
.
#Keesokan Harinya
.
#MEKAI
.
Hari telah berganti, dan aktivitas setiap makhluk hidup pun berganti. Dapat dilihat sekarang disalah satu bangunan yang terdapat di Underword menjadi sangat ramai oleh banyaknya para iblis yang datang, terutama para iblis muda.
Itu disebabkan karena sekarang adalah hari dimana para iblis muda menghadiri undangan untuk perkumpulan iblis muda yang akan membahas tentang acara Rating Game.
Dan pastinya dihadiri banyak tamu undangan penting nantinya.
"Wah saji! Kau juga datang?" sapa Issei saat memasuki ruangan tersebut langsung melihat sosok Saji.
"Hoho jelas lah, ini adalah acara penting untuk para iblis muda," sahut Saji tiba-tiba langsung menyeret Issei ke sisi ruangan yang berbeda.
"Kau datang juga Sona?" ucap Rias mendekati Sona diikuti peregenya yang lainnya.
"Bukannya ini acara untuk kita para iblis muda, jelas aku akan menghadiri karena Nii-sama sebagai tamu undangannya," jelas Sona memberitau.
"Pantas saja jadi terlihat ramai ya, karena Onii-sama yang jadi tamu undangannya," kikuk Rias karena baru tau.
Tiba-tiba dari kejauhan datang sosok remaja yang menghampiri rombongan Rias dan Sona.
"Wah Rias, Sona." Ucap remaja tersebut. Sontak membuat Rias dan Sona menoleh ke arahnya.
"Sairaorg!" kejut Rias dan Sona berbarengan.
"Jangan terkejut seperti itu. Ini acara penting yang dihadiri oleh Naruto-sama, maka jelas aku akan datang," kata Sairaorg membalas keterkejutan Rias dan Sona.
"Huh, semuanya berpendapat yang sama pastinya," ucap Sona sambil membenarkan kacamatanya.
"Wah, wah, seorang iblis muda terkuat juga datang," tiba-tiba dari kejauhan nampak sosok Riser yang melangkah menghampiri rombongan Rias dan Sona.
Sontak Rias langsung menatap tajam Riser dengan sengit. Karena memang Rias dan Riser punya masalah.
"Jangan menatapku seperti itu Gremory, lagian aku bersyukur karena tak menikah denganmu. Karena niat awalku tak menginginkan perjodohan itu," kata Riser santai tapi risih dengan tatapan Rias.
"Syukurlah kalau begitu," acuh Rias memalingkan wajahnya karena tak suka dengan kehadiran Riser serta peregenya.
Lalu Rias dan peregenya menjauh ke sisi ruangan untuk menyusul Issei diikuti Sona serta peregenya juga. Jadi sekarang hanya ada Riser dan peregenya serta Sairaorg yang saling mengobrol santai.
Hiraukan para iblis remaja yang saling mengobrol. Dapat dilihat kini di panggung ruangan sudah terdapat orang-orang penting seperti para Yondai Maou dan Azazel saja.
"Jadi yang belum hadir tinggal Michael dan Odin?" tanya Sizech yang didampingi Rossa menghampiri Azazel yang sedang menyenderkan punggungnya di tembok.
"Mungkin sebentar lagi," singkat Azazel.
Tiba-tiba tak jauh dari Sirzech dan Azazel muncul lingkaran sihir menampakkan sosok Odin yang didampingi Rossweisse.
"Apa aku telat?" ucap Odin.
"Tidak juga," singkat Sirzech.
Lalu muncul lagi lingkaran sihir dan menampakkan sosok Michael serta Gabriel dan Irina yang mendampingi.
"Maaf semuanya, atas keterlambatanku," kata Michael langsung menghampiri rombongan Sirzech.
"Tak masalah. Jadi kita tinggal menunggu tamu penting kita saja," balas Sirzech tenang dan entah kenapa Azazel dan Odin menaikkan sebelah alisnya.
"Tamu penting? Memang siapa Sir?" tanya Azazel dan didukung anggukkan Odin.
"Nanti kau akan tau sendiri," singkat Sirzech lalu menoleh ke arah Serafall yang sudah duduk santai di tempat duduknya.
