
.
BRUUMM
BRUUMM
BRUUMM
.
Dari arah selatan datanglah sebuah mobil hitam yang melaju cepat.
Mobil tersebut kemudian berhenti di depan gerbang Kuoh Gakuen.
Banyak siswa siswi yang berhenti memperhatikan siapa yang akan keluar dari mobil tersebut.
Setelah mobil tersebut berhenti, terbukalah pintu mobil tersebut mengeluarkan 2 gadis cantik dan 1 remaja tampan. mereka adalah Naruko, Vivi dan Minato yang sekarang memulai awal sekolah di sekolahan barunya.
.
KYAAA...
YANG COWOK TAMPAN SEKALI...
WOW YANG CEWEK SANGAT MANIS SEKALI...
TERKUTUKLAH PRIA YANG DISITU...
.
Itulah reaksi para siswa siswi setelah melihat Naruko, Vivi dan Minato yang turun dari mobil tersebut.
Untuk Naruko dan Vivi hanya biasa saja sedangkan untuk Minato malah sweatdrop. Menurut Minato, siswa-siswi di sekolah barunya cukup liar dipandangannya.
"Menma-nii, kami masuk dulu ya," pamit Naruko kepada Menma yang ada di dalam mobil di bagian kemudi.
"Ya, belajar yang rajin jangan bikin masalah. Terutama kau Minato," balas Menma dan memperingati Minato.
"Hai hai," kata Minato santai.
"Yasudah Nii-san pulang dulu, Nii-san mau membantu Tou-san di kedai. Jaa Nee," pamit Menma lalu mengegas mobilnya pergi dan dijawab lambaian tangan Naruko dan Vivi.
"Ayo Vivi, Minato Kita masuk," ajak Naruko dan dijawab anggukan kepala Vivi dan Minato.
.
#Skip time
.
TOK! TOK! TOK!
.
"Masuk!"
.
Suara dari dalam ruangan kepalan sekolah setelah Minato mengetuk pintu ruangan kepala sekolah.
Setelah mendengar suara dari dalam akhirnya Naruko, Vivi dan Minato masuk ke ruangan tersebut.
"Permisi," kata Minato, Naruko, dan Vivi bebarengan setelah membuka pintu.
"Ya!, silahkan duduk, kalian pasti murid baru itu ya?" kata kepala sekolah mempersilah mereka duduk.
"Terima kasih pak," jawab mereka bersamaan lalu duduk.
"Hmm sebentar, untuk Uzumaki Naruko dan Uzumaki Vivi kalian berada di kelas 12b. Dan untuk Uzumaki Minato kau berada di kelas 11b dan tunggulah guru kelas kalian," kata kepala sekolah setelah melihat-lihat berkas murid baru di mejanya.
"Baik pak," jawab mereka bersamaan.
Hingga tak berselang lama, guru kelas memasuki ke ruangan kepala sekolah untuk menjemput murid baru.
"Untuk murid baru kelas 12b kalian boleh ikut, aku guru kelas kalian," kata seorang guru wanita. Lalu Naruko dan Vivi berdiri mengikuti guru tersebut.
__ADS_1
"Dan untukmu aku guru kelasmu, kau ikut denganku," ucap seorang guru pria kepada Minato yang tersisa Lalu Minato berdiri dan mengikuti guru tersebut.
.
#Skip time
.
"Pagi semua!" sapa sang guru setelah memasuki kelas 12b.
"Pagi Sensei!" jawab semua murid.
"Sebelum memulai pelajarannya, Sensei akan memperkenalkan murid baru. Uzumaki-san silakan masuk," Ucap sang guru menyuruh Naruko dan Vivi untuk masuk dan berdiri di depan kelas menghadap para murid siswa yang ada di kelas tersebut yang isinya hanya siswa perempuan saja.
"Uzumaki-san, silahkan memperkenalkan diri," ucap sang guru setelah Naruko dan Vivi sudah berdiri di depan kelas.
"Perkenalkan nama saya Uzumaki Naruko, yang kusuka memasak, yang tidak kusuka adalah orang-orang yang menyakiti Tou-san, hobi berjalan jalan bersama keluarga," kata Naruko memperkenalkan diri.
"Perkenalkan nama saya Uzumaki Vivi, yang kusuka membaca, yang tidak kusuka sama seperti Naruko, hobi juga sama seperti Naruko," kata Vivi memperkenalkan diri.
"Baik anak-anak, apakah ada yang ingin bertanya?" ucap sang guru kepada murid muridnya. Dan ada satu siswi yang mengangkat tanganya.
"Apakah kalian bersaudara?" tanyanya.
"Ya! Kami bersaudara," jawab Naruko lalu siswi yang bertanya tadi hanya mengangguk-angguk mengerti.
"Apakah ada yang ingin ditanyakan lagi?" tanya sang guru lagi dan tidak ada satupun yang mengangkat tangan.
"Baiklah kalau tidak ada yang ingin bertanya, Uzumaki-san, kalian boleh duduk di meja kosong di sana," sambung sang guru sambil menunjuk meja kosong di belakang kelas.
"Baik Sensei," jawab Naruko dan Vivi bersamaan lalu melangkah ke meja yang sudah ditunjuk.
Tidak ada hal aneh di kelas 12b, karena semua muridnya adalah perempuan.
Sedangkan untuk kelas 11b, kini tampak heboh dengan teriakan-teriakan gaje dan sumpah serapah, karena yang memasuki kelas tersebut adalah Minato.
.
KYAAAAA TAMPANNYA...
KYAAAAA JADILAH KEKASIHKU TAMPAN...
.
MATILAH PRIA TAMPAN SEDUNIA!
.
"DIAM!"
.
