
.
"kau tidak ingat tadi yang kukatakan, turuti saja atau aku dan Naruko tak akan memaafkan kalian." Potong Vivi membuat Mirajane mengingat apa yang dikatakan kakaknya tadi saat di perjalanan.
.
.
#Flashback On
.
15 Menit Sebelus Sampai Di Toko
.
"Maaf Nee-sama/Onee-sama" ucap lirih Mirajane dan Rin bersamaan sambil melangkah menuju toko dengan menunduk tapi masih terdengar oleh kakak-kakaknya.
"Untuk apa?" balas Naruko tanpa menoleh dan masih tetap berjalan.
"Semuanya," ucap Mirajane dan Rin bersamaan membuat semuanya berhenti.
"Raynare-chan, Mitlet-chan. Ayo kita duluan," ajak Kalawarner yang tau situasinya dan dijawab anggukan Raynare dan Mitlet bersamaan lalu melangkah meninggalkan 2 pasang kakak beradik.
"Jangan panggil aku chan Kalawarner, merinding aku mendengarnya bila kau yang mengucapkannya." Kata Raynare setelah jauh dari 2 pasang kakak beradik.
"Ayolah Raynare-chan, Mitlet saja mau. Iyakan Mitlet?" jawab Kalawarner lalu bertanya kepada Mitlet.
"Um. Tidak masalah bagiku, karena sebelum ditolong Otou-sama aku sudah menganggap Kalawarner-san adalah ibuku sendiri," jawab Mitlet membuat Kalawarner terharu langsung memeluk Mitlet.
Sedangkan Raynare sudah melangkah pergi menjauh dari drama jalanan yang memang ada di jalanan.
"Mitlet-chan, aku senang mendengarnya," kata Kalawarner sambil memeluk Mitlet terharu.
"Mulai sekarang kau panggil aku Kaa-san dan jangan panggil aku-san lagi, oke" sambung Kalawarner memberitau dan dijawab anggukan Mitlet senang.
"Hai Kaa-san,"
Jawab Mitlet, lalu Kalawarner melepas pelukannya dan melanjutkan lagi perjalanannya bersama Mitlet menuju toko pakaian menyusul Raynare yang sudah duluan.
.
#Kembali Ke 2 Pasang Kakak Beradik
.
Setelah trio DaTanshi sudah tidak terlihat lagi, sekarang Naruko dan Vivi saling bertatapan memberi isyarat lalu Naruko menganggukkan kepala mengerti membuat Vivi langsung menatap adik-adiknya.
"Huh, itu semua sudah keputusan Tou-san. Jika Tou-san memaafkan kalian maka kami sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak memaafkan kalian," ucap Vivi memberi tau membuat Mirajane dan Rin melebarkan mata tidak percaya.
"Dan ingat! Jangan kalian membantah perintah Tou-san. Semua keputusan di keluarga ini ada ditangan Tou-san, dan jika kalian membantah maka kami akan menarik kata maaf kami untuk kalian," sambung Vivi membuat Mirajane dan Rin mengangguk senang.
__ADS_1
"Hai Nee-sama/Onee-sama, kami akan turuti semua perintah Tou-san," jawab Mirajane dan Rin bersamaan.
"Ayo kita ke toko pakaian dan jangan mengulangi kata maaf lagi, aku bosan mendengarnya," ajak Vivi lalu 2 pasang kakak beradik itu melanjutkan lagi perjalanannya ke toko pakaian khusus wanita dan sudah ditunggu trio DaTanshi di depan toko pakaian sambil bersantai menikmati makanan yang dipesan di sebelah toko pakaian.
Lalu 2 pasang kakak beradik itu masuk ke dalam toko dan berpisah di bagian dalam toko masing-masing.
.
# Flashback Off
.
"Hai Onee-sama, aku mengerti," kata Mirajane setelah mengingat kejadian tadi di jalan.
"Baguslah," singkat Vivi tenang.
"Ini Onee-sama, aku pilih yang ini saja sudah cukup," kata Mirajane sambil membawa beberapa stel pakaian biasa dan pakaian dalam dan dijawab anggukan Vivi
lalu menuju kasir untuk membayar, dan ternyata Naruko dan Rin juga di kasir yang sudah selesai dengan acaranya yang sama seperti Vivi dan Mirajane lakukan.
Lalu mereka keluar toko menghampiri trio DaTanshi untuk pulang tapi mereka langsung diajak Raynare ke taman hiburan di kota Kuoh untuk bersenang-senang. Dan akhirnya mereka menuju taman hiburan menunda kepulangannya untuk sementara.