__ADS_1
"Sera! Apakah suamimu akan datang?" sambungnya bertanya kepada Serafall.
"Huh," helaan nafas keluar dari mulut Serafall.
"Aku telah memberitaunya. Nanti juga akan datang," balas Serafall tanpa menoleh ke arah Sirzech.
"Tunggu dulu! Jadi tamu pentingnya si kuning kampret!" kejut Azazel yang sepertinya tau siapa tamu pentingnya.
"Ha ha, kau bi-"
Tap! Tap! Tap! Tap! Tap! Tap! Tap! Tap!
Ucapan Sirzech langsung terhenti setelah mendengar langkah kaki seseorang dari luar ruangan.
Dan nampaknya langkahnya tak hanya milik satu orang saja melainkan lebih dari satu orang.
Semuanya orang yang ada di dalam ruangan tersebut langsung terdiam dan terjadilah keheningan di ruangan itu. Hanya suara langkah kaki dari luar ruangan yang terdengar jelas saat ini.
Krieeeeeeeet!
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka secara perlahan dan sedikit demi sedikit menampakkan seseorang yang memasuki ruangan tersebut.
Dan akhirnya pintu terbuka menampakkan sosok Naruto yang memakai kaos putih dibalut jas yang kancingannya dibiarkan terbuka serta celana hitam pajang dan diikuti anak-anaknya di belakang, yaitu Menma, Naruko, Vivi, Gray, Mirajane, Rin dan Minato saja yang memakai pakai serasi semua, yaitu sweater ber-hoodie warna merah dengan ciri khas lambang pusaran di bagian perut serta di atas lambang pusaran terdapat tulisan 'Uzumaki Family' yang terlihat jelas dan memakai celana yang sama yaitu celana jeans panjang semua.
Hingga langkah mereka menuju panggung ruangan pun semua penghuni ruangan terdiam tak ada yang bersuara.
"Riser!/Menma!"
Tiba-tiba saat langkah Naruto dan anak-anaknya yang baru di pertengahan ruangan langsung terhenti, karena Menma dan Riser berucap bersamaan dengan tatapan permusuhan yang terlihat jelas.
Bahkan saking pekat tatapan permusuhannya membuat pera iblis muda merasakan hawa dingin yang sangat pekat saat itu.
"Nee-sama, sepertinya Menma-Nii tak bersahabat dengan Riser ya?" tanya Rin kepada Naruko karena merasakan hawa dinginnya.
"Huh, biarkan saja. 2 orang Baka kalau sudah bertemu ya kayak gini," ucap santai Naruko sepertinya tak terpengaruh dengan aura permusuhan Menma dan Riser saat ini dan didukung anggukan Vivi.
"MENMA!/RISER!"
Krik! Krik! Krik!
Dan seketika semua penghuni ruangan Sweatdrop masal kecuali Naruto, Naruko dan Vivi karena tiba-tiba Menma dan Riser saling memanggil dengan semangat dan aura permusuhannya hilang seketika.
Plak! Plak! Plak! Plak!
Dan lagi-lagi membuat penghuni ruangan Sweatdrop karena Menma dan Riser saling mendekat dan melakukan tos tangan dengan gaya alay.
Bugh!
Brak!
Tiba-tiba Menma terpental jauh ke belakang sehingga 2 meja jadi hancur karena di tabrak olehnya dan pelakunya adalah Riser yang tiba-tiba meninju perut Menma dengan keras serta wajah bahagia yang terlihat jelas di wajah Riser.
Dan kini semua penghuni ruangan tidak lagi Sweatdrop, melainkan terkejut atas apa yang dilakukan oleh Riser kepada Menma.
"Nee-sama, kenapa mereka jadi berantem?" tanya Rin kepada Naruko dan lagi-lagi Naruko hanya menghela nafas.
"Biarkan saja, dua Baka-nii lagi bersenang-senang. Sebentar lagi juga selesai," balas santai Naruko membuat adik-adiknya Sweatdrop lagi.
Wush! Bugh!
Brak!
