STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 18


__ADS_3

"I-ini cucuku," kata Hera gagap sambil menunjuk Levi di gendongan Reiya dan dijawab anggukan Hephaestus dan Reiya.


"Bo-boleh aku menggendongnya?" sambung Hera yang sangat ingin menggendong Levi.


"Boleh ibu, ini cucu anda," balas Reiya menyerahkan Levi kepada Hera.


"Te-terima kasih" ucap Hera setelah menerima Levi di gendongannya yang lagi tertidur.


"Manisnya.." kata Hera saat memandang wajah Levi di gendongannya membuat Zeus, Hephaestus dan Reiya tersenyum senang.


.


" Kenapa dengan perasaanku ini ya? Kenapa aku merasa sangat senang saat memandang anak Hephaestus, padahal dulu aku tidak sesenang ini saat memandang anak Ares dan Aphrodite," batin Hera merasa perasaan hangat saat memperhatikan wajah Levi.


" APA APAAN HERA ITU! Padahal dulu anakku tidak diperlakukan seperti itu," batim Aphrodite iri ketika melihat Hera begitu antusias menggendong anak Hephaestus dengan wajah senang Hera.


.


"Oh ya ayah, di mana 2 iblis yang mengaku anaknya?" tanya Hephaestus menghiraukan ibunya dan istrinya yang sedang senang dengan kegiatanya.


"Ah, mereka ada dirumah Hestia. Bibimu " jawab Zeus yang tadi terkejut sebelum menjawab lalu Hephaestus menoleh ke arah Hestia.


"Bibi Hes, boleh aku melihat mereka?" tanya Hephaestus kepada Hestia tapi terdengar oleh Dewa-Dewi lainya.


"Baik, mari ikut bibi," jawab Hestia lalu berdiri dari duduknya dan melangkah keluar.


Tapi sebelum keluar pintu ruangan Hestia berhenti karena yang mengikuti bukan hanya Hephaestus atau Dewa-Dewi lainya yang sudah mengetahui masalah ini,


tapi Dewa-Dewi yang tidak mengetahui masalah ini juga ikut mengikutinya di belakang Hephaestus kecuali Ares yang sudah dibawa prajurit ke ruang perawatan.


"Mau apa kalian mengikutiku?" tanya Hestia heran dengan bayak Dewa-Dewi yang mengikutinya.


"Ayolah bibi Hes, dari kemarin malam bibi menutup diri di rumahmu. Kami jadi penasaran dengan apa yang bibi sembunyikan dari kami," jawab Hermes mewakili Dewa-Dewi yang mengikutinya dan mendapat anggukan dari yang lainya.


"Aku tidak menyembunyikan apa-apa, jadi jangan mengikutiku!" kesal Hestia.


"Sudahlah Hestia, biarkan mereka ikut. Kami juga akan mengunjunginya," kata Zeus di samping Hera yang sedang menggendong anak Hephaestus diikuti Reiya di samping Hera serta Poseidon dan Hades di belakangnya.


"Huh baiklah, tapi jangan bikin kekacauan di rumahku," kata Hestia menghela nafas.


"Siap!" Balas Dewa-Dewi yang penasaran lalu mengikuti Hestia dan Hephaestus yang berjalan duluan dan Zeus serta lainya di belakang Dewa-Dewi yang penasaran.


.


" Aduh gawat! Athena dan Aphrodite juga ikut, aku harus membuat pengalihan untuk mereka," batin Hestia mulai waspada kepada Athena dan Aphrodite yang juga mengikutinya.


.


#Skip Time


.


Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya rombongan Dewa-Dewi Olympians sampai di rumah Hestia dan disambut oleh Mirajane dan Rin membuat Dewa-Dewi lainya bertanya-tanya siapa Mirajane dan Rin kecuali Dewa-Dewi yang tau siapa mereka dan sekarang mereka berada di ruang tamu.


"Mirajane, Rin. Apa kalian sudah makan?" tanya Hestia setelah Semua Dewa-Dewi masuk ke rumahnya bertanya kepada Mirajane dan Rin.


