STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 133


__ADS_3

#Kedai (Sore)


.


"Huh," seperti biasa, Menma terus menghela nafas akhir-akhir ini.


"Kenapa Tou-san selalu sibuk akhir-akhir ini?" gumamnya sambil menyenderkan punggungnya di Counter dapur.


Set!


Tiba-tiba Katerea berada di samping Menma.


"Anak Kaa-san jangan mengeluh oke," ucap Katerea menyemangati sambil tersenyum.


"Huh," Menma menghela nafas lagi.


"Kalau begini kan jadi aku yang mengurus koki kedai setiap harinya, Kaa-san," ucap Menma mengeluh.


Katerea memegang pundak Menma.


"Ini juga termasuk latihanmu menuju kedewasaan. Kau ingin dibanggakan sebagai seorang laki-laki bukan? Apa lagi nanti setelah kau dan Raynare-chan menikah. Pasti Raynare-chan akan sedih jika kau mengeluh seperti ini," ucap Katerea menasehati.


"Nikahnya kan masih lama, Kaa-san," balas Menma mengangkat kedua bahunya.


Katerea menyudahi acara memegang pundak Menma lalu membenarkan kacamatanya sambil tersenyum menyerigai.


"Apa ini, apakah anak Kaa-san ingin cepat nikah?" goda Katerea.


"Gehe," Menma terdiam seperti maling ketangkap basah dan wajahnya langsung memerah.


"Ti-tidak Kaa-san, aku masih ingin menikmati masa mudaku," kikuk Menma memalingkan wajahnya.


Katerea menyenggol bahu Menma dengan bahunya.


"Jangan malu, Kaa-san tau kok. nanti Kaa-san bantu ngomongnya dengan Tou-sanmu," goda Katerea.


Menma menyingkir menjauh dari Katerea.


"Ti-tidak Kaa-san, Ja-jangan beritau Tou-san dulu," gagap Menma dan Serigai Katerea bertambah lebar.


"Jangan beritau Tou-san dulu ya?" ucap Katerea bertanya sambil menyerigai.


Dan Menma langsung terdiam mematung setelah mengingat ucapannya dengan wajah merah padamnya terlihat jelas dan Katerea terus-terusan menjahilinya, bagi Katerea adalah suatu kesenangan sendiri bisa menjahili anaknya sendiri.


Sedangkan di balik tembok dapur nampak Raynare dengan pakaian maidnya sudah bersemu merah dan berasap karena mendengar percakapan Menma dan ibunya di dapur Kedai.


"Kyaaaaa! Ternyata Menma-kun pengen cepat menikah denganku, Kyaaa!"


Batin Raynare terua menjerit karena sangat senang mendengar apa yang di dengar dari dapur Kedai.


.


Ting!


.


Pintu Kedai terbuka memperlihatkan Rias dan Sona serta peregenya yang datang berkunjung ke Kedai.


"Wah Rias-chan, Sona-chan,"


Sapa Vivi yang saat melihat kehadiran Rias dan Sona, karena memang paling dekat dengan pintu Kedai.


"Vivi-nee," ucap Rias dan Sona bersamaan.


"Woy Minato-san!"


"Berisik kampret!"


Teriak Issei dan Saji bersamaan saat melihat Minato di pojokkan Kedai dan langsung di bentak oleh Minato.

__ADS_1


Seakan tak mempan bentakan Minato, Issei dan Saji malah mendekati Minato.


"Ayolah bung, jangan galak-galak seperti itu, kita kan teman," ucap Issei sambil menyenggol bahu Minato dengan bahunya.


"Benar sekali," timpal Saji mengangguk mengiyakan.


Minato menatap Issei dan Saji dengan tatapan aneh.


"Teman katamu. Sorry, aku tidak punya teman mesum seperti kalian."


"Uhuk,"


Issei dan Saji berbatuk bersamaan.


"Seperti biasa, ucapanmu pedas sekali," ucap Saji dan didukung anggukan Issei.


"La, bukannya kenyataan. Kalau kalian itu mesum tingkat akut," ejek Minato.


"Grrrrrrrrrt! Omonganmu memang pedas Minato kampret!" kesal Issei dan Saji tapi dihiraukan oleh Minato karena sudah terbiasa mengejek Issei dan Saji dan pastinya dibalas kekesalan oleh mereka berdua karena tak terima diejek, dan kelakuan seperti itu pasti terulang disaat mereka bertemu.


Sret! Sret!


Minato menoleh ke belakang karena merasa ada yang menarik bajunya dan ternyata adalah Koneko yang sedang memalingkan wajahnya dengan tangan kanan seperti meminta sesuatu.


"Hai, hai," Seakan sudah tau, Minato langsung merogoh kantong celananya dan mengambil batangan Coklat lalu diberikan kepada Koneko.


"Kenapa kau selalu meminta coklat padaku si, Neko-chan?" tanya Minato sambil menyerahkan batangan coklatnya.


Koneko langsung menerima coklat pemberian Minato.


"Bukannya kau sudah berjanji akan selalu memberikan aku coklat setiap bertemu, apa kamu lupa?" kata Koneko mengingatkan.


Sontak Minato memegang dagunya seperti orang sedang berpikir.


