STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 33


__ADS_3

.


"JANGAAAAAAAN!" Teriak Katerea tapi dihiraukan oleh Creuserey yang meneruskan tindakannya tidak memperdulikan teriakan Katerea.


.


SRING!


.


SLAS!


.


Tiba-tiba tangan Creuserey serta kepalanya terputus diikuti hilangnya sang gadis yang tadi diborgol.


Sontak kejadian tersebut membuat semua penghuni ruangan terkejut,


bahkan Katerea langsung tersimpuh mengira anaknya yang tadi diborgol ikut binasa.


"Hiks Olive kamu di mana Nak? Jangan tinggalkan Kaa-san sendirian hiks hiks hiks" tangis Katerea tidak percaya dengan apa yang dilihat.


Katerea terus menangis sambil terus memanggil nama anaknya yang bernama Olive tadi.


Kejadian tersebut membuat semua penghuni ruangan khususnya para wanita tidak kuasa menahan sedihnya seolah-olah ikut merasakan kesedihan Katerea.


"Satu buronan telah lenyap, tinggal satu lagi," suara tidak jauh dari Katerea menampakkan sosok remaja pria dengan rambut coklat jabrik sedang menggendong Olive ala pangeran sambil melangkah mendekati Katerea, dan lagi-lagi semua penghuni ruangan kembali terkejut terutama para Iblis yang sangat terkejut karena sosok yang muncul sangat dikenali.


"Apa Kaa-san baik-baik saja?" tanya Menma kepada Katerea setelah dekat dengan Katerea yang terkejut.


Tidak ada jawaban dari Katerea, melainkan Katerea langsung berdiri dengan gerakan perlahan kedua tangannya terangkat menyentuh kedua pipi Menma dengan telapak tangannya sangat hati-hati.


"I-ini kamu Nak? I-ini be benar-benar kamu Nak?" tanya Katerea yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihat dan dirasa membuat Menma tersenyum lalu mengangguk membuat Katerea langsung merangkul leher Menma tidak memperdulikan Olive yang pingsan di gendongan Menma.


"Maafkan Kaa-san, Maafkan Kaa-san. Kaa-san menyesal Nak," tangis Katerea disela-sela rangkulannya dengan linangan air mata yang terus menetes membasahi pundak Menma.


"Aku sudah memaafkan Kaa-san kok," balas Menma sambil tersenyum membuat Katarea mempererat rangkulannya seolah-olah Menma tidak boleh terlepas lagi darinya.


Dan Menma hanya tersenyum memaklumi lalu menoleh ke arah ruangan.


"PAMAN AZAZEL! Bisakah Kaa-sanku dan Nee-sanku berlindung di ruangan itu? Aku merasakan sebentar lagi ada yang datang," tanya Menma sedikit nada keras kepada Azazel dan dijawab anggukan Azazel mengerti.


.


SRING!

__ADS_1


.


Menma beserta Katerea dan Olive yang masih di gendongannya langsung muncul disebelah Azazel,


dan semua penghuni ruangan masih diam terkejut kecuali Azazel dan Yasaka yang malah tersenyum dengan kehadiran Menma.


"Kaa-san bisa lepaskan rangkulannya, aku jadi kesusahan berjalan," kata Menma membuat Katerea kaget Lalu melepaskan rangkulannya.


setelah itu Menma melangkah ke dekat tembok ruangan diikuti Katerea untuk membaringkan Olive yang pingsan.


Kemudian melangkah mendekati Yasaka yang memang tidak jauh darinya langsung membungkuk.


"Maaf Kaa-sama, biar nanti aku yang bertanggung jawab kepada Tou-san atas kelancanganku ini," kata Menma sambil membungkuk di hadapan Yasaka dan hanya dibalas senyuman oleh Yasaka.


Sontak semua yang mendengar panggilan Menma kepada Yasaka langsung melebarkan mata terkejut kecuali Azazel yang sudah tau dan Izanagi yang tidak peduli.


"Um, nanti Okaa-san akan membantumu berbicara dengan Tou-sanmu," balas Yasaka tersenyum membuat Menma senang.


