STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 40


__ADS_3

.


#FLASBACK ARC STAR


.


DUARRRRR!


.


Suara ledakkan dari hutan yang tidak jauh dari wilayah kekuasaan Phoenix, membuat Lord Phoenix merasakannya hingga beranjak dari aktivitasnya langsung berteleport ke arah hutan untuk memastikan.


Betapa terkejutnya Lord Phoenix setelah sampai di lokasi ledakkan.


Dapat dilihat hutan yang sudah luluh lantah dengan cekungan cukup besar hasil ledakkan. bukan itu yang dikejutkan Lord Phoenix, melainkan banyaknya mayat para Iblis lama yang bergeletak mengenaskan dan di tengah-tengah banyaknya mayat ada seorang pria berambut kuning yang wajahnya dihiasi oleh darah segar sambil memeluk erat seorang anak kecil berambut coklat terlihat 5 tahunan yang sangat lemas di pelukannya, yaitu Naruto dan Menma.


Dengan perlahan Lord Phoenix mencoba mendekati Naruto tapi Naruto langsung mengacungkan Katana berkaratnya kepada Lord Phoenix.


"JANGAN MENDEKAT! Apa kau pasukan Rizevim? Kalau iya matilah!" bentak Naruto menatap tajam Lord Phoenix.


Sontak Lord Phoenix langsung berhenti langkahnya karena merasakan sebuah kekuatan mengerikan di dalam Katananya dan tatapan Naruto seperti predator siap menerkam.


"Maaf anak muda, aku bukan pasukannya. Aku adalah pasukan yang menentangnya," balas Lord Phoenix mencoba membela dirinya sendiri.


"JANGAN BOHONG! Kau pasti hanya mengaku bukan pasukannya agar aku lengah dan kau akan mengambil anakku!" bentak Naruto masih dalam tatapan tajamnya.


"Sungguh anak muda, aku benar-benar bukan pasukannya. Aku kesini karena aku merasakan ada pertempuran di daerah kekuasaanku, di hutan Phoenix," kata Lord Phoenix memberitau membuat Naruto menurunkan Katananya.


Naruto tau semua Pillar yang masuk ke dalam pasukan Rizevim tapi tidak mendengar adanya Pillar Phoenix dalam pasukannya.


Tapi Naruto tetap menatap waspada Lord Phoenix saat melihat gelagat Lord Phoenix merogoh kantong celananya mengeluarkan sebuah botol kecil berwarna merah.


"Ini kau berikan pada anakmu, cairan ini dapat memulihkan kondisi anakmu," kata Lord Phoenix menyerahkan botol tersebut dan Naruto menerimanya lalu mengeceknya untuk memastikan kalau bukan racun pikir Naruto.


Setelah yakin bahwa cairan itu adalah Air Mata Phoenix, Naruto langsung meminumkanya ke Menma yang lemas di pelukannya.


Dan lama-kelamaan menma mulai membuka matanya membuat mata Naruto berseri-seri karena senang.


"Terima kasih bantuanya, aku akan membalasnya," kata Naruto setelah kondisi luka-luka Menma membaik.


"Tidak perlu, ah apa kau bisa ceritakan bagaimana kau bisa dalam kondisi seperti ini?" tanya Lord Phoenix membuat Naruto menunduk sedih. Lord Phoenix yang melihat reaksi Naruto langsung bersuara.


"Maaf bila membuatmu mengingat hal buruk, kau boleh ceritakan lain kali saja," sambung Lord Phoenix.


"Terima kasih karena mau mengerti," balas Naruto masih menunduk.


"Oh ya, setelah ini kau akan ke mana? Apa kau memiliki tujuan?" tanya Lord Phoenix penasaran tapi dijawab gelengan kepala Naruto.


"Entahlah aku tidak tau," kata Naruto.


"Begini saja, apa kau mau tinggal bersamaku? Aku memiliki seorang anak seumuran denganmu dan anakmu juga seumuran dengan anak ke duaku. Mungkin kau bisa menjadi teman untuk anakku nanti," kata Lord Phoenix membuat Naruto melebarkan mata.

__ADS_1


"Tidak terima kasih, mungkin aku malah merepotkanmu nanti," tolak Naruto.


"Tidak! Justru aku senang, kau bisa menganggapku ayahmu dan mungkin istriku juga akan senang karena dia menginginkan seorang cucu. Karena anakku belum mendapatkan pendampingnya. Jadi kumohon jangan menolak," kata Lord Phoenix sangat menginginkan.


"Baiklah kalau itu keinginanmu," balas Naruto membuat Lord Phoenix senang,


lalu Lord Phoenix menciptakan lingkaran teleport menuju Mansionnya.


.


.


#SKIP MENSION PHOENIX


.


Dan kini Lord Phoenix muncul di ruang utama Mansion bersama Naruto yang masih merangkul Menma.


Sontak kehadiran mereka membuat Lady Phoenix terkejut yang pada saat itu lagi bersantai di ruang utama Mansion.


" Anata, kamu membawa siapa?" tanya Lady Phoenix.


"Perkenalkan nama saya Naruto, Namikaze Naruto dan ini anak saya Namikaze Menma. Maaf atas kehadiranku nyonya," bukan Lord Phoenix yang menjawab, melainkan Naruto sendiri sambil membungkuk.


"Dan mulai sekarang dia akan tinggal bersama kita, menjadi bagian dari keluarga kita," timpal Lord Phoenix menambahkan membuat lady Phoenix menatap suaminya meminta penjelasan.


Lord Phoenix yang tau tatapan istrinya langsung mendekat dan berbisik, membuat Lady Phoenix melebarkan mata terkejut.