Bentak sang guru menghentikan teriakan-teriakan para siswa-siswi yang bar-bar dan akhirnya semua murid pun terdiam setelah mendapatkan bentakkan dari sang guru.
"Uzumaki-san, kau bisa memperkenalkan diri sekarang," ucap sang guru kepada Minato.
"Perkenalkan nama saya Uzumaki Minato, yang kusuka, hmm tidak bagus untuk diucapkan yang tidak kusuka, hmm Biarkan menjadi rahasia. Hobi, hmm biarkan waktu yang menentukan," kata Minato memperkenalkan diri dengan tampang bosan yang terlihat jelas di wajahnya.
.
KRIK! KRIK! KRIK!
.
" Apa-apaan tadi, dia hanya memberitahu namanya saja," batin semua murid yang sweatdrop masal.
.
"Ba-baik Uzumaki-san kau boleh duduk di belakang hyoudou, hyoudou-san boleh angkat tanganmu," kata sang guru yang baru sembuh dari sweatdropnya menunjuk salah satu murid dan dijawab anggukan kepala Minato mengerti lalu melangkah ke tempat yang ditunjuk.
"Yo! Kita bertemu lagi Issei-san," sapa Minato kepada orang yang bernama issei di depan mejanya.
"Ah Minato-san, kukira kau tidak di kelas ini," jawab Issei.
"Hehe, aku juga tidak tau kalau kita sekelas," kata Minato.
__ADS_1
"Issei, kau kenal dia?" bisik Motohama di sebelah Essei.
"Ya, perkenalkan dia Uzumaki Minato tetangga baruku," jawab issei memberi tahu dan Minato hanya tersenyum.
"Aku Motohama, dia Matsuda. Salam kenal," kata Motohama memperkenalkan diri dan termanya.
"Salam kenal juga," jawab Minato.
Lalu pelajaran dimulai, hingga saat pertengahan pelajaran kepala Minato berasap karena awal pelajaran adalah matematika, kelemahan bagi Minato.
.
.
#Skip Di Kedai
.
Di kedai yang baru dibuka, kini Naruto sedang menata kursi dan meja untuk pelanggan yang akan datang.
Tiba tiba saja pintu terbuka menampakkan Azazel dengan muka mengantuk memasuki kedai diikuti 3 perempuan di belakangnya.
"WOY NARUTO! Sudah kubawakan mereka untuk membantumu!" teriak Azazel setelah memasuki kedai.
"Ini masih pagi Azazel! Jangan teriak teriak," sahut Naruto.
"kau bisa membuat telingaku pecah tahu!" sambungnya setelah selesai menata rapi meja dan kursi sedangkan Azazel langsung duduk menghiraukan ocehan Naruto.
"Pagi Naruto-kun/sama," sapa ketiga perempuan bersamaan.
"Pagi juga," balas Naruto.
"Naruto-sama, apakah Menma-kun ada?" tanya perempuan berambut hitam panjang dengan gelagat malu-malu sambil memainkan jari tangannya..
"Menma sedang mengantar adik-adiknya ke sekolah, tunggulah Raynare-san. sebentar lagi dia datang kesini" jawab Naruto.
"Hai calon mertua, akan saya tunggu!" kata Raynare bersemangat membuat alis Naruto berkedut setelah mendengar kata mertua.
"Hey Raynare! Kau juga harus memanggilku kaa-san mulai sekarang!" kata perempuan berambut biru panjang kepada Raynare.
"Cih! Dalam mimpimu Kalawarner!" jawab Raynare menatap sebal Kalawarner.
"Oh ayolah Raynare-chan, sebentar lagi aku adalah calon ibu dari anak-anak Naruto-kun tahu," kata Kalawarner tersenyum menggoda.
"TIDAK AKAN!" jawab sengit Raynare.
Sedangkan perempuan yang satunya lagi hanya diam geleng-geleng kepala sedangkan untuk Naruto, dia sudah menyeret Azazel ke pojokkan dan berbisik.
"tadi aku tidak salah dengar kan Azazel?" bisik Naruto.
"Tadi Raynare bilang ayah mertua dan apa-apaan tadi, Kalawarner bilang sebentar lagi calon ibu anak-anakku," sambung Naruto yang masih berbisik.
"Kau tidak tau saja Naruto, aku sudah pusing mendengar perdebatan mereka di kantor pusat," keluh Azazel.
"Memang ada apa dengan perdebatan mereka?" bisik Naruto.
"Ah pokoknya banyak, susah untuk dijelaskan " jawab Azazel.
"Huh" helaan nafas Naruto langsung berdiri menghampiri ketiga perempuan tersebut.
"Baik Minna-san, tolong diam dan perhatikan saya sebentar," ucap Naruto melerai perdebatan Kalawarner dan Raynare.
"Hai Naruto-kun/sama!" jawab mereka bersamaan langsung menghadap Naruto, sedangkan perempuan satunya langsung berdiri di sebelah Raynare.
"Untuk kalian bertiga mulai sekarang kalian tinggal bersama kami. Untuk Raynare dan Mitlet kalian boleh memanggilku Tou-san sesuka kalian karena kalian sudah kuanggap anakku sendiri," kata Naruto dijawab anggukan Raynare dan Mitlet senang. Lalu Naruto menoleh kearah Kalawarner.
"Kalau untuk Kalawarner kayaknya kurang pas ya kalau kuanggap anak, hmm," sambung Naruto sambil berpikir.
"Kau boleh memanggilku apa saja, yang penting kau nyaman." sambung Naruto dan dijawab anggukan Kalawarner.
"Baiklah, sekarang kalian boleh berganti pakaian di ruang ganti belakang " perintah Naruto.
"Kalian boleh memakai pakaian apa saja asal sopan," sambung Naruto langsung dilaksanakan oleh mereka menuju ruang ganti.
.
__ADS_1
T.B.C