STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 82


__ADS_3

.


"Lalu untuk apa semua hadiah pemberian dari kami ini?" tanya Benimaru setelah mengingat permasalahan kemarin sore dan didukung anggukkan oleh Licht dan Klein bersamaan.


"Tanya saja sama Asuna, dia kan yang meminta hadiahnya," balas Naruto sambil mengangkat kedua bahunya tanda tak tau.


"Huh, sudahlah aku tak mau bertanya lagi soal hadiah ini mau diapain, yang penting sudah kupenuhi ini semua," kata Benimaru menghela nafas pasrah.


"Aku tak maksa ya, Asuna yang memaksanya lo," balas Naruto membela diri seakan tak mau disalahkan.


"Ya ya," balas Benimaru


dan selanjutnya mereka berempat duduk di ruang utama untuk mengobrol entah apa dan yang pastinya obrolan mereka diselipkan dengan canda tawa agar lebih menghibur dan tak membosankan disetiap obrolannya.


.


.


#TAMAN (KUOH)


.


Hari libur sekolah, hari yang di tunggu-tunggu oleh para pelajar sekolah mana pun tak terkecuali anak-anak Naruto yang juga menanti hati libur sekolah.


Dapat dilihat di taman kota Kuoh. Kini anak-anak Naruto sedang berada di situ tapi tidak semuanya.


hanya Naruko, Vivi, Mirajane, Rin dan Olive saja yang sedang berada di taman, sedangkan yang lainnya masih tetap di rumah dengan kegiatan mereka masing-masing.


Walaupun taman itu cukup ramai, tapi penampilan mereka begitu mencolok di antara banyaknya orang-orang di situ.


Dengan menggunakan baju yang sama semua yaitu baju kaos merah dengan lengan panjang dan terdapat lambang pusaran di punggunnya serta taks 'Uzumaki Family' di atas lambang pusarannya serta lambang kunai cabang 3 di bagian depan tepat di bawah dadanya dan rok hitam hampir selutut.


(Ngak pandai dalam Fashion) dan Itu terbukti dengan pandangan setiap orang yang mengarah kepada mereka. ada yang kagum, ada yang terpesona, bahkan ada yang menatap nafsu,


itu bagi pria buaya pastinya yang memandang mereka penuh nafsu dengan tatapan matanya tertuju pada buah dada mereka yang terbilang besar-besar semua.


"Tou-san lama banget ya perginya?" gumam Olive yang sedang duduk di kursi taman bersama Vivi dan Mirajane.


sedangkan Naruko dan Rin sedang memesan minuman yang tak jauh dari tempat duduk mereka.


"Um, mungkin Tou-san di sana memang ada kepentingan yang sangat penting sekali sehingga membutuhkan waktu yang lama," balas Vivi yang duduk di samping Olive.


"Atau karena kehadiranku dan Okaa-sama yang membuat Tou-san pergi," timpal Mirajane yang duduk di sebelah Vivi sambil menunduk dan seketika Olive dan Vivi langsung menoleh ke arahnya.


"Jangan ngomong seperti itu Mira! Tou-san tidak mungkin pergi gara-gara itu, Tou-san itu sangat sayang dengan anak-anaknya, jadi tidak mungkin hal itu akan terjadi," balas Vivi menyangkal perkataan Mirajane dan didukung anggukkan Olive.


"Tapi ini sudah 1 minggu perginya lo," kata Mirajane yang sudah menegakkan kepalanya sambil menoleh ke arah Vivi dan Olive.


"Sudah kubilang! Tou-san itu sayang kepada anak-anaknya, asal kau tau. Tou-san pergi ke luar kota bukan karena kepentingan, melainkan sedang mencari penawar untuk Menma-nii saat ini," kata Vivi sedikit membentak membuat Olive dan Mirajane melebarkan mata terkejut setelah mendengarkan fakta yang keluar dari mulut Vivi.


"Ja-jadi Tou-san pergi itu demi Menma?" kejut Olive yang baru tau hal itu.


"Yap! Menma-nii pernah seperti itu dulu dan Tou-san entah bagaimana caranya bisa mencari penawarnya tanpa lelah sampai ke ujung dunia," angguk Vivi memberitau.


"Kalau tak percaya, tanya saja sama Naruko atau Minato. Karena kami semua tau apa yang di alami Menma-nii sebenarnya," sambung Vivi tenang dan entah kenapa Olive dan Mirajane menunduk sedih.

__ADS_1


.


" Aku memang kakak yang tidak berguna, kondisi Menma saja tidak tau," batin Olive merutuki diri sendiri.


" Maafkan aku Tou-san, maafkan aku yang telah berburuk sangka terhadap Tou-san," batin Mirajane merutuki diri sendiri karena telah berburuk sangka terhadap ayahnya.


.


Hingga tak berselang lama Naruko dan Rin datang menghampiri dengan 2 gelas minuman pop ice di tangan Naruko serta 3 gelas minuman pop ice di tangan Rin dan langsung di bagikan kepada Olive, Vivi dan Mirajane yang akhirnya mereka memegang 1 gelas pop ice dengan merata.


"Lagi membahas apa si?" tanya Naruko setelah membagikan minuman pesanannya.


Sruuuuppp!


