
#NEGERI ALFTEIM
.
Penginapan (pagi)
.
"Eemmmmn,"
.
Suara erangan khas seseorang baru bangun dari alam mimpinya.
Dapat dilihat disalah satu kamar penginapan yang tak jauh dari Pohon Kehidupan terdapat seseorang pria yaitu Naruto sedang menggeliat tanda akan dirinya bangun.
" Bagaimana aku menjelaskan nanti kepada Yasaka-chan ya?"
Batin Naruto ketika benar-benar sudah terbangun dari tidurnya sambil memandang wajah Asuna yang masih tertidur damai di sampingnya.
" Ah pikirkan nanti saja lah,"
Sambung batin Naruto tersenyum melihat wajah damai Asuna saat terlelap,
lalu Naruto beranjak dari tidurnya tanpa membangunkan Asuna langsung melangkah ke pintu yang ada dipojokkan dengan kondisi telanjang.
.
10 menit kemudian
.
CKLEK!
.
Setelah 10 menit Naruto memasuki pintu dipojokkan kamar yang ternyata adalah kamar mandi,
kini Naruto sudah keluar dengan kondisi di bawah perut terlilit oleh handuk putih dengan badan yang sudah bersih, alias sudah mandi.
"Naruto-kun, kenapa kau tak membangunkanku si?"
Tiba-tiba Asuna bertanya dari atas tempat tidurnya ketika melihat Naruto keluar dari kamar mandi dan keadaannya juga telanjang.
"Aku tak ingin mengganggu tidur damaimu Asuna,"
Balas Naruto tanpa menoleh karena sedang mengambil pakaian di atas meja kecil yang akan dikenakan untuk hari ini.
"Huh," helaan nafas pun tercipta dari mulut Asuna dan kemudian Asuna juga beranjak dari tempat tidurnya.
"Aw," rintih Asuna ketika ingin berjalan merasa sakit di bagian selangkangannya dan sedikit kesusahan saat berjalan ke kamar mandi.
"Kau kenapa?" tanya Naruto yang melihat kondisi Asuna tiba-tiba mengerang sakit dan jalannya seperti robot, terlalu pelan.
"Bukannya ini gara-gara dirimu, membalas si membalas tapi ini melebihi apa yang kuperbuat waktu dulu di Hutan Terlarang," kata Asuna disela-sela langkah robotnya.
"Pfffffffft, jadi sekarang kita impas kan," balas Naruto sambil menahan tawanya setelah teringat kejadian tadi malam,
sedangkan Asuna sudah masuk kamar mandi menghiraukan Naruto yang ingin menertawainya.
.
__ADS_1
#Flash back on
.
Malam
.
"Akhirnya sampai," kata Asuna setelah turun dari kereta kuda disusul Liya dan Naruto dibelakangnya setelah menempuh perjalanan panjang menuju tempat Pohon Kehidupan berada dan sudah di sambut 2 prajurit dari Kerajaan Undine yang langsung membungkuk di hadapan mereka bertiga.
"Tuan Putri, semua permintaan Tuan Putri telah kami laksanakan," kata salah satu prajurit yang membungkuk.
"Terima kasih, tolong antarkan kami ke sana," balas Asuna membuat 2 prajurit yang membungkuk menegakkan kepala lalu memandu mereka bertiga menuju suatu tempat,
hingga tak berselang lama akhirnya mereka sampai di sebuah penginapan yang tak jauh dari Pohon Kehidupan.
"Semua permintaan yang diinginkan Tuan Putri sudah lengkap di dalam," kata salah satu prajurit ketika mereka berada di depan penginapan tersebut.
"Terima kasih atas kerja kerasnya , kalian boleh istirahat," balas Asuna tenang dan 2 prajurit tadi yang memandu mereka pun mengangguk.
"Terima kasih atas kebaikannya Tuan Putri," kata 2 prajurit tadi membungkuk hormat sebentar lalu melangkah kesisi lain penginapan.
"Hey! Ambillah," tiba-tiba Naruto memanggil 2 prajurit tadi yang sudah melangkah pergi sambil melemparkan suatu barang yang entah apa isinya.
Sontak 2 prajurit tadi terhenti langkahnya dan salah satu prajurit menangkap barang yang dilempar oleh Naruto kemudian membukanya. Dan entah kenapa 2 prajurit tadi melebarkan mata terkejut setelah melihat isinya yang ternyata sekantung koin emas atau mata uang Negeri Alfteim.
"Terima kasih Tuan! Terima kasih Tuan!" kata 2 prajurit tadi membungkuk dengan cepat dengan nada senang yang diucapkannya.
Lalu 2 prajurit tadi pun akhirnya melanjutkan langkahnya menuju sisi lain penginapan dengan semangat.
"Kamu memberikan apa kepada mereka?" tanya Asuna setelah 2 prajurit tadi tak terlihat di pandangannya sambil menoleh kearah Naruto.
"Cuma sedikit hadiah atas kerja kerasnya," balas Naruto tenang dan Asuna hanya ber-O-ria saja.
"ASUNA-CHAAAAAAAAAN!"
Tiba-tiba setelah mereka bertiga masuk langsung dihampiri oleh perempuan yang tubuh bagian bawahnya adalah ular langsung memeluk Asuna.
"Miya-chan, tolong lepaskan dulu pelukannya, aku baru sampai," kata Asuna yang sedikit kesusahan bergerak membuat Miya melepaskan pelukannya dan melirik ke sebelah Asuna langsung menyerigai.
"HEY SEMUANYA! ASUNA-CHAN MEMBAWA SUAMINYA!"
