STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 79


__ADS_3

.


#SKIP RUMAH NARUTO (PAGI)


.


Kini rumah Naruto sudah kembali ramai diisi oleh penghuni yang kemarin pergi entah ke mana dan sudah kembali waktu malam.


Dapat dilihat, 3 wanita dewasa sedang berada di dapur yaitu Kalawarner, Freya dan Grayfia sedangkan wanita dewasa yang lainya sedang melangkah ke lantai 2 menuju kamar anak-anak untuk membangunkannya yaitu Serafall, Katerea dan Hancock menuju kamar anak mereka masing-masing.


Hingga tak berselang lama wanita dewasa yang tadi naik ke lantai 2 turun diikuti anak-anaknya Naruto dengan tampang mengantuknya yang terlihat jelas dan acara wanita dewasa yang berada di dapur sepertinya telah selesai karena sekarang terlihat sedang menata sajian makanan di atas meja makan yang sudah diperbesar sehingga bisa muat banyak makanan.


"Kayaknya masih kurang satu orang ni, siapa yang belum turun?" tanya Freya ketika melihat anak-anaknya Naruto berada di belakang Serafall, Katerea dan Hancock tapi masih kurang 1 orang lagi.


"Palingan tinggal Minato saja, ini sudah kebiasaannya saat hari libur Freya kaa-san," balas Vivi yang sudah duduk menghadap sajian makanan diatas meja.


"Kenapa tak kalian bangunkan?" tanya Freya lagi.


"Tenang saja, sebentar lagi juga bangun," balas Vivi tenang.


.


BRAK!


"DASAR ALARM SIALAN!"


.


Tiba-tiba terdengar teriakan dari lantai 2 dan pelakunya adalah Minato yang terganggu oleh suara alarm yang terpasang dikamarnya.


"Hihihi, nah dia bangun kan," kata Vivi cekikikan.


"Untung saja volume alarm sudah aku kerasin, hehe," sambung Vivi masih cekikikan.


"Ada-ada saja kelakuan kalian," kata Freya geleng-geleng kepala.


"Inilah keluarga Uzumaki, tak akan ada hari sepi di setiap detiknya, hehe," kata Vivi membanggakan diri membuat orang-orang yang di ruangan tersebut tersenyum mengerti.


"Kau memang benar Nak, salah satu ciri khas keluarga ini adalah tak ada yang namanya sepi," kata Grayfia tersenyum sambil menaruh sajian terakhir makanan di atas meja dan di balas anggukan oleh yang lainya.


.


DUK! DUK! DUK! DUK!


.


"Woy Nee-san! Pasti kau yang ngerasin suara alarm di kamarku ya?" tiba-tiba Minato langsung marah-marah setelah turun dari lantai 2.


"Masih untung pakai alarm, coba kalau Tou-san yang membangunkan, kau bakal langsung di lempar ke Samudra Hindia," kata Naruko disebelah Vivi dengan tampang biasa saja.


"Yah, setidaknya biarkan aku damai sehari saja untuk menikmati indahnya mimpi sebelum Tou-san pulang," kata Minato sambil melangkah dan duduk disebelah Sting.


Dan orang-orang yang mendengar percakapan mereka bertiga hanya Sweatdrop karena tak menyangka Naruto bisa sesadis itu.


.


" Hiiiiii! Pokoknya jangan bikin Tou-san kesal mulai hari ini," batin Olive, Gray, Mirajane, Rin, Sting, dan Luna bersamaan sedangkan Mitlet dan Raynare hanya terkejut saja.


" Kuharap sadisnya Naruto-kun tak terjadi kepadaku, hiii! menakutkan sekali bila itu terjadi," batin Katerea, Grayfia, Serafall, Freya, Hancock dan Kalawarner bersamaan sambil membayangkan jika diri mereka main dilempar ke sembarang tempat oleh Naruto.

__ADS_1


.


Dan akhirnya mereka semua melanjutkan acaranya yaitu sarapan bersama dengan diselingi oleh canda tawa mereka membuat suasana makan penuh warna dan kebahagiaan yang tercetak jelas di wajah mereka saat sedang tertawa maupun tersenyum.


.


.


#MANSION PHOENIX


.


Bukan hanya dirumah Naruto, di Mansion Phoenix juga sekarang terlihat lebih berwarna lagi sejak kedatangan Rossa di Mansionya.


Dapat dilihat diruang makan Mansion Phoenix kini diisi semua anggota keluarga tersebut yang sedang sarapan bersama.


"Jadi, nanti kita akan ke dunia manusia? Okaa-sama," kata Riser disela-sela makannya.


"Yap! Kita tunggu Rossa menghampiri kita nanti Sore, dia kan yang tau alamatnya," kata Lady Phoenix memberitau.


"YOOSS! Aku tak sabar ingin bertemu dengan Menma, akan ku bakar rambutnya hahaha!" kata Riser semangat sambil mengepalkan tangan kanannya.


"Dan siap-siaplah Riser, untuk digantung lagi oleh Naruto," timpal Ruval membuat Riser diam mematung seakan-akan baru menyadari sesuatu.


"Gahh! Aku baru ingat kalau ada Naruto Onii-sama," kata Riser merinding ngeri.


"Memang ada apa dengan Naruto Onii-sama si? Kenapa Riser Onii-sama terlihat takut dengannya?" tanya Ravel yang bingung dengan reaksi Riser.


"Mungkin Riser hanya trauma dengan cara pelatihan Naruto Onii-samamu, yah bisa dibilang cukup ekstrem," kata Lady Phoenix memberitau.


