STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 83


__ADS_3

.


#Flashback On


.


TOK! TOK! TOK!


.


"Ya! Tunggu sebentar," suara dari dalam rumah Naruto menyahuti ketukan pintu dari luar.


Tapi anehnya keluarga Phoenix malah menaikan sebelah alisnya karena merasa asing dengan suara perempuan dari dalam rumah Naruto.


CKLEK!


"Ah, bisa saya bantu?" tanya Hancock setelah membuka pintu rumah dan melihat ada 3 wanita dan 1 pria di balik pintu rumah.


"Hmm, aku baru melihatmu, apakah ini benar rumahnya Naruto?" tanya Rossa bingung karena yang keluar adalah sosok yang tidak dikenalinya.


"Benar! Ini rumahnya Naruto-kun, memang ada apa ya?" tanya Hancock juga tak tau siapa orang-orang di hadapannya.


"Kami kel-"


"Hancock-san! Siapa yang ada di luar?" tiba-tiba Grayfia berucap memotong ucapan Lady Phoenix sambil melangkah ke arah pintu keluar untuk memastikan siapa tamunya Naruto.


.


"GRAYFIA!/OKAA-SAMA!"


.


Kejut Lady Phoenix dan Grayfia bersamaan setelah Grayfia sampai di pintu keluar rumah Naruto.


" Cih! Kenapa ada dia di sini!" batin Riser sebal setelah tau ada Grayfia.


"Grayfia-san, kau kenal dengan mereka?" tanya Hancock bingung dengan reaksi Grayfia yang ditunjukkan saat ini.


"Ah, mereka adalah keluarganya Naru-kun, silakan masuk Okaa-sama," balas Grayfia lalu mempersilahkan Rossa, Lady Phoenix, Riser dan Ravel untuk masuk.


Dan keluarga Phoenix akhirnya memasuki rumah mengikuti Grayfia dan Hancock yang berada di depannya.


Dan lagi-lagi keluarga Phoenix dibuat terkejut, pasalnya setelah sampai di ruang tamu ada 4 wanita dewasa selain Hancock dan Grayfia serta banyak anak-anak sedang bercengkerama di ruang keluarga yang bersebelahan dengan ruang tamu.


"Ah Okaa-sama, silakan duduk," kata Serafall menyambut kedatangan keluarga Phoenix dengan ramah,


tanpa pikir panjang Lady Phoenix langsung duduk di sebelah Rossa diikuti Riser dan Ravel di sebelahnya.


"Apa benar ini tempat tinggal Naruto-kun, kalau untuk Serafall, Grayfia dan Katerea aku si sudah tau, tapi kalau untuk yang lainnya aku belum tau," bisik pelan Lady Phoenix tepat di telingan Rossa.


"Benar kok bibi, ini benar-benar rumahanya Naruto," balas Rossa yang juga berbisik pelan.


"Silakan diminum Okaa-sama," kata Grayfia setelah keluar dari dapur sambil membawa nampan berisi 4 minuman langsung ditaruh di atas meja.


"Jadi, bisa jelaskan padaku dengan situasi di rumah Naruto-kun saat ini? Serafall, Grayfia," tanya Lady Phoenix kepada Serafall dan Grayfia yang duduk di hadapannya serta wanita-wanita dewasa lainnya.


"Ah begini bi, kalau untuk diriku, Grayfia dan Katerea pasti bibi sudah tau, kalau untuk Hancock-san dan Freya-san adalah calon istrinya Naru-kun," balas Serafall sambil menunjuk Hancock dan Freya yang duduk tak jauh darinya membuat Lady Phoenix dan Rossa mengangguk mengerti.


"Tunggu dulu Sera-san, aku juga termasuk calon istrinya, kenapa tak kau sebutkan," tiba-tiba Kalawarner bersuara karena kesal dan tak terima jika tak disebutkan dalam daftar calon istri Naruto.

__ADS_1


"Kau kan belum punya anak dari Naru-kun, jadi tak masuk dalam daftar," balas Serafall biasa saja dan Kalawarner jadi tambah kesal.