"Belum, kami tidak bisa memasak jadi kami belum makan," jawab Rin sambil menunduk diikuti Mirajane yang juga menunduk.


"Bentar ya, akan aku masakan makanan untuk kalian," kata Hestia sambil berdiri dari duduknya lalu melangkah ke dapur.


Sontak kelakuan tidak biasa Hestia yang jarang memasak membuat Dewa-Dewi terheran heran.


.


"Tadi aku tidak salah lihat kan? bibi Hestia mau memasak," bisik Hermes kepada Apollo yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Aku juga tidak percaya Harmes, bisa-bisanya dia bersemangat memasak untuk 2 gadis cantik ini padahal biasanya dirinya malas memasak untuk dirinya sendiri," balas Apollo yang juga ikut berbisik.


" Ada yang aneh dengan bibi Hestia, sungguh mencurigakan" batin Athena curiga.


" WHAT THE HELL! Dunia akan kiamat kalau Hestia memasak!" batin Aphrodite tidak percaya.


.


Sedangkan Dewa-Dewi lainya hanya tersenyum melihat tingkah Hestia yang kelewat semangat tidak seperti biasanya.


Lalu tidak lama Hestia kembali membawa 2 mangkuk ramen.


(Jangan ditanya jika Hestia bisa memasak ramen, itu karena saat pertama kali menemukan Mirajane dan Rin yang sedang memakan ramen cup, saat ditanya ramen adalah makanan kesukaanya dan mulai saat itu Hestia mencari tau tentang ramen dan mempelajarinya).


Dewa-Dewi yang melihat hasil masakan Hestia bertanya-tanya dalam pikiran masing-masing kecuali Hephaestus, Reiya dan Zeus.


Zeus sudah tau masakan itu saat di kedai Hephaestus, karena kedai Hephaestus juga menyajikan ramen.

__ADS_1


"Apakah itu makanan kesukaan kalian?" tanya Hephaestus memulai pembicaraan.


"Ya paman, Aku dan Rin sangat menyukai makanan ini," jawab Mirajane diikuti anggukan Rin.


"Ternyata kalian memang anaknya ya," kata Hephaestus membuat Mirajene dan Rin terdiam sedangkan Dewa-Dewi lainnya mulai penasaran.


"Paman kenal dengan ayahku?" tanya tiba-tiba Rin yang dari tadi diam dan dibalas anggukan Hephaestus sambil tersenyum.


"Aku sangat yakin sekali jika kalian memang anaknya, ayahmu dan saudara-saudaramu tidak jauh dari ramen. Mereka sama-sama menyukai ramen," balas Hephaestus menjelaskan membuat Mirajene dan Rin melebarkan matanya.


"BERITAHU AKU DI MANA KEBERADAAN AYAH KAMI PAMAN!" teriak Mirajane dan Rin bersamaan sambil berdiri dari duduknya.


"Tenanglah, habiskan makanan kalian dulu. Nanti akan kuberitau," kata Hephaestus membuat Mirajane dan Rin kembali tenang dan duduk dan kembali melanjutkan makannya.


.


#Skip Time


.


Dan kini Hephaestus duduk berhadapan dengan Mirajane dan Rin yang didampingi Hestia.


sedangkan istri Hephaestus berada di teras depan bersama Hera yang masih betah menggendong Levi ditemani Zeus yang juga ingin menggendong Levi tapi kena tatapan tajam Hera membuat Poseidon dan Hades tertawa terbahak-bahak melihat tingkah konyol Zeus yang sekarang takut dengan istrinya.


Sedangkan untuk Dewa-Dewi yang penasaran, mereka berada di belakang Hephaestus karena ingin tau siapa Mirajane dan Rin sebenarnya.


Walaupun sudah diusir oleh Hestia untuk keluar, tapi tetap saja mereka masih kukuh ingin mendengarkan apa yang ingin dibicarakan Hephaestus kepada Mirajane dan Rin.


"Jadi, bisa kau beritau keberadaan ayahku paman?" tanya Rin memulai pembicaraan.