"Hmm, kapan ya?" gumamnya.


Nyutt!


Rintih kesakitan Minato setelah Koneko menginjak kaki Minato dengan keras sampai membekas di kakinya.


"Jangan pura-pura tidak tau." Ucap Koneko kesal.


Sedangkan Minato masih merintih kesakitan memegang kakinya.


" Perasaan aku tidak pernah berjanji akan memberikan coklat kepada Koneko, aneh," batin Minato.


Sedangkan Issei dan Saji sudah menyingkir ke pojokkan sambil berbisik memunggungi Minato dan Koneko.


"Sejak kapan Minato kampret dan Koneko sedekat itu ya, kau mengetahuinya Issei?" bisik Saji.


"Mana aku tau, aku sama sekali tidak tau," balas Issei berbisik juga.


"Woy. Woy. Woy. Aku dengar kalian menyebut diriku kampret ya?"


Issei dan Saji mengakhiri acara bisik-bisiknya lalu menoleh ke arah Minato yang sedang menatap mereka berdua.


"Pfffffffffft! Kau mendengarnya Issei? Minato mengaku sendiri bahwa dirinya kampret," ucap saji sambil menahan tawa.


Twict! Twict! Perempatan muncul di pelipis Minato.


"Haha! Kau benar sekali Saji," timpal Issei tertawa.


Ctak! Ctak!


Jitakkan keras mendarat di kepala Issei dan saji dengan pelakunya adalah Minato sendiri yang sedang memasang wajah kesal kepada Issei dan Saji.


"Apa-apaan kau Minato! Kami saja tak pernah menjitakmu seperti ini," kesal Issei dan Saji menatap tajam Minato sambil memegang kepalanya yang benjol.


Minato bersedekap dada. "Karena kalian tak akan bisa menjitakku, tak akan pernah bisa," ucap Minato bangga.

__ADS_1


"Grrrrrrrrrrrt! Suatu saat kami akan memukulmu lebih keras dari ini, Minato sialan!" kesal Issei dan Saji.


"Coba saja kalau kalian bisa," ucap santai Minato mengejek,


sontak membuat Issei dan Saji menggerutu kesal karena termakan ejekannya Minato.


Menghiraukan para cowok yang bertengkar konyol di pojokkan.


Kini rombongan Rias dan Sona nampak asik mengobrol dengan Vivi dan sudah di tambah adanya Naruko.


Sedangkan Kiba dan Gasper sudah duduk di pojokkan yang berbeda dari tempat Minato cs.


Tap! Tap! Tap! Tap!


"Naruko, Vivi, bisa bantu Nii-sanmu ini. Tolong bawakan ramen sisanya di dalam," ucap Menma yang keluar dari dapur kedai dengan nampan berisi 4 mangkuk ramen.


Tap!


Menma meletakan nampan tersebut di meja tepat di hadapan rombongan Rias dan Sona.


Naruko menoleh ke arah Menma.


"Nii-san jahat banget. Masa menyuruh gadis cantik sepertiku untuk membawa hal-hal berat seperti itu. Berarti Nii-san bukan laki-laki sejati," ejek Naruko.


Ctak!


Menma menjitak kepala kuning Naruko.


"Baka, ejekkanmu tak akan mempan terhadapku," ucap Menma.


"Ayolah Nii-san, kami ini sedang asik mengobrol sesama perempuan, tak pengertian sekali Nii-san ini," ucap Vivi dan didukung anggukan kepala rombongan Rias dan Sona kecuali Akeno yang malah menunduk entah karena apa.


Sedangkan Naruko sedang sibuk mengelus kepalanya yang dijitak oleh Menma.


"Bu-"


"Oh ya Nii-san, Akeno-chan katanya ingin mengatakan sesuatu kepadamu," ucapan Menma terpotong oleh ucapan Vivi.


Seketika Menma menoleh ke arah Akeno.


"Ingin mengucapkan apa, Akeno-san?" dan Akeno jadi gelagapan entah karena apa dan para wanita langsung menyerigai termasuk Naruko dan Vivi saat melihat gelagat malu Akeno.


"Ano-ano-"


Bruk!


Semuanya langsung kaget saat Raynare menaruh nampan berisi 4 mangkuk ramen dengan keras, bahkan Akeno yang tadi malu-malu juga ikut kaget.


"Menma-kuuuuuun, di belakang masih ada ramen yang belum di ambil lo," ucap Raynare penuh penekanan tepat di samping Menma.


"Hiiiiii, aku ambil sekarang," ucap Menma merinding langsung melangkah ke dapur kedai.


Sontak Raynare langsung menatap tajam Akeno, begitu pula Akeno yang membalas tatapan tajam Raynare.


Sedangkan perempuan yang lainnya hanya tersenyum kikuk saat melihat Raynare dan Akeno saling tatap dengan aura permusuhan yang sangat pekat.


.


" Mulai ada saingan," batin Raynare.


" Aku tak akan menyerah," batin Akeno.


.


Untung saja Cuma Katerea sebagai wanita dewasa di kedai tersebut yang sekarang sedang di dapur.


Coba kalau ada wanita dewasa lainnya, pasti kelakuan Raynare dan Akeno akan menjadi bahan ketawaan mereka semua.


.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2