"Hey! Jangan seperti itu lah Sera-san, aku ini sudah mendapat restu dari Yasaka-sama asal kau tau," kata Kalawarner sedikit membentak membuat Serafall langsung menatapnya.


"Hey! Aku tidak tau ya, jangan salahkan aku!" balas Serafall juga tak mau kalah.


Dan terjadilah percekcokan antara Serafall dan Kalawarner sehingga membiat Lady Phoenix keluar urat-urat kekesalan di kepalanya karena tak dapat penjelasan yang sesuai ia inginkan.


.


"DIAM KALIAN!"


.


Bentak Lady Phoenix sangat keras sehingga membuat Serafall dan Kalawarner langsung terdiam.


bahkan bentakkan Lady Phoenix sampai terdengar ke sisi ruangan yang terdapat anak-anak Naruto yang sedang berkumpul di ruang keluarga.


"SERA! Jelaskan apa hubungannya Naruto-kun dengan pemimpin Yokai dan semua tentang penghuni rumahnya Naruto-kun, SEKARANG!" kata Lady Phoenix diakhiri dengan membentak dan mengakibatkan semua wanita dewasa di hadapannya sedikit merinding ngeri.


"Ha-hai bibi," balas Serafall gagap.


.


#Skip Time


.


"Huh, ya ampun Naruto-kun itu, lama menghilang tau-tau sekarang membawa cucu yang banyak untukku," helaan nafas keluar dari mulut Lady Phoenix setelah 1 jam mendengar penjelasan dari Serafall.


"Hehe, begitulah bibi," cengengesan Serafall.


"Maaf," tiba-tiba Katerea bersuara lirih sambil menunduk di ikuti yang lainnya kecuali Hancock yang tak tau apa-apa.


"Woy, woy, apa-apaan reaksi kalian? ada apa dengan Menma?" tiba-tiba Riser bersuara setelah dari tadi diam mendengarkan percakapan mereka.


"Maaf Riser-kun, Menma sedang kritis," balas Serafall, sontak membuat keluarga Phoenix melebarkan mata terkejut kecuali Rossa yang sudah tau prihal tentang keadaan Menma.


"Kenapa bisa seperti itu? Kenapa kalian tak meminta air mata Phoenix kepadaku dari awal?" tanya Lady Phoenix yang begitu cemas setelah mendengar keadaan Menma tapi dijawab gelengan oleh para wanita dewasa yang ada di ruangan itu.


"Maaf bibi, kata Naru-kun, air mata Phoenix tak akan terpengaruh dengan kondisi Menma saat ini, hanya Naru-kun yang tau obatnya," balas Serafall masih menunduk.


"Jadi Naruto-kun tidak ada di rumah sekarang?" tanya Lady Phoenix dan di jawab anggukkan oleh Serafall.


"Huh, tak ada Naruto-kun ya? Padahal aku punya banyak pertanyaan utuknya tapi yasudahlah kalau tak ada di rumah mungkin lain waktu saja," sambung Lady Phoenix menggumam sendiri.


"Maaf bi, mungkin 1 hari sampai 2 hari lagi Naru-kun akan pulang," kata Serafall membalas gumaman Lady Phoenix.


"Ngomong-ngomong, kalian tidak ingin memperkenalkan anak-anak kalian padaku?" tanya Lady Phoenix kepada semua wanita di hadapannya.


"Ahh lupa bi, ayo ke ruang keluarga, anak-anak ada di sana," balas Serafall kikuk karena kelupaan soal memperkenalkan anak-anak Naruto yang lainya.


Lalu Lady Phoenix beranjak dari duduknya langsung melangkah ke ruang keluarga di ikuti Riser dan Ravel di sampingnya serta para wanita dewasa lainnya di belakangnya.


"NENEK!"


Tiba-tiba Naruko dan Vivi langsung melesat dan memeluk Lady Phoenix setelah tau Lady Phoenix datang ke ruang keluarga.


"Wah cucu nenek sudah besar-besar ya," kata Lady Phoenix sambil mengelus surai rambut Naruko dan Vivi dengan lembut secara bersamaan.