"Ya ampun, malang sekali," kejut Lady Phoenix setelah suaminya berbisik.


"Terima kasih Okaa-san" balas Naruto senang.


"Ini benar anakmu Naruto? Boleh aku menggendongnya?" kata Lady Phoenix sambil menunjuk Menma yang masih lemas dirangkulan Naruto walaupun luka-luka fisik sudah membaik.


Dan dijawab anggukan Naruto sambil menyerahkan Menma kepada Lady Phoenix yang ingin sekali menggendongnya.


"Tampannya, dia sangat mirip sekali denganmu ya Naru, sama-sama tampan Cuma beda warna rambutnya saja," kata Lady Phoenix setelah Menma di gendongannya sambil memandang wajah Menma.


"Siapa ibu dari anakmu ini Naru? Rambutnya tidak asing bagiku," sambung Lady Phoenix membuat Naruto menunduk dan mendapatkan kode gelengan dari suaminya agar jangan meminta penjelasan sekarang.


"Maaf Naru, tidak usah kau jelaskan sekarang, aku mengerti," ucap Lady Phoenix setelah melihat kesedihan Naruto dan kode dari suaminya.


"Boleh aku bawa anakmu ke kamar? Aku akan pulihkan anakmu agar cepat sehat dan kamu juga harus bersihkan badanmu yang kotor itu dan istirahatlah. Aku tau kamu pasti lelah, kau bisa memakai kamar kosong itu Naru," sambung Lady Phoenix menunjuk salah satu kamar kosong dan dijawab anggukan Naruto lalu melangkah menuju kamar tersebut.


" Anata, kau ambilkan baju Ruval mungkin pas dengannya," kata Lady Phoenix setelah Naruto memasuki kamar dan dijawab anggukan Lord Phoenix.


Setelah itu Lady Phoenix melangkah menuju kamarnya untuk membaringkan Menma dan memulihkannya.


.


.

__ADS_1


#SKIP 1 BULAN KEMUDIAN


.


Dan kini keluarga Phoenix terlihat lebih ramai sebulan belakangan ini sejak kehadiran Naruto dan Menma.


Untuk Ruval sendiri, dia sudah akrab dengan Naruto bahkan sudah menganggap Naruto saudara sendiri, sedangkan Riser yang seumuran dengan Menma, sekarang juga terlihat lebih ceria karena ada teman bermain seumurannya dan juga sudah menganggap Naruto sebagai kakaknya.


Dapat dilihat di taman Mansion sekarang Menma dan Riser sedang bermain kejar-kejaran.


.


"MENMA KAU CURANG! KAU TADI BELUM MENYENTUHKU!" teriak Riser kesal sambil terus mengejar Menma mengelilingi taman.


"MAKANYA KALAU BERSEMBUNYI JANGAN SAMPAI AKU MENGETAHUINYA!" balas Menma cengengesan sambil berlari menghindari Riser yang kesal.


"GRRRR AWAS KAU MENMA!" teriak kesal Riser terus mengejar Menma.


.


"Mereka terlihat akrab ya?" kata Naruto yang memperhatikan tingkah Menma dan Riser dari kejauhan bersama Ruval dan Lady Phoenix.


"Kau benar Naruto, bahkan Riser terlihat lebih ceria akhir-akhir ini," timpal Ruval.


"Um, aku berterima kasih padamu Naru, berkat dirimu dan Menma, keluarga ini lebih bewarna," kata Lady Phoenix menambahkan.


"Ah Okaa-san berlebihan," jawab Naruto kikuk atas sanjungan Lady Phoenix.


"Tidak Naru! Itu semua berkat dirimu. Aku juga senang karena cucu yang kuidam-idamkan telah terwujud, tidak seperti Ruval yang tidak tau keinginan Okaa-san saja," kata Lady Phoenix sambil menyindir Ruval, membuat Ruval terbatuk.


"Yah Okaa-sama cari pendamping itu susah tau, dan itu harus memenuhi kriteriaku yang Cantik, Sexy, Terpandang dan Penyayang," balas Ruval membela diri sendiri membuat Lady Phoenix acuh memalingkan mukanya.


"Saranku Ruval, kalau kau mau cari pendamping ngak perlu yang cantik-cantik banget apalagi Sexy dan terpandang. Yang terpenting adalah hatinya bisa menerimamu atau tidak, jangan sepertiku yang tertipu oleh kriteria seperti itu dan akhirnya seperti ini sekarang," kata Naruto menasehati.


"Benar juga ya, ah aku ganti kriteria saja," balas Ruval mengerti maksud nasehat Naruto.


"Dan cepat berikan aku cucu darimu," timpal Lady Phoenix.


"Ya ya Okaa-sama tapi aku tidak janji secepatnya," balas Ruval.


"Oh ya Naruto, apa kau mau ikut denganku," sambung Ruval mengajak nembuat Naruto bingung.


"Kemana?" tanya Naruto.


"Aku ada acara perkumpulan Iblis muda dan kau bisa cari teman baru di sana, Yah dari pada kau bosan di Mansion mulu," kata Ruval menjelaskan membuat Naruto menoleh ke arah Lady Phoenix meminta persetujuan.


"Tidak apa-apa Naru, sesekali kau bisa ganti suasana dari pada bosan di Mansion terus," kata Lady Phoenix mengijinkan membuat Naruto tersenyum senang.


"Baiklah, ayo Ruval," kata Naruto membuat Ruval mengangguk lalu menciptakan lingkaran teleport menuju suatu tempat yang sudah ada iblis muda yang berkumpul.


(Disini Naruto bisa menyamakan auranya dengan iblis dengan segel khusus buatannya, bahkan keluarga Phoenix belum mengetahui bahwa Naruto adalah manusia.)

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2