"Cuma sedikit memberitau, kalau Tou-san tak akan pergi meninggalkan kita," balas Vivi setelah menyedot selang minumannya.


Sruuuuuup!


"Siapa yang menebak hal seperti itu?" tanya Naruko.


"Mira yang mengatakan seperti itu," balas Vivi membuat Naruko menoleh ke arah Mirajane yang sedang menunduk sambil memegang minumannya di pangkuannya.


"Jangan berperasangka seperti itu Mira. Aku, Vivi dan Menma-nii jauh lebih tau sifat Tou-san seperti apa, karena kami yang selalu di sampingnya," kata Naruko kepada Mirajane, sontak Mirajane tambah menunduk.


"Maaf Nee-sama," ucapan lirih yang keluar dari mulut Mirajane dan hanya dibalas helaan nafas Naruko.


"Sudahlah, jangan berburuk sangka lagi Mira," kata Naruko tenang dan dijawab anggukan pelan Mirajane.


"Ngomong-ngomong habis ini kita akan ke mana? Tidak mungkin kan seharian harus di taman ini terus," sambung Naruko bertanya kepada saudara-saudaranya.


"Bisa kasih usulan? kalian tau sendiri kalau aku tidak tau betul kota ini," kata Olive.


Sruuuuup!


"Na bagus itu, bagaimana pendapat kalian?" balas Naruko lalu bertanya kepada Olive, Mirajane dan Rin.


"Hmm boleh," balas Olive.


"Um! Nee-sama," angguk Rin dan Mirajane.


"Baiklah, ayo kita berangkat ke sana?" ajak Naruko semangat dan dijawab anggukan mereka semua.


Kemudia mereka semua beranjak dari tempat duduknya lalu melangkah ke suatu tempat yang sudah direncanakan oleh mereka semua.


.


.


#SKIP RUMAH NARUTO


.


SRING!


.

__ADS_1


Tiba-tiba di ruang utama rumah Naruto muncul Yasaka bersama Kunou dan Kuroka yang kebetulan ada Grayfia dan Freya di ruangan tersebut.


"Sepi amat ini rumah, ke mana yang lainnya?" tanya Yasaka langsung menghampiri Grayfia dan Freya yang sedang duduk di sofa ruang itu.


"Anak-anak sedang keluar, katanya ingin jalan-jalan dan yang lainnya ada di halaman depan," balas Freya memberitau.


"Naru-kun belum pulang?" tanya Yasaka setelah duduk di samping Freya.


"Belum," singkat Freya dan Yasaka hanya menghela nafas saja.


.


DUK! DUK! DUK!


.


"Eh! Okaa-san sudah ada di sini?" kejut Minato di samping Gray setelah turun dari lantai 2 melihat Yasaka ada di situ.


"Kamu mau ke mana, Minato-kun?" tanya Yasaka ketika melihat penampilan Minato dan Gray yang terbilang rapi (pakaian sama seperti Olive, Naruko, Vivi, Rin dan Mirajane di taman tadi) serta celana jean hitam panjang.


"Hehe, mau keluar nemenin Gray-nii, Okaa-san. katanya ingin menemui Rias dan Sona di sekolahan," balas Minato cengengesan dan Yasaka hanya ber-O-ria saja.


"Nii-chan! Aku ikut ya," mohon Kunou yang langsung menghampiri Minato diikuti Kuroka di belakangnya.


"Tapi Ku-"


"Biarkan ikut saja Minato-kun, ajaklah adikmu jalan-jalan sesekali," potong Yasaka ucapan Minato yang tadi sempat ingin menolak dan Minato hanya menghela nafas saja.


"Hai, Hai, Tapi jangan minta apa-apa nanti di jalan ya?" kata Minato pasrah.


"Siap Nii-chan! ayo Kuroka Nee-chan," balas Kunou lalu mengajak Kuroka dan dijawab anggukkan kepala oleh Kuroka.


Lalu Minato, Gray, Kunou dan Kuroka melangkah keluar rumah menuju tempat yang mereka tuju dengan Kuroka yang terus mengikutinya dari belakang.


Dan kebetulan juga berpapasan dengan Issei dan Asia di tengah jalan yang tujuannya juga sama menuju sekolahan.


.


.


#SKIP HALAMAN DEPAN


.


Pindah ke halaman depan rumah milik Naruto. Di situ terdapat 2 wanita dewasa yaitu Hancock dan Katerea yang sedang melakukan kegiatan mereka masing-masing.


dengan Hancock yang sedang menyapu halaman depan serta Katerea yang sedang menyirami tanaman bunga yang ada di halaman depan.


"Oh ya Katerea-san, apakah kau kenal dengan orang-orang kemarin sore yang datang ke sini?" tanya Hancock yang sudah selesai dengan acara menyapunya dan kini menghampiri Katerea yang sedang menyirami tanaman.


"Oh mereka, tidak terlalu si, yang kutau mereka salah satu Pillar Iblis di Underword. Tapi aku tak menyangka bahwa mereka adalah orang tua angkat Naru-kun," balas Katerea masih tetap dengan kegiatan menyiramnya tanpa menoleh ke arah Hancock.


"Um, aku juga tidak menyangka," kata Hancock sambil mengingat kejadian kemarin sore.


.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2