
.
#Hutan Oukigahara
.
(Siang)
.
Srek! Srek! Srek! Srek! Srek!
Suara langkah kaki milik Naruto di atas dedaunan kering yang terlepas dari pohonnya dan terjatuh di atas permukaan tanah, sehingga bisa terinjak oleh kaki Naruto saat ini yang sedang berjalan santai menuju rumah sederhana yang tak jauh di depannya.
Hingga tak berselang lama langkah Naruto sampai di depan rumah.
Kreeeet!
Suara teras kayu saat kaki Naruto menaiki teras kayu tersebut.
Duk! Duk! Duk!
Langkah kaki Naruto mendekati pintu rumah tersebut.
Set!
Naruto langsung terhenti tepat di depan pintu tersebut, kemudian tangan kananya terangkat.
Tok! Tok! Tok!
Dan Naruto mengetuk pintu tersebut, lama Naruto menunggu tapi tak ada jawaban dari dalam rumah, sehingga tangan kanan Naruto terangkat kembali.
Tok! Tok! Tok!
Lagi-lagi Naruto mencoba mengetuk kembali pintu tersebut, tapi tetap sama.
Lama dia menunggu tak ada jawaban dari dalam rumah tersebut.
Lagi-lagi tangan Naruto terangkat, tapi tidak untuk mengetuk pintu lagi.
Melainkan memegang ganggang pintu tersebut dan ternyata pintunya tak terkunci.
Krieeeeeeeet!
"Pemisi,"
Ucap pelan Naruto sambil membuka pintu tersebut. Sambil melangkah masuk ke dalam rumah tersebut, Naruto terus memperhatikan setiap sudut ruangan tersebut.
"Hmmm, untuk rumah yang tak ditinggali tak mungkin serapih ini. Apakah Itori sedang keluar rumah ya?"
__ADS_1
Batin Naruto bertanya-tanya sambil terus melangkah dan tujuannya adalah ke ruang utama rumah tersebut.
Hingga tak butuh waktu lama akhirnya Naruto sampai pada ruang utama rumah tersebut dan langsung memperhatikan sekeliling ruangan tersebut.
Tiba-tiba Naruto terdiam dan matanya menangkap sesuatu yang menarik di rak kecil dekat pagar ruangan tak jauh dari hadapannya.
Di situ terdapat foto wanita berambut coklat panjang dengan ukuran 2R di dalam bingkai kayu, serta di samping kananya terdapat foto Naruto yang sama-sama dibungkus oleh bingkai kayu dan di sebelah kiri terdapat foto anak kecil berambut coklat pendek berjenis kelamin perempuan yang kisaran 5 tahunan juga terbungkus oleh bingkai kayu.
Tapi pandangannya tertuju pada foto yang berada di tengah, atau lebih tepatnya hiasan bunga yang melingkari foto tersebut yang membuat Naruto merasa aneh dengan hiasan bunga tersebut.
Entah kenapa perasaannya sangat tertekan melihat itu semua, seperti perasaan kehilangan hal berharga dalam hidupnya.
Dengan perasaan yang sangat aneh, Naruto mendekati foto tersebut dan perasaannya menjadi bercampur aduk bagaikan makanan 4 rasa utama (Manis, Asin, Pahit dan Asam) yang bercampur menjadi satu wadah, sangat tidak enak bila dimakan, mungkin itu gambaran perasaan Naruto saat itu.
Naruto mengambil foto tersebut lalu memandangnya.
"Kenapa aku tak bisa tersenyum melihat ini?" batin Naruto bertanya-tanya karena perasaan aneh yang terjadi pada dirinya.
Tiba-tiba mata Naruto melihat sebuah coretan rumit di bingkai foto tersebut di bagian bawah.
"Segel kah?" batin Naruto nampaknya tau tanda coretan tersebut.
Kemudian jempol tangan kanan Naruto menyentuh coretan tersebut.
[KAI!]
Tiba-tiba bingkai foto tersebut terbuka di bagian belakang setelah Naruto menyebutkan suatu mantra, dan seketika Naruto langsung membalikkan bingkai foto tersebut untuk melihat apa yang ada di balik bingkai foto tersebut.
Dan ternyata di balik bingkai foto tersebut terdapat sebuah kertas lipat yang menempel di balik bingkai foto tersebut.
Karena penasaran, akhirnya Naruto mengambil kertas tersebut lalu menaruh foto yang di balut bingkai tersebut di atas rak kembali.