__ADS_1


"Naruko! Vivi! Kau tak kangen dengan diriku apa?" tanya Riser narsis di sebelah Lady Phoenix, sontak Naruko dan Vivi menoleh ke arah Riser setelah melepas rangkulanya pada Lady Phoenix.


"MIMPI AJA KAU RISER-NII!"


Bentak Naruko dan Vivi bersamaan. Sontak Riser yang mendapat bentakkan dari Naruko dan Vivi entah kenapa jantungnya seperti tertusuk pedang dari belakang dan langsung pundung di pojokkan.


"Hu hu hu, padahal dulu yang sering nemenin kalian bermain itu aku dan Menma, kenapa diriku tak dirindukan juga, hu hu hu," pundung Riser di pojokkan dengan awan mendung di atas kepalanya.


Sontak semua orang yang melihat reaksi Riser seperti itu langsung cekikikan.


"PFFFFFFFT, HAHAHAHAHA!"


Dan akhirnya tawa anak-anak Naruto pun pecah, bahkan Naruko dan Vivi yang jarang tertawa akhirnya bisa tertawa lantang karena melihat tingkah Riser.


"Jangan seperti itu lah Riser-nii, aku dan Vivi hanya bercanda kok," kata Naruko di sela-sela tawanya membuat Riser terhenti dari pundungnya langsung menatap tajam Naruko dan Vivi.


"Grrrrt, dari dulu kau memang tak berubah ya, suka mengerjai orang," kesal Riser langsung bersedekap tangan.


"Tidak lah Riser-nii, kami berdua sudah berubah kok, menjadi tambah cantik dan imut pastinya, wkwkwk," kata Naruko percaya diri dan di dukung anggukkan Vivi.


"Cih! Pede amat kalian," kata Riser acuh tapi malah membuat Naruko dan Vivi cekikikan senang.


"Oh ya nek, ngomong-ngomong siapa gadis ini?" tanya Vivi sambil menunjuk Ravel di dekat Lady Phoenix.


"Oh in—"


"Tunggu nek! Biar kutebak!" ucapan Lady Phoenix langsung terpotong oleh ucapan Naruko yang sedang memegang jidatnya seperti orang sedang perpikir.


"Aha! Pasti ini adiknya Riser, iyakan nek?" sambung Naruko menebak dan di jawab anggukkan oleh Lady Phoenix.


"Um, ini adiknya Riser, namanya Ravel," balas Lady Phoenix tersenyum dan Ravel yang merasa namanya disebutkan pun menyapa dengan cara menunduk.


"Wah Ravel-chan, salam aku Naruko dan ini Vivi," kata Naruko kepada Ravel sambil menunjuk Vivi di sebelahnya yang sedang tersenyum hangat kepada Ravel.


"Hai, Naruko Onee-sama, Vivi Onee-sama," balas Ravel sedikit membungkukkan badannya, tiba-tiba Naruko langsung merangkul Ravel.


"Jangan panggil kami seperti itu, cukup panggil Nee-san saja oke," kata Naruko di sela-sela rangkulannya.


"Hai Nee-san," angguk Ravel.


Dan akhirnya anak-anak Naruto memperkenalkan diri secara bergantian kepada Lady Phoenix kecuali anaknya Serafall dan Grayfia karena sudah tau, dan semua anak-anak Naruto di sambut dengan senang oleh Lady Phoenix serta memanggil Lady Phoenix dengan sebutan nenek semuanya dan itu membuat Lady Phoenix tambah senang mendengarnya.


Bukan cuma Lady Phoenix yang senang karena memiliki banyak cucu dari Naruto.


Ibu-ibu dari anak-anaknya Naruto juga senang melihatnya dan secara terbuka mulai akrab dengan Lady Phoenix dan itu semua menjadi poin plus tersendiri untuk calon-calon istrinya Naruto karena bisa akrab dengan calon mertuanya.


.


#Flashback Off


.


"Calon mertua kah," gumam Hancock setelah mengingat kejadian kemarin sore sambil tersenyum.


"Um, kau benar sekali Hancock-san," timpal Katerea membalas gumaman Hancock sambil tersenyum juga.


.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2