"Untuk memastikan, aku ingin tau siapa nama ayah kalian dan seperti apa ciri cirinya?" balas Hephaestus memastikan.


Walaupun dirinya sudah tau tapi tidak ada salahnya untuk memastikan.


"Naruto, Namikaze Naruto nama ayah kami dan ibu ka-"


"Aku tidak butuh nama ibu kalian, yang penting sebutkan pertanyaanku tadi," potong cepat Hephaestus ucapan Rin.


"Ayah kami sangat tampan dengan rambut kuning jabrik keemasan dan mata biru laut sepertiku serta kumis kucing disetiap masing-masing pipinya," jelas Rin memberitau ciri-ciri Naruto membuat Hephaestus yakin bahwa mereka benar-benar anaknya Naruto.


(Hephaestus tau bahwa dulu Naruto pernah bercerita kalau nama keluarganya memang Namikaze tapi karena tidak ingin mengingat masa lalu yang buruk, Naruto mengganti nama keluarganya menjadi Uzumaki)


.


" Jadi benar kecurigaanku mengapa bibi Hestia sangat berbeda dari kemarin, ternyata mereka anak dari orang yang diceritakan ayah. Awas kau bibi Hestia, aku tidak akan kalah darimu," batin Athena sambil menatap Hestia.


Hestia yang merasa ditatap Athena jadi merinding karena tatapan Athena agak aneh dipandanganya.


" Jadi ini anak dari pria brengsek itu yang berani menghinaku, akan kumanfaatkan mereka untuk membalas hinaan ayahnya," batin Aphrodite dengan tatapan tajam ke Mirajane dan Rin membuat mereka merinding.


" Jadi ini anak dari pria brengsek itu yang berani menghinaku, akan kumanfaatkan mereka untuk membalas hinaan ayahnya," batin Aphrodite dengan tatapan tajam ke Mirajane dan Rin membuat mereka merinding.


.


"Baiklah karena aku percaya jika kalian memang anaknya Naruto, maka aku akan mengantarkan kalian ke tempatnya 2 hari lagi," kata Hephaestus membuat Mirajane dan Rin senang.


Karena akhirnya mereka akan bertemu dengan ayahnya yang selama ini mereka rindukan.


"Memang kamu tau tempatnya Hep?" tanya Hestia dan dibalas anggukan Hephaestus.


"Ya! Dia sekarang berada di jepang tepatnya di kota Kuoh," jawab Hephaestus membuat Hestia, Mirajane dan Rin melebarkan matanya.


"Pas sekali Hep, aku, ayahmu dan ibumu juga akan kesana 3 hari lagi untuk menghadiri pertemuan antar Mitologi lainya," kata Hestia.


"Kita bersama-sama kesananya, aku akan menyuruh ayahmu untuk mempercepat jadwal kesananya 2 hari bersama kau," sambung Hestia.


"Baiklah, lebih cepat lebih baik," jawab Hephaestus tenang.


.


" Aku harus ikut" batin semua Dewa-Dewi yang dari tadi mendengarkan pembicaraan Hephaestus.


.


Lalu Hephaestus pamit dan meminta agar Mirajane dan Rin tinggal bersama Hephaestus tapi ditolak oleh Hestia dan mengatakan bahwa Hestia tidak kerepotan sama sekali dengan kehadiran Mirajane dan Rin membuat Hephaestus pasrah dan berpesan untuk menjaga Mirajane dan Rin kepada Hestia, dan Hestia menerimanya dengan antusias membuat Dewa-Dewi menganga lebar melihat tingkah Hestia yang berbanding terbalik dengan sifat biasanya.


Lalu Hephaestus menghampiri istrinya dan berpamitan kepada Zeus dan Hera selaku orang tuanya.


"Kurasa sudah cukup aku memastikanya, aku akan mengantarkannya 2 hari dari sekarang," ucap Hephaestus setelah berada di hadapan Zeus di teras depan.


"Kau sudah tau keberadaanya nak?" tanya Zeus.