.
.
#SKIP GRIGORI SIANG
.
.
Tiba-tiba Naruto muncul di depan maskas DaTanshi yang ada di Underword. Karena kemunculan Naruto secara tiba-tiba membuat 2 penjaga kaget karena tidak terbiasa dengan jurus teleport milik Naruto.
"Apa Azazel ada di dalam?" tanya Naruto kepada 2 penjaga markas yang masih terkejut.
"Ada Naruto-san, masuk saja," balas salah satu penjaga itu.
Kenapa Naruto mudah mengakses wilayah DaTanshi, itu karena semua DaTanshi sudah mengenal Naruto sebagai patner/teman penting bagi pemimpin mereka.
Jadi Naruto dengan bebas bisa keluar masuk markas DaTanshi tanpa harus dicurigai.
Lalu Naruto masuk ke dalam markas menuju ruangan Azazel, tapi sebelum masuk ruangannya Azazel dirinya berpapasan dengan Baraqiel wakil Azazel yang baru keluar dari ruangan Azazel.
"Ah Naruto-san, ingin menemui Azazel?"
"Ya, Cuma ingin memastikan sesuatu,"
"Azazel ada di dalam, masuk saja," kata Baraqiel mempersilahkan Naruto masuk.
Tapi sebelum Naruto membuka pintu ruangan, Baraqiel bersuara.
__ADS_1
"Naruto-san, apakah nanti kau bisa temui aku setelah urusanmu dengan Azazel selesai? Aku ingin berbicara penting denganmu," kata Baraqiel yang tadi menghentikan langkah Naruto untuk masuk ruangan.
"Tenang saja, hari ini aku bebas dari acara apa pun," balas Naruto membuat Baraqiel mengangguk.
"Aku tunggu di taman markas ini," ucap Baraqiel lalu pergi meninggalkan Naruto.
Dan Naruto juga masuk ke dalam menemui Azazel yang lagi asik dengan tumpukan-tumpukan kertas laknat di mejanya yang sudah menumpuk kayak gunung.
"Tumben kau betah dengan tumpukan kertas ini Azazel?" tanya Naruto setelah duduk di kursi yang sudah disediakan di ruangan tersebut.
"Sebenarnya juga aku malas dengan semua ini Naruto! Lebih baik memancing seharian daripada melihat tumpukan kertas yang tak ada habisnya ini," keluh Azazel.
"Oh ya aku belum memberitaumu, nanti malam ada pertemuan Aliansi di Kuoh Gakuen," sambung Azazel memberitau tapi Naruto hanya biasa saja tidak terkejut membuat Azazel heran dengan reaksi Naruto yang tidak terkejut sama sekali.
"Aku sudah tau! Kau telat memberitauku," balas Naruto datar membuat Azazel terkejut.
"Dari mana kau tau?" kejut Azazel.
"Olympians memberitauku tadi malam, mereka sudah sampai kesini dari kemarin," jawab Naruto yang masih datar.
"Si-siapa yang mengundang Olympians?"
"Bocah merah itu yang mengundangnya," kata Naruto membuat Azazel langsung berdiri dengan tangan kanannga mengepal sangat erat karena tau siapa yang dimaksud Naruto.
.
" SIALAN KAU SIRZECH! KENAPA TAK MEMBERITAUKU!"
.
Batin Azazel kesal dengan Sirzech karena tak memberitaunya tentang pengundangan Olympians.
"Seharusnya aku yang kesal Azazel! Kenapa kau tak memberitauku dari kemarin-kemarin?" tanya Naruto membuat Azazel kembali duduk tenang.
"Seharusnya kau tau Naruto, beginilah aku pemimpin tanpa seorang istri yang menemani. Ini itu sendiri, apa-apa ketemu sendiri, pokoknya semuanya serba sendiri," balas Azazel mengadu.
"Makanya Naruto, carikan aku bini napa?" sambung Azazel meminta.
"Tenang Azazel, aku sudah menemukan wanita yang mau denganmu," kata Naruto sambil tersenyum menghibur.
"Palingan cuma akal-akalanmu saja biar aku senang, memangnya kau itu peramal jodoh apa?" sahut Azazel tidak percaya.
"Kalau kau tak percaya ya sudah, kau tinggal tanya saja sama pemimpin Nordik nanti," ucap Naruto mengangkat bahu pasrah dengan otak jones Azazel.
.
" Apa benar ya, ah nanti kutanyakan saja dari pada penasaran?" batin Azazel dengan tampang biasa-biasa saja padahal batinya penasaran.
.
.
__ADS_1
T.B.C