"A-Apa maksudmu Yasaka? Ji-jika kau mengenal Menma, Ma-maka kau mengenal ayahnya?" gagap Serafall


"Huh, ayahnya adalah suamiku, jadi aku sangat mengenalnya" balas Yasaka tenang menghiraukan keterkejutan semua orang kecuali Azazel, Izanagi dan Menma pastinya.


"Ce-"


"Kupegang ucapanmu, habis ini kau harus menjawab semua pertanyaanku." Balas Serafal datar menatap Yasaka.


"Tenang saja, aku tidak akan kabur," kata Yasaka membuat Serafall, Grayfia dan Katerea terdiam menyimpan pertanyaannya untuk nanti.


.


.


#SKIP DENGAN MINATO DAN ISSEI


.


"ISSEI! Cepat kau selamatkan Gasper, biar aku yang menahan mereka," kata Minato yang sedang berhadapan dengan 3 penyihir yang menghalangi jalan,


dan dijawab anggukan Issei mengerti lalu Issei mencoba melepaskan Segel yang mengengkang Gasper dan Koneko tapi tidak bisa.


"Minato-san bagaimana ini, segelnya susah dilepaskan," kata Issei kebingungan kepada Minato yang sudah menumbangkan 2 dari 3 penyihir dan sekarang sedang menciptakan pusaran biru sebesar bola kasti siap dihantamkan kepada penyihir yang tersisa itu.


"Coba kau berikan darahmu pada bocah Vampir itu! Yang terpenting waktu yang membeku bisa berjalan normal lagi!" balas Minato.


.

__ADS_1


[RASENGAN!]


.


DUARRRR!


.


Teriak Minato saat menghantamkan bola biru itu ke penyihir hingga tembok di belakang penyihir itu jebol dan seketika penyihir itu langsung Dead.


"CEPAT ISSEI!" bentak Minato kepada Issei yang terbengong setelah melihat hasil jurus Minato yang bisa menghancurkan tembok ruangan hanya dengan bola kecil menurut Issei.


"Hai Hai" balas Issei langsung sadar, lalu menggigit jarinya hingga mengeluarkan darah langsung diacungkan ke mulut Gasper agar dihisap darahnya (disini Issei tidak memiliki pedang Ascalon).


Dengan perlahan Gasper mulai menjilat darah dijari Issei dan kemudian Gasper melebarkan matanya seolah-olah mendapatkan kekuatan besar.


Seketika Gasper berubah menjadi kelelawar kecil dan banyak langsung berkumpul disebelah Issei dan membentuk lagi wujud Gasper yang sudah terlepas dari pengekang tadi ditembok dan secara tidak sengaja waktu telah berjalan normal lagi.


"Tapi kenapa Koneko masih terkengkang? Padahal waktu sudah berjalan lagi," kata Issei yang bingung saat melihat Koneko masih menempel tekengkang di tembok dengan gerakan lemas Koneko mencoba melepaskan diri dari kengkangan.


"Ini segel musuh!" balas Minato setelah memperhatikan segel yang mengekang Koneko, membuat Issei was-was apabila tidak ada cara melepaskannya.


"Tapi tenang saja, aku bisa melepaskannya," sambung Minato ketika melihat reaksi Issei yang panik membuat Issei bernafas lega.


Lalu Minato mendekat ke arah Koneko dan menempelkan telapak tangannya ke segel yang mengekang Koneko.


Setelah menyentuh segel tersebut, Minato langsung mengeluarkan sebuah energi yang membuat Koneko melebarkan matanya, dan lama-kelamaan segel pengekang tersebut hancur menjatuhkan Koneko tapi langsung ditangkap oleh Minato agar tidak membentur lantai.


"Apakah tadi itu Sen-"


"Tanyakan nanti saja, cepat Issei kemari! Kita harus kembali," potong Minato lalu Issei mendekat menyentuh pundak Minato sambil menyeret Gasper.


.


SRING!


.


Lalu Minato, Issei, Gasper dan Koneko langsung menghilang dan muncul di ruang pertemuan dan langsung terkejut.


.


.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2