"Ya! Aku sudah memberi tau bibi Hestia," balas Hephaestus.

__ADS_1


"Baiklah, rencana berangkat 3 hari lagi akan dimajukan menjadi 2 hari lagi. Kita kesana bersama-sama," ucap Zeus dan dijawab anggukan Hephaestus.


"Baiklah kalau seperti itu, jadi kami akan pamit pulang sekarang," pamit Hephaestus.


"Nak, bisa biarkan anakmu disini, aku masih belum puas bersama cucuku," kata Hera memohon kepada Hephaestus.


"Tidak ibu, aku takut jika Ares mengetahui anakku ada di sini. Dia bisa saja membunuh anakku," tolak Hephaestus.


"Baiklah, tapi ibu boleh ikut ya," minta Hera dengan mata berseri-seri membuat Hephaestus tidak kuat memandangnya.


"Jika ayah mengizinkannya, ibu boleh ikut," jawab Hephaestus sambil memalingkan mukanya lalu Hera langsung menatap Zeus.


"Zeus! Ijinkan aku untuk menginap di tempat Hephaestus," paksa Hera kepada Zeus membuat Zeus merinding takut dengan tatapan Hera.


"Ta tapi-"


"Boleh yaaaaa!"


Paksa Hera dengan tampang horor menatap Zeus.


Zeus yang ditatap seperti itu berkeringat dingin sedangkan Poseidon dan Hades sudah menahan tawanya agar tidak tertawa.


"Ya, ka-kau bo-boleh menginap," jawab Zeus gagap.


"Bagus! Ayo nak kita berangkat," ajak Hera kepada Hephaestus lalu Hephaestus mengangguk setelah itu membuat lingkaran teleport ke rumahnya bersama istri dan ibunya yang masih menggendong anaknya.


.


HAHAHAHA!


.


"Kau lihat tadi Hades, Zeus seperti anak kecil yang ketakutan," tawa Poseidon.


"Kau benar," jawab Hades yang juga tertawa.


.


"DIAM KALIAN!"


.


Teriak Zeus sangat kesal dengan ejekan saudara-saudaranya membuat tawa Poseidon dan Hades makin keras hingga terdengar oleh Dewa-Dewi lainnya yang masih di dalam rumah Hestia.


.


SRING!


.


Hephaestus beserta istri dan ibunya yang menggendong anaknya muncul di dalam rumah Hephaestus.


Menurut pandangan Hera, rumah Hephaestus cukup sederhana dengan 2 lantai, tidak begitu luas dan rapih.


"Maafkan ibu nak," ucap Hera tiba-tiba setelah sampai di rumah Hephaestus.


"Untuk apa?" bingung Hephaestus.


"Semuanya," jawab Hera.


"Istrimu telah menceritakan semuanya, jadi ibu minta maaf karena ibu tidak ada disaat kau mengalami masa sulit, maafkan ibu yang tidak menghadiri pernikahan kalian dan tidak memberikan selamat, maafkan ibu yang tidak ada saat istrimu melahirkan, maafkan ibu -"


"Sudah bu, aku sudah memaafkan semuanya," potong Hephaestus ketika melihat ibunya sudah mulai meneteskan air mata.


"Ibu pasti capek, ibu istirahat saja," sambung Hephaestus membuat Hera tenang.


"Terima kasih, ibu mau tidur malam ini bersama Levi, bolehkah?" minta Hera.


"Boleh bu, kamar Levi ada dilantai 2 sebelah kanan," jawab Hephaestus memberitau, lalu Hera melangkah ke kamar Levi untuk tidur bersama.


"Kamu senang?" tanya Reiya tersenyum setelah Hera ke kamar Levi bersama anaknya dan dijawab anggukan Hephaestus.


"Ayo kita juga tidur, hari sudah terlalu malam," ajak Reiya lalu melangkah ke kamar di lantai 2 sebelah kiri diikuti Hephaestus.


Lalu mereka tidur dan bermimpi indah menunggu hari baru keesokan harinya.


.


.


.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2