Kemudian Naruto membuka kertas tersebut dan isinya adalah sebuah tulisan tangan seseorang, lalu Naruto memulai membaca tulisan tersebut.
.-.-.
Untuk pria yang kucintai
Hello Naru-kun, hehe aku tau kok kalau yang membaca tulisan ini pasti kamu. Soalnya segelnya telah kurancang hanya dirimu yang bisa membukanya.
Aku tak menyangka, jika orang kuat seperti dirimu ternyata lemah dengan sake, hehe sungguh lucu sekali ya.
Lupakan tulisan di atas. Kau tau Naru-kun, aku sangat senang bisa mengenalmu. Mungkin ini terlihat lancang dan kurang sopan, disaat kau tak sadarkan diri karena Sake, kita melakukan hubungan layaknya suami istri.
Tapi itu semua karena keinginanku, aku menginginkan sebuah kenangan tak terlupakan darimu, karena waktu itu aku tau kau akan pergi dan tak mungkin kembali lagi.
Senanglah Naru-kun, karena aku juga senang dan bahagia telah memberikan kesucianku kepadamu, dan hanya kuberikan kepadamu saja, hehe jadi saat itu baru pertama kali aku melakukannya, walau pada awal memang sangat sakit tapi tak masalah, akhirnya aku bisa melakukannya hehe.
Dan aku bersyukur Naru-kun, tenyata kenangan itu mendapatkan hasilnya. Sungguh, aku sangat senang dan bahagia sekali waktu itu bahwa aku di nyatakan hamil, dan itu anak kandungku dan anak kandungmu Naru-kun.
__ADS_1
Kamu sangat senang kan Naru-kun? Ahh semoga saja kau senang membaca kabar ini dariku.
Hinami namanya, nama yang bagus bukan, Naru-kun? Dia gadis yang sangat cantik ketika akan tumbuh dewasa nanti, pastinya aku ingin sekali melihat anakku tumbuh dewasa, Ya sampai tumbuh dewasa setelah kuberitau siapa ayahnya yaitu dirimu disaat umurnya menginjak 6 tahun, karena waktu itu dia bertanya siapa ayahnya.
Aku sangat ingin, aku sangat ingin sekali melihat Hinami tumbuh dewasa bersama dirimu, aku sangat memimpikan itu semua. Tapi sayang sekali, takdir berkehendak lain. Aku tau waktu Hinami berumur 6 tahun sisa hidupku tak lama lagi, karena suatu penyakit yang entah apa yang bersarang di dalam tubuhku.
Jadi, jika kau sudah membaca tulisan ini, mingkin aku sudah tiada lagi di dunia ini. Jadi kumohon Naru-kun, tolong anggaplah Hinami, lindungilah Hinami, rawatlah Hinami, agar hidupku tenang di alam yang berbeda ini.
Tolong kabulkanlah permintaanku ini Naru-kun.
Aku akan selalu mencintaimu, Naru-kun. Walau alam kita berbeda setelah kau membaca tulisan ini.
Salam cinta
Itori
.
Tes! Tes!
Tiba-tiba 2 bait terahir tulisan dalam kertas tersebut terkena tetesan air dan ternyata tetesan air itu keluar dari mata Naruto sendiri.
"Kenapa ini, kenapa ada air yang keluar dari mataku?"
Batin Naruto entah kenapa merasa sangat perih di hatinya setelah membaca 4 bait terakhir tulisan dalam kertas tersebut, seolah-olah 4 bait tersebut ditulis penuh perasaan kesedihan dan kerinduan dari sang penulis yang di curahkan dalam tulisan tersebut.
Itu terbukti dengan tulisan bait ke-7 pas di tulisan kata 'Bersama dirimu' yang sedikit memudar yang kemungkinan bekas tetesan air mata kesedihan dari sang penulis tersebut.
Naruto mengusap air matanya lalu menoleh ke samping kiri tepat ke arah foto gadis kecil tersebut, lalu meraihnya dengan tangan kirinya dan mengusapnya dengan jari jempolnya.
"Maafkan Tou- san nak, maafkan Tou- san yang tak ada disaat dirimu kesepian," Naruto kembali mengusap air matanya dengan tangan kanannya.
"Pasti sangat berat hari-harimu sendirian selama ini,"
Lalu Naruto menoleh ke arah foto wanita dewasa.
"Aku berjanji Itori, aku berjanji akan melindungi anak kita, aku akan memberikan kasih sayangku yang belum dia dapatkan, aku ber-"
.
.
DUAAAAAAAAAAARRRRRRRR!
.
.
T.B.C
__ADS_1