
.
#Flashback On
.
Kuoh Gakuen
.
Dapat dilihat sekarang, tempat yang dijadikan lokasi pertemuan Aliansi terlindungi oleh kekkai yang kuat hingga mencangkup seluruh Kuoh Gakuen.
Kekkai tersebut terbuat dari gabungan berbagai Aliansi hingga menjadikannya sangat kuat membuat kemungkinan kecil untuk penyusup mengacau di pertemuan.
Kita lihat di dalam kekkai, tepatnya disalah satu ruangan yang lumayan luas dengan meja persegi yang lebar dikelilingi kursi-kursi yang tertata rapi dipinggir mejanya.
Kini kursi-kursi tersebut sudah terisi oleh pihak undangan dalam Aliansi, dengan Sirzech, Serafall, Izanagi dan Zeus yang duduknya berhadapan dengan Michael, Azazel, Odin dan Yasaka.
Serta para pengawal seperti Grayfia, Rossa dan Gray serta Rias, Sona dan peregenya yang sudah bertambah adanya Xenovia berada di belakang Sirzech dan Serafall, lalu Amaterasu, Tsukoyomi dan Susano'o berada di belakang Izanagi, dan Hera, Athena, Aphrodite, Athemis, Harmes dan Apollo berada di belakang Zeus.
Untuk pengawal dari seberang meja dapat dilihat Gabriel serta Irina berada di belakang Michael, serta trio DaTanshi, Vali dan Baraqiel berada di belakang Azazel, lalu di sebelahnya ada Frigg, Freya, Thor dan Sting di belakang Odin, dan Tengu, Minato dan Kunou di belakang Yasaka.
Mereka belum ada yang bersuara sama sekali hanya tatapan dari Rias dan peregenya yang terus menatap trio DaTanshi yang berada di belakang Azazel.
"Jadi, bisa kita mulai? Sebenarnya aku malas dengan acara seperti ini, kalau bukan membahas perdamaian mana aku mau," kata Zeus datar memulai bicara.
"Tunggu dulu Olympians! Aku ingin tanya dengan kalian, di mana kalian menyembunyikan anakku?" kata Serafall menatap tajam Zeus,
tapi Zeus hanya biasa saja tidak takut sama sekali dengan tatapan Serafall membuat Sirzech serta orang-orang di belakangnya menoleh ke arah rombongan Olympians.
"Jangan salah paham dulu Maou Leviathan. Kami tidak menyembunyikannya, justru kami mengembalikannya ke tempat asalnya." Balas Zeus datar tanpa menoleh ke arah rombongan Akuma.
"JANGAN BERCANDA! TEMPAT ASAL MEREKA HAYALAH DIRIKU! JANGAN MAIN-MAIN DENGANKU!" bentak Serafall emosi kepada Zeus yang menganggap bentakan Serafall hanya angin lalu.
"Kupikir aku takut dengan kalian? Asal kau tau saja Maou Leviathan, tempat asal mereka bukan hanya dirimu melainkan ayahnya juga tempat asalnya" balas Zeus tenang tapi tidak dengan rombongan Iblis yang malah terkejut mendengar ucapan Zeus, terutama Serafall, Grayfia dan Gray yang sangat terkejut.
"Ka-kau tau suamiku dan Grayfia berada? Cepat beritau di mana dia!" kejut Serafall.
"En-"
__ADS_1
"Bisa kau diam Serafall! Tolong jangan bawa-bawa masalah keluargamu dalam rapat. Ini rapat penting bukan rapat keluargamu," potong Azazel ucapan Zeus membuat Serafall terdiam menunduk tapi tidak dengan Sirzech yang malah menatap Azazel.
"Sebelum dimulai, bisa kau jelaskan Azazel? Dengan bawahanmu yang menyerang bangsa iblis disini," tanya Sirzech menatap Azazel.
"Huh, seharusnya kau tau Sirzech, banyak bawahanku yang membangkang karena tidak suka dengan ideologiku. Itu kehendak mereka sendiri bukan perintahku," jawab Azazel santai tapi Sirzech masih menatap Azazel.
"Lalu apa maksudmu masih melindungi 3 bawahanmu itu yang telah mengacau di wilayah ini," kata Sirzech menunjuk trio DaTanshi di belakang Azazel.
"Itu beda lagi Sirzech, mereka melakukan itu semua karena perintah Kokabiel mengatas namakan diriku. Lagian mereka sudah mendapat hukuman dariku dan Kokabiel sudah mati," balas Azazel membela trio DaTanshi.