Tiba-tiba Menma melesat dengan cepat langsung meninju perut Riser hingga terpental menabrak dinding, dan seketika dindingnya langsung retak.
"Woy! Woy! Woy! Suruh anakmu jangan buat masalah kuning kampret!" kesal Azazel yang dari tadi melihat pertengkaran Menma dan Riser yang sudah sebagian menghancurkan ruangan.
"Biarkan saja, sebentar lagi juga selesai," jawab singkat Naruto dengan santai membuat Azazel dan yang lainya Sweatdrop atas ucapan santai tanpa dosanya,
__ADS_1
sedangkan Serafall hanya geleng-geleng kepala saja yang berada di samping Naruto.
"Hoho, ternyata hilangnya dirimu selama 17 tahun, pukulannya masih terasa ya," ucap Riser yang mencoba berdiri setelah membentur tembok.
"Dan kau selama kutinggal 17 tahun juga masih terasa pukulannya," sahut Menma tersenyum senang. Lalu Riser melangkah mendekati Menma.
"HAHAHAHAHAHAHAHA!"
Dan entah kenapa mereka saling tertawa senang melupakan kejadian sebelumnya. Sehingga membuat semua penghuni ruangan bingung dengan apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi sebenarnya?" batin semua penghuni ruangan bingung atas apa yang terjadi, kecuali Naruto, Serafall, Naruko dan Vivi.
"Hiraukan mereka. Jadi aku diundang untuk apa? Untuk menonton atau apa?" kata Naruto membuyarkan Sweatdropan para tamu penting dan seketika langsung menoleh ke arah Naruto.
"Yare yare, kebodohanmu masih saja melekat dari dulu," ucap Azazel sambil geleng-geleng kepala.
"Apa kau bilang muka ******!" balas Naruto tak terima disebut bodoh.
"MUKA KAMPRET!"
"MUKA BOSAN HIDUP!"
"KUNING SIALAN!"
"PERJAKA TUA!"
.
"Uhuk!"
.
Dan ejekan terakhir Naruto mengalahkan Azazel dengan telak dan Naruto langsung tersenyum bangga karena bisa mengalahkan Azazel.
Sedangkan yang lainya yang melihat perdebatan Naruto dan Azazel jadi Sweatdrop lagi.
"Ya ampun, padahal sudah beristri dan punya anak. Tapi kelakuannya kayak anak kecil," ucap Sirzech yang geleng-geleng kepala.
"Nikmatilah kehidupan selagi kita hidup. Coba kalau seperti pak tua itu yang sudah bau tanah. Sudah tak ada lagi kesempatan untuk bersenang-senang." Ujar Naruto yang telinganya mendengar ucapan Sirzech sambil menunjuk Odin.
Sontak Odin langsung keluar urat-urat kekesalan di kepalanya karena kesal atas ejekan Naruto.
CTAK!
Dan seketika Odin langsung memukul kepala Naruto dengan tongkatnya sehingga Naruto langsung merintih kesakitan sambil mengelus kepalanya yang benjol.
"DASAR MENANTU KAMPRET!" kesal Odin.
Dan akhirnya orang-orang yang di atas panggung ruangan tertawa semua.
Bahkan Gabriel yang biasanya hanya tersenyum saja sekarang bisa tertawa senang karena terhibur oleh tingkah kocak Naruto.
Hingga tak berselang lama tawa pun mereda dan nampaknya benjolan di kepala Naruto sudah menghilang.
"Oke lah, langsung saja." Tiba-tiba Naruto melangkah ke depan panggung ruangan menghadap banyaknya iblis muda yang berkumpul.
Sedangkan para tamu penting langsung berdiri sejajar di belakang Naruto.
"Oke Anak muda! Tolong perhatikan saya sebentar!" ucap Naruto lumayan keras sehingga para iblis muda langsung menoleh ke sumber suara dan langsung berkumpul secara teratur untuk mendengarkan ucapan dari Naruto.
"Mungkin sedikit ucapan membosankan dariku akan kusampaikan pada kalian generasi iblis sekarang dan tolong dengarkan walau hanya sebentar,"
.
.
TBC
__ADS_1