
.
#SKIP DIRUMAH NARUTO
.
PYAR!
.
Tiba-tiba saja minuman yang dibawa oleh Freya terjatuh setelah mendengarkan ucapan Hancock yang begitu lancar menyebutkan nama Naruto.
Bukan Cuma Freya saja, tapi Yasaka juga langsung melebarkan mata terkejut tapi tak lama.
"Ah maaf, akan kubuatkan lagi," kata Freya langsung mengambil pecahan gelas dan langsung kembali lagi ke dapur membuat minuman lagi.
"Huh, biar ku tebak, kau pasti melakukan hipnotis atau pembiusan kepada suamiku ya?" tanya Yasaka menghela nafas sambil memijat pelipisnya karena merasa pusing.
Sontak ucapan Yasaka membuat Hancock terkejut karena tebakannya benar.
"Da-dari mana kau tau?" kejut Hancock memandang Yasaka.
"Karena wanita tadi juga melakukan hal yang sama dengan tindakanmu," balas Yasaka tenang.
"Jadi, bisa kau beri alasan kenapa kau sangat menginginkan suamiku?" sambung Yasaka bertanya, sontak membuat Hancock bersemu merah.
"Na-Naruto-kun adalah cinta pertamaku, di-dia pria satu-satunya yang memandangku tulus, bukan pandangan mesum," balas Hancock memberi alasan membuat Yasaka mendesah.
Tiba-tiba Freya sudah kembali sambil membawa nampan berisi 3 minuman.
"Maaf untuk yang tadi, aku terkejut soalnya tadi," kata Freya sambil menaruh minuman diatas meja lalu duduk di samping Yasaka.
"Jadi, kau juga sama sepertiku," sambung Freya kepada Hancock dan dijawab anggukan Hancock.
"Huh, kalau begini jadinya mau bagaimana lagi, itu semua bukan suamiku duluan yang memulai, jadi aku tak ada alasan untuk membenci kehadiranmu atau mengusirmu," desah Yasaka.
"Dan kutanya padamu, apa kau benar-benar mencintai suamiku?" sambung Yasaka bertanya dan langsung dijawab anggukan Hancock.
"Sangat! Aku sangat mencintai Naruto-kun," balas tegas Hancock membuat Yasaka mengangguk mengerti.
Tiba-tiba Freya berdiri dan pindah duduk di samping Hancock.
"Ne, dari tadi kita belum berkenalan, aku Freya, Dewi dari Mitologi Nordik calon istrinya Naruto-kun dan dia Yasaka, pemimpin bangsa Yokai, istri sahnya Naruto-kun," kata Freya memperkenalkan diri sambil tersenyum.
"Hancock, Boa Hancock ratu suku Amazon. Dan kenapa dirimu baru calon?" jawab Hancock langsung bertanya, membuat Freya memegang dagunya.
"Hmmm, karena tadi malam aku juga sama sepertimu, hehe," balas Freya tersenyum.
"Dan aku juga punya anak yang seumuran dengan putrimu, tapi laki-laki," sambung Freya memberitau.
"Jangan bilang jika anakmu itu juga dari Naruto-kun?" tanya Hancock dan dijawab anggukan Freya.
"Um, jadi kita sama-sama oke," balas Freya mengangguk membuat Hancock mengangguk mengerti.
"Jadi, apa kau menginginkan menjadi bagian keluarga ini?" sambung Freya bertanya.
"Apakah boleh?" jawab Hancock bertanya.
"Jangan tanya aku, tanyalah kepada istri sahnya," balas Freya membuat Hancock langsung menoleh kearah Yasaka.
"Ada syaratnya jika ingin menjadi bagian keluarga ini," kata Yasaka tenang.
"Syarat apa? Akan saya laksanakan segera," balas cepat Hancock tak sabar ingin mendengar kelanjutan ucapan dari Yasaka.
__ADS_1
"Nanti kuberi tau setelah Naru-kun kembali, akan kuberi tau jika Naru-kun mengakui anakmu itu," kata Yasaka membuat Hancock lemas dan hatinya menjadi takut apabila suami Yasaka tak mengakui anaknya.
"Baik, akan saya tunggu, kira-kira Naruto-kun akan kembali kapan?" kata Hancock lalu bertanya.
"Naru-kun sedang pergi keluar kota dan akan kembali 1 minggu sampai 2 minggu ke depan," balas santai Yasaka membuat Hancock tambah lesu karena masih terlalu lama kehadiran suami Yasaka.
"Ne, jangan sedih seperti itu Hancock-san, aku yakin Naruto-kun akan mengakuinya kok," kata Freya menyemangati dan dijawab anggukan pelan Hancock.
.
"WOY STING! DIMANA RAMENKU!"
"SUDAH DIPERUTKU! NII-SAN!"
"GRRR! AWAS KAU STING!
"HAHAHAHAHA NII-SAN JELEK BAGET WAJAHNYA!"
DUK! DUK! DUK! DUK!
"KEMARI KAU! ADIK KAMPRET!"
"HAHAHAHAHAHA AYO KEJAR NII-SAN! WEK!"
.
Teriakan-teriakan Minato dan Sting begitu keras sambil kejar-kejaran dari lantai 2 sampai terdengar ditelinga Yasaka, Freya, Hancock dan Luna yang berada diruang tamu.
Sontak mereka semua langsung menoleh kearah lantai 2 dengan Yasaka dan Freya yang malah cekikikan.
"Hihihi mereka itu, baru sehari sudah akrab ya," cekikikan Freya dan dibalas anggukan Yasaka.