"Jangan ingatkan Okaa-sama!" kata Riser sudah menutup telinganya tapi malah terlihat konyol tingkah Riser dimata orang-orang yang melihatnya sehingga membuat mereka tertawa.


.


.


Dan di pagi hari di Mansion Phoenix terdengar suara tawa senang dan jeritan konyol mengisi suasana pagi di Mansion tersebut.


.


#NEGERI ALFTEIM (SIANG)


.


(Pohon kehidupan disini sama seperti pohon suci dari bangsa peri Nanatsu no Taizai, cuma pohonnya lebih tinggi dan besar serta puncak pohonnya tertutup oleh awan langit)


.


Kini Naruto serta Asuna dan Liya sudah keluar dari penginapan, mereka kini sedang berkeliling menikmati festival besar yang diadakan di bawah Pohon Kehidupan.


Banyak hal-hal yang tersaji disitu, dari penjual makanan khas dari kerajaan masing-masing sampai banyak aksesoris terpajang di setiap area festival.


Tapi tujuan Naruto bukan untuk menikmati festival, melainkan yang dia tuju adalah acara yang tepat di bawah Pohon Kehidupan yang sekarang sudah ramai oleh orang-orang yang menyaksikan acara tersebut yang akan dimulai.


"Yo Naruto-san," sapa Benimaru dari samping Naruto yang tujuannya sama dengan Naruto yaitu acara panjat Pohon Kehidupan dan didampingi oleh Shion di samping Benimaru.


"Di mana yang lainya?" tanya Naruto ketika melihat hanya Benimaru saja yang terlihat dan di jawab acungan tangan Benimaru kearah meja pendaftaran peserta.


"Mau bareng? Aku juga belum mendaftarkan diri," ajak Benimaru dan di jawab anggukan oleh Naruto. Lalu mereka berdua melangkah bersama menuju tempat pendaftaran.

__ADS_1


.


"Ne Asuna-chan, tadi malam kau lupa menggunakan sihir peredam suara di kamarmu ya?" tanya Shion setelah Benimaru dan Naruto tak ada didekatnya.


Sontak ucapan Shion membuat wajah Asuna memerah padam sedangkan Liya hanya memiringkan kepala tanda tak mengerti. tiba-tiba Shion mendekatkan mulutnya ke telinga Asuna.


"Aku dengar suara desahanmu lo, hehe," bisik Shion menggoda tepat ditelinga Asuna sehingga Liya tak mendengar apa yang di ucapkan oleh Shion.


"SHIOOOOOON!" teriak Asuna dengan wajah merahnya karena sangat malu dan Shion hanya cekikikan melihat wajah malunya Asuna.


.


"ASUNA-CHAN! SHION-CHAN!"


.


Tiba-tiba dari arah belakang Asuna dan Shion terdengar suara orang memanggil,


sontak Asuna dan Shion menoleh ke belakang yang ternyata ada Miya, Tuka, Centorea, dan Papi sedang melangkah menghampiri Asuna dan Shion berada.


Dan tak lama kemudian mereka berempat sampai di dekat Asuna dan Shion tapi entah kenapa Miya dan Tuka tersenyum aneh sambil melirik ke arah Asuna.


"Hey! Jangan menatapku seperti itu," bentak Asuna yang merasa tatapan Miya dan Tuka begitu aneh dan tak mengenakkan.


"Hehe, Ahhh, ahhh," kata Tuka seperti memperagakan suatu adegan membuat Asuna terkejut dan langsung menunduk dengan wajah merahnya sedangkan Liya sudah ditutupi telinganya oleh tangan Shion.


"Sumpah, rasanya aku ingin gabung saja saat malam tadi," kata Miya sambil menahan tawa.


"hey, kalian sedang membicarakan apa si? Ahhh ahhh seperti suar-"


"Bukan apa-apa, jangan dengarkan ucapan mereka, Centorea-chan, Papi-chan," potong Asuna ucapan Centorea yang ingin bertanya membuat Centorea dan Papi memiringkan kepala tanda tak mengerti sedangkan yang lainnya sedang menahan tawa agar tak pecah,


kalau untuk Liya malah memasang wajah bingung tingkat dewanya.


.


"HUOOOOOOOOW!"


.


Tiba-tiba sorakan keras orang-orang membuat rombongan Asuna menoleh kearah sumber suara.


"Sepertinya acaranya akan dimulai," kata Shion yang memperhatikan sorakan orang-orang tak jauh didepannya.


"Mau ke sana?" sambung Shion mengajak dan dijawab anggukan oleh yang lainya.


Dan akhirnya rombongan Asuna pun melangkah ke tempat acara perlombaan.


Walaupun agak susah saat menyusup di kerumunan orang-orang tapi akhirnya mereka semua bisa melewatinya dan bisa melihat jelas para peserta lomba.


Dapat dilihat para peserta kini sedang pemanasan sebelum acaranya dimulai.


Banyak wanita yang merona saat melihat para peserta lomba, pasalnya para peserta lomba semuanya bertelanjang dada karena itu semua sudah aturannya.


"Wow! Tubuh suamimu hot juga ya? Asuna-chan," kata Shion yang bersemu merah saat melihat tubuh atletis Naruto yang dihiasi tato kanji rumit di perut dan pegelangan tangannya.


"Um, kau benar sekali, Shion-chan," timpal Miya dan didukung anggukan yang lainya.


"Woy! Woy! Woy! Itu laki orang jangan kau pandang menjijikkan seperti itu, woy!" bentak Asuna yang tak terima jika para wanita memandang tubuh Naruto dengan tatapan nafsu.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2