi karena melihat Freya memasang wajah kesal saat itu.


"NARUUUUUUUUUUU! AKAN KUBALAS KAU NANTI BERSAMA ORANG-ORANG DI RUMAH!"


Teriak Freya di dalam kamar mandi, hingga suaranya sampai terdengar ke seluruh Aula Valhalla.


Sedangkan Naruto yang sudah di kamar hanya cengengesan saja saat mendengar teriakan.


.


#Skip Time


.


2 jam berlalu, kini Naruto sudah berada di gerbang Aula Valhalla bersama Freya dengan pakaian yang sama seperti kemarin di kenakan.


Dan disitu juga ada Thor, Sif dan Frigg untuk mengantar Naruto dan Freya yang akan pulang kembali ke Kuoh.


"Titip salam buat Sting ya," ucap Frigg dan di jawab anggukkan oleh Naruto dan Freya bersamaan.


"Entahlah Thor, kalau tidak lupa mungkin bisa kesini lagi," balas Naruto.


Lalu menoleh ke arah Frigg.


"Kami pamit sekarang, ah aku harus memanggilmu apa ya? Kau kan ibunya Freya," ucapnya sedikit kikuk saat mau menyebut nama Frigg.


"Panggil ibu saja sudah cukup," balas Frigg dan dibalas anggukkan oleh Naruto.


"Baik bu," ucap Naruto lalu menoleh kearah Freya.


"Pegangan Freya, kita akan berteleport langsung sekarang," ucapnya kepada Freya.


Dan Freya langsung menggaet tangan kanan Naruto.


Lalu Naruto kembali menoleh ke arah Frigg, Thor dan Sif yang mengantarkannya sampai gerbang.


"Ja ne," ucapnya dan dijawab anggukkan oleh ketiga orang di depannya.


SRING!


Dan dalam sekejap mata, Naruto dan Freya menghilang langsung menuju rumahnya yang berada di Kuoh, Jepang.


Lalu ketiga orang yang tadi mengantarkan Naruto dan Freya langsung kembali ke dalam Aula dengan Frigg yang berjalan lebih dahulu sedangkan Thor dan Sif berjalan pelan di belakangnya.

__ADS_1


.


# Rumah Naruto


.


SRING!


Bruuuuss!


Minuman yang baru saja masuk ke mulut Yasaka, Serafall dan Hancock langsung disemburkan keluar. Mereka semua terkejut atas kemunculan Naruto dan Freya yang secara tak terduga di ruang keluarga.


"Ya ampun Naru-kun, jurus teleport-mu membuat kami jantungan saja," ucap Yasaka sambil mengelap bibirnya dan didukung anggukkan Serafall dan Hancock bersamaan.


Lalu Freya melepaskan rangkulannya dan Naruto hanya menghela nafas saja.


"Kalau ada cara untuk mengabari dulu, mungkin sudah kulakukan," ucap santai Naruto sedangkan ketiga wanita dewasa hanya menghela nafas saja.


Tanpa diperintah, Freya langsung melangkah ke kamarnya untuk berganti pakaian.


"Yang lain ke mana?" tanya Naruto yang hendak melangkah ke kamarnya.


"Bahan makanan di rumah hampir habis, jadi mereka semua pergi berbelanja, dan anak-anak sudah pergi ke Kedai," balas Yasaka dan Naruto hanya ber-O-ria.


"Bangunkan aku nanti siang, aku kurang tidur tadi malam," ucap Naruto dan dijawab anggukkan oleh ketiga wanita tersebut bersamaan.


Lalu Naruto melangkah menuju kamarnya untuk istirahat karena merasa lelah dan mengantuk.


Tiba-tiba ketiga wanita dewasa tadi saling mendekat setelah Naruto memasuki kamarnya dan saling bisik-bisik.


"Aku yakin, tadi malam Naru-kun dan Freya-san melakukan itu," bisik Serafall.


"Um, um, aku sependapat denganmu, Sera-san," timpal Hancock berbisik.


"Dan kalian berdua bersiaplah, terutama kau Hancock-san. Kau belum merasakannya saat Naru-kun sadar kan?" bisik Yasaka menyerigai.


Glek!


Dan entah kenapa Hancock langsung menelan ludah kasar.


"Ba-bagaimana rasanya?" gagap Hancock.


"Kau akan tau nantinya. Iyakan Sera-san?" ucap Yasaka lalu meminta persetujuan Serafall.


"Um," dan dibalas anggukkan Serafall dengan pipi yang merona tipis.


Dan kini Hancock malah terdiam tak bisa berucap apa-apa, pikirannya malah terbayang suatu adegan tertentu dengan Naruto.


Tiba-tiba wajahnya langsung memerah padam dan berasap kemudian langsung ambruk di sofa.


"Hihihi, dia Cuma membayangkannya saja sudah seperti itu, bagaimana nanti melakukannya," cekikikan Yasaka.


"Um, kau benar sekali Yasaka-san, hihihi," timpal Serafall yang juga cekikikan.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2