"Hm, kau benar sekali Freya," balas Yasaka menyetujui.
.
.
.
#Skip kamar Naruko
.
Dikamar sederhana dengan warna kuning yang mendominasi seluruh bagian kamar sebagai hiasan mata memandang.
Dapat dilihat dikamar tersebut terdapat 2 wanita yang berbeda warna rambut yaitu hitam milik Serafall dan kuning milik Naruko.
Dengan situasi Naruko yang memunggungi Serafall di seberang tempat tidurnya sedang menunduk entah karena apa.
"Maaf," ucapan lirih yang keluar dari mulut Serafall setelah dari tadi tak ada yang mulai bersuara.
"Untuk apa? Bukannya aku sudah tak kau anggap anakmu lagi?" balas Naruko sedikit kaku dan masih memunggungi Serafall Dan jawaban Naruko membuat Serafall tambah menunduk sedih.
"Kaa-san memang salah hiks, Kaa-san sudah menyesal, kumohon maafkan Kaa-san," kata Serafall mulai terisak.
Tak ada jawaban dari Naruko karena Naruko sedang menahan entah apa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Kumohon maafkan Kaa-san hiks, kau boleh membalas Kaa-san dengan apa yang pernah Kaa-san lakukan, tapi kumohon maafkan Kaa-san," sambung Serafall menunduk dan terisak.
"Hiks, kau tau? Tou-san adalah segalanya bagiku, semua kebahagiaanku telah diberikan oleh Tou-san, kasih sayang, perhatian, semuanya telah diberikan oleh Tou-san, tapi kenapa hiks? Kenapa perasaanku masih kurang, dan akhirnya terjawab kekurangan itu, yaitu kasih sayang seorang ibu dari Yasaka Kaa-san," ucap Naruko mulai meneteskan sedikit air mata lalu diusap kembali.
sedangkan Serafall tetap menunduk, tak tau harus menjawab apa, hatinya sangat sakit karena Naruko tak menyebutnya ibu.
__ADS_1
"Hiks, Yasaka Kaa-san sangat menyanyangi kami semua, aku sangat senang sekali, tapi kenapa? Disaat diriku sudah mendapatkan apa yang kumau perasaan kekurangan masih saja ada dihatiku hiks," tiba-tiba Naruko menunduk dan mulai menangis.
.
"HIKS! KENAPA! KENAPA! KENAPA KAU BARU MENGANGGAPKU SEBAGAI ANAK! SEKARANG! HIKS! HIKS! HIKS! KEMANA SAJA DISAAT AKU MEMBUTUHKAN KASIH SAYANG IBU KANDUNGKU SENDIRI!"
.
GREP!
.
Tiba-tiba sebuah tangan merangkul tubuh Naruko yang menunduk.
"Maafkan Kaa-san Hiks! Hiks! Hiks!"
Tangis Serafall langsung memeluk Naruko yang menangis.
Dan entah kenapa Naruko juga ikut memeluk Serafall seperti bertemu seseorang yang telah lama tak ada kabar.
"Kaa-san janji hiks, kaa-san janji demi nyawa Kaa-san hiks, mulai sekarang Kaa-san akan selalu memberikan kasih sayang Kaa-san untukmu Nak," kata Serafall mengelus rambut Naruko pelan dengan sedikit tangis yang masih tercetak jelas di wajahnya.
Dan entah kenapa Naruko malah mengeratkan pelukannya.
Dan akhirnya dikamar itu hanya diisi sepasang anak dan ibu yang saling berpelukan dengan isak tangis yang menjadi melodi pemecah kesunyian di dalam kamar.
.
.
#(Skip kamar Vivi tak jauh beda dengan suasana dikamar milik Naruko)
.
.
#Skip Kamar Menma
.
Dikamar lain dirumah Naruto yang tak jauh dari kamar milik Naruko dan Vivi.
Dikamar tersebut terdapat remaja yang terbaring lemas tak sadarkan diri dan tak bisa dipastikan kapan akan sadarnya, yaitu Menma.
Bukan Cuma Menma yang hanya dikamar tersebut yang berbaring sendirian, melainkan ada seorang wanita berambut coklat dengan kacamata bertengger dihidungnya sedang mengusap lembut wajah Menma menggunakan tangan halusnya, yaitu Katerea.
"Hey Nak, ini Kaa-san lo, Kaa-san punya hadiah untukmu Nak," ucap Katerea sambil menunjukkan sebuah syal merah hasil rajutan tangan.
"Kaa-san hiks, Kaa-san hiks, tak sabar ingin memberikan ini hiks," isak Katerea menggenggam erat syal tersebut lalu menunduk dan tangannya pindah menggenggam telapak tangan Menma.
"Maafkan kaa-san hiks, maafkan kaa-san yang tak pernah tau keinginanmu hiks, yang selalu memaksamu, yang selalu memarahimu, yang selalu memukulmu, cepatlah bangun, Kaa-san ingin meminta maaf, hiks, hiks, hiks, hiks,"
Dan selanjutnya dikamar milik Menma diisi isakkan seorang wanita penuh penyesalan dan kerinduan yang mengisi suasana sunyi kamar tersebut.
.
" Maafkan Nee-san juga hiks, maafkan Nee-san yang tak pernah ada disaat kau kesepian, maafkan Nee-san yang tak pernah mendengar nasihat Tou-san hiks,"
.
batin seorang gadis remaja berambut kuning yang terisak sedih dibalik pintu kamar milik Menma yang hendak masuk tapi diurungkan niatnya, yaitu Olive yang menunduk sedih didepan pintu kamar Menma.
.
__ADS_1
.
T.B.C