Teriak Miya setelah melirik ke sebelah Asuna membuat orang-orang yang berada di ruang utama penginapan menoleh ke sumber suara.
Dan seketika Asuna langsung diseret oleh Miya untuk berkumpul dengan para putri-putri kerajaan.
"Sepertinya penginapan ini dikhususkan untuk putra-putri kerajaan ya," gumam Naruto setelah melihat sekeliling ruangan yang isinya hanya putra-putri kerajaan saja.
"Pa! aku bergabung dengan temanku yang ada di sana ya," kata Liya sambil menunjuk sisi ruangan yang sepertinya anak-anak dari putra-putri kerajaan.
"Em," dan di jawab anggukkan oleh Naruto, kemudian Liya pun menghampiri teman-temanya.
"Mau ikut bergabung?" tiba-tiba di samping Naruto ada pria Elf berambut kuning panjang mengajak Naruto untuk bergabung dengan para pria.
"Boleh," jawab Naruto lalu mereka berdua melangkah kesisi ruangan yang terdapat para pria sedang mengobrol.
"Ah perkenalkan aku Licht dari kerajaan Light Elf," kata Licht (Black Clover) memperkenalkan diri disaat langkahnya menuju rombongan para pria.
"Uzumaki Naruto, panggil Naruto saja," balas Naruto memperkenalkan diri juga.
"Wah, inikah pria yang lagi banyak dibicarakan oleh seluruh Kerajaan," tiba-tiba salah satu rombongan pria yang memiliki rambut merah menyala serta sepasang tanduk di kepalanya bersuara setelah melihat Licht dan Naruto hampir dekat dengan mereka.
__ADS_1
"Hey Bro, kau tau? Setelah kejadian 4 hari yang lalu, kau itu sangat terkenal di seluruh kerajaan Negeri ini, terutama para perempuan yang selalu membicarakanmu," tiba-tiba pria dengan ciri rambut warna merah merangkul Naruto.
"Ah aku lupa memberi tau namaku, oke aku Klein dari ras Salamander," sambung pria yang merangkul Naruto memperkenalkan diri.
"Uzumaki Naruto, panggil aku Naruto saja," balas Naruto memberitau namanya dan kemudian Klein melepaskan rangkulannya.
"Baiklah Naruto-san, selamat bergabung dengan kami para putra kerajaan," kata Klein semangat lalu Naruto dan Licht pun ikut bergabung dengan para putra kerajaan.
"Perkenalkan aku Benimaru dari ras Ogre, salam kenal," kata Pria berambut merah menyala dengan sepasang tanduk di kepalanya yang tadi menyapanya. (Benimaru : Tensei Shitara Slime Datta Ken)
"Salam kenal juga," balas Naruto tenang.
Dan akhirnya Naruto bergabung mengikuti obrolan mereka bertiga tanpa tambahan siapa pun karena kemungkinan putra-putri kerajaan dari ras lainnya belum sampai di tempat penginapan khusus putra-putri kerajaan tersebut.
.
#Onsen
.
"Wah, Asuna-chan juga datang," suara perempuan yang berada di Onsen khusus wanita yang disediakan oleh penginapan tersebut setelah melihat Asuna memasuki Onsen dengan Miya dan putri-putri kerajaan lainya.
"Kau tau Shion-chan, kalau Asuna-chan tak kuseret kemari, mana dia mau," kata Miya yang sudah telanjang masuk dalam air Onsen.
"Ya setidaknya biarkan aku untuk melihat kamarku lah," sahut Asuna yang juga sudah telanjang ikut masuk dalam air Onsen.
"Jangan buru-buru Asuna-chan, aku tau kok kalau kau sudah tak tahan ingin ehem-ehem dengan suamimu kan," kata Shion menggoda membuat Asuna terkejut seketika mukanya langsung merah.
"Ti-tidak seperti itu Shion-chan, aku hanya memastikan kamarku aman atau tidak, itu aja," balas Asuna gagap.
NYUT! NYUT!
KYAAA!
"Lihatlah Asuna-chan, Oppaimu mulai mengeras, itu tandanya ucapan Shion-chan benar," kata Tuka dari belakang Asuna langsung meremas dada Asuna dari belakang membuat Asuna menjerit.
"Ne Asuna-chan, apakah suamimu suka dengan Oppai besar seperti punyaku," kata Shion sambil menggoyang-goyangkan Oppainya.
"Apa maksud dari perkataanmu itu? Shion-chan," kata Asuna sudah terlepas dari remasan tangan Tuka di dadanya dan sekarang sedang ditutupi dengan tangannya.
"Hanya ingin tau saja," balas Shion tersenyum.
KYAAAA!
"Wah punya Miya-chan sudah bertambah besar," kata Tuka kini sedang *******-***** Oppai milik Miya.
"Makanya remaslah punya sendiri dan banyakin minum susu agar punyamu juga besar dan tak meremas punya orang lain," balas Miya yang sudah terlepas dari remasan tangan Tuka di dadanya dan sekarang sedang menutupi dadanya sendiri dengan tangannya dan seketika pula Tuka langsung pindah kesisi Asuna.
"Ne Asuna-chan, mungkin suamimu bisa membantuku untuk memperbesar Oppaiku," kata Tuka menyenggol bahu Asuna dengan senyum serigainya dan langsung ditatap tajam oleh Asuna.
"Tidak boleh! Suamiku bukan barang!" balas Asuna membentak.
.
Hahahahahaha
.
Dan suara tawa para wanita pun akhirnya memenuhi Onsen tersebut karena terlalu senang mengerjai Asuna terus-terusan tanpa henti membuat Asuna kesal berkali-kali.
.
__ADS_1
T.B.C