"Dan aku meminta maaf atas namaku untuk mereka bertiga," sambung Azazel menunduk meminta maaf membuat Sirzech menghela nafas.
"Baik, akan kumaafkan asal jangan sampai aku mendengar lagi tentang bawahanmu yang membangkang." Jawab Sirzech tenang membuat Azazel menegakkan kepalanya.
"Terima kasih, akan kuusahakan semua itu," kata Azazel tenang.
"Sebenarnya aku juga ingin membuat perhitungan dengan kalian, bangsa iblis" ucap Yasaka tiba-tiba bersuara.
"Kalian asal mengecap bangsaku buronan SSS tanpa memberitauku," sambung Yasaka membuat Sirzech menoleh ke arahnya.
"Maaf Yasaka-sama, kau harus mengoreksi bahwa itu semua bukan keputusan para Maou itu sendiri, tapi itu keputusan para tertua kami dan didukung adanya bukti nyata," balas Sirzech menjelaskan.
"Bukan bukti atau dukungan bayak pihak yang kupertanyakan. Yang kutanyakan, kenapa kalian tidak memberitauku? Apa kau memandang rendah diriku sebagai pemimpin Yokai?" tanya Yasaka datar membuat Sirzech terdiam.
"Kau harus merundingkan lagi keputusan itu kepadaku setelah ini, aku tidak butuh penolakan karena ini menyangkut bangsaku" kata Yasaka membuat Sirzech mengangguk.
"Baik, jika itu keinginanmu" balas Sirzech kembali duduk tenang.
"Baik kita mulai, apa semuanya tidak ada masalah?" sambung Sirzech kepada para tamu undangan Aliansi.
"Cepat lakukan, aku datang kesini karena masalah ini," kata Zeus terlihat bosan.
Lalu Sirzech menyuruh Rossa untuk mengeluarkan sebuah kertas bertulisan Aliansi dan dibagikan ke setiap pemimpin Fraksi.
"Sebelum aku menandatangani ini, aku ingin bertanya dulu kepada 2 pemegang Naga Surgawi. Apa kalian setuju dengan perdamaian ini?" tanya Azazel membuat semua pemimpin Aliansi terhenti ketika mau menandatangani kertas di hadapannya.
"Aku tidak masalah, asal aku bisa bertarung dengan orang kuat termasuk orang itu," balas Vali menekankan kata itu.
.
__ADS_1
" Dia pasti tidak terima dikalahkan oleh Menma," batin Azazel mengerti siapa yang dimaksud Vali.
.
"Lalu kau bagaimana Sekieryoutei?" tanya Azazel kepada Issei yang malah gelagapan karena bingung harus menjawab apa membuat Azazel menghela nafas pasrah.
"Begini saja, apabila kedamaian terwujud maka kau bisa dengan leluasa meremas Oppai King-mu. tapi jika tidak ada kedamaian, maka kau akan ikut berperang dan tidak bisa meremas Oppai King-mu setiap hari," jelas Azazel membuat Issei mengangguk mengerti.
.
"SIP! HARUS BERDAMAI! DEMI OPPAI BUCHO!" Teriak Issei sambil mengepalkan tangannya semangat membuat semua penghuni ruangan Sweatdrop.
.
" Dia laki-laki yang harus dihindari," batin semua wanita di ruangan tersebut.
" Apa-apaan! kenapa aku yang jadi objek otak mesumnya si?" batin Rias langsung menutupi buah dadanya.
.
"Issei-kun, disini ada Maou Lucifer lo," bisik Kiba membuat Issei diam mematung dengan gerakan perlahan menoleh kearah Sirzech yang lagi tersenyum kikuk dengan sifat Pawn-nya Rias.
"Lalu kau bagaimana Minato?" tanya Azazel kepada Minato yang berada di belakang Yasaka dengan tampang bosan.
"Lakukan saja, aku tidak ingin Kaa-san dan Tou-san memotong jatah ramenku," balas Minato santai membuat semua penghuni ruangan Sweatdrop lagi.
.
" Dasar otak ramen!"
.
Batin semua orang yang berada di ruangan tersebut kecuali Yasaka, Tengu dan Kunou. Mereka tidak habis pikir dengan Minato yang otaknya hanya diisi oleh ramen saja.
Lalu Azazel menyuruh semua pemimpin untuk memulai menandatangani kertas di hadapan mereka,
tiba-tiba saja waktu terhenti setelah proses tandatangan selesai.
.
__ADS_1
.
T.B.C